Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka

Gairah Membawa Petaka

Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Bab
Bagikan

Bab 2

Siang itu, Zakia dan Zoni pulang Sekolah seperti biasanya. Zoni selalu menjemput Kia dari sekolahnya, karena Kia saat ini masih duduk dibangku SMP kelas 9, sedangkan Zoni sendiri sudah kelas 11 SMA. Usia mereka tidak terpaut jauh, hanya berjarak 2 tahun saja.

"Dek, Hari ini kan ulang tahun Mama. Bagaimana kalau kita buat surprise buat Mama, ajak Papa sekalian." Ujar Zoni pada Kia yang memegang pinggang Zoni dari belakang.

Tidak ada respon dari Kia yang saat itu dibonceng oleh Zoni. Kia sibuk dengan pikirannya sendiri, Karena sebetar lagi dia akan menghadapi beberapa ujian untuk kelulusannya. Rasa khawatir dan takut Zakia selalu menghantui setiap hari setelah pulang sekolah, sebab ia selalu berfikir takut tidak bisa lulus diujian pekan ini.

Beberapa mata pelajaran yang selalu menjadi kelemahan bagi gadis remaja itu, yakni Matematika, Fisika dan Kimia. Hingga saat Zoni tengah mengajaknya bicara pun ia jadi tidak menyadarinya.

"Dek, kamu dengerin Kakak ngomong gak sih?" Tegur Zoni pada Kia yang masih sibuk dengan isi pikirannya sendiri.

"Eh iya, Kak. Kenapa tadi?"

"Kamu lagi mikirin apa sih? Kakak perhatikan dari tadi, kayak gak fokus sama sekali,"

"Kia cuma lagi kepikiran sama ujian kelulusan kok, Kak. Takut aja gitu, kalau sampai gak lulus." Tutur Kia yang memang sejak tadi resah dan tak karuan dengan ujian kelulusan yang menjadi salah satu persyaratan masuk SMA.

"Udah gak usah dipikirin, pasti lulus kok. Kamu tenang saja. Mau berapapun nilainya yang penting kamu sudah berusaha semaksimal mungkin. Lagi pula sekolah gak akan tega kali, ngebiarin siswanya gak lulus."

Apa yang dikatakan Zoni memang benar. Sebenarnya semua siswa kelas akhir yang akan mengikuti ujian kelulusan, pasti akan lulus semua. Hanya saja, pikiran Kia yang terlalu over thinking membuat dirinya semakin tidak percaya diri.

Ditengah perbincangan mereka, tiba-tiba Kia teringat sepenggal ucapan Zoni tadi, yang mengatakan akan membuat surprise untuk mamanya, tapi karena Kia terlalu sibuk berfikir sendiri, ia jadi lupa dengan tanggapan apa yang akan ia berikan pada Zoni.

"Oya, Kak. Kakak tadi bilang mau buat kejutan buat Mama? Kejutan apa, Kak? Kia ikut saja deh, Kakak tinggal bilang saja apa yang perlu Kia lakukan. Pasti Kia kerjakan kok," ucap Kia yang mulai fokus pada kejutan yang akan ia dan Zoni berikan.

"Iya, kita buat surprise kecil-kecilan saja. Yang penting Mama senang hari ini, tugas kamu hanya membuat Mama dan Papa pergi berdua keluar dari rumah, nanti kita siapin segala sesuatunya. Nah, kamu bujuk Papa agar mau. Karena Kakak yakin, jika kamu yang minta sama Papa. Dia pasti akan menuruti."

"Oke, cuma gitu doang, kan! Gampang itu mah,"

Kesepakatan antara keduanya sudah mencapai fix. Tinggal bagaimana nanti Kia bisa membujuk Arman agar mau melakukan apa yang ia pinta, karena selama ini Arman tidak pernah menolak permintaan Kia. Dia sangat menyanyangi Kia sejak kecil, dan Arman senantiasa menjaga Kia dari apapun itu.

