Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Harem milik Suamiku

Harem milik Suamiku

Demi lepas dari desakan orang tua, Marigold memutuskan menikah dengan Maximilian. Sang miliarder sendiri terikat ramalan untuk menyunting tujuh istri bernama bunga demi kejayaan bisnisnya. Di sebuah mansion mewah, ketujuh wanita ini bersaing ketat demi status sosial, harta, dan gengsi sebagai pendamping pria sempurna. Maximilian pun harus menghadapi dinamika serta pesona unik para istrinya setiap hari. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati sang tuan tanah?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Selamat pagi, Tuan Max," sapa Pak Umar, sopir pribadi yang membukakan pintu mobil untuk tuannya.

"Pagi," jawab Max singkat, sambil masuk ke dalam mobil Rolls-Royce silver miliknya, yang akan membawanya beraktivitas pagi ini.

"Selamat pagi, Tuan Max," sapa Martin, sekretaris pribadi dari Maximilian Alexander, salah satu pewaris kerajaan parfum dunia, The Alexander's Perfume. Martin duduk di sebelah Max, di kursi jok belakang mobil.

"Pagi, Martin."

"Jadwal anda hari ini."

"Bacakan."

"Baik. Jam sembilan ada meeting via teleconference dengan direktur cabang Paris, Inggris, dan Italia. Jam sebelas meeting via teleconference lagi dengan pemegang saham di  New York. Jam satu, ibu anda menginginkan makan siang bersama di restoran Italia kesukaannya. Saya sudah pesan tempat.."

"Tunggu, bukannya kemarin mama sudah merecokiku, kenapa siang ini kamu memasukkan lagi jadwal makan siang dengannya?" protes Max yang memandang tajam pada Martin.

"Ibu anda mengancam akan memindahkan saya ke cabang Vancouver, Kanada. Anda tahu sendiri, saya alergi cuaca dingin. Jadi terpaksa saya memasukkan jadwal itu. Maafkan saya, tuan."

"Kalau begitu, aku akan mendepakmu ke gurun Sahara," balas Max kesal sambil tetap meneruskan membaca laporan penjualan global minggu ini.

Martin hanya bisa meringis dan mengusap tengkuknya. "Ibu anda juga mengatakan, jika hari ini anda pasti akan mencarinya. Maka untuk memudahkan, beliau sengaja membuat jadwal makan siang dengan anda."

"Mama mengatakan apa padamu?"

"Kurasa anda belum melihat ini," kata Martin sambil menyodorkan sebuah tablet yang memuat informasi online dengan tajuk utama yaitu Milyader Maximilian Alexander mengadakan pemilihan gadis untuk dijadikan pendamping.

"Apa ini?! Pemilihan gadis?! Sejak kapan semua berita ini beredar?" amuk Max ketika membaca tajuk utama mengenai dirinya, yang memenuhi hampir semua berita online.

"Tengah malam tadi," sahut Martin cepat. "Informasi itu beredar mulai tengah malam di semua berita online. Bahkan pamflet dalam jumlah besar telah disebarkan ke seluruh penjuru kota dan negara."

"Astaga! Mama benar-benar kelewatan."

"Ibu anda hanya merasa khawatir, karena tenggang waktu yang diucapkan peramal itu hampir tiba, makanya beliau berinisiatif untuk mengadakan pemilihan ini untuk mencari gadis terakhir. Anda selalu sibuk dengan pekerjaan, jarang bisa melewatkan waktu untuk berkencan," papar Martin dengan suara datar.

Max memberikan tatapan tajam pada sekretaris pribadinya yang menyebalkan ini. Jika Martin bukan orang yang cekatan dan bisa menyesuaikan diri dengannya, sudah ditendangnya sekretaris itu ke planet Jupiter.

