Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi

Gelora Panas Sekretaris Seksi

Pasca dikhianati dan ditinggal kekasihnya, Kayla bertekad membalas dendam kepada Miranda yang menjadi pemicu perpisahannya dengan Bisma. Di tengah luka hati, ia melamar sebagai sekretaris pribadi Jason, seorang pria tampan yang langsung terpikat oleh pesona fisik dan kecantikan Kayla. Demi ambisinya, Kayla berjanji memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya dalam hubungan profesional yang provokatif.
Bab
Bagikan

Bab 2

"What do you say?" tanya Kayla seolah tak mendengar pernyataan cinta Jason kepadanya.

"I love you," ucapnya dengan mata menatap Kayla penuh cinta.

Kayla tersenyum miring. 'Drama apa, ini? Kenapa dia mencintaiku? Apakah dia sedang menjebakku?' Kemudian ia menghela napasnya.

"Tidak perlu ada cinta, Tuan—"

"Jangan memanggilku dengan sebutan itu. Cukup Jason atau embel-embel yang lebih membuat hubungan kita lebih dekat." Jason benar-benar tak suka dipanggil seperti itu oleh Kayla.

Perempuan itu kembali menatap Jason. "Aku rasa, bukankah terlalu dini untuk kamu menyatakan cinta padaku? Ada apa? Aku bahkan tidak pernah berniat untuk mencintai kamu."

Jason menghela napasnya. Ia kemudian mengambil sebuah kamera kecil dan memberikannya kepada Kayla. "Ada apa? Kenapa kamu merekam semua adegan yang kita lakukan tadi? Ingin dikirim kepada Miranda?"

Kayla tergagap. Jason berhasil menemukan kameranya. Ia harus mencari alasan yang logis agar tidak ketahuan niatnya yang sudah diketahui oleh Jason.

"No! Aku tidak mengenal istrimu. Selama satu minggu aku bekerja denganmu, kamu tidak pernah memperkenalkan aku dengan istrimu itu. Hanya untuk koleksiku saja. Bukan untuk apa-apa." Kayla mengatur napasnya agar terlihat lebih tenang.

"Are you sure?" tanya Jason meyakinkan Kayla.

Perempuan itu mengangguk. "Ya. Banyak koleksi di rumahku. Jika kamu ingin melihat, betapa seksinya kala aku bermain."

Jason terkekeh. Kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak perlu. Aku hanya ingin dipuaskan, bukan untuk direkam seperti itu. Jangan berikan pada Miranda. Belum saatnya untuk berpisah dengannya."

Kening Kayla mengkerut. "Ada niatan, untuk bercerai dengannya?" tanyanya ingin tahu.

Jason mengendikan bahunya. "Tidak ada. Aku tidak pernah berniat untuk menceraikan dia. Tapi, niatku untuk setia padanya saja sudah aku ingkari."

Kayla tersenyum pasi. "Ambigu. Lalu, siapa orang yang kini ada di hati kamu? Aku atau ibu dari anak-anakmu?"

"Keduanya. Dua-duanya ada di hatiku."

Kayla manggut-manggut. "Tapi, Jason. Aku menawarkan diri hanya untuk menjadi pemuas nafsumu. Bukan untuk kamu cintai. Bahkan, tidak ada sejarahnya pria mencintai orang yang dengan senang hati memberikan tubuhnya kepada pria yang bukan miliknya."

"Aku tau, apa yang kamu rasakan. Dua hari yang lalu, aku melihatmu sedang menangis. Mustahil rasanya jika bukan karena orang yang sudah merenggut kesucian kamu. Aku siap, menjadi pengganti orang yang sudah mengkhianati kamu. Walau hanya sebatas hubungan ranjang. Pemuas nafsu belaka, naik turun ranjang dan membuatku puas."

Jason mengecup kening Kayla. Ucapannya sungguh membuat dirinya seolah terjebak sendiri oleh jebakan yang dia buat. Bukan itu yang Kayla inginkan.

"And i know, kamu memiliki gairah tinggi. Sama sepertiku. Tapi, Miranda tidak pernah bisa memuaskanku. Terlalu banyak mengeluh. Seperti yang aku katakan saat bercinta."

