Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah sang Gadis

Gairah sang Gadis

Sejak kecil, hidupku terkekang oleh aturan konservatif Ibu yang memaksaku memakai bodysuit ketat berikat simpul mati demi menjaga kesucian. Gesekan konstan pakaian kasar itu memicu gatal tak tertahankan, membuatku mencari cara ekstrem untuk meredakannya, bahkan dengan memasukkan berbagai benda besar. Saat Ibu tewas dalam kecelakaan dan aku akhirnya bisa melepaskan pakaian terkutuk itu, kelegaan yang kunantikan tidak pernah datang. Rasa tidak nyaman yang jauh lebih mengerikan justru mulai menggerogoti tubuhku.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku langsung panik, karena pengurus asrama kami sangat ketat. Begitu bel berbunyi langsung tidak diperbolehkan untuk memasuki asrama lagi. Jika tidak, mereka akan menelepon dosen pembimbing.

Biasanya, aku pasti akan berlari sekencang mungkin untuk kembali, tapi hari ini aku tidak melakukannya.

Aku malah memberanikan diri sembari melihat si tampan dengan malu. “Kak, bel asrama sudah berbunyi, nggak diperbolehkan untuk masuk lagi. Apa kamu bisa bawa aku untuk nginap semalam di tempatmu?”

Usai berbicara, aku pun merasa menyesal. Apa dia akan merasa aku adalah wanita murahan?

Tidak disangka, Jason hanya merasa syok sejenak saja, kemudian dia pun mengangguk tanda memperbolehkannya.

Pada akhirnya, Jason kepikiran sebuah cara bagus. Tadi siang dia menjemur selimut. Jadi, dia menggulungku di dalam selimut, kemudian membawaku kembali ke asrama.

Ternyata cara ini ampuh untuk membohongi pengurus asrama.

Setibanya di asrama, Jason menurunkanku di atas ranjang. Dia menutup tirai tempat tidur, lalu pergi membasuh tubuh.

Aku memeluk bantalnya sembari meringkuk. Rasa bahagia tumbuh di hatiku.

Aku diam-diam mencungkil sebuah lubang, lalu mengintip bayangan punggung tegap. Tercium juga aroma kejantanan yang kuat di hidungku.

Hasrat bagian bawah tubuhku semakin kuat lagi. Aku spontan meringkukkan jari kakiku, lalu berusaha untuk mengendalikan hasrat yang hampir membuatku runtuh itu.

Lantaran tidak sanggup menahan, aku mengopek ke bawah. Hanya sedikit saja, alhasil aku pun kehilangan kendali, langsung membasahi atas ranjang.

Celaka! Aku telah membasahi kasur pria tertampan di sekolah. Bagaimana ini? Apa dia akan memberi hukuman berat kepadaku? Dia akan menyuruhku untuk mengangkat bokongnya, lalu menjambak rambutku, kemudian ….

Semakin dipikir-pikir, aku semakin mendambakannya saja. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mengapit kakiku, tetapi sekujur tubuhku tetap gemetar.

Terdengar suara aliran air dari kamar mandi. Aku bagai seorang maling saja, mencondongkan kepalaku untuk melihat.

Teman satu asrama Jason sudah mengorok hebat. Setelah memastikan mereka semua telah tertidur, aku diam-diam menuruni ranjang, lalu membungkukkan tubuhku ke sisi pintu kamar mandi.

Dari celah pintu, aku bisa melihat punggung kekar dan lebar pria tertampan di sekolah. Lekuknya sangat kelihatan. Dadanya tegap, otot perut dan pinggangnya juga indah.

Air menetes dari ujung rambut, kemudian jatuh ke atas bahu, lalu mengalir ke bagian otot perutnya. Hormon yang kuat itu telah memenuhi isi kamar.

Terutama bagian anu Jason itu, astaga, aku memang tahu dia memiliki ukuran yang berbeda dari orang pada umumnya. Namun, ketika melihat secara langsung, aku bisa merasakan betapa jantannya hingga aku kehabisan kata-kata.

Di benakku terus terlintas khayalan aku sedang berperang hebat bersama Jason. Aku pun spontan menelan air liurku.

Sebuah pemikiran yang pemberani dan gila terlintas di benakku. Aku tidak bisa bersabar lagi. Aku ingin segera tidur dengan Jason. Aku ingin dikasari olehnya.

Demi menjamin kelancaran rencanaku, aku mengeluarkan beberapa butir obat tidur dan juga sebutir kapsul pembangkit gairah.

Tadinya aku mempersiapkan obat ini untuk bos jasa kurir. Sayangnya aku tidak berhasil mendapatkannya. Untung saja akhirnya obat itu berguna juga saat ini.

Setelah diam-diam memasukkan obat ke gelas cowok idola di sekolah, aku menahan detak jantung yang tidak karuan itu kembali ke dalam selimut.

