
Gairah Isteri Kedua
Bab 3
Hari-hari berlalu Ellea yang semakin sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan dan Gerry yang selalu pergi dimalam hari dan selalu ada alasan untuk pergi dari rumah membuat keduanya belum juga saling bersentuhan.
Namun Ellea sama sekali tak memiliki pikiran negatif terhadap suaminya, Ellea selalu berpikir positif bahwa mungkin Gerry belum bisa melakukannya karena tidak ingin terlalu terburu-buru dengan Ellea.
Anderson yang tengah berada diruangan kerjanya melihat Ellea dari jendela tengah melamun di meja kerjanya entah apa yang dipikirkan oleh Ellea namun sudah sejak beberapa hari ini Ellea seperti memikirkan masalah besar.
Anderson yang sejak awal memang memiliki ketertarikan pada Ellea akhirnya menelpon Ellea untuk masuk ke dalam ruangannya. Membuat Ellea yang tengah melamun kaget dengan dering teleponnya.
Kringggggggggg,,,,, kringggggh.
📞"Hallo dengan sekertaris Lea," kata Ellea.
"Kamu keruangan saya sekarang!" kata Anderson.
"Baik Pak," kata Ellea lalu menutup teleponnya.📞
Tokkkk,,, tokkkk,, tokkkk.
"Masuk," kata Anderson yang tengah berdiri bersandar ke meja kerjanya.
"Anda memanggil saya Pak? Apa ada yang Anda butuhkan?" tanya Ellea.
"Duduklah!" seru Anderson yang menyuruh Ellea duduk disofa.
"Baik Pak," kata Ellea yang langsung menurut duduk di sofa.
"Saya mau tanya sama kamu," kata Anderson.
"Iya silahkan!" kata Ellea.
"Apa kamu memiliki beban hidup yang terlalu besar?" tanya Anderson.
"Sangat besar," kata Ellea.
"Pantas saja. Lalu apa kamu memiliki hutang?" tanya Anderson.
"Em, sangat banyak," kata Ellea.
"Jadi itu sebabnya kamu melamun disaat masih dalam jam kerja?" tanya Anderson dengan sinis.
"Maaf Pak, saya memang tadi sempat melamun. Tapi saya janji tidak akan melamun lagi," kata Ellea yang ketakutan akan dipecat oleh Anderson.
"Karena uang kamu melamun? Apa begitu kurang gaji kamu di perusahaan saya?" tanya Anderson.
"Tidak Pak. Gaji saya sudah sangat besar bagi saya berkat kebaikan hati Anda saya bisa menyicil hutang-hutang keluarga saya," kata Ellea.
"Lalu kenapa kamu melamun seperti itu? Saya tidak suka ada karyawan saya yang banyak melamun di perusahaan ini," kata Anderson yang sedikit penasaran.
"Em, anu sebenarnya. Begini apa Anda sudah menikah?" tanya Ellea mencoba untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh seorang pria yang sudah menikah.
"Ya sudah, sekitar tiga tahun lalu," kata Anderson.
"Kapan Anda melakukan emm,,, kuda-kuda?" tanya Ellea yang penasaran.
"Apa kuda-kuda?" tanya Anderson yang tidak paham.
"Em,,, apa ya namanya. Itu loh bergoyang-goyang," kata Ellea berusaha menjelaskan namun malu-malu.
"Hah? Apa lagi itu goyang-goyang? Maksud kamu itu apa si Lea? Yang benar kalau bicara!" kata Anderson.
"Aduh gimana si nanyanya. Em,,, keluar masuk gitu loh Pak," kata Ellea yang mencoba memperjelas.
"Keluar masuk?" tanya Anderson yang semakin tidak mengerti.
"Itu loh hubungan suami isteri, kapan Anda dan isteri Anda melakukannya?" kata Ellea yang kali ini menanyakannya dengan jelas.
"Asataga jadi maksud kamu melakukan hubungan badan?" tanya Anderson.
"Iya itu maksud saya. Kapan biasanya seorang wanita dan laki-laki yang sudah menikah melakukannya?" tanya Ellea.
"Tentu saja ketika malam setelah pernikahan, atau banyak juga yang sudah melakukannya bahkan sebelum mereka menikah. Kenapa kamu bertanya?" tanya Anderson.
"Apa benar mereka langsung melakukannya?" tanya Ellea mencoba memastikan.
