Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel HARMONI BULAN DAN MATAHARI

HARMONI BULAN DAN MATAHARI

Hidup Arlyna Aira berubah gelisah sejak bertemu Gideon Bastian, pria blasteran tampan yang ternyata bukan orang sembarangan. Sebagai pewaris tunggal keluarga terpandang, Gideon telah jatuh hati pada Arlyna sejak awal. Namun, hubungan mereka tidaklah mudah karena rintangan rumit terus membayangi setiap langkah. Di tengah tekanan keadaan yang memaksa untuk menyerah, mampukah Arlyna dan Gideon mempertahankan ikatan cinta tulus mereka hingga akhir?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bibi!" panggil Nyonya Mela.

Dengan tergesa-gesa bibi datang. "Iya, Nyonya!" 

"Kalau ada orang datang dari butik Nyonya Ratih beritahu saya!" 

Bibi mengangguk. "Iya Nyonya."

Setelah itu, Nyonya Mela pergi ke ruang makan  menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang rutin dilakukan nya setiap hari.

"Darimana mam?!" tanya suaminya sedang asyik mengoleskan selai coklat ke roti panggang nya.

"Dari dapur melihat persiapan untuk acara nanti malam," jawab istrinya.

"Di mana yang mau ulang tahunnya?!" tanya suaminya tidak melihat keberadaan putra semata wayangnya sarapan.

"Sudah berangkat ke kantor."

"Pagi-pagi begini sudah berangkat ke kantor?!" tanya papi tak percaya. "Biasanya jam segini masih ngorok."

"Tadi dia ngomel karena di rumah pagi-pagi sudah berisik! Padahal berisik juga untuk acaranya dia nanti malam," jelas mami.

Sementara itu jauh dari kediaman Tuan Alex, Arlyna sedang kebingungan di pinggir jalan. Entah kesialan apa yang sedang menimpanya, mobil butik yang sedang dibawanya tiba-tiba saja mogok. 

"Kenapa ada acara mogok segala sih ini mobil? Mana mogoknya ditempat sepi lagi, pilih-pilih kek kalau mau mogok!" gerutu dan omel Arlyna melihat mobil Honda jazz merah yang ada di depannya. 

Dilihatnya sekeliling, tak ada satu orangpun untuk dimintai tolong bahkan semut lewatpun tak terlihat batang hidungnya.

"Gue harus bagaimana ini?!" tanyanya pada diri sendiri. "Mana bawaan barang gue banyak banget lagi. Masa iya, gue pikul ini semua ke rumah Nyonya Mela?! Yang benar saja!"

Dilihatnya sekali lagi ke sekitar untuk memastikan ada orang atau tidak, tapi hasilnya tetap sama.

Arlyna akhirnya menyerah. Setelah menghubungi bengkel langganan butik, Arlyna membawa semua barangnya berharap setelah berjalan ke depan akan ada kendaraan yang lewat. Satu tangan kanan membawa kotak box yang cukup besar berisi gaun pesanan Nyonya Mela dan satu kiri membawa paper bag berisi perlengkapan jahit menjahitnya dan beberapa aksesoris bila nanti diperlukan sementara tas selendangnya dibiarkan menggantung di bahu.

"Sial banget! Kalau gue menunggu orang bengkel datang, bisa kena semprot Nyonya Ratih karena telat mengantar gaun ini ke rumah Nyonya Mela. Apes, apes!" gerutuan tak hentinya ke luar dari bibir Arlyna.

Satu meter, dua meter telah terlampaui. Kaki Arlyna yang memakai pantofel hitam melangkah dengan sangat hati-hati karena banyak genangan sisa air hujan di beberapa tempat. 

Arlyna berjalan sambil bersenandung untuk mengusir kekesalannya dan tentu saja untuk mengusir kesepian disekitarnya. 

"Udaranya segar juga di sini, tapi jalannya tidak bersahabat," gumam Arlyna fokus melihat tanah becek yang dilewatinya agar tidak terpeleset.

