Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Panas Tuan Arion

Gairah Panas Tuan Arion

Arion Harold dikenal sebagai casanova dingin yang menyembunyikan perasaan mendalam pada sekretaris pribadinya, Emily. Meski sering bersikap ketus, sebuah malam penuh gairah akhirnya mengungkap emosi terpendam mereka. Namun, hubungan sahabat masa kecil ini hancur seketika akibat situasi tak terduga. Emily yang terluka memilih menjauh demi melindungi hatinya. Mampukah Arion memenangkan kembali cinta Emily, ataukah pesonanya tak lagi cukup untuk memperbaiki keretakan itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kaaaaaakkkkkk!!!!” teriakan kencang dari twins—Iris dan Irina.

“Hai princess, sorry for late—maaf terlambat. Kakak lagi di butik, apa yang kalian mau?” Arion dengan wajah ceria berbicara kepada dua adik perempuannya yang sudah beranjak dewasa.

“We want you big brother—kami menginginkanmu kak!” sahut Iris dan Irina manja. Arion merasa bersalah kepada kedua adik perempuannya. “Damn you Tasha!” umpatnya dalam hati.

Arion tersenyum lembut kepada Iris dan Irina, “Artinya kalian mau semuanya, right?”

“Tidak perlu Kak!” sahut Irina namun dengan cepat Iris mengambil alih ponsel Emily, “Ok kak! Kami menunggumu! Jadi cepatlah datang!”

Pria berhazel biru gelap itu tertawa renyah, “Ok! Wait me there,” dan telepon pun beralih kepada Emily.

“Arion, kamu sebenarnya ada di—”

“Sudah ya, Em.” Potong Arion dan mematikan ponselnya.

Felix dan Reynard menunggu dengan sabar sambil menyuruh para penjaga butik untuk membungkus semua tas dan pakaian koleksi terbaru mereka.

“Bagaimana?” tanya Reynard.

“Atleast—setidaknya, kita aman sampai sepuluh menit kedepan,” sahut Arion yang akhirnya bisa bernapas lega. Kemudian melihat semua paper bag yang sudah siap mereka bawa pulang.

“Sudah cukup?” tanya Felix sambil melihat sekitar 20 paperbag besar yang saat ini tersusun rapi.

“Hmm, aku rasa sudah.” Kemudian Arion pergi menuju kasir dan membayar semua tagihan belanjaan untuk kedua adik perempuannya.

Ketiga pria itu keluar dari butik dengan menenteng begitu banyak belanjaan di kedua tangan mereka.

“Ok beres!”

“Yah berdoalah, seteidaknya pikiran orang tua untuk mengirim kita untuk pelatihan terlupakan,” sahut Felix seraya memasukkan semua paperbag tersebut kedalam bagasi.

Sedangkan Reynard sudah masuk kebagian kemudi, disusul Arion yang duduk ditempatnya—kursi belakang. Felix menyusul masuk kemobil setelah memastikan tidak ada yang di lupa.

“Ok! Let’s go!”

“Lalu dimana Raul?” Reynard bertanya kepada Arion, “bukannya kalian bertiga pergi bersama ke klub?”

Arion menghela napas kasar, “Aku tidak tahu, tadi sebenarnya hanya aku dan Raul yang ingin pergi, tapi ternyata wanita jalang itu ada di klub itu juga dan memaksa untuk ikut bergabung!”

“Aku tidak sangka kau sampai lengah seperti itu, Yon!”

“Ck! Kepalaku masih sangat berat!” Arion bersandar di kursi. Kepalanya sangat sakit saat ini, tapi sejujurnya tubuhnya terasa begitu aneh. Tapi dia tidak ingin mengatakan hal itu kepada kedua sahabatnya. “Sialan, obat apa yang dia berikan?” gumam Arion dalam hati sambil melonggarkan kancing kemejanya. Tubuhnya terasa begitu panas.

Ingin sekali rasanya dia mandi air dingin untuk mengguyur kepalanya, tapi melihat waktu, rasanya sudah tidak sempat. Setidaknya dia datang ke acara twins dan dia beristirahat di paviliun miliknya.

Felix dan Reynard hanya saling melirik. Mereka sudah memiliki rencana lain, yaitu mencari tahu dalang di balik kejadian ini. Bagi mereka, tidak mungkin Tasha berani bertindak seperti itu sendirian.

Dari jauh terlihat suasana kemewahan dan taman yang indah di mansion keluarga Harold begitu mengagumkan. Saat Reynard melaju masuk ke dalam gerbang megah, pemandangan yang luar biasa mulai terlihat. Tepat di sepanjang jalan masuk, rerumputan yang hijau dan rapi membentang dengan indah, dihiasi dengan bunga-bunga warna-warni yang menghiasi sepanjang sisi jalan.

