Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah

Gairah

Banyak yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah pengalaman yang sangat indah. Namun, apakah perasaan itu akan tetap terasa manis jika hati tertambat pada sosok yang sudah menjadi milik orang lain? Situasi menjadi semakin rumit ketika orang tersebut adalah pasangan dari sosok yang sangat kita sayangi. Kisah romansa dewasa ini mengeksplorasi konflik batin dan gairah terlarang yang menguji kesetiaan serta nurani dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

AISAH POV

Aku baru saja sampai ke kampus, turun dari ojek online, aku langsung melangkah masuk ke halaman kampus sambil merapikan rambut .

Hari ini entah kenapa rasa nya hati ku senang sekali karena Mas Rahmat tadi pagi mengajak aku ngobrol.

Aku selalu merasa apa yang aku rasakan adalah salah, seharusnya tidak boleh ada perasaan yang sekarang aku rasakan.

Ya, aku Aisah mempunyai perasaan dengan Rahmat suami kakak ku sendiri.

Setiap aku melihat Mas Rahmat selalu saja ada pikiran pikiran terlarang yang seharusnya tidak boleh ada.

Aku terkadang pingin merasa bagaimana rasanya di peluk mas Rahmat.

Tadi pagi di dapur rasanya jantungku mau lepas ketika mas Rahmat memeluk pinggangku.

Tubuhku seperti merasa getaran listrik. Hati berdebar, perasaan senang aku rasakan. Aku pingin merasakan di peluk dengan erat lebih lama lagi tapi itu sesuatu yang bener bener Terlarang untukku.

Setelah sampai di ruang kelas tiba tiba hp ku berbunyi tanda Wa masuk.

Mas Rahmat :

Sudah sampai ke kampus Syah

Aku tersenyum senang ternyata Wa itu dari mas Rahmat. Segera aku balas Wa nya

Sudah mas , baru aja mau masuk ke kelas

Aku bersiap mulai perkuliahan ketika dosen masuk ke kelas. Tidak ada Wa balasan dari mas Rahmat lagi padahal aku sudah berdebar menunggu Wa dari mas Rahmat.

Apa mas Rahmat lagi sibuk ya pikir ku menerawang sama sekali tidak bisa konsentrasi pada pelajaran yang di sampaikan dosen hari nih.

Aku liat lagi hp ku yang masih belum ada Wa dari mas Rahmat

Mas lagi sibuk ya di kantor

Aku bener gak sabar menunggu Wa dari Mas Rahmat sampai sampai aku Wa ulang. Setelah sekian menit aku menunggu balasan tidak ada juga. Dengan kesal akhir nya aku masukan hp ku ke dalam tas dan berusaha konsentrasi dengan materi yang dosen sampaikan .

Bodoh, pikir aku kesal . Aku gak bakal bales Wa dari mas Rahmat kalau dia Wa aku nanti.

"Syah habis kuliah jalan yuk", sahabatku Anisa menghampiri ku setelah selesai jam kuliah pertama ku.

Aku hari nih ada 2 mata kuliah, tapi rasa nya mau ikut mata kuliah yang ke dua aku merasa gak mood pinginnya pulang saja.

Gak tau kenapa hati ku rasanya kesal dan kecewa , apa mungkin karena mas Rahmat.

"Aku mau pulang aja deh Nis ", sambil membereskan buku-buku.

"Lho, kok pulang. Kita kan masih ada mata kuliah Syah", sahut Anisa bingung.

"Aku gak enak badan", jawabku bohong. Sambil melangkah keluar kelas.

"Ya uda nanti aku absenin aja ya", kata Anisa sambil menjajari langkahku keluar kelas.

"Makasih ya Nis",

Sampai di depan kelas aku segera mengeluarkan hp karena mau pesan ojek online buat pulang. Aku melihat ada Wa dari Mas Rahmat. Hatiku langsung deg degan. Perasaan kesal tadi hilang, buru buru aku buka Wa mas Rahmat.

Mas Rahmat :

Mau gak makan siang dengan mas, kebetulan mas lewat kampus kamu ?",

Aku langsung tersenyum senang. buru buru membalas Wa mas Rahmat.

Boleh mas kebetulan Aisah gak ada kuliah lagi

Nanti kalo mas sudah di depan kampus kabarin aja.

Sambil tersenyum aku melangkah ke depan gerbang bermaksud menunggu mas Rahmat.

"Siapa sih Syah yang Wa kamu sampai seneng gitu", tanya Anisa yang masih setia mengikuti ku.

"Eh, bukan siapa siapa cuma temen", jawab ku salah tingkah.

"Ya uda aku duluan ya Nis , tolong titip absen ", nyengir ku sambil berjalan menuju pintu gerbang kampus bermaksud menunggu di sana saja

Cukup lama aku sudah berdiri menunggu kabar dari mas Rahmat tapi masih belum ada Wa yang masuk ke hp ku. Tiba tiba ada mobil yang berhenti di depanku dan itu mobil mas Rahmat. Kaca mobil di turunkan dan aku melihat wajah mas Rahmat muncul.

"Ayo masuk Syah", sambil membuka pintu mobil dari dalam.

Aku bergegas masuk ke dalam mobil dan mobil langsung meluncur ke jalan.

