Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua

Goyangan Panas Ibu Mertua

Rudi terkejut saat merasakan sentuhan Nina, ibu mertuanya, di bahunya pada suatu malam. Meski Nina berdalih merasa haus, tindakannya yang provokatif membuat Rudi merasa tidak nyaman. Ia segera mengingatkan Nina bahwa dirinya adalah suami dari anak kandungnya sendiri. Rudi berusaha menjauh, namun Nina yang haus akan perhatian justru tidak menyerah. Ia mulai menyusun rencana licik demi mendapatkan menantunya itu, apa pun risikonya malam ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu yang sedang menikahkan Rudi dengan Vanessa.

"Sah," jawab semua para tamu undangan yang hadir pada siang hari itu.

Akhirnya pernikahan Vanessa dan Rudi berakhir dengan ending yang sangat membahagiakan mereka semau. Pernikahan yang sangat di nantikan oleh kedua sejoli itu akhirnya terlaksana sesuai dengan keinginan mereka tentunya.

Malam harinya,

Ketika semua tamu undangan sudah pergi dan menyisakan para kerabat dekat dan jauh yang menginap di rumah keluarga Wiratama saat itu.

Vanessa dan Rudi memilih untuk masuk ke dalam kamar,karena serangkaian acara pernikahan mereka sudah usai, walaupun terlihat kelelahan dan mereka sudah berada di kamar,tetap saja raut bahagia tidak bisa di sembunyikan di balik wajah kedua sejoli itu.

" Mas,kamu mau mandi dulu gak?" Tanya Vanessa kepada suaminya itu.

Tetapi Rudi yang di tanya malah sedang asyik mengunci pintu kamar.

" Lah,kok pintunya di kunci sih,mas? Kita belum makan malam loh?" Ucap Vanessa mengingatkan.

" Kita sekarang kan sudah sah,sayang! Mas lebih menginginkan makam malam yang lain,dari pada makan malam bersama yang lainya," ucap Rudi sambil mendekat kearah istrinya itu.

"Degh. Jantung Vanessa langsung berdetak lebih cepat dari sebelumnya, walaupun dia mengetahui kalau saat ini mereka sudah menjapasangan yang halal,tetapi, perkataan Rudi barusan berhasil membuat Vanessa terkejut dan merasa malu,padahal hal ini sangatlah lumrah di ucapkan olwh pasangan yabg baru menikah.

Melihat Rudi yang semakin dekat ke arahnya, membuat Vanessa semakin salah tingkah," apakah mas Rudi akan meminta hak nya sekarang? Secara ini adalah malam pertama kami," ucapnya dalam hati.

Rudi yang melihat perubahan di wajah istrinya itu,semakin tersenyum melihat wajah istrinya itu terlihat sudah seperti kepiting rebus, Rudi sangat mengetahui kalau saat ini istrinya itu sedang malu,melihat semua yang di lakukan Rudi kepadanya. Oleh karena itu, Rudi memilih Vanessa sebagai istrinya.

Kecantikan alami Vanessa dan sikapnya yang sopan dan ramah kepada semuanorang membuat Rudi, menjatuhkan pilihannya kepada Vanessa yang ternyata memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

Paras Rudi yang sangat sempurna,membuat semua orang yang berada di dekat Rudi merasa iri,dan mereka menyayangkan pilihan Rudi ternyata jatuh pada Vanessa yang notabenenya bukanlah gadis impian Rudi selama ini.tetapi, Rudi sama sekali tidak peduli,baginya,pacar boleh saja cantik dan harus sepadan dengan ya,namun kalau untuk menjadi istri,harus berasal dari seorang istri yang baik akhlaknya dan juga bisa membuat Rudi kembali ke jalan yang benar.

Rudi semakin dekat ke arah Vanessa,

Di tengah kegugupan yang dia rasakan," M- mas? A--aku mau mandi dulu,gerah soalnya," ujar Vanessa sambil berbicara dengan terbata-bata.

"Kamu takut,sayang? Kamu merasa kepanasan? Padahal kan AC di kamar kita udah nyala loh?" Rudi semakin membuat istrinya itu salah tingkah.

" Eh,iyakah?" Mungkin karena pakai baju ini mas,aku merasa kegerahan,aku mau ganti baju dulu,mas. Sekalian mau bersih-bersih," ucapnya.

"Sini,biar aku bantuin kamunya,pasti jauh lebih cepat selesainya kalau kita buka berdua," tangan Rudi sudah berada di belakang bjmaju pengantin istrinya itu.

" Ja- jangan mas,a- aku--"

"Sssst," Rudi malah menutup mulut istrinya itu dengan tangannya.

Rudi mulai mendekatkan wajahnya ke arah istrinya itu, Vanessa pun akhirnya memejamkan matanya dan menunggu pasrah apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu selanjutnya.

Dengan satu tarikan saja,gaun yang dikenakan olwh Vanessa berhasil lolos dari tubuh rampingnya itu,dan terlihatlah oleh Rudi seluruh bagian tubuh istrinya itu.

Vanessa yang menyadari kalau saat ini dia sudah tidak memakai pakaian tadi,secara refleks langsung menutup bagian tubuhnya yang pastinya sangat membuat Vanessa malu.

" Kenapa di tutup,sayang?"

" A-aku malu,mas! Lebih baik aku mandi sekarang,aku sudah sangat bau ini," ucapnya sambil berlalu dari hadapan Rudi.

Namun,belum sempat dia berjalan ke kamar mandi, Rudi yang sudah gemas mwlihat tingkah malu-malu istrinya itu,langsung membopong tubuh istrinya itu untuk masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu.