Sedangkan sepanjang jalanan, deretan pohon-pohon tinggi menjulang, menciptakan lorong yang teduh dan menawarkan rasa sejuk yang menyegarkan. Sinar gemerlap lampu pun bermain-main, menembus celah-celah daun pohon dan menciptakan pola cahaya yang menawan di atas permukaan tanah.

Begitu Reynard semakin mendekat di pintu utama mansion, pemandangan mewah semakin menyapu pandangan mata. Mansion ini, dengan arsitektur klasik dan sentuhan modern, menjulang megah dengan atap tinggi dan kubah-kubah elegan yang menggambarkan kekayaan dan kemegahan keluarga Harold. Terlihat pula patung-patung marmer yang indah di pinggir taman, memberikan sentuhan seni yang luar biasa di area sekitarnya.

Mansion yang di desain khusus oleh Austin untuk istri tercintanya Bella. Sampai mansion ini mendapatkan julukan yang begitu indah yaitu ‘The Belle Mansion’. Taman yang menyelimuti mansion ini sungguh luar biasa. Rimbunnya berbagai tanaman hias memberikan warna-warni yang menakjubkan, dari bunga-bunga mawar yang harum hingga taman berpadu dengan pepohonan eksotis yang langka. Kolam renang besar terhampar luas di tengah taman, airnya tampak begitu jernih dan menyegarkan. Terdapat air mancur indah yang menghiasi kolam renang, menari-nari dengan gemerlap sinar lampu yang mencerminkan kilauan warna-warni yang menawan.

Di sekitar taman, terdapat jalur setapak yang terbuat dari batu alam yang dipadu dengan berbagai tanaman dan patung-patung kecil. Jalur setapak itu mengajak kita untuk menjelajahi keindahan alam yang diciptakan manusia dengan begitu apik. Seluruh taman ini dirawat dengan teliti, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati suasana yang damai dan menenangkan. Para tamu terlihat sedang menikmati acara yang diselenggarakan sangat meraih ini.

Begitu banyak mobil mewah yang terparkir di area taman mansion ini, menunjukkan bahwa keluarga Harold memiliki banyak rekanan yang luar biasa dalam lingkungan mereka. Lampu-lampu taman mulai menyala keseluruhan, menciptakan aura romantis yang menakjubkan. Cahaya gemerlap melintasi taman, memberikan sentuhan magis pada seluruh area mansion keluarga Harold ini.

Semua tamu begitu terpesona saat air mancur yang berada di taman memantulkan cahaya aurora yang begitu indah. Dalam gemerlap kemewahan dan keindahan taman, terdengar suara riuh tawa penuh canda dan kegembiaraan. Semua keluarga merasa begitu bahagia di hari special ini.

Putri kembar Austin dan Bella sudah menginjak usia yang lebih matang yaitu 17 tahun, dimana Arion sendirilah yang akan menjaga kedua adik perempuannya dari pria hidung belang. Pesona kedua adiknya begitu mirip dengan kecantikan Mommynya.

Reynard segera mematikan mesin mobilnya begitu tiba di depan pintu utama mansion, Arion pun segera hendak turun namun tiba-tiba kepalanya terasa begitu sakit membuat dirinya kesulitan berdiri. “Hey are you ak?” tanya Felix yang tepat berada disampingnya. Felix dengan sigap menahan tubuh Arion yang hampir saja terjatuh.

Arion berusaha menstabilkan dirinya kembali, “Hem, it’s ok!” jawabnya tenang.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam mansion, Iris dan Irina menyambut Arion penuh dengan suka cita. Begitu juga Bella ayng senang melihat putranya baik-baik saja.

Acara pun berlangsung dengan meraih, wajah bahagia Iris dan Irina adalah sebuah kebahagian besar untuk Arion. Iris dan irina menyambut dengan bahagia hadiah kecil yang ia belikan, karena sesungguhnya Arion sudah membelikan hadiah yang jauh lebih besar untuk kedua adik perempuannya itu.

Sekitar satu jam Arion bertahan mengikuti acara bahagia Iris dan Irina, namun seseorang sadar akan hal itu. Dia tahu kalau kondisi fisik Arion saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Begitu pun Bella yang memperhatikan raut wajah Airon yang sedang berusaha menahan sakit, dengan lembut dia mendekati putranya itu. “Hey sayang,”

“Hai mom,” balas Arion lembut penuh senyuman bahagia, dia mengecup pipi kiri dan kanan Bella penuh kasih sayang.