"Sorry, lama gak nunggu nya Syah", tanya mas Rahmat sambil melirikku.

"Gak juga mas, baru sebentar padahal tadi aku sudah kesal karena merasa menunggu lama tapi ketika mas Rahmat sudah datang rasa kesalku hilang malah berganti rasa deg degan dan senang.

"Kamu mau makan di mana Syah ", tanya mas Rahmat sambil fokus nyetir menerobos kemacetan di jalan.

"Aisah terserah mas aja ", sahut ku sambil sekali kali melirik mas Rahmat. Entah kenapa hati ku senang sekali padahal seharusnya itu tak boleh karena mas Rahmat adalah kakak ipar ku.

"Beneran nih terserah mas ".

"Gimana kalau mas mau nya makan kamu aja", kata Rahmat sambil melihat Aisah .

Aku langsung menoleh terkejut ketika mendengar perkataan Mas Rahmat. Kami saling menatap. Setelah sekian detik saling bertatapan, aku menundukkan kepala karena malu. Kurasakan pipi ku yang hangat pasti merah sekali warnanya.

Aku kembali terkejut ketika merasakan belaian jari mas Rahmat di pipi ku yang panas, aku rasakan jari mas Rahmat mengapit daguku dan mengangkat wajahku , kami saling bertatapan lagi.

"Maaf mas bikin kamu jadi malu gini, jangan di pikiran tapi mas serius lho", sahut Rahmat sambil tersenyum.

Aku terdiam tak tau mau menjawab apa lagi. Kami akhir sampai di rumah makan ayam penyet. Aku masih aja terdiam di dalam mobil.

"Yuk turun , kita makan di sini aja", kata Rahmat sambil keluar dari dalam mobil. Dia membukakan pintu buat ku. Aku langsung buru buru turun dari dalam mobil.

Mas Rahmat mengandeng tangan ku membuat aku merasa deg degan . Kami lalu duduk di pojokan yang agak tersembunyi karena ada pot tanaman di depan meja kami , itu yang membuat kami berdua gak terlalu keliatan.

Setelah memesan makanan kami berdua jadi terdiam. Tiba-tiba mas Rahmat menggenggam kedua tanganku yang ada di atas meja.

"Mas minta maaf kalau malah buat kamu jadi malu Syah karena perkataan mas tadi".

"Tolong jangan di pikirkan ", kata mas Rahmat sambil mengelus-elus tangan.

"Iya mas...", Aku bingung mau jawab apa ke mas Rahmat. Aku cuma bisa menunduk tersipu malu.

Makanan kami akhirnya datang dan kami makan dalam diam. Setelah selesai makan kami berdua bergegas keluar karena Rahmat harus segera ke kantor lagi .

"Mas antar kamu pulang dulu ya Syah ".

"Gak usah Mas biar Aisah naik taksi aja, entar malah bikin Mas telat ke kantornya", sahut ku .

"Gak apa-apa Syah , biar Mas antar kamu ya", kata Rahmat sambil memaksa.

"Iya deh kalau gak ngerepotin mas Rahmat. Aku akhirnya mau di antar mas Rahmat pulang karena rasanya aku masih belum mau pisah sama Mas Rahmat.

Akhirnya Rahmat mengantarkan Aisah pulang selama perjalanan mereka diam sibuk dengan pikiran masing-masing.

To be continued..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.5
Dua tahun setelah melarikan diri ke luar negeri akibat cinta satu malam dengan pria yang dikira model bar, Yasmin Tanoto kembali ke Kota Imperial. Siapa sangka, pria tersebut adalah Daniel Guntur, penguasa mutlak kota sekaligus anak tiri tantenya sendiri. Tanpa sepengetahuan Daniel, Yasmin telah melahirkan anak kembar tiga mereka. Saat rahasia ini mulai terkuak melalui pertemuan tak terduga anak perempuannya dengan sang miliarder dingin, takdir mereka pun berubah sepenuhnya.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.6
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak, pria yang melamarnya di sebuah pulau pribadi dengan kemegahan kembang api. Namun, menjelang pernikahan, Adrian mendadak hilang. Saat melacaknya, Diana justru mendengar rencana busuk Adrian yang hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin jijik dan berniat kabur di hari pernikahan mereka. Menolak dipermalukan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Adrian yang kini frustrasi mencari pengantinnya yang hilang di seantero Kota Jama.
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, pewaris tunggal ningrat, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru setelah kematian putri sulungnya. Nadira, gadis 19 tahun, terpaksa menjadi istri kedua demi biaya pengobatan ibunya meski ia sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di kediaman Rafindra, Nadira menderita akibat perlakuan buruk istri pertama tanpa perlindungan dari suaminya. Mampukah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca
9.5
Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Kanaya terbiasa hidup mandiri setelah kepergian orang tuanya yang dulu menikah tanpa restu. Meski sukses menjadi asisten CEO dan memiliki suami tampan bernama Lukman, duka menyelimuti tahun keempat pernikahan mereka karena belum hadirnya buah hati. Kepercayaan Kanaya hancur saat mengetahui Lukman ternyata telah berpoligami. Kepedihan kian mendalam karena ibu mertuanya justru merestui pengkhianatan tersebut. Mampukah Kanaya bertahan di tengah badai ini?