Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ghost Writer

Ghost Writer

Kisah ini menyoroti dinamika cinta kaum urban dan fenomena penulis bayangan. Cassandra adalah penulis berbakat yang kemampuannya dieksploitasi oleh Ayu, klien setianya yang tidak memiliki talenta menulis. Di sisi lain, seorang editor sekaligus sahabat Cassandra menyadari potensi besar tersebut. Ia berjuang keras mendorong Cassandra agar berani meraih kesuksesan dengan karyanya sendiri tanpa harus terus bersembunyi di balik nama kliennya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang wanita sedang berkutat di depan komputernya menulis sebuah novel untuk seorang klien yang memintanya untuk segera menyelesaikan bab hari ini. Wanita cantik yang memakai kacamata itu bernama Cassandra atau biasa dipanggil dengan sebutan Sandra. Pekerjaannya adalah sebagai seorang ghost writer yang menulis untuk penulis lain yang juga sering membayar jasanya untuk semua tulisannya siang dan malam setiap hari. Lumayan setiap tulisannya dibayar untuk keperluan hidupnya walaupun tulisan yang dia tulis itu adalah milik orang lain.

"Bisa di percepat sedikit enggak, tulisannya. Lama banget, sih," ujar seorang dibalik bilik telepon yang baru saja diangkatnya yang ternyata adalah Kimi Meow. Nama pena dari kliennya, Ayu.

Cassandra tak ambil pusing. Matanya terus berada di layar laptopnya dan terus mengetik kata demi kata yang mengalir di pikirannya. Di seberang sana Ayu tampak mendengus kesal karena Cassandra sama sekali tak menggubris panggilannya.

"Hei! Di telepon malah diam! Apakah tulisan untuk bab hari ini sudah kami tulis belum?" Ayu tampak marah di seberang sana.

Cassandra lagi-lagi hanya diam, ia masih sibuk merangkai satu demi kata menjadi sebuah cerita yang utuh apalagi menulis itu butuh konsentrasi yang banyak agar tulisannya menjadi tidak kacau balau. "Ayu, maaf. Sepertinya kamu menghubungiku di jam yang kurang tepat, aku masih menulis babmu hari ini," ucap wanita itu masih di depan laptopnya.

"Dasar enggak berguna, memang baru berapa kata kamu tulisnya, Sih?" tanya Ayu sambil gigit jari.

Cassandra hanya mendengus biasa saja. Cassandra memang terbiasa mengalami hal seperti ini. Dimarahi oleh kliennya sendiri karena terkadang telat mengirim tulisannya ke mereka untuk segera di review. Para kliennya tidak tahu betapa sulitnya ia menulis dan memikirkan sebuah cerita serta merangkai semua kata menjadi paragraf. Mereka hanya bisa mendapatkan hasil jadinya, sekaligus mencerca karena terkadang ada typo yang bertebaran di sana.

"Sabar sedikit lagi, ya, Ayu. Baru juga 500 kata yang aku tulis, ini ."

Cassandra menjawab dengan santai sambil memperbaiki kacamatanya itu.

"Cepat sekarang! Hari ini aku dapat surat cinta dari editorku, ini. Aku secepatnya harus mengirim episode baruku di platform Perfect Writer, ini. Aku enggak mau tahu kalau aku tak mendapat penghasilanku bulan ini dan tak mendapat bonus juga. Aku tak akan membayarmu, walau di rekeningku masih ada sisa pendapatan dari bulan lalu," jelas wanita itu seenak jidatnya.

Cassandra melirik ke arah jam dinding kamarnya, sambil menyipitkan matanya untuk melihat arah jarum jam. "Anu, sepertinya aku akan menulis tiga bab sekaligus untuk menebus kesalahanku karena tulisanku yang harus kamu up di novelmu telat.

"Kamu baru sadar, ya!" Ayu tersenyum menyeringai dibalik telepon. "Bagus kalau hari ini kamu mau menulis tiga bab sekaligus di novelku. Tapi ingat jangan sampai terlambat lagi. Yang ada, nanti para pembacaku malah protes meminta bab

Cassandra berdehem, " baiklah akan aku lakukan dengan senang hati tanpa mengeluh sedikit pun," ujar Cassandra kemudian melanjutkan kata-katanya. "Anu, jadi apakah kamu bisa membayarku tiga kali lipat dari crazy up ini?"

"Membayar kamu karena crazy up?"

"Ya, hari ini aku butuh uang yang cukup, sepertinya aku terkena insomnia setelah kau berjanji pada pembacamu untuk 50 episode dalam sehari untuk peringatan novelmu yang kelima," tawar Cassandra.

"Oh ... Jadi kamu butuh bayaran lebih, ya. Apakah aku harus membayarmu untuk ini?"

"Y-y-ya."

"Apa kamu memerasku? Lagi pula itu kan sudah kewajibanmu untuk menjadi ghost writer, lagi pula 20% pendapatanku kan sudah kuberikan kepadamu sebagai gaji," cibir Ayu memarahi Cassandra yang ingin meminta bayaran lebih.

"Tapi ...."

"Tidak ada kata tapi untukmu Cassandra, ini karyaku bukan karyamu!" bentak Ayu kepada Cassandra dengan percaya dirinya tak tahu malu.

"Ya sudah , aku tak akan meminta bayaran lebih untuk ini. Sebaiknya kamu menutup teleponmu sekarang juga. Lagi pula aku juga sekarang aku harus menulis untuk novelmu ini kan. Sudah dulu, ya, aku akan melanjutkan tulisanku untuk novelmu sekarang juga.

Cassandra pun langsung menutup teleponnya dan kembali melanjutkan tulisan novel Ayu di depan komputernya.

"Cassandra, apakah kamu tidak capai dengan pekerjaanmu ini, sayang," ucap ibu Lina yang tiba-tiba datang dari belakang anaknya.

Cassandra menoleh kepada ibunya dan tersenyum. "Enggak Bu, justru aku sangat menikmati pekerjaanku ini."

"Apakah kamu tidak capai menjadi penulis bagi orang lain. Kamu itu berbakat, Cassandra. Kenapa tidak menulis sebuah novel untuk dirimu sendiri? Siapa tahu tulisanmu akan meledak di pasaran," ucap ibunya memberi semangat kepada Cassandra.

"Aku enggak percaya diri dengan tulisanku sendiri, Bu."

"Enggak percaya diri? Enggak percaya diri bagaimana maksudnya?"

"Aku lebih nyaman menjadi seorang ghost writer, Bu dan belum saatnya aku menulis novel sendiri. Aku merasa jika tulisanku ini masih kurang dan aku belum siap melakukannya. Aku akan menjadi seorang ghost writer seumur hidupku."

Cassandra pun melanjutkan tulisannya di komputer miliknya dan tak mau menggubris pertanyaan yang akan dilontarkan ibunya kepadanya.

"Cassandra apa yang ibu bicarakan ini benar adanya, apakah kamu mau bergantung nasibmu sebagai seorang ghost writer yang bayarannya tidak seberapa itu. Lagi pula itu pada akhirnya akan menjadi pekerjaan yang membuatmu menjadi gila karena kamu harus membuat cerita yang kamu tulis untuk orang lain. akan lebih baik jika kamu menulis novel di sebuah platform untuk dirimu sendiri sekaligus mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak dari ghost writer.

"Cukup ibu! Cukup! Hentikan ocehan ibu sekarang juga! Aku benci jika ibu harus mengoceh kepadaku tentang hal ini!" bentak Cassandra sambil membanting tangannya ke atas meja.

Sesaat kemudian, Cassandra mengambil laptopnya dan langsung bergegas dari meja makannya kemudian beranjak pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tulisannya supaya tidak diganggu oleh ibunya lagi.

***

Cassandra berhasil mengirim semua bab ceritanya yang sudah dituliskan kepada Ayu bersama dengan sakit kepala yang menggerogoti kepalanya secara tiba-tiba yang entah kenapa muncul tanpa ada peringatan sedikit pun. Ia pun menundukkan kepalanya di atas meja dan ingin segera melepaskan penatnya hari ini. Tiba-tiba, sebuah ponselnya berdering di atas mejanya. Menambah sakit kepala yang semakin lama semakin berdenyut. Cassandra pun mengambil ponselnya dan melihat sebuah panggilan video yang ternyata berasal dari temannya yang tampaknya akan segera memberikan kabar baik.

"Selamat malam, temanku tersayang."

Seorang wanita membuka percakapannya dengan riang gembira kepadanya dirinya yang menghubunginya di saat yang tidak tepat. Wanita yang baru saja berbicara di teleponnya itu adalah Laura. Teman kuliah Cassandra yang sekarang bekerja sebagai seorang editor di perfect writer.

"Kenapa kamu menghubungiku di saat seperti ini, sih dan kenapa kamu juga kamu memakai kacamata yang mirip sekali dengan modelku?" Cassandra pun menopang dagunya di atas mejanya dengan perasaan sedikit marah. Tapi, bukan Laura namanya jika dia menghubungi Cassandra untuk memberikan sebuah kabar atau informasi yang sangat penting

"Sepertinya aku menghubungimu di saat yang tidak tepat. jadi, sepertinya aku akan menutup panggilan ini dan membiarkanmu untuk bisa beristirahat."

Cassandra seketika tersentak kaget dan dengan semangatnya langsung duduk di kursi dengan manis sambil memberikan senyum terbaik kepada Laura.

"Informasi baru apa yang akan kamu berikan kepadaku, La?" tanya Cassandra kepada Laura berharap akan ada sebuah keajaiban.

"Jadi begini, kemarin perfect writer baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan I Need Writer musim ke-2 dan hadiahnya gede banget, tahu."

Cassandra mengertakkan giginya sekaligus mendengus kesal mendengar hal ini. "Oh, jadi ini informasi yang kamu berikan kepadaku!" ujar Cassandra dengan nada kesal.

"Bukankah ini sebuah kesempatan yang bagus untukmu. Untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya dirimu," ucap Laura memberi semangat kepada Cassandra.

Cassandra mengupil di depan layar ponselnya. "Tidak, sepertinya aku tidak tertarik mengikuti ini. Membosankan."

"Kenapa kau tidak tertarik, Cassandra?

"Tidak tertarik saja. Hanya saja aku nyaman dengan pekerjaanku, sebuah mata pencaharian yang sudah aku kerjakan selama 5 tahun."

"Menjadi seorang ghost writer, astaga. Kau tak perlu melakukan hal ini terus, San," ucap Laura.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Thania Moran, gadis kaya yang naif dan ceria, mendapati hidup sempurnanya berubah saat bertemu Zachary Devon. Zach adalah pengusaha muda sukses di Amerika yang berhati dingin dan memandang rendah wanita. Meski awalnya saling benci, Thania jatuh hati pada sosok berbahaya itu. Ketegangan memuncak ketika Thania dijodohkan oleh orang tuanya dengan cinta pertamanya sendiri. Di sisi lain, pesona tulus Thania berhasil menaklukkan Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy angkuh.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?
Sampul Novel ORINAKA (The Perfect Bodyguard)
9.3
Naka telah tiga tahun mengabdi sebagai pengawal keluarga konglomerat Anindito Asmoro. Masalah muncul dari Orin, putri bungsu Anindito yang sukses sebagai CEO namun hidup liar. Suatu malam, Orin mendatangi rumah Naka dalam kondisi mabuk berat hingga ketidaksengajaan terjadi. Demi menjaga kehormatan putrinya yang sudah bertindak terlalu jauh, Anindito meminta Naka menikahi Orin. Mampukah Naka yang lebih muda menerima tawaran ini? Apa rahasia besar yang disembunyikan sang bodyguard?
Sampul Novel Pejuang Restu
8.5
Basti berusaha keras melindungi ibunya dari ancaman Aldri, pria yang tega menyudutkan Helen demi harta kekuasaan. Meski Aldri bersikeras mengungkit rencana masa lalu mereka untuk menguras kekayaan Jonas, Helen kini justru menunjukkan sikap yang berbeda. Di tengah tekanan fisik dan intimidasi mental, Helen tetap bungkam seraya terus meronta. Aldri yang terbakar amarah dan nafsu mencoba memaksa Helen kembali ke sisinya demi ambisi pribadi yang licik.