Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Perjalanan di gerbong tidur kereta menjadi ujian berat saat aroma para pekerja konstruksi membangkitkan gairah terpendam sang protagonis. Terdesak oleh hasrat yang tak tertahankan, ia terpaksa mencoba memuaskan dirinya sendiri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia ini justru ketahuan. Paman yang memergokinya segera menyingkap selimut dengan napas tertahan, lalu menawarkan diri untuk memberikan kepuasan nyata alih-alih membiarkannya menggunakan mainan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ada Paman di sini, untuk apa kamu butuh mainan? Sini, aku akan memuaskanmu."

Mencium aroma para pekerja konstruksi di gerbong tidur kereta, gairahku kambuh sampai celana dalamku basah kuyup.

Dengan terpaksa, aku memiilih memuaskan diriku sendiri. Namun, aku malah tertangkap basah dan Paman mengangkat selimutku sambil menatapku dengan napas tertahan.

Jumlah pekerja konstruksi di sekitar gerbong kereta sangat banyak. Kehadiran maskulin mereka yang intens membuatku gairahku memuncak dan berfantasi dengan liar.

Aku merasa celana dalamku basah.

Gelombang demi gelombang pikiran menyerbu benakku. Aku tahu waktuku tak banyak.

Jika tidak segera menggaruk "rasa gatal" ini, tubuhku tak akan bisa bertahan dan aku akan mempermalukan diri sendiri di depan umum.

Namaku Sekar Indrani, tubuhku sangat sensitif. Sejak dewasa, entah apa yang terjadi, gairahku sangat kuat dan terbiasa memuaskan diriku.

Rasa malu karena gairahku, membuatku terlalu takut untuk berpacaran. Hal itu makin memperburuk keadaanku dan membuat ledakan gairahku semakin parah.

Tadi malam, Ayah angkatku menelepon. Dia mengatakan ada sesuatu yang terjadi di rumah dan memintaku untuk pulang. Dia bahkan dengan penuh perhatian memesankan tiket kereta untukku.

Saat naik kereta, aku tak menyangka akan ada begitu banyak pekerja konstruksi di ranjang tidur kereta api.

Para pekerja konstruksi itu memancarkan aroma maskulin yang kuat saat mereka berkumpul di dekat ranjang bawahku untuk bermain kartu dan merokok.

Suhu di ruang pribadi terasa agak tinggi, jadi mereka melepas mantel mereka satu per satu karena asyik bermain.

Perawakan gelap dan kekar itu sulit untuk diabaikan.

Selalu mencium aroma maskulin dan memandangi tubuh berotot mereka, aku tak tahan lagi dan akhirnya gairahku meledak.

Awalnya masih terasa ringan, tetapi ketika kereta berguncang dan tubuhku mulai memerah, aku berusaha sekuat tenaga untuk merapatkan kaki.

Tatapanku beralih ke tumpukan koper di sudut ruangan.

Koper-koper itu diletakkan bersama koper dan kantong plastik milik para pekerja konstruksi itu, semuanya di sudut ranjang bawahku.

Di dalamnya, ada mainan-mainanku yang biasa kugunakan untuk memuaskan diriku, tapi aku tidak berani mengeluarkannya di depan para pekerja konstruksi itu.

Membawa koper ke kamar mandi untuk menghilangkan "rasa gatal" juga lebih merepotkan.

Saat aku hendak pergi ke kamar mandi untuk mengatasi masalahku, ada anak-anak yang ke sana. Entah berapa lama lagi kamar mandi itu bisa kosong.

"Nona, apa kamu butuh bantuan? Apa ada makanan di kopermu? Biar kubantu mengeluarkannya."

Tepat pada saat itu, seorang paman jangkung dengan jaket tipis yang terbuka, memperlihatkan rompi abu-abu di baliknya, menarik perhatianku.

Otot-ototnya menggembung, jelas menunjukkan kekuatan yang luar biasa.

Saat berbicara, matanya mengamatiku dari atas ke bawah. Tanpa kusadari, tatapannya membuat wajahku memerah.

Entah kenapa, aku merasa gelisah. Kalau dia membuka koperku dan melihat isinya, pasti gawat.

"Terima kasih, Paman. Aku nggak membutuhkannya sekarang. Aku baru ingat ada beberapa alat rias di koperku, tapi untuk sementara aku nggak butuh."

