Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairang seorang pembantu penggoda

Gairang seorang pembantu penggoda

Hana, gadis muda berusia dua puluh tahun, merantau ke kota besar demi menghidupi keluarganya. Ia bekerja sebagai pelayan di kediaman seorang triliuner tampan. Tergiur kekayaan melimpah, Hana nekat menggoda majikannya dan terjebak dalam hubungan gelap sebagai pemuas nafsu. Hari-harinya diisi gairah panas di setiap sudut mansion demi pundi uang. Namun, titik jenuh membuatnya ingin berhenti. Mampukah Hana lepas dari jerat kenikmatan dan uang yang selama ini mengikatnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hana berada di belakang tubuh James– Tuan mudanya, jari lentiknya nan lembutnya mulai memijat bahu lebar milik sang majikan.

Hana bukannya memijat tapi mengelus pundak James hingga ke tengkuk belakang milik Tuannya, yang sudah memejamkan mata menikmati setiap sentuhan jari milik Hana. Hana terus menggoda hingga jarinya berada naik di daun telinga James. Tubuhnya pun sengaja di bungkukan agar dada indah milik Hana menempel di pundak Tuannya.

Sedikit menggesek dan menekan dua buah benda kenyal itu di pundak James. Sampai James berdesis saat dua benda kenyal membuat otaknya hampir kehilangan akal.

"Sstt…! Ah…!" desis James, dengan erangan kecil tapi mampu membuat Hana semakin menggoda tuannya.

Hana kembali memijat pundak James setelah puas memberi sedikit godaan pada Tuan muda, lalu ia pun mencoba untuk sedikit memijat bagian depan James dengan tangannya meraba dan mengelus dari belakang.

Tangan nakal Hana bekerja secara aktif bergerak lincah, kesana kemarin, hanya untuk melihat gairah James yang duduk tidak nyaman.

Akhirnya Hana membuka suara hanya untuk memastikan tuannya. "Tuan apa saya perlu mengambilkan minyak panas untuk mengolesi pundak Anda, sepertinya pundak Anda terasa kaku."

"Apa memang seperti itu?" tanya James.

"Ya tuan karena saya merasakan pundak Anda kaku, dan itu tidak baik untuk tulang dan syaraf Anda," Hana sedikit berbohong pada James agar misi menggoda tuannya dapat segera selesai dan Tuannya terbakar gairah karena perbuatannya.

"Kalau begitu ambillah, dan segera kembali," titah James menyuruh Hana mengambil minyak panas untuknya.

Dengan seulas senyum manis dan menggoda hanya berlalu pergi mengambil minyak panas di dalam kamarnya, Hana yakin dengan adanya minyak itu akan membuat semuanya berjalan lancar tanpa ada gangguan dari siapapun.

James melihat Hana berjalan keluar ruang kerjanya, pandangannya tak luput dari tubuh indah Hana yang hanya memakai baju tipis, dengan belahan dress sampai tepat berada di bagian belakang Hana.

G-string merah senada dengan dressnya terlihat sempurna di lekuk tubuh Hana sehingga James meneguk saliva kasarnya, tangannya pun mengusap kasar wajahnya, gairah yang selalu dipendamnya bangkit hanya karena bokong Hana terpampang jelas di matanya.

James pun mengumpat kesal, tidak menyangka pembantunya yang baru bekerja satu minggu berani menggodanya dengan pakai- pakaian terbuka, tidak tahukah James selalu menahan gairahnya selama ini. Dan pada akhirnya ia pun sudah tidak tahan dengan godaan dari pembantunya.

••••

Lima belas menit kemudian.

Senyum cerah terbit di wajah cantiknya, ia senang pada akhirnya sang majikan tergoda padanya, hanya dengan sentuhan kecil namun memabuk membuat imajinasi liar tentang tuannya semakin menggebu, ditambah lagi erangan kecil yang keluar dari mulut pria yang sudah memenuhi pikiran nakalnya. Mendengar itu saja membuat pusat milik Hana basah, apalagi jika benda pusaka milik tuannya memenuhi tubuhnya.

