
Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
Bab 3
Viona bisa merasakan ketidaksenangan Daniel. Namun, Daniel sendiri yang berinisiatif untuk datang ke sini. Pria itu tidak bisa menyalahkan siapa pun selain dirinya sendiri, bukan?
Merasakan kegelisahan Daniel, Viona menyarankan, "Bagaimana kalau kamu bersembunyi dulu sebentar?"
Akan tetapi, usulan itu tampaknya membuat wajah Daniel berkerut tidak nyaman. "Bersembunyi? Aku?"
Kenapa dia harus melakukan itu? Memangnya dia seorang pezina yang bersalah?
Dia dan Viona hanya mengobrol sebentar, jadi kenapa dia harus bersembunyi?
"Yah, terserahlah. Kamu bisa melangkah keluar dengan gagah berani! Lagi pula, aku tidak akan rugi apa pun. Mungkin jika kamu dituduh terlibat sesuatu denganku, aku bisa membatalkan pertunangan ini!" balas Viona.
"Viona, kamu bicara dengan siapa?" tanya wanita dari luar sambil mendorong pintu.
Alhasil, Daniel dengan sangat enggan menyelinap ke balik tirai.
Viona membuka pintu, tidak ingin membiarkan wanita itu masuk.
Tak lain dan tak bukan, wanita itu adalah Sherly Lintang, sahabat dan orang yang paling dipercayai Viona sejak lama sekaligus kekasih Erik saat ini.
Sherly adalah sosok yang cantik jelita dan lemah lembut, matanya sangat mengundang simpati.
Gaun yang dikenakannya adalah atasan bertali tipis, memperlihatkan bekas-bekas yang ditinggalkan Erik di kulitnya.
"Viona, kamu tampak memukau hari ini," puji Sherly. Tatapannya memperlihatkan kilatan iri saat menatap gaun Viona.
Viona memandangnya dengan tatapan mengejek. "Apa yang kamu inginkan?"
"Viona, kamu tahu ceritaku. Keluargaku miskin. Ibuku meninggalkanku, dan ayahku seorang penjudi. Hanya Erik yang kumiliki. Kumohon, jangan bertunangan dengannya. Tolong kembalikan dia padaku. Aku sangat mencintainya," pinta Sherly, air mata berkilauan di matanya.
Tatapan Viona berubah dingin. "Ini pertama kalinya aku bertemu perebut laki orang yang begitu tidak tahu malu!"
"Viona, kamu sudah memiliki segalanya sejak awal. Tentu saja kamu tidak mengerti penderitaanku. Kenapa kamu harus mengambil Erik dariku juga?" Sherly melanjutkan sambil berlutut di hadapan Viona.
"Tolong, aku benar-benar memohon padamu ...." Permohonan Sherly menjadi makin putus asa.
Sebelum Viona bisa bereaksi, Erik tiba-tiba datang dan menarik Sherly agar berdiri.
"Apa yang kamu lakukan, Sherly?" Suara Erik bergetar karena sakit hati saat melihat Sherly begitu putus asa.
"Viona, kenapa kamu menyeret Sherly ke dalam masalah kita? Dia ini rapuh, tapi kamu masih memaksanya sampai berlutut seperti ini. Bagaimana kamu bisa begitu kejam?" tuduh Erik.
"Erik, asal kamu tahu, dia datang ke sini atas kemauannya sendiri, dan berlutut dengan sukarela. Aku bahkan hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun!" Viona membela diri.
Melihat percakapan ini, Sherly mencengkeram lengan Erik. "Erik, jangan salahkan Viona. Ini salahku. Aku hanya terlalu mencintaimu. Hatiku tidak sanggup untuk melihatmu bersama orang lain."
Viona merasakan gelombang rasa jijik menyaksikan melodrama di hadapannya ini. Sebelum dia bisa menutup pintu, kata-kata Erik menembus udara. "Viona, bahkan jika aku menikahimu, aku tidak akan pernah mencintaimu. Aku tidak akan menyentuhmu sedikit pun. Lupakan saja pertunangan ini!"
Dia bahkan tidak tahan melihatnya!
Viona bersusah payah menahan diri untuk tidak tertawa. "Sayang sekali kalian tidak berkarier sebagai pelawak, tapi mari kita perjelas. Bukan aku, tapi Keluarga Baskara-lah yang menentang hubungan kalian berdua."
"Sungguh menjijikkan!" Viona mengucapkan dua kata itu sebelum membanting pintu hingga tertutup.
Daniel muncul dari balik tirai setelah mendengar seluruh kekacauan itu.
Tanpa terpengaruh, Viona berkata, "Yah, seperti yang kamu dengar. Bahkan jika aku tidur dengan seratus pria, aku tidak akan merasa bersalah sedikit pun terhadap keponakanmu!"
Untuk sesaat, Daniel tidak tahu harus berkata apa.
Anda Mungkin Juga Suka





