Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan kakak iparku

Godaan kakak iparku

Terjebak dalam situasi pelik, aku merasa tercekik oleh sikap kakak iparku yang posesif layaknya seorang kekasih. Perhatian yang ia curahkan kepadaku justru jauh lebih besar dibandingkan kepada istrinya sendiri. Namun, di balik perlakuan janggal yang melampaui batas tersebut, tersimpan sebuah rahasia gelap yang menyelimuti hubungan kami. Kini aku berdiri di tengah misteri besar yang membuatku ragu harus percaya atau tidak pada kenyataan yang ada.
Bab
Bagikan

Bab 2

Deon mengerahkan pengawal terbaiknya untuk mencari Sarah yang sudah terlalu jauh pergi. Bisa saja dirinya tadi menyusulnya namun Iren berusaha menghalangi langkahnya dengan cecaran dan makian yang terlontar dari bibirnya.

"Cepat cari dia, jangan sampai dia kenapa- kenapa. Jika kalian menemukannya dengan keadaan lecet sekalipun jangan salahkan saya yang akan membunuh kalian," sentak Deon dengan wajah penuh amarah, tangan pria itu terkepal kuat disana.

"Baik tuan."

"Cepat jalan, cari meskipun keujung dunia sekalipun." Bentak Deon lagi dengan suara baritonnya.

Semua pengawal berlalu pergi dengan secepatnya mendengar bentakan itu. Sudah lama Deon tak semarah ini, tapi sekarang hanya gara- gara Sarah. Pria itu membentak bahkan sikap kejamnya kembali.

"Apa sih yang kamu harapkan dari Sarah, Mas. aku istrimu berhentilah memikirkan Sarah yang sudah menjadi adik iparmu," Ujar Iren yang tiba-tiba muncul menuruni tangga.

"Jangan bicara omong kosong ,Iren. meskipun aku menikahimu tapi hatiku masih untuk Sarah. seujung kuku pun tak sudi kulitku bersentuhan dengan kulit menjijikkan mu itu," Sarkas Deon membuat amarah Iren yang tadi sudah lenyap kini kembali lagi. Wanita itu tak terima dengan ucapan Deon.

"Aku pastikan Sarah takkan sudi mengenalmu lagi Mas," Sarkas Iren membuat darah Deon mendidih, pria itu melangkahkan kakinya ke arah Iren dan mencekik lehernya dengan kuat.

"Akhh, Sa-kitt mas lep-ass" Pekik Iren ketika Deon mencekiknya.

Nafasnya Deon memburu dengan wajah penuh kilat amarah. Sudah cukup selama ini Deon tak melakukan hal bengis seperti ini. Namun saat ini, ia tak peduli, Deon ingin membunuh Iren dengan tangannya sendiri.

"Karenamu Sarahku melupakanku, karenamu Sarahku pergi. Matilah dengan semua kebusukanmu Iren, Jangan harap aku bisa mengampuni semua yang sudah kau perbuat pada gadisku," Sentak Deon semakin mengeratkan cekikannya.

"Lep-ass mas" Seru Iren dengan air mata yang sudah luruh, wajahnya seakan memerah ketika tangan kekar Deon tak melepaskan cekikannya.

Uhukk... uhukk....

Tubuh Iren meluruh di ujung tangga, kakinya lemas dengan tubuh gemetaran. Deon melepasnya, tapi tatapan mata itu masih setia menghunus ulu hatinya.

"Jika mati saat ini, aku belum puas sebelum kau merasakan penderitaan yang sesungguhnya Iren. " Ujar Deon bersedekap dada, menikmati wajah tersakiti Iren di depannya.

"A-ku tak tau mak-sutmu mas" Dalih Iren berusaha menetralkan deru nafasnya.

"kau pikir aku bodoh hah, kau lupa siapa aku Iren. aku Deon Manalow, Semua kebusukanmu sudah ada ditanganku." Imbuh Deon dengan santainya, berbeda dengan wajah Iren yang sudah pucat pasi.