Beberapa menit kemudian, Jason keluar dari kamar mandi. Air masih menetes dari rambutnya. Setengah badannya dalam keadaan telanjang. Dia hanya mengenakan sepotong celana pendek saja. Bagian menggumpal itu sepertinya bisa keluar kapan saja.

Aku menelan air liurku, ingin segera maju untuk melorotin celananya.

Saat Jason menyadari aku sedang menatapnya, dia pun merasa agak syok. “Masih belum tidur?”

Aku pun hampir menjawab aku sedang menunggumu.

Terlintas gairah di dalam matanya. Napasnya juga terasa berat.

Aku menyerahkan air kepada Jason. “Kamu pasti haus. Ini air buat kamu.”

“Terima kasih.” Jason mengambil gelas air dengan wajah merona.

Ketika melihat Jason meneguk air hingga tidak bersisa, aku pun baru merasa lega.

Mengenai soal seprai, aku berbohong aku tidak sengaja menumpahkannya di saat aku menuang air tadi. Dia tidak menyalahkanku, lalu mengambil sepotong seprai ganti yang baru.

Jason berbaring di dekatku. Aku menahan napasku sembari menunggu efek obat dengan sangat gugup.

Kata penjual, obat itu akan menunjukkan efeknya dalam 30 detik. Efeknya akan sangat kuat, bahkan orang biasa juga tidak bisa menahannya.

Namun, aku sudah menunggu selama tiga menit, masih saja tidak ada efeknya. Tidak lama kemudian, aku malah terdengar suara napas tenang di samping.

Jason malah sudah tidur?

Ketika melihat wajah tampan Jason, mana mungkin aku bisa menahan diriku? Hatiku berseteru sesaat. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk turun tangan.

Aku dengan perlahan merangkak ke bagian bawah. Aku menarik celana dalam Jason dengan tangan gemetar.

Astaga. Jarak sedekat ini. Napasku juga hampir berhenti.

Aku mengesampingkan rambutku. Baru saja aku berencana untuk menikmatinya, aku merasa ada yang sedang menatapku dari atas.

Aku mengangkat kepalaku. Mata hitam berkilauan Jason sedang membelalakiku. “Kamu … lagi ngapain?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gulai Daging Ibu
9.1
Tekanan hidup yang menghimpit memaksa Parni, seorang wanita berusia empat puluh tahun, mencari cara ekstrem demi menghidupi anak-anak serta suaminya yang lumpuh. Demi memenuhi tuntutan keluarga, ia terjerumus ke dalam lembah dosa yang mengerikan dan tanpa batas. Tindakan nekat apa yang sebenarnya dilakukan Parni hingga seluruh warga desa merasa ketakutan? Sebuah kisah kelam tentang pengorbanan yang berujung pada misteri yang mencekam seluruh kampung.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Terbakar api cemburu melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri, Kamila nekat menempuh jalan hitam. Ia mengamalkan Ajian Jaran Goyang pemberian Nyai Winarsih, sosok tua yang secara misterius tetap berparas jelita. Kamila tidak menyadari bahwa tindakannya menyeretnya ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, mengancam nyawa demi sebuah cinta yang dipaksakan.
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Isu pesugihan masih menghantui pedesaan, terutama bagi mereka yang sukses. Pasangan Bintang dan Alisha merasakan tekanan ini setelah pindah ke Jawa Timur demi tugas kepolisian Bintang. Warga sekitar mencurigai mereka memelihara serta menyusui tuyul akibat serentetan peristiwa ganjil yang terjadi. Tuduhan makin memanas saat mereka membeli rumah baru di luar desa. Mampukah pasangan ini membuktikan kebenaran dan lolos dari fitnah mistis yang mengancam?
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?
Sampul Novel NURHAYATI
8.2
Warga Karang Pandan mendadak gempar akibat kemunculan sosok hantu perawat yang menghantui sebuah klinik setempat. Teror mistis ini menjadi buah bibir masyarakat karena kehadirannya yang sangat mencekam. Namun, di balik penampakan yang menakutkan tersebut, tersimpan sebuah rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat. Kini, misteri besar yang menyelimuti identitas sang perawat perlahan mulai terkuak dan mengancam ketenangan semua orang di sana.
Sampul Novel Pengkhianatan di Tengah Duka
8.4
Setelah tewas didorong dari tebing oleh suaminya sendiri saat hamil tua, seorang wanita terlahir kembali. Di kehidupan lalu, ia mencegah suaminya menemui Jessi, cinta pertamanya, demi menyelamatkan mertuanya dari penyerangan. Namun, Jessi kehilangan tangannya dan sang suami membalas dendam dengan membunuhnya. Kini, ia memilih membiarkan suaminya pergi merawat Jessi saat mertuanya diculik, lalu melaporkannya ke polisi. Saat pulang, sang suami justru terduduk lesu membawa penyesalan besar.