Maximilian Alexander, berusia tiga puluh lima tahun, yang dipercaya sebagai tangan kanan dari pemilik kerajaan bisnis parfum di seluruh dunia. Maximilian mendapatkan sebuah ramalan pada dua tahun yang lalu, dari seorang peramal yang terkenal akan kebenarannya. Ramalan itu mengatakan bahwa dirinya harus mendapatkan tujuh gadis dengan identitas nama bunga yang melambangkan kekayaan.

Peramal itu juga mengatakan bahwa ketujuh istrinya itu yang akan mendukungnya tetap berada di posisinya sekarang, bahkan bisa menjadi pemimpin tertinggi dari The Alexander's Perfume. Dan semenjak mama Maximilian mengetahui ramalan itu, banyak gadis perawan cantik telah disodorkan padanya. Kini tenggat waktu dari ramalan itu hampir berakhir yaitu pada akhir tahun, yang tinggal sebulan lagi. Jika gadis terakhir tidak segera masuk ke dalam pelukan Maximilian, maka bencana kebangkrutan akan melanda The Alexander's Perfume.

"Aku tidak peduli dengan ramalan itu!" sergah Maximilian kesal. "Hanya orang bodoh yang mempercayai omong kosong itu!"

"Tetapi ibu anda peduli," sela Martin yang menatap dengan tatapan peduli pada atasannya sekaligus sahabatnya. Max dan Martin adalah teman di sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi terkenal di Inggris.

"Ck, merepotkan."

"Aku tahu ini merepotkan, Max. Aku tahu kamu juga tidak menyukai hal ini. Tetapi ini demi keluargamu. Kamu juga tidak menginginkan Archie mendapatkan posisi tertinggi kan?" papar Martin yang mencoba bersikap sebagai teman, untuk melunakkan sikap Max yang keras kepala. Max bukan hanya atasannya, tetapi dia juga adalah sahabat baiknya semenjak duduk di bangku sekolah hingga kuliah.

"Pria playboy mesum itu.. Mana bisa dia memegang posisi? Kerjaannya hanya bermain dan bersenang-senang," gerutu Max sambil menyerahkan berkas pada Martin.

Max memijat pangkal hidungnya. Rasa mual mendadak menyerang dadanya, jika mengingat sepupunya yang bernama Archie Alexander itu dipercaya untuk memegang posisi puncak. Kerajaan bisnis keluarga Alexander yang dibangun leluhur keluarga Alexander, bisa hancur di tangan Archie.

"Baiklah, terserah kalian saja."

"Anda hanya datang pada saat pemilihan terakhir, yaitu dua minggu kemudian," jelas Martin yang kembali bersikap resmi pada Max. "Tenang saja, acara ini pasti sukses dan kamu akan mendapatkan gadis yang terbaik."

"Baiklah," sahut Maximilian acuh tak acuh, sambil keluar dari mobil yang telah dibukakan pintunya oleh sopir pribadinya. "Terima kasih, Pak Umar."

"Selamat beraktifitas, Tuan Max."

Maximilian masuk ke dalam lobi kantor pusat, berlantai enam yang mewah. Didampingi Martin, Max melangkah tegas berjalan melewati meja resepsionis dan langsung menuju lift khusus direktur.

Sepanjang melangkah ke koridor lobi, Max dan Martin menjadi pusat perhatian para karyawan wanita, baik yang tua maupun muda. Keduanya, Max dan Martin, selain mempunyai paras yang rupawan, juga memiliki postur tubuh yang tinggi dan atletis, sehingga membuat pakaian apa pun yang dikenakan mereka, selalu nampak sempurna bak model internasional.

Siapa yang tidak tergila-gila dengan Maximilian Alexander, seorang milyuner yang terkenal tampan namun dingin terhadap wanita itu? Maximilian adalah idola para wanita. Ditambah lagi dengan harta keluarga yang melimpah hingga tujuh turunan serta kepiawaian nya berbisnis, membuat sosok Max semakin ditakuti dan dihormati para pesohor dunia.