"Gak, gak mungkin Deon tau semuanya. Sudah bertahun-tahun masalah ini menjadi rahasia antara aku dan___" Batin Iren tergantung ketika mengingat satu orang yang ikut serta dalam rencananya.

"Kenapa?, apa kau sudah mengingat sesuatu. Oh atau kau juga lupa ingatan seperti gadisku." Tutur Deon ketika mendapati Iren seperti susah menelan salivanya sendiri.

"Ak-ku gak tau apa- apa mas, percayalah" Bela Iren dengan tatapan memelas nya, tapi Deon hanya berdecih kecil. Memang didepannya ini adalah wanita licik yang sangat handal memanipulasi sesuatu pikir Deon.

Deon berlalu dari hadapan Iren, pria itu jengah melihat wajah Iren yang masih bisa menyembunyikan fakta yang ada. Padahal semua bukti sudah dikantongi oleh Deon. Tapi pria itu masih bungkam, belum waktunya untuk menunjukkan kuasanya.

Satu tahun menjalin hubungan rumah tangga bersama Iren tak membuatnya jatuh hati pada wanita itu. Yang ada hanya rasa jijik yang hinggap di hatinya. Entahlah.

Apalagi untuk memberikan nafkah batin untuk wanita itu. Enggan, itulah yang selalu ditanam dihati pria itu

" Malam ini aku ceraikan kamu Iren Tabitha . Pergilah dari rumahku dan jangan injakkan kakimu lagi disini. Pengawal bawa dia pergi dari rumah ini, jangan ada yang berani membukakan pintu untuknya masuk kedalam rumahku," teriak Deon ketika dua pengawal berlari menghampirinya.

"Mas, mana bisa kamu lakukan itu padaku hanya karena Sarah " Bentak Iren tak terima, wanita itu berdiri dan hendak menyusul Deon yang sudah berada di tengah-tengah tangga.

Akhh.

Iren terpekik ketika tangannya dipegang erat oleh dua pengawal yang ditugaskan Deon.

"Dia yang terbaik, dan wanita hina sepertimu harus segera dimusnahkan." Sentak Deon berlalu pergi dari sana , menaiki tangga dengan segala kegusarannya.

"Bajingan, awas kau Deon . Takkan kubiarkan dirimu bahagia dengan gadis pujaanmu," Batin Iren menjerit dengan kelakuan Deon.

"Sakit, lepas. Kalian akan saya pecat karena kurang ajar seperti ini pada nyonya kalian," Bentak Iren pada dua pengawal, apalagi keduanya menyeret Iren layaknya barang tak terpakai.

Kedua pengawal itu hanya diam, tak menjawab ucapan Iren. Mereka terlalu patuh pada tuannya sehingga tak peduli lagi akan keprimanusiaan.

Bughh

"Ahhh.. kalian keterlaluan." teriak Iren ketika tubuhnya sudah tersungkur di depan gerbang .

bughh

bughh.

Dua koper besarpun ikut mendarat disamping Iren. Lagi- lagi wanita itu hanya mengumpat dalam hati, dan secepatnya akan membalas penghianatan ini.

" Tuan kami tidak buta nona, Tidak mungkin tuan kami memilih wanita ular seperti anda," ucap pelayan yang baru saja melempar koper milik Iren.

Mendengar perkataan pelayan itu membuat Iren marah, bahkan wanita itu hendak menyerang pelayan itu namun ada gerbang sebagai penghalang.

"Dasar pembantu gak tau diuntung! awas kau ya. tunggu pembalasanku," sentak Iren dengan menatap nyalang pada pelayan yang tadi mengatainya.

Kedua pelayan yang memang ditugaskan mengemasi barang Iren hanya bisa tertawa lepas mendengarnya. Bahkan terdengar hinaan dan cacian untuk mantan nyonya yang kini sudah diasingkan tuannya.

Bagiamana tak bahagia ketika sosok yang sangat sombong sudah pergi dari rumah megah milik Deon. Ya , Iren akan menjadi pribadi yang jahat jika Deon pergi namun jika lelaki itu ada. Sikap manis Iren selalu ditujukan meskipun pada pekerja yang ada di rumah mewah itu.