Kayla menatap Jason. 'Niatku hanya ingin membalas dendam kepada Miranda dan juga Bisma. Dan aku pikir, Jason juga akan merasa bersalah karena sudah mengkhianati Miranda. Tapi, kenapa dia malah seolah mendukungku? Andai dia tau, siapa orang yang sudah membuatku menjadi seperti ini, dia pasti akan menghentikan semuanya.'

Kayla bahkan tidak tahu situasi apa yang sedang dia alami saat ini. Jason—yang tak lain adalah suaminya Miranda malah mencintainya. Bahkan, ia mau membantu memulihkan rasa sakit yang ada di dalam hatinya. Luka yang teramat sakit karena ditinggal menikah oleh Bisma.

"Kita bisa jadi partner, Honey. Kamu memang tidak akan pernah mau mencintaiku. Bukan hanya karena aku sudah beristri dan punya dua anak, karena usiaku pun sangat jauh denganmu. Cukup jadi partner ranjangku saja, kalau memang tidak bisa mencintaiku."

Kayla tersenyum pasi. "Hanya ingin mengobati luka yang masih aku rasakan kini?"

Jason menggendong tubuh Kayla ke atas tempat tidur. Kemudian menganggukkan kepalanya sembari mengusapi gumpalan kenyal milik wanitanya itu.

"Ya. Nikmati saja peran yang sudah kamu tawarkan padaku. Biar aku saja yang mencintaimu. Setelah siap untuk membuat mantan kekasihmu menyesal, bilang saja."

Jason berbicara sembari bermain-main di atas dada Kayla.

Perempuan itu melenguh pelan. 'Apakah aku harus memberi tahu yang sebenarnya? Bahwa Bisma-lah, kekasih yang sudah mengkhianatiku?' Kayla geleng-geleng kepala. Kemudian melenguh nikmat tatkala bibir Jason menyesap pucuk yang sudah menegang sedari tadi.

"Eeuumm!! Jason. Apakah kamu ingin tau, siapa pria yang sudah meninggalkanku?" tanyanya dengan suara penuh gairah.

Jason menggeleng. "Layani aku dulu. Setelah itu, kita bahas hal ini. Aku sudah tak tahan." Kemudian, pria itu menyatukan miliknya yang sedari tadi berdiri tegak dan ingin segera masuk ke dalam lubang kenikmatan itu.

"Arrggghh! Jason. Bagaimana tidak, Miranda selalu mengeluh. Permainan kamu terlalu gila, Jason! Arrrgghh!" Kayla seolah sudah hilang keseimbangan dalam melayani Jason.

Namun, ia akui jika dirinya sangat terpuaskan oleh permainan Jason. Sangat jauh berbeda dengan yang dimainkan oleh Bisma.

'Ditinggal buaya, dapat singa. Ternyata, Jason jauh lebih hebat dari Bisma. Jelas begitu, karena usianya pun jauh berbeda dengannya. Tak salah, aku menawarkan diri untuk menjadi pemuas nafsu Jason. Yang ternyata memiliki gairah mematikan yang harus dituntaskan.'

Kayla melumat bibir seksinya itu kemudian menatap Jason yang masih menghantamnya di belakang sana. "Sampai pagi, Honey?" godanya dengan suara seksinya.

Jason menjambak rambut panjang berwarna cokelat kehitaman milik Kayla. Kemudian melumat bibir seksi itu. "Of course. Sampai malam lagi pun, tak masalah. Hanya saja, besok sore ada meeting di Hotel Livina. Selesai meeting, puaskan aku hotel itu," bisiknya dengan suara parau.

"Okay! Dengan senang hati!" Kayla tersenyum menyeringai.

'Oh, Miranda. Posisimu sebentar lagi akan tergeser. Jason tidak akan akan membutuhkanmu lagi. Selamat merana, Miranda.'

Tak sadar, perempuan itu tertawa setelah berucap dalam hatinya. Terlalu bahagia karena apa yang sedang dia rencanakan seolah berjalan dengan mulus. Jason terpikat olehnya. Bahkan, ia menginginkan lagi dan lagi tubuh seksi yang begitu terjaga. Jangan lupakan gumpalan kenyal yang seolah menjadi candu Jason, mengalahkan segalanya.

Pria itu lupa daratan. Ia yang tak tahu sedang menjadi alat balas dendam Kayla malah jatuh cinta kepada sekretarisnya itu. Membuat Kayla akhirnya berpikir bahwa cukup mudah untuk menghancurkan Miranda dan juga Bisma dalam sekejap.