" Mas? Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" Teriak Vanessa.

" Aku nggak mau, bukannya sudah aku katakan sama kamu,kalau aku yang akan membantumu untuk membersihkan diri? Kita kan sudah suami istri Van, masak iya kamu masih malu Sama aku?" Tanya Rudi.

" Iya mas, tapi turunin aku dulu dong,masak iya kamu mau bopong aku begini? Aku berat loh mas," Vanessa sedikit mengiba agar suaminya itu bisa menurunkan dirinya,tetapi, semua itu percuma saja,karena dia tetap saja tidak akan di turunkan oleh Rudi.

Mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi bersama, Rudi menurunkan Vanessa di dalam bathtub dan dia pun ikut berendam di sana.

"Mas,kamu keluar saja ya,aku risih kalau mando begini,apalagi nanti ada yang nyariin kita loh mas,kan kita juga yang malu," ucap Vanessa.

" Kalau aku gak mau? Kenapa sih kamu itu, tertarik banget mau ngusir aku dari sini? Van,mulai sekarang kamu harus terbiasa melihat aku yang selalu gentayangan di sekitaer kamu,karena aku gak mau jauh-jauh dari istriku ini," jawab Rudi sambil menoel hidung istrinya itu.

" Memangnya kamu hantu,bisa gentayangan ha?" Tanya Vanessa sambil tersenyum kepada suaminya itu.

Sambil terus bercanda, akhirnya mereka berdua berhasil menyelesaikan pembersihan diri dan kembali ke kamar.

" Mas,aku lupa kalau kita gak bawa handuk, bagaimana ini? Tanya Vanessa.

" Yaudah sih, tinggal masuk aja ke kamar,kan gak bakal ada orang juga yang masuk ke dalam kamar kita," ucapnya santai.

"Gak mungkin lah mas,nanti lantainya basah mas,bisa saja kita terpeleset karena air mandi yang belum di keringkan ini,"kata Vanessa.

" Kami terlalu mempersulit dirimu sendiri Van,lagian kan yang ada di dalam kamar itu hanya kita berdua,kalau kita mengingat dan berhati-hati gak akan ada yang terjatuh sayang," Rudi berusaha menenangkan Vanessa.

" Yasudah,Mas. Aku keluar dulu kalau gitu,sekalian mau ngambil handuk buat kamu dan lebih baik kamu tunggu aku disini saja,tutup mata kamu ya mas,jangan sampai di buka sampai aku keluar dari kamar mandi ini," ujar Vanessa mengingatkan.

" Baiklah," Rudi menuruti saja keinginan istrinya itu,permintaan itu terlalu konyol menurutnya,padahal dia baru saja sudah melihat semua yang ada di dalam diri istrinya itu, Tetapi,mungkin saja Vanessa lupa kalau mereka baru saja bersama.

Vanessa mulai berjinjit untuk keluar dari kamar mandi,setelah dia memastikan kalau Rudi tidak melihat dalam keadaan bugil begitu,sambil menutup area sensitif nya,dia perlahan berjalan keluar dari sana,

Apakah Rudi menutup matanya? Atau malah menikmati pemandangan yang sangat indah di depan matanya itu?

Pastinya kalau di lihat pun gak ada masalah,kan udah halal,tapi ini baru pertama kalinya dia bersama dengan wanita yang dia belum terlalu di kenalnya, bagaimana reaksinya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Hari Menuju Akad
9.3
Kania Salsabila terjebak dalam dilema besar saat orang tuanya menjodohkannya dengan seorang ustadz secara sepihak. Di usia 27 tahun, hatinya justru terpaku pada Aryaguna Wiratmaja, sahabat setia yang selalu ada untuknya. Meski enggan, Kania terpaksa menuruti keinginan orang tuanya dengan syarat waktu 180 hari bersama Arya. Kedekatan intens itu kian menyulitkan Kania untuk melepas sosok malaikat pelindungnya demi pernikahan yang tak diinginkannya.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Ketika Istri Sudah Mati Rasa
7.9
Dunia Alexa hancur saat mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatnya sendiri. Meski sempat terpuruk, ia bangkit untuk membalas rasa sakit hati tersebut dengan cara yang elegan. Namun, Sintya yang tak puas setelah merebut Ryan justru terus berusaha menghancurkan hidup Alexa, bahkan menyasar Anggia. Di tengah konflik ini, muncul Razka yang setia melindungi Alexa dari segala ancaman. Mampukah Alexa membuka hati kembali setelah dikhianati begitu dalam?
Sampul Novel Mengejar Gadis Dingin
9.5
Amanda adalah siswi kutu buku yang sering dirundung karena kecerdasannya. Ketenangan hidupnya di perpustakaan mulai terusik hingga Deva, murid baru yang tenang, datang menjadi pelindungnya dari gangguan teman-teman. Kehadiran Deva membawa perubahan besar dalam keseharian Amanda yang kaku. Akankah kedekatan ini menumbuhkan cinta dan mengubah Amanda menjadi sosok yang lebih cantik serta hangat? Simak perjuangan Deva dalam mencairkan hati sang gadis dingin.
Sampul Novel My Perfec Husband
9.6
Avril dihadapkan pada situasi yang tidak terduga saat seorang pria memberikan penawaran mutlak yang mustahil untuk dihindari. Pria itu hanya memberinya dua pilihan sulit: menjadi miliknya sepenuhnya atau bersedia menjadi istrinya. Nada bicara yang dingin dan penuh otoritas membuat Avril terdesak dalam kebimbangan. Apakah dia akan menyerah pada paksaan ini karena memang tak punya pilihan, atau justru karena hatinya menginginkan tawaran tersebut?