***

Motor yang dikendarai oleh Zoni dan Kia sudah memasuki halaman rumah mereka. Hal yang menarik perhatian adalah, tumben siang ini Papa mereka sudah ada di rumah. Biasanya sore baru pulang dari Kantor,.

Arman bekerja disalah satu perusahaan sebagai salah satu staf karyawan, tidak memiliki jabatan tinggi. Akan tetapi kehidupan keluarga mereka bisa dibilang menengah keatas meski hanya dengan gaji pas-pasan, ditambah lagi dengan pekerjaan sampingan Arini yang membuka jasa loundry di rumahnya. Meski hanya Loundry, namun bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit. Sebab lingkungan yang mereka tinggali dekat dengan pesantren yang cukup maju, dan memiliki santri yang lumayan banyak. Sehingga banyak dari para santri tersebut yang menggunakan jasa Loundry milik Arini.

Zoni dan Kia hendak masuk kedalam rumah. Berganti pakaian dan menjalankan misi yang tadi sudah mereka sepakati bersama, dan lagi kebetulan Arman Papa mereka sudah ada di rumah siang ini. Jadi Kia bisa meminta papanya untuk membawa Arini pergi keluar rumah untuk menyelesaikan misinya dengan Zoni.

"Assalamualaikum, Ma, Pa. Kia pul..." Kia tertegun saat melihat kejadian yang ada didepannya. Kia segera berhambur pada Arini yang tersungkur dilantai dan mencoba melindungi mamanya akibat ulah Arman yang dengan keras mendorongnya tadi. "Apa yang Papa lakukan, kenapa Papa menyiksa Mama seperti ini? Apa salah Mama, Pa?" Jerit Kia pada Arman yang menampakkan amarah saat tau mamanya dianiyaya oleh papanya sendiri.

Kia tau, selama ini Arman memang memiliki tempramen yang keras pada Mama serta kakaknya. Namun tidak pada dirinya, Kia selalu menjadi kesayangan Arman. Dan tak pernah sekalipun bersikap kasar padanya.

Zoni yang pada saat itu mendengar teriakan Kia, langsung masuk tanpa memanggil salam terlebih dahulu seperti biasa. Tak kalah terkejutnya seperti Kia, Zoni juga terlihat syok dengan pemandangan didepannya. Amarah Zoni membuncah saat melihat Arini menangis dipelukan Kia. Ia tidak pernah melihat Arman sekeras itu pada mamanya selama ini, meski memang sering Arman memarahi mamanya begitu pun juga dengan dia. Tapi tidak sampai menganiyaya seperti saat ini.

"Pa, jangan keterlaluan. Apa yang sudah Papa perbuat pada Mama? Papa boleh saja memarahi Mama, tapi tidak dengan menyiksanya, Pa. Zoni tidak terima jika Mama diperlakukan seperti ini." Tak kalah marahnya dengan Kia, Zoni berteriak dengan penuh amarah atas perbuatan Papanya pada Arini. Wanita yang selama ini selalu ia hormati dan selalu membela Zoni, ketika Arman memarahinya.

"Kia, Sayang. Mamamu itu sudah berbuat kesalahan, jadi Papa memberikan sedikit pelajaran padanya. Kamu jangan khawatir, mamamu tidak akan kenapa-napa." Dengan suara yang dibuat lembut, Arman menjelaskan apa yang ia perbuat pada Arini hanya sebatas karena kesalah Arini. Meski faktanya yang bersalah disini adalah dia. "Dan untuk kamu, Zoni. Jangan ikut campur, ini urusan Papa dan Mama. Jangan coba-coba jadi anak pembangkang kamu, ya!"

"Kesalahan apa, Pa? Kenapa Papa begitu tega menyiksa Mama seperti ini. Dan..." Ucapan Kia terhenti saat sorot matanya melihat wanita yang ada di kamar kedua orang tuanya. Wanita yang saat itu melihat pertunjukan keluarga yang saat ini terlibat percekcokan akibat perselingkuhan yang dilakukan olehnya bersama Arman.

"Siapa wanita itu, Pa? Kenapa dia hanya memakai selimut tanpa pakaian? Jelaskan pada Kia, Pa. Apa yang sudah Papa perbuat bersamanya? Dan untuk apa Papa membawanya kesini, Pa?" Amarah Kia semakin menjadi kala melihat Cantika yang tanpa dosa tersenyum kearahnya.

Zoni yang mendengar Kia menyebut seorang wanita, segera menghampiri Kia dan Arini. Melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga mamanya disiksa seperti ini oleh Arman. Mata Zoni terbelalak saat mendapati wanita yang tadi Kia teriaki. Benar saja, wanita itu hanya bertelanjang dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.

"Pergi kamu wanita jalang, untuk apa kau berada ditempat tidur orang tuaku? Dasar wanita murahan, berani sekali kau masih duduk santai di atas sana, dan menyaksikan Mamaku disiksa seperti ini," tak hanya Kia, Zoni merasakan amarah yang luar biasa membuncah hingga keubun-ubunnya. Tidak rela melihat Arini yang tersiksa. Namun juga mendapat penghianatan dari Arman.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Di dunia di mana setiap orang memiliki kekuatan spesial bernama Arte, Trystan yang berusia 21 tahun justru terjebak dalam bahaya besar. Kekuatan langka miliknya memicu perburuan mematikan; banyak pihak ingin menghabisinya atau memanfaatkan kemampuannya. Hidup Trystan kini dipenuhi pengkhianatan, dendam, dan rasa kehilangan yang mendalam. Di tengah paksaan serta tanggung jawab besar, ia harus berjuang melindungi hal berharga sambil menghadapi musuh yang terus mengincar.
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku
9.4
Kebahagiaan pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Setelah delapan tahun menghilang dan berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu, Azalea sukses menjadi dokter berkat bantuan pamannya. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Erik yang kini bersikap dingin meski tatapannya masih penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Akibat dosa masa lalu, Kerajaan Meng didera kekeringan hebat selama puluhan tahun. Di tengah penderitaan rakyat, Putra Mahkota Li Yun Zhu mencari cara menyelamatkan negerinya. Harapan muncul pada sosok Su Yu Er dari Suku Chang'o yang konon mampu mendatangkan hujan. Namun, Yun Zhu terjebak dilema besar. Ia harus memohon bantuan kepada keturunan bangsa yang pernah dibantai keluarganya sendiri. Akankah dendam lama menghalangi keselamatan seluruh kerajaan?
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Petualangan Seka dan Kompas Perak
9.5
Seka, bocah yang hampir genap sepuluh tahun, terjebak dalam jeratan utang ibunya, Senia Ayu. Hidupnya berubah total saat Senia diculik oleh Raksasa Kerdil, mengungkap rahasia besar yang selama ini tersembunyi. Usai menghadapi para raksasa, Seka memperoleh Kompas Perak misterius yang membangkitkan kekuatan terpendamnya. Kini, ia memulai pengembaraan besar demi menyelamatkan sang ibu, mencari ayahnya yang hilang, serta mengungkap jati diri aslinya yang telah lama dirahasiakan.
Sampul Novel Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua
8.4
Liu Yifen adalah pembunuh bayaran yang tewas saat bertugas, namun dewi misterius memberinya kesempatan hidup kembali. Dalam misi barunya, ia bereinkarnasi ke tubuh pilihan pertama. Sialnya, maut kembali menjemput sebelum tugasnya usai. Ia ambruk bersimbah darah di tanah basah sementara musuhnya tersenyum puas melihat nyawanya hilang. Apakah perjalanan Liu Yifen benar-benar berakhir di sana, ataukah takdir masih menyimpan reinkarnasi lain baginya?