Pergumulan untuk yang kesekian kalinya itu akhirnya selesai. Kini, Jason tengah memeluk tubuh mungil Kayla yang masih terjaga. Tengah menatap langit-langit kamar hotel itu kemudian menghela napasnya dengan panjang.

"What are you think?" tanya Jason sembari mengusapi pucuk kenyal milik Kayla.

Tubuh itu menggeliat pelan. "Bagaimana jadinya, kalau istrimu tau, apa yang kamu lakukan ketika dia pergi?" tanyanya pelan.

Jason mengendikan bahunya. "I don't know. Jangan tanyakan itu padaku. Karena aku tidak bisa menjawabnya. Karena kalau dia memintaku untuk melepaskanmu, rasanya tidak mungkin."

Kayla tersenyum tipis. Entahlah. Apa yang harus dia rasakan. Bahagiakah? Atau malah sebaliknya. Kemudian menghela napasnya dengan panjang.

"Aku rasa, dia tidak akan mau dipisah olehmu. Seperti yang kamu katakan tadi. Hanya akan memintamu untuk menjauhi ku."

Jason menganggukkan kepalanya. "Dan tidak akan aku lakukan. Aku seorang pria. Ada hasrat yang ingin aku tuntaskan. Dan hanya kamu yang bisa menuntaskannya."

Kayla kembali mengulas senyumnya. "Lalu, bagaimana kalau aku hamil? Aku tidak menjaganya. Kamu pun tidak mengenakan pengaman."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH
8.8
Demi cinta, aku rela melepaskan segala kemewahan hidup. Namun, pengabdian tulusku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit. Kini aku terjebak dalam dilema besar: bertahan dalam pernikahan yang hancur demi kelangsungan hidup anak-anak remaja kami, atau berani melangkah pergi. Di tengah ketergantungan ini, muncul sebuah rasa baru. Pantaskah seorang ibu dengan dua anak seperti diriku membuka hati bagi cinta lain yang hadir menawarkan harapan?
Sampul Novel Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
9.1
Sebagai ilmuwan otak ternama, Oscar tega mencekoki tunangannya dengan obat eksperimental penghapus ingatan. Tujuannya hanya satu: agar sang tunangan melupakannya selama sebulan, sementara ia mendampingi Yuki, kekasih masa kecilnya yang sekarat akibat kanker. Di masa jeda itu, Oscar menikahi Yuki dan merajut kenangan indah terakhir. Namun, saat waktu sebulan berlalu dan Oscar kembali dengan penyesalan di tengah guyuran hujan, ia mendapati kenyataan pahit bahwa ingatan sang tunangan telah hilang selamanya.
Sampul Novel Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
7.9
Anindya Larasati, violinis berbakat, hancur saat video pribadinya disebar di gala megah. Pengkhianatan ini didalangi Bima Wiratama, kekasihnya, yang bekerja sama dengan kakak tiri Anindya, Safira. Setelah disiksa secara keji oleh rekan Bima hingga meninggalkan bekas luka permanen, Anindya menyadari cintanya hanyalah permainan balas dendam. Di tengah obsesi gelap Bima yang menginginkan kehancurannya, Anindya bertekad bangkit dari penderitaan dan menghilang demi kebebasannya.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.0
Menikah dengan saudara kembar terpandang, Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah, tidak membawa kebahagiaan bagi sepasang kakak beradik kembar ini. Saat diculik perampok hingga kehilangan bayinya, sang istri diabaikan oleh Sam yang sibuk menemani wanita lain bernama Annie. Ketika sang kakak datang menyelamatkannya dari maut, suaminya, Leo, juga menolak membantu dengan alasan serupa. Setelah bertahan hidup dari badai salju yang ekstrem, kedua saudara ini sepakat untuk menggugat cerai suami mereka.
Sampul Novel RAHIM GADIS SEWAAN
7.8
Zevanya terjebak dalam krisis finansial yang mencekik. Demi melunasi utang besar dan membiayai operasi jantung ayahnya, ia terpaksa mengambil keputusan ekstrem dengan menyewakan rahimnya. Impian tentang pernikahan indah seketika sirna saat ia harus mengandung anak untuk pasangan suami istri lain. Hidupnya kini sepenuhnya didedikasikan sebagai ibu pengganti. Mampukah Zevanya menjalani takdir pahit melahirkan buah hati yang bukan miliknya demi menebus beban hidup?