Mata pria paruh baya itu berbinar-binar penasaran saat menjawab sambil bergumam, "Baiklah, kalau kamu butuh bantuan, beri tahu aku saja. Namaku Rangga, kamu bisa memanggilku Paman Rangga."

Kata-katanya sepertinya mengandung makna tersembunyi.

Setelah selesai berbicara, dia duduk di sebelahku sambil memegang ponselnya. Entah apa yang dia lihat.

Aku terkejut. Dia pasti memperhatikanku sejak tadi. Kalau tidak, dia tidak akan menyadari kalau aku sedang melihat koper itu.

Aku merasa sangat menderita karena ledakan gairahku, rasanya gatal sekali. Aku melirik malu-malu ke arah pria paruh baya itu, takut kalau-kalau dia mengintipku. Jadi aku tidak berani melakukan gerakan besar apa pun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku Menikahi Pelakor
9.1
Elvira harus merelakan kehidupan glamornya usai perceraian pahit kedua orang tuanya. Ia memilih tinggal bersama Miranda, ibunya yang terluka, sementara sang ayah hidup mewah dengan wanita yang menghancurkan keluarga mereka. Dari sosialita manja, kini Lia harus berjuang hidup sederhana di pinggiran kota. Bersama pelayan setia, Mbok Rini, ia belajar memasak dan berjualan kue. Di tengah kesulitan ekonomi, Lia justru menemukan arti kebahagiaan sejati yang tak terbeli.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Dahulu Deddy menyelamatkan Nayla, hingga saat Deddy koma, Nayla membalas budi dengan menikahinya dan menyembuhkannya. Namun, kembalinya cinta pertama Deddy memicu perceraian. Meski diremehkan, Nayla ternyata peretas jenius, pembalap, dan dokter ahli. Saat Deddy memohon untuk kembali karena menyesal, seorang CEO tampan muncul mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut menghadapi situasi tak terduga ini di tengah pembuktian jati dirinya.
Sampul Novel Cinta Palsu, Luka Nyata
9.7
Mengabaikan kedekatan Karen dengan teman masa kecilnya, aku tetap memilih untuk mengejar cintanya. Namun, keputusasaan itu dibayar mahal pada hari pertunangan kami. Saat mendengar kabar pria itu pingsan di rumah sakit, Karen tanpa ragu meninggalkanku di altar. Tragedi memuncak ketika Nenek yang berusaha mengejarnya justru tertabrak mobil hingga kehilangan nyawa. Kehilangan tragis ini menyadarkanku bahwa memaksakan hubungan yang sejak awal tidak ditakdirkan untukku hanya akan mendatangkan luka yang nyata.
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan seseorang tidak selalu diukur dari umur, melainkan dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Kisah ini mengajak pembaca bernostalgia ke masa SMA hingga perkuliahan yang penuh gejolak hasrat serta cinta masa muda. Disajikan secara utuh untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, narasi ini juga mengandung konten eksplisit pada bagian tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam memilah bab karena terdapat adegan khusus dewasa dalam alurnya.
Sampul Novel Hasrat dalam Gelapnya Bioskop
8.1
Niat menggoda sang suami di kegelapan bioskop privat berujung pada kekeliruan fatal. Seorang wanita sengaja membiarkan sepasang tangan besar meraba pinggang dan bokongnya. Namun, saat menoleh, ia terkejut menyadari bahwa sosok tersebut adalah pria asing, bukan suaminya. Pria tak dikenal itu ternyata jauh lebih perkasa dan dominan daripada suaminya sendiri. Sentuhan tak terduga itu pun pada akhirnya berhasil menaklukkan sang wanita sepenuhnya dalam jerat gairah malam itu.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Ibu
7.9
Saat kebakaran melanda sebuah TK, Nea yang berusia empat tahun terjebak di lantai dua. Sang ibu memohon pada suaminya, Haris, seorang pemadam kebakaran, untuk menyelamatkan putri mereka. Namun, Haris justru menuduhnya egois dan memilih menyelamatkan anak dari Stella Prisa, wanita pujaan hatinya. Haris dipuja sebagai pahlawan saat mendampingi Stella, sementara istrinya mendekap kotak abu putri mereka yang tewas. Rasa duka itu kini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam.