Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah

Gairah

Banyak yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah pengalaman yang sangat indah. Namun, apakah perasaan itu akan tetap terasa manis jika hati tertambat pada sosok yang sudah menjadi milik orang lain? Situasi menjadi semakin rumit ketika orang tersebut adalah pasangan dari sosok yang sangat kita sayangi. Kisah romansa dewasa ini mengeksplorasi konflik batin dan gairah terlarang yang menguji kesetiaan serta nurani dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.
Bab
Bagikan

Bab 1

RAHMAT POV..

Namaku Rahmat usiaku 32 tahun. Istriku bernama Farida usia 27 tahun . Kami sudah menikah 3 tahun . Kehidupan rumahtangga kami  harmonis biarpun belum ada seorang anak di antara kami. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta sedang kan istriku Farida mempunyai butik busana muslim.

Istriku mempunyai adik bernama Aisah masih kuliah. Aisah yang diam-diam selalu aku perhatikan , Aisah yang bisa membuat kejantananku  meronta tegang menginginkan pelepasan. Aisah yang telah menjadi fantasi ku selama 3 tahun aku menjadi suami kakaknya Farida.

Aku tinggal tidak jauh dari rumah orang tua Farida. Rumah mertuaku di depan rumah kami, itu yang membuat aku sering kali bertemu dengan Aisah.

Aisah gadis yg lugu belum pernah mengenal lelaki secara mertuaku yang terlalu protektif menjaga gadis itu.

Aku baru saja keluar dari kamar dan bersiap siap ke kantor. Ketika aku masuk ke dapur, aku melihat Aisah lagi memasak, mungkin lagi masak sarapan buatku. Memang kadang Aisah ke rumahku buat bantu bantu karena Farida kalau ramai pesanan di butik selalu pergi lebih pagi seperti hari ini.

Ini kesempatan buat aku untuk lebih dekat dengan Aisah, aku gak peduli biar pun Aisah adik ipar ku sendiri.

Aku sengaja diam diam berdiri di belakang Aisah, rupa nya dia tidak tau kalau aku sedang di belakang nya. Setelah mematikan kompor, Aisah berbalik ingin mengambil piring dan langsung menabrak ku.

       "Aduh, ... Pekik Aisah terkejut.

Aku langsung ambil kesempatan memeluk pinggang Aisah.

Aisah langsung merona malu ketika merasa aku memeluknya.

       "Mas Rahmat lepasin Aisah , kata Aisah sambil berusaha melepaskan pelukanku.

        "Kamu masak apa Syah sahutku tak memperdulikan usaha Aisah yang berusaha melepaskan pelukanku.

         "Aisah masak nasi goreng ," sambil tersipu malu.

         "Hmm, pasti enak masakan kamu Syah", tanganku masih tetap merangkul pinggang Aisah.

        "Mas lepas , Aisah mau siapin nasi gorengnya"

Dengan terpaksa aku melepaskan rangkulanku di pinggang Aisah dan berbalik duduk di meja makan sambil menunggu Aisah menyiapkan nasi goreng bikinan nya.

         "Kamu sudah punya pacar Syah , tanyaku.

         "Belum Mas, Aisah masih fokus sama kuliah gak pikiran pacaran dulu " , jawab Aisah malu malu sambil mengambilkan nasi goreng ke piringku.

         "Bagus , lebih baik kamu fokus sama kuliah dulu", aku langsung menyetujui perkataan Aisah karena aku pasti tidak mengijinkan nya mempunyai pacar karena Aisah milikku.

         "Sini duduk Syah temenin mas sarapan , gak enak rasanya sarapan sendirian".

          "Mbak mu jarang bisa menemani  mas sarapan karena selalu sibuk"

Aisah akhirnya duduk di depan ku sambil mengambil sarapan buatnya.

        "Mas boleh sekali sekali Wa atau telpon kamu Syah?", tanya ku setelah kami cukup lama diam sambil menikmati sarapan pagi kami.

       "Mas ada perlu sama Aisah sampai mau Wa atau telpon , tanya Aisah kebingungan dengan pertanyaanku

       "Gak juga , mas cuma mau ngobrol aja sama kamu, boleh ya ", rayu ku sambil memandangi wajah cantik Aisah.

       "Iya , boleh mas ".

       "Kamu kuliah jam berapa hari nih"

        "Jam 10 mas".

Aku mengambil dompet dari saku belakang celana dan mengeluarkan uang berwarna merah beberapa lembar yang mengulurkan nya ke Aisah.

          "Nih ambil Aisah buat ongkos dan keperluan kamu".

          "Gak usah mas , Aisah masih ada uang dari Bapak sama juga di kasih mbak Farida", tolak Aisah.

Aku tarik tangan Aisah dan aku selipkan uang ke tangannya.

        "Ambil lah gak usah malu " , sahutku sambil berdiri bersiap siap mau ke kantor.

       "Makasih , mas".

       "Kalo gitu mas pergi ke kantor dulu, kamu hati hati nanti ke kampusnya sambil melangkah keluar siap ke kantor .

Aisah menemaniku sampai ke pintu depan. Aku merasa seperti di antar sama istri aja pikirku senang.

         "Mas hati hati ya di jalan", sahut Aisah sambil tersenyum manis.

Aku tersenyum senang sambil melambai tangan membawa mobil keluar dari halaman rumah.

Hari nih aku merasa ada kemajuan dengan Aisah. Dia mulai tidak canggung lagi denganku kakak iparnya. Aku tersenyum mesum.

Sedikit lagi kamu akan takluk dalam genggamanku adik ipar. Kau pasti menjadi milikku pikirku sambil tersenyum.

To be continued..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.5
Dua tahun setelah melarikan diri ke luar negeri akibat cinta satu malam dengan pria yang dikira model bar, Yasmin Tanoto kembali ke Kota Imperial. Siapa sangka, pria tersebut adalah Daniel Guntur, penguasa mutlak kota sekaligus anak tiri tantenya sendiri. Tanpa sepengetahuan Daniel, Yasmin telah melahirkan anak kembar tiga mereka. Saat rahasia ini mulai terkuak melalui pertemuan tak terduga anak perempuannya dengan sang miliarder dingin, takdir mereka pun berubah sepenuhnya.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.6
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak, pria yang melamarnya di sebuah pulau pribadi dengan kemegahan kembang api. Namun, menjelang pernikahan, Adrian mendadak hilang. Saat melacaknya, Diana justru mendengar rencana busuk Adrian yang hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin jijik dan berniat kabur di hari pernikahan mereka. Menolak dipermalukan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Adrian yang kini frustrasi mencari pengantinnya yang hilang di seantero Kota Jama.
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, pewaris tunggal ningrat, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru setelah kematian putri sulungnya. Nadira, gadis 19 tahun, terpaksa menjadi istri kedua demi biaya pengobatan ibunya meski ia sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di kediaman Rafindra, Nadira menderita akibat perlakuan buruk istri pertama tanpa perlindungan dari suaminya. Mampukah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca
9.5
Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Kanaya terbiasa hidup mandiri setelah kepergian orang tuanya yang dulu menikah tanpa restu. Meski sukses menjadi asisten CEO dan memiliki suami tampan bernama Lukman, duka menyelimuti tahun keempat pernikahan mereka karena belum hadirnya buah hati. Kepercayaan Kanaya hancur saat mengetahui Lukman ternyata telah berpoligami. Kepedihan kian mendalam karena ibu mertuanya justru merestui pengkhianatan tersebut. Mampukah Kanaya bertahan di tengah badai ini?