"Ah… tuan kau benar- benar membuatku menginginkanmu!" ujar Hana pada dirinya sendiri, yang tidak akan didengar oleh tuannya.

Hana pun keluar dari dalam kamarnya tidak mau terlalu lama disana, cairan licin yang dicarinya sudah ditemukan. Selanjutnya Hana kembali ke ruang kerja majikannya.

Malam ini Hana harus mendapatkan apa yang diinginkan, walaupun ia harus bekerja keras menggoda James– majikannya.

Lorong mansion yang sudah gelap tidak membuat Hana takut, tekadnya sudah bulat, untuk mendapatkan James. Ia turus berjalan sampai  Hana bertemu pintu ruang kerja sang tuan.

Sebelum masuk Hana merapikan dressnya, rambutnya di kuncir asal sehingga leher jenjang Hana terekspos sempurna, setelah merapikan penampilannya barulah Hana masuk ke dalam.

Jalan Hana pun sengaja di lenggak lenggokan bagaikan seorang model berjalan di catwalk.

Hana mendekatkan dirinya pada sang Tuan tersenyum semanis mungkin di depan tuannya.

"Tuan maaf menunggu lama, aku harus mencari minyaknya terlebih dulu," kata Hana, suara nan seksi membuat lamunan James buyar.

James melihat Hana sudah berada di depannya, tersenyum manis. Dan menatapnya intens

"Langsung saja pijat! Pundakku terasa kaku semua." James menyuruh Hana langsung memijat pundaknya.

Hana hanya tersenyum menimpali ucapan James, ia pun berjalan ke belakang tubuh James.

Tangan James yang berada di sisi meja kerjanya sengaja disenggol oleh Hana sehingga tangannya James tak sengaja memegang pusat inti kenikmatan Hana.

James sendiri terkejut saat Hana menyenggol tangannya, dan apa yang tadi sedikit di sentuhnya? Pusat kenikmatan Hana yang terasa lembut walaupun masih tertutup dengan kain tipis.

"Sial!" umpat James. Bertambah frustasi. Gairah semakin membara seperti api yang tersiram bensin.

Tapi James harus menahan gairah itu, ia tidak ingin sisi lain dari dirinya keluar dan menerkam Hana begitu saja.

Akan tetapi siapa sangka, tangan nakal Hana justru membuat gairahnya tidak dapat dikendalikan. Tangan James mengepal, matanya tertutup. Menikmati pijatan Hana.

Tak sampai disitu, Hana sengaja menjatuhkan botol minyak di kursi James. Tepat diantara pusaka ajaib.

"Tuan maaf saya tidak sengaja menjatuhkan botolnya."

Dengan kesabaran ekstra James hanya pasrah tidak menimpali perkataan Hana.

Hana pun mengambil botol itu, sedikit membungkukkan badannya dari belakang kursi James.

Dua benda kenyalnya menempel di pundak kanan James, tangan Hana mengambil tapi dengan sedikit menyentuh dan mengelus pusaka milik James.

James yang mendapat perlakuan seperti itu pun akhirnya gelap mata. Ia menarik Hana sehingga Hana duduk di pangkuannya.

"Apa yang kau lakukan Hana? Kau telah membangunkan singa tidur?" kata James dengan suara deep voice nya.

"Tu– tuan kenapa? Apa tuan sakit?" balas Hana, pura- pura tidak tahu.

"Ck…! Kau bilang aku sakit! Tentu saja tidak! Tapi kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu!"

"Ma– maksud Tu–!" belum sempat Hana menyelesaikan kalimatnya, James sudah terlebih dulu menyumpal bibir Hana dengan bibirnya.

