Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Perjalanan di gerbong tidur kereta menjadi ujian berat saat aroma para pekerja konstruksi membangkitkan gairah terpendam sang protagonis. Terdesak oleh hasrat yang tak tertahankan, ia terpaksa mencoba memuaskan dirinya sendiri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia ini justru ketahuan. Paman yang memergokinya segera menyingkap selimut dengan napas tertahan, lalu menawarkan diri untuk memberikan kepuasan nyata alih-alih membiarkannya menggunakan mainan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Nggak ... Nggak!"

Aku tanpa sadar membantah, tetapi kata-kataku sama sekali tidak meyakinkan.

Rangga mengangkat selimut dan menatap tanganku yang belum sempat kukeluarkan, dia tersenyum jenaka.

"Masih bilang nggak, tapi lihat apa yang tanganmu lakukan."

"Jangan ... jangan biarkan siapa pun tahu. Aku ... aku bisa memuaskanmu. "

Aku agak panik, tanpa kusangka Rangga akan membuka selimutku.

Bekas sprei yang berantakan di bawah tubuhku, serta tempat tanganku berada, akan sangat mengerikan jika dilihat oleh para pekerja konstruksi di sekitarku.

Rangga mendengar kata-kataku dan langsung menekan ke arahku.

Dia menatap lekat-lekat bekas itu, lalu melirik sepetak kecil di celanaku. Tangannya yang besar mencubit tubuh bagian depanku.

"Ck ck, sebenarnya, seberapa lapar kamu ini? Kalau dari awal kamu bilang, Paman pasti akan membantumu. Tapi Paman Rangga selalu suka mengundang teman untuk bersenang-senang bersama. Kalau kamu senakal ini, kurasa satu orang nggak akan bisa memuaskanmu. Kenapa nggak panggil semuanya kemari?"

Setelah selesai bicara, Paman Rangga hendak berteriak keras ke segala arah.

"Tidak! Paman Rangga, tolong jangan panggil mereka. Paman ... Paman boleh lakukan apa pun yang Paman mau."

Aku takut.

Membayangkan begitu banyak pekerja konstruksi yang kuat di sekitarku, membuatku ingin menangis.

Aku segera melihat ke arah tempat mereka bermain kartu dan melihat bahwa para pekerja konstruksi itu tidak menyadari hal ini, aku baru menghela napas lega.

Rangga berhenti bergerak dan menatapku sambil menelan air liur.

"Kalau begitu, harus dipastikan. Paman nggak akan panggil siapa pun lagi. Jangan khawatir, Paman bisa memuaskanmu sendirian."

Dia segera naik ke tempat tidurku, menutupi tubuhnya dengan selimut, dan merapatkan tubuhnya ke arahku.

"Paman, apa kita bisa … nggak melakukannya di sini?"

Aku takut terlihat oleh para pekerja konstruksi di sekitarku dan ingin memohon padanya untuk berpindah tempat.

Rangga mengabaikanku dan mengangkat rokku dengan tangannya yang besar.

Pada saat yang sama, aku meletakkan ponselku di samping tempat tidur dan dapat merekam kami sekarang dengan jelas.

"Di sini lebih menarik. Jangan khawatir, selama kamu patuh, aku nggak akan biarkan orang lain tahu. Mereka semua adalah rekan kerjaku. Kalau aku nggak suruh mereka datang, mereka nggak akan datang. Cepat tempelkan bokong kecilmu itu.”

Perintah Rangga membuat wajahku memerah.

Tubuhnya yang hangat dan kuat menekanku erat, menyebabkan gairahku meledak lagi.

Namun, melakukannya di depan banyak orang, benar-benar memalukan.

Bagaimana jika Rangga tidak bisa menghentikan mereka saat mereka melihat kami?

Bukankah aku akan disentuh oleh para pekerja konstruksi ini?

”Paman, kumohon, aku takut ….”

Plak!

Rangga menepuk bokongku itu dan berkata, "Apa yang kamu takutkan? Diamlah sebentar. Ayo, cepat angkat bokongmu, biar Paman bisa memuaskanmu."

Hal ini membuat seluruh tubuhku bergetar tak terkendali.

Ledakan gairahku terus memburuk. Tubuhku terasa panas membara dan gelombang panas yang luar biasa seakan menelanku.

Rangga melepas celana dalamku, mencengkeram bagian bawahku erat-erat dengan kedua tangan, dan meremasnya dengan kuat.

