Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan kakak iparku

Godaan kakak iparku

Terjebak dalam situasi pelik, aku merasa tercekik oleh sikap kakak iparku yang posesif layaknya seorang kekasih. Perhatian yang ia curahkan kepadaku justru jauh lebih besar dibandingkan kepada istrinya sendiri. Namun, di balik perlakuan janggal yang melampaui batas tersebut, tersimpan sebuah rahasia gelap yang menyelimuti hubungan kami. Kini aku berdiri di tengah misteri besar yang membuatku ragu harus percaya atau tidak pada kenyataan yang ada.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kak, plis jangan mendekat," pekik Sarah ketika Deon terus saja melangkahkan kakinya semakin mendekat kearahnya.

Mata gadis itu bergulir kesana- kemari mencari celah untuk bisa lolos dari genggaman sang kakak, lebih tepatnya kakak iparnya.

"Kenapa? Sekarang kamu tak bisa lolos lagi Sarah," Sarkas Deon ketika tubuhnya sudah mengukung gadis yang sudah terpojok itu.

"Kenapa kakak lakukan ini hah, kakak gila," Bentak Sarah dengan penuh emosi namun dimata Deon itu menggemaskan menurutnya.

Deon melengkungkan samar bibirnya, pria itu sangat emosi ketika tadi Sarah diantar oleh pria yang seumuran dengannya. Tak taukah gadis itu jika Deon cemburu melihatnya, apalagi melihat di depan matanya.

"Jauhi laki- laki itu atau kau akan tau akibatnya Sarah," Sentak Deon emosi ketika ingatannya bergulir di beberapa jam lalu.

"Kenapa? aku cinta dia dan begitupun sebaliknya. kakak gak perlu ngelarang aku untuk berhubungan dengan siap__mppptt." Belum usai ucapan Sarah, benda kenyal dan basah membungkam bibir itu dengan bringas.

Ya, Deon emosi saat ini. Apalagi gadis didepannya ini secara terang-terangan berucap jika dirinya mencintai pria lain.

Tangan mungil Sarah berusaha melepas pagutan itu dengan mendorong dada Deon yang menghimpit tubuhnya. Gadis itu tak menyangka jika kakak iparnya sudah sangat keterlaluan dalam bertingkah.

Jika bukan karena ibunya yang memaksa dirinya tinggal di rumah milik kakaknya. Tak mungkin Sarah menginjakkan kakinya dirumah ini. Apalagi kakaknya jarang sekali berada dirumahnya.

"Kak, stop hah.. hah... hah..." Ujar Sarah dengan nafas memburu, ia kehabisan oksigen gegara kelakuan Deon sang kakak ipar.

plakk...

"Aku diam bukan karena aku takut sama kakak ya. Jaga attitude mu kak, aku adikmu lebih tepatnya adik iparmu bukan jalang mu," Pekik Sarah dengan nafas memburu, gadis itu memberanikan diri memberi pelajaran pada Deon agar lelaki itu tak seenak jidat melakukan hal senonoh padanya.

"Kau sudah berani sayang," lirih Deon dengan senyuman smirknya, wajahnya terkesan menyeramkan di mata Sarah .

Ahhh....

Sarah terpekik ketika Deon tiba- tiba menggendongnya ala karung beras. Pria itu membanting tubuh Sarah di atas kasur dan secepat kilat menindihnya.

"Kak jangan gila," Bentak Sarah ketika Deon mencoba mencumbui dirinya dengan kasar .

Bahkan pekikan Sarah sempet meluncur ketika Deon menghisap kuat lehernya hingga menimbulkan warna merah keunguan.

"Ini hukumanmu karena telah mengacaukan pikiranku sayang," Ujar Deon dengan nafas memburu, posisi pri itu masih sama mengukung tubuh Sarah yang sudah berantakan di bawahnya.

"Kakak jahat, kakak keterlaluan," Pekik Sarah berusaha memukul tubuh Deon dengan sisa kekuatannya. Air mata gadis itu meluruh bersamaan dengan apa yang dilakukan Deon padanya.

"Aku sudah memperingatkan berkali-kali sayang, jangan pernah dekat dengan siapapun. tapi kau terus membangkang," Sahut Deon merasa bersalah ketika cairan bening itu terlihat dimatanya.

"Apa salahnya, toh aku juga belum menikah. dan kakak sendiri seolah-olah kekasihku yang sangat posesif padaku. ingat kak, kakak sudah punya kak Iren. Dia istri kakak, istri sah kakak. Jangan buat aku dihantui rasa bersalah sama kakakku sendiri karena kelakuan kakak," sungut Sarah dengan mencoba bangkit, ia tak mau ada yang melihat posisi intim dirinya dan kakak iparnya.

"Baiklah, aku akan berbicara yang sejujurnya pad__."

"Apa yang kalian lakukan hahh?," Teriak seseorang yang baru saja masuk kedalam kamar Sarah, ya pasalnya kamar itu tak terkunci.

"Kak, aku bisa jelaskan " Sarkas Sarah dengan keterkejutannya ketika mendapati Iren berada diambang pintu dengan wajah sudah memerah menahan emosi.

"Dasar, Kurang apa selama ini kakak sama kamu Sarah sampai kamu tega menjerat suami kakak seperti ini ,hah. Kamu gak punya hati ,Sarah," Bentak Iren dengan dada naik turun, wajah putih mulus itu terlihat menatap Sarah penuh emosi.

Sarah menggeleng dengan langkah mendekati Iren, Ia tak tau situasi apa ya dialaminya saat ini. Dan Deon, lelaki itu diam saja memperhatikan Sarah dan Iren yang tengah adu cekcok disana. Bukan adu cekcok sih sebenernya, melainkan Iren yang memarahi habis- habisan sang adik.

"Kak, kakak salah paham. tolong dengerin penjelasanku ,Kak." Sahut Sarah penuh iba. ia hanya ingin Iren mendengarkan penjelasannya, Itu saja.

Tapi semuanya terasa sia- sia karena Iren tak mau mendengarkan pembelaannya. Bahkan sang kakak yang ia kenal baik berucap kata kasar padanya.

"Pergi kamu anak jalang," Teriak Iren membuat Sarah membeku bahkan hatinya terasa tercubit akan ucapan Iren padanya.

Bukankah Iren dan Sarah saudara kandung? lalu apa maksudnya dibalik ucapan Iren barusan. Anak jalang?

"Aku gak mengizinkan Sarah pergi dari rumah ini Iren." Sentak Deon yang tiba-tiba bersuara dan mendekat ke arah Sarah dan Iren.

Mata Iren bergulir kearah suaminya, kenapa suaminya begitu membela Sarah dibanding dirinya. Apalagi bentuk perhatian Deon pada Sarah selama ini membuat Iren merasakan cemburu yang teramat. Deon tak pernah melakukan hal itu pada Iren tapi pada Sarah semuanya terasa berlebihan.

"Kenapa? apa kamu cinta sama dia, hah?," Bentak Iren di depan Deon . Ya kali ini sosok Iren memberanikan diri berucap kasar pada Deon setelah beberapa tahun menjadi istrinya.

"Dulu sampai sekarang cintaku hanya untuknya dan kamu adalah perusak segalanya," sarkas Deon membuat Sarah membeku.

Drama apa ini fikirnya? Sarah masih belum bisa mencerna semuanya.

"Berhenti membahas masa lalu Deon, Karena sekarang nyatanya kamu suamiku bukan dia." Ucap Iren menunjuk ke arah Sarah.

"Dan itu takkan lama lagi Iren," Sentak Deon dengan tatapan tajamnya menatap nyalang pada Iren.

"Hentikan perdebatan kalian, aku akan pergi dari sini. Tolong jangan membebani aku dalam rumah tangga kalian, Urusi masalah kalian secara pribadi jangan sangkut pautkan aku dalam hal itu," pekik Sarah berlari meninggalkan rumah sang kakak. Gadis itu tak peduli meskipun suara Deon terus berteriak memanggil namanya.

Sarah menulikan pendengarannya, karena ia tak ingin berada di tengah - tengah berdebatan antara kakaknya dan kakak iparnya. Dan iapun tak mengerti dengan apa yang dibahasnya, ia tak tau menahu masalah apa saja yang menimpa rumah tangga sang kakak.

"Aku gak mau menjadi boomerang diantara mereka, sama aja aku pelakor berkedok adik dirumah itu. Sudah cukup semuanya, sudah cukup ibu menyuruhku tinggal disini dan membuatku menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kakakku sendiri," Ujar Sarah mengusap kasar air mata yang dengan kurang ajarnya mengalir dipipinya.

Gadis itu terus melangkah tanpa tau kakinya akan membawa dirinya kemana. Satu tahun berada diibukota tak membuatnya hafal akan jalanan itu . Mungkin jika ibunya tak menyuruhnya untuk tinggal bersama kakaknya, kemungkinan besar Sarah masih bisa tersenyum di desa bersama teman- temannya.

Bersambung....

.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu
9.8
Dunia Alira Evangeline Moore hancur saat Damian Crestfall, pewaris tunggal Crestfall Group, menolak menikahinya setelah tujuh tahun bersama. Alira yang sedang mengandung harus memilih antara tetap bersama pria yang dicintainya atau menyelamatkan janin di rahimnya. Merasa dikhianati oleh janji manis Damian, Alira memutuskan untuk pergi selamanya. Ia bertekad melindungi calon bayinya dan meninggalkan kehidupan Damian demi memulai awal baru yang mandiri.
Sampul Novel Azalea
7.8
Hubungan Amar dan Azalea yang semula indah berubah menjadi luka pahit. Kenangan mereka kini hanyalah beban yang memicu amarah, terutama setelah perpisahan yang menghancurkan segalanya. Namun, waktu membawa perubahan saat Arhan hadir di hidup Azalea. Bersama Arhan, ia mulai memahami makna baru tentang cinta dan takdir. Akankah masa lalu yang kelam terhapuskan oleh kehadiran Arhan? Inilah perjalanan emosional Azalea dalam menemukan arti ketulusan sejati.
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua
8.9
Nikmati rangkaian kisah menarik yang dirancang khusus untuk menghibur dan membawa pembaca hanyut dalam alur tanpa beban konflik yang rumit. Narasi ini hadir sebagai pelipur lara dan teman istirahat di tengah padatnya rutinitas harian. Sangat ideal bagi pembaca dewasa yang mencari penyegaran agar terhindar dari stres, karya ini menawarkan kesenangan murni yang membuat siapa pun ketagihan. Temukan kedamaian lewat cerita yang ringan namun tetap penuh makna mendalam.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Masa depan Mayang hancur saat hamil di usia remaja dan ditinggalkan Mahesa. Ia terpaksa menolak lamaran Sena dengan kasar sebelum akhirnya terjebak dalam lembah hitam di ibu kota. Sembilan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sena telah bertransformasi menjadi pengusaha kaya yang menyimpan dendam, sementara Mayang sedang berjuang keras memperbaiki hidupnya. Di tengah penghinaan Sena yang ingin membeli harga dirinya, Mayang tetap teguh mempertahankan haknya untuk bertaubat.
Sampul Novel Marriage Express
8.6
Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa, pria keturunan Jepang yang dianggapnya mesum. Meski orang lain merasa ia beruntung masuk ke keluarga Ogawa, Indira justru merasa tertekan harus tinggal satu atap dengan Liam. Ia bersumpah akan terus membenci dan merahasiakan statusnya dari teman-teman. Namun, saat Liam mulai menyerah dan mengabaikannya, benarkah rasa benci itu berubah menjadi penyesalan? Akankah cinta datang saat semuanya terlambat?
Sampul Novel Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
8.4
Kenia Watson memilih bergabung dengan Dokter Lintas Batas di Otresh demi meninggalkan masa lalunya yang kelam. Di tengah perjuangan melawan kanker, dia harus menghadapi pengkhianatan suaminya, Hobson, yang berselingkuh dengan adik tirinya. Kenia memutuskan bercerai dan merahasiakan keberangkatannya agar bisa bebas. Namun, saat kondisi kesehatannya kritis, Hobson justru bersimpuh di sisi ranjangnya sambil memohon agar wanita itu tetap bertahan hidup.