Mencium gadis itu kasar, menuntut, tak ada kelembutan. Lidahnya ikut bermain di bibir Hana sebelum masuk ke dalam rongga mulut Hana.

Tangan James yang diam mulai bergerak aktif mengelus paha mulus Hana, menaik turunkan di sekitar paha Hana, sebelum tangan nakal James naik ke pangkal paha Hana.

Dan tangan sebelah James menarik tengkuk Hana, agar memperdalam ciumannya.

James pun menyesap dan menggigit bibir mungil Hana, agar mempermudah lidahnya masuk ke dalam dan mengeksplor rongga dalam mulut Hana.

Sementara Hana merasa senang Tuannya terpancing gairahnya, suatu keuntungan bagi Hana untuk bisa bermain dan merasakan sentuhan dari tuannya.

Hana pun tak tinggal diam, ia pun membalas ciuman James, liar. Walaupun ia tidak bisa mengimbangi ciuman James.

Tangan Hana yang tadi berada di tengah- tengah pangkal paha James bergerak bebas, mengelus, dan sedikit meremas pusaka James. Sesekali tangannya memegang pusaka James agar tahu bentuk milik dari sang majikannya.

James pun membawa Hana ke atas meja kerjanya, tanpa melepas ciuman mereka, kaki Hana pun di buka lebar oleh James, untuk mempermudah jarinya bermain klitoris Hana.

Ciuman James berpindah dari bibir ke kuping, menjilat kuping Hana, hingga sang empu bergeliat, mendesah.

"Ah… tuan!" desah Hana, terdengar merdu di kuping James.

Mendengar desahan seksi Hana membuat James semakin gila, jarinya yang berada di pusat kenikmatan Hana pun mulai bermain. Mengusap klitoris Hana hingga sang pemilik mengerang penuh kenikmatan.

"Tuan! Kau membuatku gila!" kata Hana, menikmati jari James mengusap titik pusatnya.

"Ini belum seberapa nikmatilah Hana kalau belum berada di atas kenikmatan."

"Apa tuan sedang menyiksaku?" tanya Hana lagi pada James.

"Menyiksa bukanlah bagianku! Tapi jika kau menyukai, aku tidak akan segan- segan menyiksamu!"

James pun beralih mencium leher jenjang Hana, turun hingga berada di dua benda kenyal milik Hana.

Baju tipis milik Hana pun dirobek oleh James dengan tangannya yang kosong. Dan benar saja Hana tidak memakai bra.

Bentuk dua buah dada Hana pun terpampang jelas dengan nipple pink yang siap untuk dihisap.

Lidah James pun mulai bermain di nipple pink Hana, menyesap, menjilati bahkan menggigit nipple pink itu secara bergantian.

Tangan James berada di bawah mulai masuk ke dalam gua lembab milik Hana, mengoyak pusat kenikmatan Hana.

Hana sendiri pun di buat pasrah tidak bisa melakukan apapun, hanya bisa menikmati setiap sentuhan nakal dan liar dari majikannya. Mendesah, mengerang sampai menggema seisi ruangan.

"Ah… Tuan… Mmpphh!" kata Hana, bibir bawah Hana ia gigit. Matanya terpejam menikmati jari dan lidah James menjamah tubuhnya.

Lalu, ciuman itu turun ke bawah sampai berada di pusat kenikmatan Hana.

James menundukan kepalanya tepat berada di depan pusat Hana, tubuhnya James pun di bongkokan agar ia bisa mensejajarkan kepalanya di depan kenikmatan Hana.

Kaki Hana di taruh ke pundak James, kiri dan kanan, tangan kedua James sudah berada di dua benda kenyal Hana.

Kemudian James menarik G-string Hana dengan mulutnya, walaupun sedikit kesusahan tapi Hana membantunya. Hingga tubuh polos Hana sudah tidak memakai satu helai benang pun.

Dan barulah James memulai kembali permainannya yang sempat tertunda, dan kini James bermain di pusat kenikmatan Hana dengan lidah dan jarinya.

