Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara

Gelora Berbahaya Sang Pengacara

Demi melunasi utang orang tuanya kepada mucikari, Madona nekat menjebak pengacara bernama Ardan demi uang 500 juta rupiah. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka bagi Madona saat video skandal mereka justru membawanya ke dalam masalah besar. Alih-alih mendapatkan harta, ia justru terkurung di kediaman Ardan. Di tengah situasi penuh tekanan ini, akankah benih cinta mulai tumbuh, ataukah hanya rasa benci yang akan mewarnai hubungan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dona bergegas menuju kamarnya, setelah Shandra membebaskannya dari hukuman. Tubuh sintal itu sekarang sedang merias dirinya di depan cermin, memoles wajah dengan make up, dan membalurkan bibirnya dengan lipstik berwarna merah. Tak lupa ia mengenakan mini dress sepaha agar bagiannya itu langsung terekspos ketika pertemuannya dengan Ardan terlaksana.

"Ha-ha-ha ... kau memang cantik Madona, tidak salah jika Shandra menjadikanmu bintang dari segala Perempuan jalang di Rumah bordil sialan ini!" Dona memuji sekaligus mengumpat, karena kesal mengapa dia harus hidup di lingkungan seperti ini.

Namun, ini bukanlah akhir bagi Dona karena malam ini Dona akan kabur keluar dari rumah bordil ini jika telah menerima bayaran dari pria misterius itu.

Ceklek! Suara pintu membuatnya langsung menoleh, sontak Dona memaki pria tersebut. "Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dulu! Dasar lancang!" umpat Dona dengan kata-kata sarkasmenya.

Pria itu langsung gemetar ketika momok wajah menyeramkan Madona Agnesia yang murka padanya. "Mmaafkan saya Dona ... saya hanya ingin memberitahu kalau mobil sudah disiapkan."

Dona mengerutkan dahinya, dan menautkan kedua tangannya yang bersedekap. "Mobil apa? Untuk aku Hem?"

Dengan gagap pria itu menjawab, "Ya Madona mobil itu akan mengantarmu sampai ke hotel untuk bertemu Tuan Ardan." ucapnya menyampaikan.

Dona mengibaskan rambutnya, menyisir dengan jemari tangannya. "Ya, aku akan segera ke sana. Lebih baik kau pergi saja?"

Begitu Dona memintanya untuk pergi pria itu pun lantas berjalan meninggalkan kamar Madona. Setelah selesai merias dirinya Dona menyempatkan untuk menemui ibunya yang berada di laundry sedang mencuci pakaian para jalang di rumah bordil ini.

"Ibuuuu," Dona memanggil Almaira dengan manja, ia menyadarkan dirinya pada pintu menatap Almaira sedang mencuci bikini-bikini jalang sialan itu.

Almaira lantas menoleh pada Putrinya, Almaira berusaha tersenyum meskipun sebenarnya dia menderita di rumah bordil ini. "Ada apa Nak, kenapa kau menemui Ibu?"

"Do'akan Dona untuk malam ini Buk, jika berhasil kita akan segera melunasi hutang kita pada Mami Shandra, dan kita akan secepatnya pergi dari Rumah terkutuk ini!" Dona menangkup tangan Almaira dengan kedua tangannya, dan mengusap buliran bening yang menetes dari wajah ibunya.

"Jangan menangis ... penderitaan ini akan segera berakhir," ucapnya kemudian.

"Ibu bukan menangis karena sedih sayang ... Ibu terharu oleh perkataanmu ini Nak, Iya Ibu akan mendoakan kamu."

Dona tersenyum, dan mulai berjalan meninggalkan ibunya yang sedang mencuci.

Dona merasa sedih, tapi jika semuanya akan selesai dengan menangis mungkin akan dia lakukan sejak dulu. Tidak, Dona bukanlah perempuan lemah, sudah cukup harga dirinya di injak dan direndahkan oleh orang-orang yang memandangnya sebelah mata karena hidup di lingkungan seperti itu.

"Dona!" suara yang sangat familier itu mengalihkan perhatiannya, iapun menoleh mencari wujud yang memanggilnya.

"Iya Mih, ada apa?"

"Kenapa kamu berdandan seperti ini Dona, ini kurang seksi kau ini harus mengekspose seluruh tubuhmu. Bukankah akan lebih bagus sekali keluar tujuanmu bukan cuma untuk Ardan, kau juga harus dapat memikat Pria kaya di luar sana," ujar Shandra mencibir pakaian yang dikenakan Dona saat ini, lantaran baginya pakaian yang membalut tubuh Dona saat ini kurang seksi.

Pakaian yang mengekspos lekuk tubuh, dan bagian atasnya pun sedikit terbuka di tambah lagi bagian bawahnya pun akan langsung terekspos jika dia duduk berhadapan dengan seseorang. Dona merasa kesal, padahal baju yang dipakai saat ini adalah koleksi bajunya yang paling seksi. Tapi, di mata Shandra baju itu kurang seksi.

"Ayo ikut Mami sebentar!" Ajak Shandra meraih tangan Dona, dan membawanya ke ruang koleksi barang-barang branded Shandra.

Madona tampak takjub dengan koleksi barang-barang branded milik Maminya itu, rasanya ingin memiliki semua barang-barang itu, karena Dona tahu pasti semua barang itu adalah hasil memeras para jalang yang berkerja padanya.

Shandra memilah baju yang paling seksi di dalam lemarinya, dan tatapannya terjatuh pada salah satu gaun mini berbahan sutera. Tapi itu sangat tipis untuk di kenakan oleh Dona, dan jika Dona memakai gaun itu terlihat seperti tak memakai apapun.

