Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas

Hanya Suami di Atas Kertas

Agnes Permatasari, seorang wanita karier, terpaksa mengakhiri pernikahannya dengan Rama Pratama akibat tekanan mertua dan ipar yang toksik. Setelah bercerai, Rama segera menikahi wanita kaya pilihan ibunya, meninggalkan Agnes dalam bayang-bayang status janda. Di tengah hinaan dan cacian masyarakat, Agnes harus berjuang menentukan arah hidupnya. Apakah perpisahan ini akan membuatnya semakin terpuruk, atau justru menjadi titik balik baginya untuk bersinar?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bapak sakit keras. Kasian Bapak gak ada yang menemani." ujarku mengiba mengharap mertua dan suamiku tersentuh dan mengijinkan aku untuk menjenguk bapak di rumah sakit. Rasanya air mata ini tidak sanggup lagi untuk aku tahan. Mereka hampir keluar dari sarangnya.

"Kan, ada kakakmu, buat apa dia tinggal sama orang tuamu, jika orang tua sakit dia gak mau mengurusnya. Masak harus menunggu kamu yang jauh?" timpal ibu mertua, lagi-lagi beliau ikut campur dalam rumah tanggaku.

"Kalau ada saya di sana, kami bisa gantian menjaga bapak, Bu." Aku berusaha menjelaskan pada mertuaku.

"Ibumu juga ada 'kan? Jadi kenapa harus kamu yang jauh malah disuruh pulang? Mereka mau leha-leha saja dan kamu yang menjaga bapak di rumah sakit? Begitu mau mereka? Kok gak adil begitu sih orang tuamu, Nes?" Mertuaku seakan memanas-manasi. Aku tidak bisa dikompori karena diri ini tau bagaimana ibu dan kak Ayu.

"Mereka gak begitu, Bu. Saya cukup tau bagaimana keluarga saya. Bagaimana ibu dan kak Ayu. Saya hanya ingin pulang untuk mengurus bapak sakit. Saya mau melihat kondisi beliau dengan mata kepala sendiri. Itu saja."

"Halah, emang bapak kamu itu anak kecil? Lagian ada perawat. Kamu aja yang terlalu banyak alasan. Pokoknya siap pesta aja kamu pulang. Ibu pun mau ikut, sekalian mau refreshing," tukas wanita yang telah melahirkan mas Rama ke dunia ini tanpa merasa berdosa. Mau refresing katanya sementara bapak aku sedang sakit disana. Bukannya ikut prihatin dan mendoakan kesembuhan malah beliau dengan santai mengatakan mau refreshing ke kampungku. Di mana hati nurani beliau?

"Mas ...." Aku mengalihkan pandangan ke arah mas Rama yang sedang sibuk memainkan ponselnya. Semoga saja mas Rama mengijinkan untuk menjenguk bapak. Karena yang berhak melarang aku 'kan hanya suami yaitu mas Rama.

"Udahlah, Dek. Kamu jangan keras kepala. Kalau dibilang jangan ya jangan."

Jawaban mas Rama sangat menyakitkan hatiku. Sungguh, mereka sangat tega terhadap orang tuaku.

'Bapak, maafkan anakmu," batinku pilu.

Aku hanya bisa tercenung terpaku di tempat aku berdiri saat ini. Mas Rama seakan tidak memperdulikan bagaimana sedihnya sang istri. Dia tidak pernah mau tahu bagaimana kondisi keluargaku. Hanya keluarganya saja yang selalu di nomor satukan.

Aku dan anakku hanya sebagai angin lalu saja di mata lelaki yang berusia tiga puluh tahun itu.

Mas Rama tetap saja melanjutkan obrolan dengan adik dan ibunya. Sesekali aku melihat mas Rama tersenyum begitu bahagianya layaknya keluarga bahagia dan harmonis.

Dan dari raut wajahnya mereka begitu serius bercerita tentang persiapan pesta Sinta dan mereka tidak pernah mengajak aku untuk ikut nimbrung.

Aku ini orang lain di mata keluarga suamiku. Aku ini hanya istri, bukan siapa-siapa bagi mereka.

Pernah suatu hari aku menasihati Sinta karena berpacaran dan pulang larut malam. Malah aku yang dimarahin sama ibu mertua dan mas Rama.

"Jangan kau urusin Sinta. Dia itu sudah tau mana yang baik dan buruk terhadap hidupnya sendiri," ujar ibu mertua saat aku keberatan karena Sinta masih berduaan dan bergelap-gelapan di joglo halaman belakang rumah ibu, sementara jam sudah menunjukkan di angka 02.00.

"Bukan gitu, Bu. Kalau Sinta masih berduaan sama lelaki tengah malam begini, apa ibu gak malu dilihat tetangga?" sergah aku keberatan.

"Kenapa harus malu? Paling orang itu iri sama Sinta karena calon suaminya kaya raya. Tajir melintir ... hmmm ... atau jangan-jangan kamu iri sama Sinta ya?"

"Iri? Kenapa saya harus iri dengan adik saya sendiri. Ah ... ibu ini ada-ada saja," ujarku. Hanya ingin dinikahi lelaki kaya raya, harga diri pun mau digadaikan.

Malah aku yang dituduh iri terhadap anaknya. Padahal aku berusaha menjaga nama baik keluarga mertua. Ya sudahlah. Terserah mereka saja. Toh Sinta pun bukan adikku. Walaupun aku menganggap mereka seperti ibu dan adik sendiri tetapi mereka selalu saja menganggap aku ini orang lain yang keberadaan ku di sini hanya mengganggu mereka saja.

Ini memang bukan pertama kalinya sikap suami terhadap aku dan keluarga begitu. Tetapi kali ini sangatlah menyesakkan dada. Kalau dilarang ke pesta sanak keluarga, diri ini tidak pernah keberatan. Tetapi ini yang dilarang untuk menjenguk orang tua yang sedang tidak berdaya, dirawat di rumah sakit. Sungguh sangat menyedihkan. Keterlaluan sekali mas Rama. Tidak punya perasaan.

Apa mas Rama tidak berpikir Jika adik perempuan dia kelak diperlakukan seperti itu, bagaimana perasaannya?

Entah kenapa. Jika bapak masuk rumah sakit pikiranku selalu saja jauh melanglang buana entah ke mana-mana.

Aku sangat takut jika tidak akan berjumpa lagi dengan beliau.

Aku takut bapak akan pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Segala pikiran buruk terus saja berkecamuk dalam hati dan pikiranku.

Ingin berpikir yang positif tetapi entah kenapa hati ini tidak bisa. Aku merasakan kehadiran bapak sangat sulit untuk dijangkau. Aku merasakan akan kehilangan bapak.

Ya Allah semoga saja bapak segera sembuh dan bisa berkumpul dengan anak-anaknya seperti dahulu lagi. Apalagi sebulan lagi bulan Ramadhan akan datang menyapa umat muslim di seluruh penjuru dunia.

Aku ingin berkumpul kembali seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Keinginan aku saat ini hanya satu. Ingin melihat bapak sehat kembali seperti sedia kala.

Dengan hati kesal aku tinggalkan ketiga manusia yang tidak mempunyai perasaan itu. Hatiku sedih tidak menentu sementara mereka bertiga mengobrol dan sekali-kali mereka tertawa bahagia seakan tidak ada beban sedikit pun di hatinya.

Sementara aku untuk tertawa saja saat ini tidak sanggup. Siapa yang sanggup tertawa di saat orang yang kita cintai terbaring lemah di rumah sakit?

Tidak sanggup mendengar celotehan mereka akhirnya aku melangkahkan kaki menuju ke kamar.

Sesampai di kamar aku merebahkan tubuh ini di ranjang sambil membenamkan muka ke dalam bantal.

'Bagaimana kondisi bapak sekarang? Aku harus mengetahui keadaan beliau. Hmmm ... Apa guna handphone jika tidak untuk menelpon orang tua yang jauh di sana? Segera saja diri ini bangun dari pembaringan dan mengambil ponsel yang masih tergeletak di atas nakas. Aku harus menelpon kak Ayu untuk menanyakan kabar ibu dan bapak di rumah.

Berulang kali aku menekan tombol hijau tetapi kak Ayu tidak juga mengangkatnya.

Hatiku semakin gundah gulana. Hati ini terus kepikiran bagaimana kondisi bapak saat ini.

'Ke mana sih kak Ayu? Kenapa tidak mengangkat juga teleponnya?' Batinku pilu.

Aku hempaskan kembali tubuh ini di atas ranjang. Pikiranku semakin kalut. Siapa lagi yang bisa aku hubungi untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi bapak?

Aku ambil kembali ponsel dan menelpon bik Rum. Beliau merupakan adik kandung bapak. Tetapi tidak juga diangkatnya. Pikiranku semakin kalut.

Kucoba lagi dengan menelpon kak Ayu. Semoga saja kak Ayu mengangkat teleponku.

Kring ... kring ... kring.

Sampai nada sering ketiga baru terdengar suara sahutan dari ujung sana.

"Assalamualaikum."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN FILOSOFI
8.1
Alaska menentang keras keinginan orang tuanya yang memaksakan sebuah perjodohan. Sebagai pria dewasa, ia merasa berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri. Padahal, Alaska adalah sosok pelindung yang mencintai kekasihnya dengan tulus. Namun, keberanian dan kesetiaannya justru dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan. Di tengah luka hati tersebut, ia harus menghadapi tekanan keluarga. Mampukah Alaska bertahan saat cinta dan komitmennya diuji habis-habisan?
Sampul Novel Finding A True Love
9.3
Bagi Kanaya Amelitta, cinta hanyalah luka yang harus dihindari. Ia menutup hati rapat-rapat hingga Gavin Januartha hadir membawa kehangatan. Meski merasa nyaman, Kanaya justru kabur saat Gavin menyatakan perasaan. Delapan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit yang mengikat keduanya, padahal Gavin sudah memiliki komitmen lain. Di tengah rasa benci dan takut, mampukah Kanaya mengabaikan Gavin yang kini bersikap sangat keras kepala?
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Istri Yang Tak Diinginkan
8.5
Menikah dengan orang tercinta adalah impian semua orang, namun tidak bagi Aleeya. Usai kehilangan sang ibu, ia justru terpaksa menjalani pernikahan dengan Richo, pria yang menentang keras penyatuan mereka sejak awal. Hidup Aleeya berubah menjadi mimpi buruk yang tak kunjung usai karena suaminya sendiri tidak pernah menganggap kehadirannya. Kini, ia harus berjuang menghadapi hari-hari penuh pengabaian di tengah rumah tangga yang hampa tanpa cinta.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Setelah empat tahun terperangkap dalam kegelapan akibat kecelakaan tragis, Bella akhirnya menjalani prosedur pembukaan perban matanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, harapan untuk kembali melihat dunia kini berada di depan mata. Sosok yang paling ingin ia temui adalah Galas, suami tercintanya. Namun, sukacita Bella seketika berubah menjadi tanda tanya besar saat menyadari bahwa sang suami justru menghilang secara misterius tepat di saat ia kembali melihat.
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.