Selagi asyik berjalan menghindari genangan air pinggir jalan, tiba-tiba sebuah mobil sport warna merah melaju kencang sehingga menciptakan cipratan air kubangan ke tubuh Arlyna yang sedang berjalan.

Sesaat kedua bola mata Arlyna melebar, tak bisa berkata-kata ketika melihat sebagian tubuh dan rambut panjangnya telah ternoda oleh air kubangan. 

"Ya ampun!" teriak Arlyna geram setelah beberapa saat terdiam karena shock.

Mobil sport berhenti setelah menyadari ada orang terkena cipratan air kubangan karena ulahnya. Mundur secara perlahan menghampiri wanita yang sibuk membersihkan noda air kubangan di bajunya.

Arlyna geram, menatap tajam mobil sport merah yang berhenti tepat di depannya. "Menyebalkan! Tidak tahu tempat! Sudah tahu banyak kubangan di sini, bawa mobil seenak jidat sendiri!" omelnya.

Satu detik, dua detik pintu mobil tidak juga terbuka begitu juga dengan kaca mobilnya. Arlyna masih berdiri mematung menatap tajam mobil sport merah yang ada di hadapannya, ingin tahu wajah orang yang ada di dalam mobil.

Detik berikutnya yang ditunggu pun tiba, kaca mobil bagian depan perlahan diturunkan. Seraut wajah blasteran dengan alis tebal dan mata teduh melihat pada Arlyna.

"Hai, nona! Are you okay?!" 

Arlyna terpana, suara itu ,,, suara yang pernah didengarnya. Wajah itu ,,, wajah yang selalu mengganggu dan bermain di dalam pikirannya siang malam. Ya, dia ,,, dia, pria itu yang telah menolongnya ketika akan jatuh terpeleset. Walau pertemuan itu singkat, tapi sangat  membekas dalam hati dan ingatan Arlyna.

"Hai, nona! Apa kamu baik-baik saja?!" tanya pria itu lagi melihat Arlyna hanya berdiri terpaku.

Setelahnya, pria itu pun turun dari mobil dan berdiri tepat di depan Arlyna.

"OMG!" ucap pria itu melihat noda-noda air kubangan menempel di baju dan rambut Arlyna.  "Sorry, saya tidak sengaja!" ucapnya lagi penuh penyesalan. 

Arlyna tersadar.  Walau senang bisa bertemu dengan pria itu lagi, tapi menyadari keadaan tubuhnya yang bagai tikus baru nyemplung dari got membuatnya seketika emosi.

"Maaf, nona!" Pria itu melihat sorot mata gadis yang telah dibuatnya kotor marah.

"Loe! Bawa mobil tidak pake mata!" nyolot  Arlyna marah.

Pria tersebut bukannya takut melihat ekspresi wajah Arlyna yang marah, alisnya malah terangkat dua-duanya ke atas. "Saya memang bawa mobil tidak pake mata," ucapnya. "Saya bawa mobil dengan kaki agar bisa melaju dan tangan untuk setir."

Napas Arlyna naik turun tak beraturan. Kotak baju yang isinya gaun malam pesanan Nyonya Mela sudah basah sebagian luarnya terkena cipratan air kubangan. 

"OMG!" jerit tertahan ke luar dari bibir Arlyna. "Gaunnya ,,, gaunnya ,,, bagaimana ini?!" Segera Arlyna mencari tempat kering untuk melihat isi kotak yang ada di tangan kanannya.

Pria itu mengikuti Arlyna dari belakang. Wajahnya terlihat sangat bersalah. 

"Untunglah, gaunnya tidak apa-apa," gumam Arlyna melihat isi dalam kotak tidak terkena noda sedikitpun. 

Setelah itu, Arlyna kembali berhadapan dengan pria tersebut. Menatap galak. 

"Saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja. Jangan khawatir, saya akan mengganti semua kerugian," ucap pria itu. 