"Oh-May ... kau akan terlihat semakin menarik dengan Gaun ini Dona, ini sangat cocok untukmu," Mami Shandra memberikannya pada Dona untuk segera dipakai. Namun, Dona menolak untuk memakai gaun itu.

"Tidak! Saya tidak mau memakai Gaun ini Mih! Kenapa tidak telanjang sekalian, ini tidak bisa Dona tidak akan, dan tidak sudi memakai pakaian seperti ini!" tegas Dona menolak dengan kasar.

Shandra lantas geram karena Dona membantahnya. "HEY! Di sini bukan tempatnya untuk tawar menawar Dona. Cepat kenakan baju itu atau...,"

"Atau Mami akan menghukumku lagi iya Mih?!" sela Dona dia ikut marah saat Shandra memaksanya.

Plaaak!

"Pakai bajunya atau kau akan menerima hukuman!" ancam Shandra, "Kamu belum juga kapok rupanya, apa iya saya harus menghukummu dengan cara mengerikan!" tambahnya lagi.

"Hukuman mengerikan? Memangnya Mami mau menghukumku seperti apa lagi ha, hukuman Mami tidak akan membuatku gentar!" tantang Dona dia bersikukuh tidak mau memakai pakaian yang diberikan Shandra.

"Baik, jika itu maumu!" Shandra berjalan keluar dari dalam kamarnya, dan memanggilnya empat pria yang berprofesi anak buahnya.

Dona mengikuti langkah Shandara yang keluar dari dalam ruangan koleksi barang-barang branded, manik matanya tertuju pada sang Mucikari yang sedang berinteraksi dengan empat pria berbadan tegap, dan salah satu dari mereka menatap dengan seringaiannya pada Dona.

"Kalian hukum Dona sampai kapok, perempuan itu rupanya masih saja membangkang pada saya. Cepat lakukan seperti adegan di dalam blue film!" seru Shandra memerintah empat pria itu.

Sontak Dona terkejut, dia tidak menyangka Shandra akan menghukumnya dengan keji. "Apa kamu harus menggangbangnya Mih?"

"Ya, jika hanya dengan cara itu dia akan kapok!" tukasnya melirik sinis ke arah Madona.

Satu saja melayani pria akan membuat Dona kewalahan, mana mungkin dia akan bercinta dengan empat pria sekaligus.

'Celaka kamu Dona!' batin Dona tersentak, saat empat pria itu dengan beringas menarik tubuh Dona memaksanya untuk membawa ke dalam kamarnya.

"Mamihhhhh ... tidak Mih, jangan lakukan ini sama Dona Mih." pekik Dona menatap nyalang pada perempuan biadap yang berdiri hanya tersenyum padanya.

Shandra membungkuk, dan meraih wajah Dona. Dia melakukan penekanan di sana. "Lalukan perintahku! Maka kau akan selamat, kau mau kan?"

DEG.

Tidak ada lagi waktu untuk berpikir bagi Dona, walaupun dua pilihan itu sama buruknya. Tapi setidaknya salah satunya tidak merusak dirinya.

"Ayo cepat jawab? Kenapa kau hanya diam Gadis kecil?!" bentak Shandra menekan jemari tangannya di wajah Dona.

"Ba-bagaimana aku bisa menjawab Mih, kau menyakitiku!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With My Ex
9.1
Tepat sebelum janji suci terucap, Bella Nayaka hancur saat Alura Gayatri muncul mengklaim mengandung anak Ellard William. Alih-alih membela Bella, Ellard justru memilih menikahi selingkuhannya itu. Meski dikhianati setelah dua tahun bersama, Bella yang masih mencintai Ellard nekat hadir di hari pernikahan mantan kekasihnya tersebut. Apakah pengorbanan Bella akan berujung sia-sia, ataukah ada rencana tersembunyi saat ia kembali menghadapi Ellard?
Sampul Novel Aku Sayang Om
8.1
Noelia, siswi SD berusia delapan tahun, tumbuh tanpa orang tua dan hanya diasuh oleh Tante Novi. Kesehariannya yang sepi berubah sejak kehadiran pasangan pengantin baru, Wisnu dan Santi, sebagai tetangga. Kehangatan Wisnu memberikan Noe kasih sayang figur ayah yang selama ini ia dambakan. Seiring berjalannya waktu, kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun menumbuhkan benih cinta di hati Noe, hingga akhirnya ia berani menyatakan perasaan sayangnya pada Wisnu.
Sampul Novel Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
8.7
Nadia adalah wanita ambisius yang terbiasa hidup dalam kemewahan. Namun, dunianya berubah saat ia bertemu Akbar, seorang penghafal Al-Qur'an yang sangat sederhana. Di tengah ambisinya, Nadia mulai meragukan nilai materi setelah mengenal spiritualitas Akbar. Kini ia bimbang antara menjaga gengsi sosial atau memilih cinta sejatinya. Sayangnya, keluarga Nadia menentang keras karena perbedaan kasta ekonomi. Mampukah mereka bersatu meski terhalang tembok status sosial?
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita adalah wanita lugu di pelosok Cianjur yang hidupnya sangat tertutup bahkan setelah menikah melalui perjodohan. Jarang bersosialisasi membuat Sita tidak mengenal dunia luar, termasuk kurangnya edukasi seksual. Kondisi ini membuat suaminya, Danu, merasa kecewa karena sikap Sita yang sangat pasif saat di ranjang. Ketidaktahuan Sita soal gairah dan hubungan intim diduga menjadi penyebab mereka sulit mendapatkan keturunan meski sudah lama membina rumah tangga.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.