"Dadah, nyonya lampir. Jangan balik lagi ya, tuanku jijik didekati situ. Mmm, Rin aku lebih suka nona Sarah dari pada nih lampir satu ," celtuk pelayan yang bernama Nina dengan dagu menunjuk ke arah Iren.

"Yaiyalah mending nona Sarah cantik, meskipun bukan model tapi dia masih bisa jaga harga dirinya daripada ini. tubuh dibuka kesan- kesini kayak obral dagangan," Sahut Rina yang juga pelayan disana.

"Heh jalang, awas saja kalian ya," pekik Iren tak terima dengan perkataan dua pelayan itu . Ingin rasanya Iren merobohkan gerbang itu dan menghajar perempuan yang sudah mengatainya.

" Sudah, kalian masuk saja. Kerjakan kerjaan kalian . Jangan sampai tuan Deon marah nanti." Tutur pengawal yang sedari tadi terdiam mendengarkan perdebatan antara dua pelayan dan mantan nyonyanya itu.

" wlee, mantan nyonya. Jangan tidur di depan ruko ya banyak nyamuk," Celtuk Rina setelah itu berlari ketika mendengar teriakan melengking dari Iren.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.5
Niat hati menghindari teman kencan buta yang menyebalkan, Pamela nekat mencium seorang pria tampan yang jauh lebih tua bernama Agam. Alih-alih berlalu begitu saja, tindakan impulsif itu justru membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh darinya. Saat Pamela mencoba mengelabui Agam dengan janji ciuman kedua agar bisa melarikan diri, ia justru terperangkap dalam jerat sang paman yang posesif. Kini, Pamela harus menghadapi perhatian intens dari Agam yang siap mengejarnya ke mana pun ia pergi.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Dunia ini tidak menawarkan kesempurnaan, begitu pun kisah cinta Reza dan Arini. Meski Reza adalah pria pertama yang menyentuh hatinya, Arini harus menghadapi kenyataan pahit tentang pengorbanan. Mencintai berarti siap merelakan, bahkan saat perasaan itu terasa seperti fatamorgana. Di tengah peliknya asmara, bayang-bayang Maya masih menghantui hubungan mereka. Mampukah Arini menjadi pelabuhan terakhir bagi Reza, ataukah ia hanya akan menjadi penonton setia di ujung senja?
Sampul Novel Rumah Tanpa Buah Hati
9.3
Alice kerap menatap sendu anak-anak tetangga yang bermain di depan rumahnya. Baginya, keriuhan itu adalah pelipur lara di tengah kerinduan akan hadirnya buah hati. Namun, kebahagiaan sederhana itu sering terusik oleh bayang-bayang sindiran tajam ibu mertuanya. Konflik terus memanas karena sang mertua kerap menolak bertemu jika Alice belum menimang anak. Di tengah kucuran air mata, Alice harus menghadapi tekanan batin akibat tuntutan keluarga yang kian menghimpit.
Sampul Novel Selamat Jalan Adit
8.8
Kisah ini menyajikan realitas apa adanya, tanpa polesan fiksi yang memikat. Kejujuran menjadi landasan utama meskipun harus berujung pada rasa pedih dan kesedihan yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa perasaan cinta yang dahulu ada kini telah sirna sepenuhnya tanpa menyisakan sedikit pun harapan. Masa lalu tetaplah menjadi bagian dari sejarah yang tak lagi memiliki kuasa di masa kini. Sebuah ungkapan tulus tentang melepaskan sesuatu yang memang sudah berakhir.
Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
8.5
Hidup Muhamad Andio Alfareza penuh penderitaan akibat kebencian mertuanya. Bekerja sebagai penjual cendol, Dio terus dihina karena kemiskinannya. Beruntung, Marisa sang istri tetap setia mendukungnya. Namun, di balik kesederhanaan itu, Dio menyimpan rahasia besar sebagai pewaris tunggal keluarga terkaya yang tak diketahui siapa pun. Akankah Dio tetap bertahan menghadapi kekejaman mertuanya, atau identitas aslinya akan segera mengubah segalanya?