"Enak banget loe ngomong!" seru Arlyna galak. "Lalu bagaimana dengan keadaanku ini? Bajuku kotor semua!"

Pria tersebut garuk-garuk kepala tak gatal melihat Arlyna dari atas sampai bawah. Ingin tertawa, tapi tidak etis dong kalau menertawakan keadaan Arlyna karena ulahnya. 

"Gue juga harus cepat-cepat pergi ke rumah pelanggan mengantar pesanannya," omel Arlyna. "Tidak mungkin gue datang dengan keadaan begini! Sial banget gue hari ini, mobil mogok eh,, malah kena semburan air kubangan," tak hentinya Arlyna menggerutu karena kesal.

"Kalau begitu ikut denganku," ajak pria tersebut. 

"Hah?!"

"Jangan salah paham! Saya akan bertanggung jawab atas kondisi anda itu," jelasnya menahan tawa melihat keadaan Arlyna bagai tikus dalam got. "Nama saya, Gideon Bastian," mengulurkan tangan mengajak bersalaman. 

Arlyna terdiam, bagaimana bisa bersalaman kalau kedua tangan penuh dengan barang bawaan. 

Pertemuan yang selalu diawali dengan hal tak terduga antara Arlyna dan Gideon membawa cerita tersendiri dalam kehidupan mereka selanjutnya.

"Ini rumah loe?!" tanya Arlyna kaget karena Gideon membawanya ke alamat rumah yang menjadi tujuan Arlyna. 

"Iya," jawab Gideon santai, parkir di depan rumahnya yang megah. "Nanti saya akan minta bibi untuk membantumu membersihkan diri," ucapnya. "Dan satu lagi, jangan panggil loe gue, rasanya tidak enak di dengar. Panggil saja Gideon."

Gideon turun dari mobil, berputar membukakan pintu untuk Arlyna yang masih shock dengan apa yang terjadi. Sungguh semuanya menjadi serba kebetulan. 

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur setelah dikhianati suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka itu, ia bertemu Dokter Dana akibat sebuah insiden kecil. Saat benih cinta mulai tumbuh, ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat dan menjodohkannya dengan pria lain demi balas budi. Kini Silvia terjepit antara cintanya pada Dana atau takdir pilihan ayahnya. Sementara itu, sang mantan suami mulai menyesal melihat Silvia kini menjadi wanita terhormat.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Sampul Novel Gerry's Love Story
8.5
Kehidupan Gerry berubah total sejak pertemuannya dengan seorang janda kaya raya. Tanpa diduga, pernikahan mereka justru menjadi pembuka kotak pandora yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu Gerry yang selama ini tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri identitas aslinya mulai terkuak ke permukaan, membawa konflik yang tak terbayangkan dalam hubungan rumah tangga mereka yang penuh kemewahan namun menyimpan banyak teka-teki.
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Zoya Raveena, gadis muda yang gemar bertaruh, terpaksa menyatakan cinta kepada Danu Atmadja demi memenuhi hukuman taruhannya. Danu adalah pewaris bisnis kaya raya yang sengaja berpenampilan kuno meski aslinya sangat tampan. Saat perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka, sosok dari masa lalu muncul mengancam hubungan tersebut. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan ikatan mereka dari badai konflik yang siap menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dimulai.
Sampul Novel MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
9.8
Sekembalinya dari London, Hani Paulla langsung mengemban tugas sebagai sekretaris di bawah pengawasan kakaknya, Yuan Andersson. Namun, pesona Hani justru memicu obsesi gelap Yuan yang kemudian memaksanya menjadi pemuas hasrat sang billionaire. Meski terjebak dalam hubungan terlarang, sentuhan Yuan perlahan membuat Hani kecanduan. Kini ia bimbang antara melarikan diri atau jatuh cinta, sembari dihantui ketakutan jika rahasia ini tercium orang tua mereka.