"Tentu saja, mana ada laki-laki yang bisa tahan untuk tidak melakukannya begitu lama," kata Anderson.
Setelah mendengar jawaban dari Anderson membuat Ellea semakin kepikiran jadi kenapa Gerry sama sekali belum menyentuhnya hingga detik ini? Jangankan untuk melakukan hubungan suami isteri untuk sekedar berciuman saja Gerry dan Ellea tak pernah melakukannya.
"Kenapa kamu bertanya?" tanya Anderson.
"Ti-tidak saya hanya penasaran saja apa Anda sudah menikah atau belum," kata Ellea tidak berkata jujur.
"Kalau begitu kamu mulai fokus lagi bekerja dan jangan melamun!" kata Anderson.
"Em apa boleh saya bertanya lagi pada Anda?" tanya Ellea.
"Tanyakan saja," kata Anderson.
"Apa Anda tertarik pada saya? Maksudnya apa wanita seperti saya cukup cantik dan menarik?" tanya Ellea.
Anderson kemudian berjalan perlahan menghampiri Ellea yang tengah duduk disofa lalu Anderson membungkukkan tubuhnya dan memegangi dagu Ellea sembari menatap tajam wajah Ellea, membuat Ellea yang belum pernah ditatap sedekat ini oleh laki-laki manapun termasuk Gerry mendadak hatinya menjadi berdebar-debar.
"Em, apa yang Anda lakukan?" tanya Ellea.
"Aku sedang mengamati wajahmu dari dekat agar aku bisa menjawab pertanyaan mu barusan," kata Anderson yang masih terus memegangi dagu Ellea dan menatap wajah Ellea.
Hembusan nafas diantara keduanya pun mulai saling bisa merasakan karena jarak bibir keduanya yang sangat dekat.
"Cantik," kata Anderson yang kemudian melepaskan tangannya dari dagu Ellea dan tak lagi membungkuk.
Membuat Ellea seketika menarik nafas dalam-dalam karena saat ini Ellea merasa sangat gerogi berhadapan dengan Anderson. Ellea pun segera bangkit dari sofa untuk pergi dari ruangan Anderson.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak," kata Ellea yang buru-buru hendak meninggalkan Anderson.
Tak disangka saking geroginya Ellea pun tersandung kakinya sendiri hingga hendak terjatuh beruntung satu tangan Anderson berhasil meraih tubuh Ellea dan menariknya kedalam dekapan Anderson.
Ellea terdiam beberapa saat hingga akhirnya dirinya menyadari tengah berada di dekapan Anderson lalu buru-buru menjauh dari Anderson.
"Maaf Pak, saya permisi" kata Ellea yang langsung terburu-buru untuk meninggalkan Anderson yang masih terus menatap wajahnya.
Ellea pun keluar dari ruangan Anderson sambil memarahi dan menjitak kepalanya sendiri karena tak percaya jatuh dipelukan Anderson.
"Bodoh,,, bodoh kamu Ellea bagaimana bisa kamu menikmati pelukan dengan atasan kamu yang sudah beristri itu." kata Ellea.
Sementara itu didalam ruangannya Anderson tersenyum manis mengingat tingkah Ellea.
"Aku benar-benar tertarik pada wanita itu, bisa mendekap tubuhnya membuat pikiranku lari kemana-kemana." Kata Anderson.
Namun seketika senyum itu berubah kala Anderson mengingat kelakuan isterinya yang setiap hari membuatnya kesal dan merasa terhina.
Isteri Anderson bernama Gea Wilson berusia 23 tahun anak tunggal perusahaan KEA Group perusahaan besar yang dulunya sempat membantu perusahaan Anderson Group saat mengalami kritis hingga Anderson Group bisa kembali stabil bahkan sekarang semakin bertambah besar.
Gea dan Anderson memang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka kendati begitu Anderson sudah berusaha mencintai Gea, tapi hingga kini Anderson tidak pernah bisa mencintai Gea begitu juga Gea yang tidak pernah bisa mencintai Anderson.
Sikap Gea yang semena-mena, dan selalu merendahkan Anderson, menghabiskan uang berfoya-foya liburan ke luar negeri, berbelanja tas-tas dan baju-baju baranded serta tak mau memiliki anak karena takut bentuk tubuhnya menjadi jelek jika mengandung membuat Anderson benar-benar merasa tertekan menjalani pernikahannya dengan Gea.
Sore harinya Gerry seperti biasa menjemput Ellea didepan kantor dengan senyuman layaknya suami pada isterinya, Ellea pun naik ke mobil saat hendak membuka pintu mobil depan dilihatnya ada seorang wanita rupanya itu Tante Katty, Ellea memang sering mendengar Gerry membicarakan Tante nya namun saat pernikahan mereka Tante Katty tidak datang, dan ini kali pertama Ellea bertemu dengan Tante Katty.
"Hai Lea, salam kenal ya," kata Tante Katty.
"Oh iya Tante, salam kenal," kata Ellea.
Sesampainya di rumah, Tante Katty ikut masuk ke rumah bersama Ellea dan Gerry membuat Ellea sedikit tak nyaman sebenarnya tapi Ellea takut untuk bicara karena Gerry selalu menceritakan soal Tante Katty yang sudah sangat baik dan sangat dekat dengan Gerry.
"Am Ger, aku akan memasak makan malam untuk kita," kata Ellea.
"Tidak usah Ellea! Kamu pasti capek kan? Biar aku saja," kata Tante Katty dengan tersenyum.
"Baiklah Tan, kalau tidak merepotkan Tante," kata Ellea.
"Udah ga apa-apa Lea, justru kamu harus cobain masakan Tante Katty yang sangat enak banget itu," kata Gerry.
Dalam hati Ellea kenapa Gerry selalu memuji-muji Tante Katty si bahkan dalam hal masakan saja Gerry terang-terangan bilang masakan Tante Katty jauh lebih enak dibandingkan masakannya, meski sebal namun Ellea tak ingin mencari ribut dan menurut saja.
"Oke, kalau begitu aku mandi dulu ya," kata Ellea.
"Oke sayang, aku akan membantu Tante Katty untuk memasak," kata Gerry.
Ellea pun pergi ke kamar lalu masuk ke kamar mandi, didalam kamar mandi Ellea semakin merasa kesal pada Gerry.
"Aku tidak percaya bahkan Gerry sampai mau membantu Tante Katty memasak? Apa kabarnya aku yang tak pernah sekalipun dibantunya memasak. Astaga Lea Lea untuk apa si aku cemburu pada Tantenya sendiri, otakku pasti sudah terlalu lelah sampai-sampai aku cemburu terhadap Tantenya Gerry sendiri," Kata Ellea yang masih saja berpikiran positif tengang Gerry.
Makan malam sudah siap Tante Katty benar-benar menatanya dengan sangat rapih dan terlihat sangat enak masakan Tante Katty, mereka pun makan bersama dimeja makan.
Tante Katty dengan cekatan menyendokkan nasi ke piring tak lupa Tante Katty juga mengambilkan ayam goreng, capcai, dan udah tepung lalu memberikannya pada Gerry.
"Tante Katty, tidak usah repot-repot Gerry kan suami aku biar aku saja yang ambilkan," kata Ellea.
"Sayang ga apa-apa biar Tante Katty saja! Soalnya ketika kita belum menikah kami sudah terbiasa makan bersama saling peduli satu sama lain, iya kan Tan?" tanya Gerry.
"Iya Lea, jadi aku refleks aja si mengambilkan makan untuk Gerry," kata Tante Katty.
"Wah kedekatan kalian luar biasa sekali, aku iri banget sayang coba saja aku memiliki Tante seperti Tante Katty," kata Ellea yang kagum dengan Tante dan ponakannya itu.
Gerry dan Tante Katty pun tersenyum pada Ellea, mereka bertiga makan bersama dengan lahapnya.
Ellea benar-benar kelelahan dan mengantuk, Gerry yang melihat Ellea sudah mengantuk menyuruhnya untuk tidur duluan.
"Sayang kamu tidur duluan aja kalau sudah ngantuk," kata Gerry.
"Memangnya kamu mau ke Bar lagi malam ini?" tanya Ellea.
"Tidak kok, aku paling akan menonton televisi bersama Tante Katty," kata Gerry.
"Tante Katty akan menginap disini?" tanya Ellea.
"Iya Lea, sudah malam Tante takut kalau pulang malam-malam," kata Tante Katty
"Iya sayang lagipula kan Tante Katty sangat dekat sama aku, daridulu dia sering menginap dirumah ini," kata Gerry.
"Iya benar juga bahaya pulang malam-malam. Kalau begitu aku akan membereskan piring kotor ini dulu baru tidur,!" kata Ellea.