"Tu– tuan! Ah… please!" mohon Hana, bergelinjat nikmat sampai tubuhnya sedikit naik ke atas.

"Nikmati saja sayang, aku masih belum puas bermain!"

Jari dan lidah James berlomba- lomba saling memimpin, memberikan siksaan pada Hana yang tengah mendesah hebat saat klitorisnya dijilat dengan lidah James.

Tangannya James pun seirama dengan jilatannya. Sampai cairan hangat milik Hana keluar, orgasme pertama Hana membanjiri jari tangan milik James.

Seakan belum puas dengan permainannya, James kembali menjamah tubuh Hana, dan kali ini Hana ikut andil dalam permainan ini, ia tidak ingin kalah dari James.

Hana mulai mencari pengait kain yang menutupi aset pusaka milik James, sampai ia menemukan apa yang dicarinya. Hana membuka pengait itu.

Pertama kali yang sentuhnya setelah pengait itu terbuka yaitu benda pusaka James yang keras, siap untuk memporak- porandakan inti pusat tubuhnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, putri konglomerat berdarah Jerman-Bali, didera duka setelah dikhianati Rangga dan kehilangan calon suami keduanya, Kim, dalam sebuah tragedi maut. Demi memulihkan hati, ia pindah ke Jerman, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rangga dan Maharatih yang jahat. Akibat jebakan obat perangsang, Renata hamil oleh CEO tampan Alexander Maxwell. Meski Maharatih mencoba memanipulasi keadaan, pengakuan Rangga akhirnya membongkar semua kebusukan tersebut.
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
8.7
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya demi menangkal kutukan nasib buruk pria itu, yang mana semua istrinya selalu meninggal dua hari setelah menikah. Alih-alih diperlakukan layak, Aminarsih justru disembunyikan di dalam rumah kosong yang menyeramkan. Di tengah kesendirian dan kengerian tempat itu, ia harus bertahan hidup dengan hanya mengandalkan bantuan dari sebatang pohon apel serta hewan-hewan seperti tikus, kecoak, dan semut yang kini ia anggap sebagai keluarganya.
Sampul Novel Istriku, Jaminan Bisnis Ayahku
9.1
Elias Pradana, pengusaha sukses yang merasa terjebak dalam hampa pernikahan bersama Safira, menemukan pelipur lara pada sosok Dina. Kepolosan gadis desa itu membawa warna baru saat hubungannya dengan sang istri mendingin pasca insiden pahit. Namun, keadaan berbalik ketika Safira berusaha berubah kembali menjadi wanita yang dulu dicintai Elias. Merasa menjadi beban, Dina memilih pergi menghilang. Kini Elias terjebak di persimpangan antara masa lalu dan kebahagiaan barunya.
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Midori, gadis blasteran berusia 18 tahun bermata biru, tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe saat berlibur di pemandian air panas Jepang. Insiden itu memicu obsesi mendalam di hati Kenzo, meski ia telah dijodohkan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Hubungan mereka pun terbentur tembok tradisi serta jarak antara Tokyo dan Perth yang memisahkan. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo di tengah segala rintangan? Sebuah sekuel emosional dari kisah cinta miliarder.
Sampul Novel Pilihan Yang Membawa Petaka
8.9
Nerissa, mahasiswi S2 yang cerdas, hancur saat tabungannya dicuri oleh saudara tirinya. Demi biaya kuliah dan magang, ia nekat mencari dukungan finansial dari CEO kaya bernama Leonard Alaric. Meski awalnya hanya sepakat untuk satu malam, Leonard justru terobsesi dan mulai mengendalikan hidup Nerissa dengan kekuasaannya. Di tengah dilema moral dan tekanan kemewahan, mampukah Nerissa lepas dari dominasi Leonard atau justru terjebak selamanya dalam jerat sang miliarder?