"Ruang meeting tujuh, Tuan Max," kata sekretaris wanita yang tiba-tiba muncul di samping Max, sambil mengarahkan bosnya ke ruangan yang digunakan untuk meeting rutin bersama para petinggi perusahaan.

"Baik." Max mengangguk dan melangkah bersama sekretaris wanita itu masuk ke ruang meeting tujuh.

Sementara itu..

Di meja resepsionis lobi kantor The Alexander's Perfume, berkumpul beberapa karyawan wanita yang sedang asyik menggosip disana.

"Apa kamu sudah dengar, kalau bos tampan kita akan mengadakan pemilihan gadis untuk menjadi pendampingnya?"

"Ya-ya, aku sudah membacanya di berita online dini hari tadi. Tapi sayang, namaku tidak mengandung arti nama bunga," keluh muram wanita yang berpakaian seragam marketing.

"Gunakan kartu identitas lain saja, lalu menyusup ke dalam acara pemilihan itu," usul wanita penjaga meja resepsionis sambil bercermin dan mengoreksi dandanannya.

"Dasar bego! Kamu pikir mereka akan membuat acara dengan sembarangan?!" sembur wanita dari divisi legal. "Pria se-kaya Tuan Max pasti akan menggunakan jasa profesional. Dan pasti ada barisan pengacara yang menjaga acara itu agar tidak ada yang berani mencurangi."

"Lalu bagaimana?" rengek wanita marketing itu sambil memonyongkan bibir seksinya. "Aku ingin sekali didekap tubuh atletis itu. Aku juga ingin dibuat menjerit puas olehnya. Dia pasti hebat di ranjang," lanjutnya seraya melamun.

"Aku juga. Oh, Tuan Max.. dia selalu menjadi bahan fantasiku saat bercinta," sela wanita penjaga resepsionis sambil memeluk tubuh montoknya sendiri dan mendesah. "Namun sayang, aku sudah tidak perawan lagi, jadi aku tidak bisa ikut pemilihan itu. Hiks, sedih deh."

"Huuu... lebay."

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Aska Pradipta adalah CEO tampan yang menjadi incaran banyak wanita. Kehidupannya berubah drastis saat ia menemukan bayi hasil hubungan masa lalunya ditinggalkan di depan rumah. Di tengah kepanikan, ia meminta Naura, sekretarisnya, untuk membantu merawat sang anak. Namun, kesalahpahaman muncul saat ibu Aska memergoki mereka. Terpaksa demi menutupi situasi, Aska menawarkan pernikahan kontrak kepada Naura dengan imbalan fantastis. Akankah kesepakatan ini berakhir cinta?
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa menjalani peran ganda sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia CEO bernama Ryan. Harapan indahnya saat hamil seketika hancur ketika Ryan justru lebih memedulikan cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa memutuskan pergi dan menghilang. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kehamilan Jenessa dan menuntut penjelasan. Namun, dengan penuh keberanian, Jenessa menegaskan bahwa sang mantan suami tak lagi punya hak atas hidupnya.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Demi membalas dendam atas pengkhianatan Sonny Wilson terhadap ayahnya, Evan Halbert, seorang miliarder arogan, memilih menikahi Caitlyn Wilson. Evan menjadikan putri musuhnya itu sebagai tawanan dan terus menyiksanya dengan perlakuan buruk. Namun, di balik kebencian yang membara, Evan justru mulai jatuh cinta pada Caitlyn. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Akankah perasaan cintanya mampu menghapus dendam masa lalu yang selama ini ia genggam?
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia adalah pewaris kaya yang kondisi mentalnya hancur akibat penghinaan dari keluarga palsu di tengah kebohongan besar. Di sisi lain, Bima mengalami keterpurukan setelah dikhianati istrinya sendiri. Pertanyaan mengenai identitas diri menghantui Amelia dalam pencarian jati diri dan cinta tulus. Akankah takdir menyatukan dua jiwa yang terluka ini untuk mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, serta menjalin ikatan sakral yang sejati?