“Kamu dari mana sih? Dari tadi Mommy telpon tidak kamu jawab…” tanya Bella lembut seraya mengusap dada Arion. Menatap putranya mencari kejujuran.

Arion tersenyum, “Tadi ada sedikit kerjaan mom, dan ponselku low baterai. Sorry…” Jawab Arion penuh penyesalan.

“It’s ok, lain kali ingat istirahat, hem?”

“Of course mom, love you.” Sahut Arion merangkul Bella.

“Lebih baik kamu istirahat, kamu tidak perlu disini sampai acara selesai,”

“Tapi—” Arion tidak ingin mengecewakan kedua adiknya.

“It’s ok, twins akan mengerti kalau kakak kesayanga mereka sedang kelelahan,” jawab Bella penuh senyuman, menenangkan Arion.

Arion bernapas lega, “Thank you mom, kalau begitu aku langsung istirahat di paviliunku saja,”

“Hmm, night sayang.”

Setelah memberikan kecupan selamat malam kepada sang mommy, Arion berjalan masuk melewati pintu samping mansion yang tembus dengan pavilion miliknya yang di bangun terpisah. Paviliun tersebut sengaja dia minta kepada Austin saat dirinya berada di bangku kuliah.

Tentu saja Austin dan Bella setuju akan hal itu, lagi pula tanah kosong masih sangat luas di mansion ini, bahkan untuk membangun beberapa rumah tipe 120 pun masih sangat bisa. Jadi untuk membangun satu pavilion mewah bukanlah hal besar. Dan lagi pula saat itu Arion memang sudah dewasa dan membutuhkan privasi.

Dimana sahabat-sahabatnya sering berkunjung, sedangkan dia memiliki adik perempuan. Dia tidak ingin kecantikan adik perempuannya menjadi Konsumsi public bahkan bahan candaan dari teman-temannya saat itu.

Arion berjalan melewati taman yang kosong dan lampu-lampu taman berkerlap-kerlip begitu indah. Namun, saat ini dia hanya butuh isitrahat. Dan tiba-tiba saja saat berjalan kepalanya tersa sakit, pandangannya pun semakin memudar.

“Arion!” suara wanita yang langsung memapah tubuh tegap Arion, seandainya wanita itu tidak menahan tubuh Arion. Sudah dipastikan, pria tampan itu terjerembat di tanah yang basah.

“Are you okay?” tanyanya lagi begitu khawatir melihat kondisi Arion saat ini.

Namun sayangnya pandangan Arion sedikit kabur, kepalanya pun semakin perih, “Kamar!” pinta serak. Dia ingin segera di bawa ke kamarnya.

“Ok ok! Aku akan membawamu, ke paviulun ‘kan?”

“Hem!” sahut Arion singkat.

Dengan sedikit kesusahan wanita itu memapah Arion ke pavilion. “Huft, kamu kenapa bisa seperti ini?” gumamnya pelan dengan nada khawatir. Dia berusaha memeluk Arion dengan kuat agar mereka berdua sama-sama tidak terjatuh.

Namun tanpa wanita itu ketahui, Arion saat ini berusaha menahan gejolak gairah yang sedang membakarnya. “Damn! Aku harap aku bisa bertahan!”

“Tubuhnya sangat wangi,”

Apakah Arion bisa bertahan? Dan siapa ya wanita yang selamatin Arion?"

Yuk ramaikan kolom komentar….

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GYE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GYE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Gairah Liar dan terpendam Sang CEO
9.3
Nindy terjebak dalam situasi mencekam saat Devien, sang CEO yang terobsesi, menyatakan ambisinya untuk memilikinya secara paksa. Meski Nindy berteriak histeris meminta pertolongan, upayanya sia-sia karena mereka berada di ruangan kedap suara yang mengisolasi segalanya. Hasrat liar yang selama ini terpendam dalam diri Devien kini meluap sepenuhnya, membuatnya tak terkendali dalam mengejar keinginan nafsunya tanpa memedulikan penolakan dari Nindy.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
9.7
Setelah mengorbankan segalanya demi Romeo Fernandez, Violet justru mati tragis di meja operasi setelah hartanya habis diperas. Kembali ke masa lalu, Violet bertekad mengubah takdirnya dengan segera menceraikan pria yang dahulu sangat membencinya itu. Namun, setelah perceraian disepakati, sikap Romeo berubah drastis dan ia justru ingin kembali padanya. Demi menolak mantan suaminya, Violet memilih berpaling dan memeluk musuh bebuyutan Romeo, Charles Griffin, sebagai kekasih barunya.