Ellea pun bangun dari kursi dan membawa beberapa piring kotor ditangannya namun karena piring tidak pas dan licin, Ellea menjatuhkan piring-piring kotor itu ke lantai hingga pecah berantakan.
Pranggggggggggg,,,,, piring jatuh.
"Astaga Lea, kamu hati-hati dong! Tante Katty kaki kamu ada yang kena pecahan piringnya engga?" tanya Gerry yang langsung melihat-lihat kaki Tante Katty karena takut terkena pecahan piring.
Ellea yang bahkan kakinya tergores oleh pecahan piring sama sekali tidak dikhawatirkan oleh Gerry.
"Aku engga kena kok Ger, itu si Lea yang sepertinya berdarah," kata Tante Katty
Gerry pun menengok kearah Ellea dan melihat kaki Ellea berdarah.
"Lea kaki kamu berdarah, aku akan ambil kotak obat," kata Gerry.
"Tidak usah Ger, aku akan ambil sendiri. Kamu bisa bersihkan pecahan piring ini?" tanya Ellea.
"Iya akan aku bersihkan, kamu obati saja luka kamu," kata Gerry.
"Iya Lea biar aku bantuin Gerry untuk bersihkan serpihan piring ini," kata Tante Katty.
"Tidak usah, nanti kalau tangan kamu terluka gimana? Udah kamu sebaiknya menjauh dari sini," kata Gerry yang tak ingin Tante Katty membantunya takut tangan Tante Katty terluka.
Ellea yang melihat sikap Gerry pada Tante Katty seperti itu berusaha untuk menepis pikiran negatifnya. Lalu pergi meninggalkan Gerry dan Tante Katty.
Ellea masuk ke dalam kamar dan mengobati luka dikakinya, tapi pikirannya tidak lepas dari sikap Gerry suaminya terhadap Tantenya kenapa sampai seperhatian itu.
"Apa yang aku pikirkan sebenarnya Lea, wajar saja kan kalau Tante dan keponakan saling memperhatikan seperti itu. Kenapa aku harus merasa heran seperti ini si." Kat Ellea berbicara sendiri di kamar.
Saat hendak tidur Ellea masih tidak bisa melupakan perlakuan Gerry pada Tante Katty yang terkesan berlebihan, tapi sejauh ini Ellea masih terus berpikiran positif dan tak aneh-aneh hanya saja Ellea sulit untuk memejamkan matanya malam ini.
Dari dalam kamar, Ellea mendengar suara candaan antara Gerry dan Tante Katty terdengar mereka saling bercanda dan tertawa bersama, Gerry tak pernah tertawa seperti itu saat sedang bersama Ellea.
Tiba-tiba suara itu berubah menjadi hening tak lagi terdengar suara obrolan atau bahkan tawa dari ruangan televisi membuat Ellea memutuskan untuk menghampiri mereka di ruang televisi.
"Ger,,,, Gerry," panggil Ellea sambil berjalan kearah televisi.
Gerry buru-buru bangun dari kursi dan menghampiri Ellea sebelum Ellea sampai di ruangan televisi.
"Lea ini sudah malam sayang, kenapa kamu masih terbangun?" tanya Gerry.
"Aku tidak bisa tidur Ger, aku ikut kalian saja ya menonton televisi sepertinya kalian tadi seru sekali," kata Ellea.
"Besok kamu kan harus pergi kerja sayang, nanti ngantuk loh," kata Gerry.
Tak lama Tante Katty datang menghampiri Ellea dan Gerry.
"Iya Lea bener tuh kata Gerry kalau kamu begadang besok kamu akan ngantuk dikantor, lagipula besok kamu kan harus kerja tidak baik jika begadang sampai tengah malam," kata Tante Katty.
"Iya juga si, ya sudah aku mau tidur saja. Sayang kamu antar aku ke kamar yuk!" pinta Ellea.
"Lea,, tapi Gerry dan aku sedang tanggung menonton acara seru. Kamu engga bisa memangnya ke kamar sendiri?" tanya Tante Katty.
"Iya bener tuh sayang, lagi nanggung nih. Kamu ke kamar sendiri ga apa-apa ya!" kata Gerry.
"Emm gitu, ya udah deh aku ke kamar lagi ya Ger," kata Ellea yang langsung menuju kamarnya.
Sedangkan Gerry dan Tante Katty kembali menuju ruangan televisi bersama.
Anda Mungkin Juga Suka