”Kamu benar-benar elastis, montok, dan putih. Aku nggak nyangka kamu akan tumbuh sebaik ini di usia semuda ini.”

Sesuatu menghantamku dari belakang. Hanya dengan satu gerakan, aku benar-benar menjadi kacau balau.

Akal sehatku mengatakan kalau ini tak boleh dilakukan. Namun, gairahku kembali meledak, seolah-olah ular yang tak terhitung jumlahnya telah merayap di sana.

Tubuhku menjadi lemas. Seolah-olah api sedang menyala, membuatku pusing dan linglung, otakku seakan-akan kosong.

Seluruh tubuh dan hatiku seakan menjerit liar.

Tubuhku mulai mengalami perubahan yang cepat.

Bibirku sedikit terbuka dan kakiku tanpa sadar melebar.

Betapa indahnya jika dipenuhi olehnya seperti ini!

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B22270" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B22270
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku Menikahi Pelakor
9.1
Elvira harus merelakan kehidupan glamornya usai perceraian pahit kedua orang tuanya. Ia memilih tinggal bersama Miranda, ibunya yang terluka, sementara sang ayah hidup mewah dengan wanita yang menghancurkan keluarga mereka. Dari sosialita manja, kini Lia harus berjuang hidup sederhana di pinggiran kota. Bersama pelayan setia, Mbok Rini, ia belajar memasak dan berjualan kue. Di tengah kesulitan ekonomi, Lia justru menemukan arti kebahagiaan sejati yang tak terbeli.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Dahulu Deddy menyelamatkan Nayla, hingga saat Deddy koma, Nayla membalas budi dengan menikahinya dan menyembuhkannya. Namun, kembalinya cinta pertama Deddy memicu perceraian. Meski diremehkan, Nayla ternyata peretas jenius, pembalap, dan dokter ahli. Saat Deddy memohon untuk kembali karena menyesal, seorang CEO tampan muncul mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut menghadapi situasi tak terduga ini di tengah pembuktian jati dirinya.
Sampul Novel Cinta Palsu, Luka Nyata
9.7
Mengabaikan kedekatan Karen dengan teman masa kecilnya, aku tetap memilih untuk mengejar cintanya. Namun, keputusasaan itu dibayar mahal pada hari pertunangan kami. Saat mendengar kabar pria itu pingsan di rumah sakit, Karen tanpa ragu meninggalkanku di altar. Tragedi memuncak ketika Nenek yang berusaha mengejarnya justru tertabrak mobil hingga kehilangan nyawa. Kehilangan tragis ini menyadarkanku bahwa memaksakan hubungan yang sejak awal tidak ditakdirkan untukku hanya akan mendatangkan luka yang nyata.
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan seseorang tidak selalu diukur dari umur, melainkan dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Kisah ini mengajak pembaca bernostalgia ke masa SMA hingga perkuliahan yang penuh gejolak hasrat serta cinta masa muda. Disajikan secara utuh untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, narasi ini juga mengandung konten eksplisit pada bagian tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam memilah bab karena terdapat adegan khusus dewasa dalam alurnya.
Sampul Novel Hasrat dalam Gelapnya Bioskop
8.1
Niat menggoda sang suami di kegelapan bioskop privat berujung pada kekeliruan fatal. Seorang wanita sengaja membiarkan sepasang tangan besar meraba pinggang dan bokongnya. Namun, saat menoleh, ia terkejut menyadari bahwa sosok tersebut adalah pria asing, bukan suaminya. Pria tak dikenal itu ternyata jauh lebih perkasa dan dominan daripada suaminya sendiri. Sentuhan tak terduga itu pun pada akhirnya berhasil menaklukkan sang wanita sepenuhnya dalam jerat gairah malam itu.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Ibu
7.9
Saat kebakaran melanda sebuah TK, Nea yang berusia empat tahun terjebak di lantai dua. Sang ibu memohon pada suaminya, Haris, seorang pemadam kebakaran, untuk menyelamatkan putri mereka. Namun, Haris justru menuduhnya egois dan memilih menyelamatkan anak dari Stella Prisa, wanita pujaan hatinya. Haris dipuja sebagai pahlawan saat mendampingi Stella, sementara istrinya mendekap kotak abu putri mereka yang tewas. Rasa duka itu kini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam.