Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta

Getaran Hasrat Cinta

Clara terpaksa menjadi mucikari demi menggantikan posisi ibunya yang menua. Perubahan drastis ini bermula sejak James merenggut kesuciannya dengan bayaran tinggi. Didorong dendam, Clara bertekad menghancurkan hidup pria itu sebagai balasan atas nasibnya yang kini menjadi seorang madam dalam semalam. Namun, mampukah Clara menuntaskan misinya saat James justru muncul kembali sebagai pelanggannya? Pertarungan harga diri dan hasrat pun dimulai di dunia malam.
Bab
Bagikan

Bab 2

James sudah rapi dengan baju kimono-nya. Rambut basah milik James semakin memancarkan aura ketegasan dan pesona yang tak bisa ditolak begitu saja untuk memanjakan semua mata wanita yang melihatnya. Termasuk wanita panggilan yang sudah ia sewa. Wanita itu ternganga melihat penampilan James. Duduk dengan degup jantung yang terus berdetak kencang tak terkendali.

     “Tuan, apakah kau mau lagi untuk–“

     “Menyingkirlah!” tepis James saat tangan wanita itu sudah meraba-raba tubuhnya. Lebih tepatnya adalah bagian dada bidang James dan perut dengan bentuk kotak yang sangat tegas. Tentu saja wanita itu sangat tahu, dan sangat menyukainya di saat permainan mereka kemarin malam.

     “Kau sudah mendapatkan bayarannya, kan? Kau bisa pergi sekarang,” usir James dengan nada kasar tanpa peduli dengan hati yang sudah tergores milik wanita panggilan di depannya. James mengambil kaos untuk dikenakan dan menggantinya dengan sembarangan, seolah di dalam kamar VIP itu hanyalah tersisa dirinya seorang.

     “Terima kasih untuk kemarin malam, Baby!” ucap James sambil mengecup singkat pipi kanan wanita panggilan yang masih terbengong atas perlakuannya yang berubah-ubah.

     “Cepat, keluar!” seru James tak berperasaan.

     ***

     “Mom, apa-apaan?!” Seorang gadis berdiri dengan dada naik-turun, menandakan jika gadis itu tengah menahan emosinya. Napasnya memburu. Pandangannya hanya mengarah pada satu orang, yaitu ibu kandungnya sendiri. Clara Mackenzie–seorang gadis penjaga kasir di minimarket. Tubuhnya yang berukuran sedang untuk gadis seumur dirinya kini menatap nanar keluarganya.

     “Aku harus berangkat kerja, Mom. Kita akan bicarakan ini nanti,” putus Clara memilih untuk meredam amarahnya daripada meneruskan berdebat dengan orang tuanya. Itu sama saja membuang-buang waktu dan tenaganya!

     “Nggak bisa, Clara! Kamu harus menuruti perintah Mommy!” sanggah sang ibu menahan Clara agar tetap berdiri di rempatnya. Menahan tangan anaknya dengan emosi yang sudah meletup-letup ingin segera dikeluarkan.

     “Ck! Apa tidak ada lagi pekerjaan yang lain, Mom? Kenapa harus menjadi mucikari? Aku sudah bekerja, dan mempunyai penghasilan! Itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita!” pekik Clara sambil menepis tangan ibunya.

     “Cih! Sombong sekali! Kamu pikir, selama ini kamu makan dari mana, Clara? Sebelum kamu lulus sekolah dan memiliki pekerjaan seperti sekarang ini, apa profesi kedua orang tuamu, hah? Mommy bekerja sebagai mucikari hanya untuk biaya sekolahmu, dan itu terbukti! Semuanya berjalan dengan lancar! Bahkan, kebutuhan ekonomi kita lebih dari cukup setelah Mommy bekerja menjadi mucikari!” ujar ibu Clara masih memaksa sang anak agar menyetujui keputusannya.

     “Kamu harus menerima takdir, Sayang! Ikuti garis takdir! Kamu adalah garis keturunan kami. Maka, kamulah yang harus melanjutkan profesi kami ini,” ujar sang ibu seraya membelai lembut pipi anaknya yang sudah basah dibanjiri oleh air mata.

     “Besok, Mommy akan memperkenalkan kamu sebagai pengganti Mommy di club’. Jangan sampai kamu melupakan ini, Clara! Mommy hanya memilikimu, dan kamulah harapan Mommy satu-satunya! So, jangan pernah mengecewakan Mommy, ya!” tegas sang ibu membuat Clara hanya bisa mematung dengan Isak tangis yang sedari tadi Clara tahan.

     Tanpa berpamitan lagi, Clara langsung berlari meninggalkan rumah. Ia masih memiliki tanggung jawab sebagai penjaga kasir di salah satu minimarket terdekat di rumahnya. Sebenarnya, gaji yang Clara peroleh dari hasil bekerja bersih seperti itu sudah cukup memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Namun, dengan embel-embel garis keturunan yang selalu berakhir menjadi mucikari membuat Clara tak bisa membantah.

     “Cla, kamu habis menangis?” tanya

seorang wanita yang tak lain adalah teman Clara disaat bekerja.

     “Tidak. Aku hanya kelilipan debu,” jawab Clara singkat.

     Clara melakukan tugasnya dengan baik. Clara dikenal sebagai gadis yang ramah di lingkungan kerjanya, sehingga membuat Clara selalu dipandang baik oleh semua orang. Bahkan, para pembeli pun tak jarang banyak yang menggoda Clara lantaran wajah Clara yang cantik. Bukan sekedar cantik, tetapi senyum yang Clara tunjukkan begitu manis hingga membuat mereka seolah-olah seperti tengah dihipnotis oleh tatapan dan

senyuman Clara.

     “Minimarket malam ini akan tutup lebih cepat, Cla,” ujar teman Clara membuat Clara yang sedang membuat laporan atas masuknya uang hari ini terhenti.

     “Kenapa?” tanya Clara sedikit heran. Padahal, hari Selasa sering Clara sebut sebagai hari keberuntungan minimarket ini. Karena di setiap hari Selasa, banyak pengunjung yang ramai datang untuk berbelanja. Tentu saja hal itu dapat membuahkan hasil dengan mendapatkan sedikit bonus dari atasan mereka.

     “Entahlah. Bos yang memerintahkannya,” ujarnya. Clara hanya mengangguk paham. Clara menyusun lembaran uang dollar dengan benar dan setelahnya dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan uang kasir.

     “Malam ini kau free, Cla? Aku ingin mengajakmu makan malam,” ajak salah satu pria dengan seragam yang sama seperti Clara.

     “Free, tapi aku lelah. Maaf, ya. Mungkin bisa lain kali,” tolak Clara begitu lembut sehingga tak akan mungkin membuat sakit hati pria itu karena Clara telah menolak ajakan makan malam.

     “Tugasku sudah selesai. Aku duluan, ya? Selamat melanjutkan pekerjaan kalian!” seru Clara sambil berpamitan untuk pulang. Sesampainya di rumah, Clara langsung di gadang oleh sang ibu ketika ia hendak masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.

     “Bagaimana keputusanmu?” tanya Ibu Clara dengan tatapan tajam.

     “Well. Jika kamu tidak mau menjawab, tak apa. Tapi, ingatlah satu hal, Clara! Mommy akan tetap menjadikanmu mucikari untuk menggantikan Mommy! Jangan pernah sesekali membuat masalah ataupun membuat malu keluarga!” peringat sang ibu.

     “Bulan ini aku sering lembur. Jadi, gajian bulan ini lebih besar dari bulan sebelumnya, Mom. Jadi, aku rasa–“

     “Masih mau bertahan pada pekerjaan yang gajiannya kecil seperti itu, huh?!” ucap sang ibu meremehkan Clara.

     “Apakah kamu memiliki pakaian bagus untuk dipakai besok, Clara? Jika kamu nggak punya, ayo, Mommy antar membelinya. Akan Mommy pastikan penampilanmu akan menarik perhatian semua orang, termasuk para pelanggan yang ingin menyewa jalang kepadamu. Strategi marketing tetap harus kau terapkan pada profesi barumu ini, Cla!” ujar sang Ibu lagi-lagi membuat Clara merasa tertekan dan mendesah lemah.

     “Mommy sudah memiliki jalang untuk kau kelola. Pastikan mereka semua mendapatkan penawaran harga yang mahal,

Cla! Jika kamu pandai bermain strategi, maka kamu akan semakin diuntungkan!

Apalagi, jalang-jalang yang sudah Mommy dapatkan adalah para jalang yang sering

melayani orang-orang kaya,” ucap ibu Clara lagi.

     “Dandananmu sudah pas. Ayo, Mommy akan membantumu memilih pakaian untuk besok kamu kenakan.” Ibu Clara menarik tangan Clara agar membantu memilih baju yang masuk ke dalam standar para mucikari untuk menarik pelanggan.

     “Ini. Kamu pakai ini saja. Mommy rasa, ini tidak terlalu terbuka, karena Mommy yakin kamu belum terbiasa memakainya.”

     Clara mengerutkan keningnya, tak suka dengan gaun pilihan ibunya. Gaun dengan bagian dada yang rendah, serta belahan paha yang sangat panjang membuat seluruh bagian kakinya pasti akan terekspos sempurna ketika Clara duduk ataupun jalan.

     “Mom, bagaimana kalau aku tidak bisa menjadi mucikari yang baik?” tanya Clara dihadiahi tatapan tajam dari sang ibu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda
9.1
Anindya terpisah dari teman masa kecilnya, Yeja, setelah orang tuanya berdamai. Sembilan belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit. Yeja kini menjadi calon suami Anindira, saudara kembar Anindya. Masalah muncul saat terungkap bahwa Yeja bersedia menikah hanya karena salah mengira Dira adalah teman kecilnya. Kini Anindya terjebak dilema: bungkam atau mengungkap kebenaran meski harus dibenci oleh kembarannya sendiri.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Pasca menjalin kasih tiga tahun, Claudia ditinggal oleh Antonius di hari pernikahan mereka. Saat para rival menertawakan nasibnya, Claudia mengejutkan publik dengan memamerkan akta nikah sebagai istri dari Bennett Dreskin, saingan terberat Antonius. Meski awalnya dikira hanya formalitas, Bennett menyatakan cintanya secara terbuka di depan media. Claudia berhasil membalikkan keadaan dari pengantin yang terbuang menjadi wanita paling beruntung di sisi Bennett.
Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Setelah genap berusia dua puluh lima tahun, Ilona Roselani Belvania kembali ke tanah air dengan satu ambisi: membalas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Tragedi itu tak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tapi juga membuat ibunya kehilangan kewarasan. Kesempatan emas muncul saat Ilona berhasil menjadi guru di sekolah elit tempat pewaris keluarga Altaresh belajar. Dendam harus dibayar tuntas, namun mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh sang ayah?
Sampul Novel DIKIRA MISKIN
8.0
Yudi dan Antika kerap menjadi sasaran cemoohan para kakak ipar yang memandang rendah kondisi ekonomi mereka. Di balik hinaan tersebut, pasangan ini sebenarnya telah meraih kesuksesan besar selama menetap di kota. Begitu fakta kekayaan mereka terungkap, sikap sinis keluarga besar seketika berubah menjadi upaya untuk mendekat demi keuntungan pribadi. Akankah Yudi dan Antika menerima perubahan sikap yang mendadak ini setelah sekian lama diremehkan?
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia terjebak dalam dilema antara perasaan cinta dan trauma masa lalu. Meski mencintai Rendra, bosnya yang mapan, logika Olivia menolak pernikahan karena tragedi yang menimpa keluarganya. Kematian ibunya akibat KDRT serta kegagalan asmara saudara perempuannya menciptakan ketakutan akan pengkhianatan. Kakak dan adiknya pun menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang luka lama, mampukah Olivia mempercayai Rendra dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
7.9
Selama lima tahun, pernikahan saya dengan Yoga terasa hampa meski saya sangat mencintainya. Luka itu kian dalam saat saya tahu Yoga menjalin kasih rahasia dengan adik angkatnya, Meiliana. Kecewa, saya menjebak Yoga menandatangani surat cerai dalam kedok dokumen asuransi. Setahun berlalu, saya bangkit dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak kembali memohon maaf dan Meiliana mengakui perasaan Yoga. Kini saya harus memilih antara masa lalu atau kebahagiaan sendiri.