
GADIS POLOS MILIK TUAN MUDA
Bab 3
"Nek cinta mau pergi lari pagi dulu ya," gadis mungil itu berpamitan kepada neneknya untuk dari pagi dari rumahnya.
Setelah berpamitan kepada neneknya Cinta mulai lari-lari kecil, karena jarak yang tidak terlalu jauh jadi masih bisa Cinta tempuh dengan berjalan kaki sambil mengeluarkan keringat.
Saat di pertengahan jalan.
BBRRRUUKK...
"Maaf Cinta nggak sengaja," walaupun tidak tahu siapa yang salah tapi tetap gadis mungil itu meminta maaf kepada orang yang ditabraknya.
'Jika jodoh memang nggak akan ke mana'
Batin orang yang menabrak Cinta barusan karena dia merasa beruntung dipertemukan di pagi hari yang cerah ini.
Siapa lagi orang itu jika bukan Arsen si lelaki tampan yang sudah mengklaim Cinta menjadi miliknya di saat pertemuan yang pertama.
"Kamu sudah membuat saya jatuh cinta," suara berat itu membuat Cinta terpaku sesaat, lalu.
"Mana ada Cinta membuat jatuh, kan masih berdiri ini," Arsen yang mendengar jawaban polos dari Cinta membuat dia gemas sekali sebab jatuh yang dimaksud Arsen bukanlah jatuh ke tanah.
"Jika ingin membohongi Cinta bukan seperti ini caranya," gadis mungil itu tidak terima dibohongi oleh Arsen yang sudah menuduh dirinya membuat laki-laki tampan itu terjatuh.
*Kenapa saya harus menyukai gadis sepolos ini? Ini kebahagiaan atau cobaan?*
Padahal niat awal Arsen ke taman ini hanya ingin sekedar menghirup udara segar sambil melihat-lihat orang yang bisa dia jadikan mangsa selanjutnya.
Tapi siapa sangka jika dia akan bertemu dengan gadis mungil yang sudah membuat dia tertarik sejak awal tapi di pertemuan ini juga dia dibuat kesal serta gemas sekaligus dengan jawaban polos yang dilontarkan oleh Cinta.
"Bukan jatuh ke tanah maksud saya, kamu sudah membuat saya jatuh cinta," Cinta melotot mendengar jawaban dari Arsen.
"Tuh kan sudah Cinta bilang, bahwa Cinta ngga ada membuat jatuh," Arsen menggusar rambutnya dengan kasar lagi-lagi Cinta salah memahami ucapan dia.
Bagaimana caranya dia menjelaskan maksud ucapannya kepada gadis polos di depannya ini.
*Jika kepala gadis ini di kuliti dulu apakah otaknya akan cepat memahami apa maksud perkataan orang*
Arsen terus melafalkan kata sabar untuk menghadapi gadis yang disukainya ini walaupun Cinta belum mengetahui.
"Kamu lagi lari pagi?," Melihat pakaian olahraga yang digunakan oleh Cinta.
"Kalau sekarang lagi berdiri,, bukannya kita lagi ngobrol nggak mungkin saat ngobrol sambil lari," Arsen menarik nafas dengan dalam lagi-lagi jawaban cinta membuat dia menguji kesabaran padahal dia bukanlah orang yang memiliki kesabaran tingkat tinggi.
Tapi demi bisa mengobrol dengan Cinta lebih lama Arsen harus menekan egonya agar tidak lepas kontrol dan akan berakibat membuat Cinta takut kepadanya.
"Bisa temani saya membeli sarapan?" Melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan Arsen yang menunjukkan sudah pukul setengah delapan.
Pantas dia merasa lapar, gumamnya.
"Kata nenek Cinta nggak boleh makan bersama orang yang gak dikenal," karena nenek Cinta sudah berpesan walaupun bertemu orang baru jika hanya untuk sekedar mengobrol tidak apa tapi jika sampai makan bersama maka nenek Cinta sudah melarang.
Karena tidak semua orang itu baik dan tidak semua orang itu jahat tapi alangkah baiknya kita berhati-hati.
"Baiklah jika begitu kita kenalan dulu nama saya Arsen," Arsen mengulurkan tangannya kepada Cinta dan disambut oleh gadis mungil itu.
"Nama aku Cinta," walaupun bersalaman sebentar tapi tangan mungil itu meninggalkan rasa hingga bergetar kedalam hati Arsen.
'tangan yang enak digenggam dan sudah pasti nyaman'
"Nama yang cantik, se cantik orangnya," puji Arsen kepada Cinta tapi bukannya salah tingkah, malah Cinta.
"Nenek juga selalu bilang bahwa Cinta ini memang cantik sejak lahir," Arsen terhenyak mendengar jawaban Cinta yang terlalu polos.
Alih-alih dia salah tingkah mendengar pujian Arsen malah gadis mungil itu membuat Arsen harus memiliki kesabaran ekstra.
"Nenek kamu benar bahwa kamu memang sangat cantik," meneruskan pujian kepada Cinta dan berharap pujian itu akan membekas di hati gadis mungil itu.
"Iya Cinta tahu kok," sudah, sudah mau habis kesabaran Arsen menghadapi kepolosan Cinta.
Setiap ucapan Arsen akan dibalas dengan jawaban polos yang membuat Arsen ingin sekali mencubit pipi mulus itu.
"Jadi bagaimana, apakah Cinta mau kita pergi sarapan bersama?" Sangat berharap bahwa Cinta menyetujui ajakannya ini karena Arsen ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Cinta.
"Kata nenek Cinta nggak boleh makan bersama dengan orang yang baru dikenal," itu bukan kata nenek lagi tapi melainkan penolakan secara halus dan diberikan Cinta kepada Arsen.
Dan Ini pertama kalinya ada seorang gadis yang berani menolak seorang Arsen Joshua.
Jika di luar sana para gadis berlomba-lomba ingin menghabiskan waktu walaupun sebentar bersama Arsen.
Tapi sekarang posisi itu berbanding terbalik sebab sekarang Arsen yang mengajak Cinta makan bersama tapi penolakan yang didapatkan oleh lelaki tampan itu.
'padahal di luaran sana para perempuan lah yang mencari berbagai alasan agar bisa makan bersama gue tapi Cinta saat gue ajak pun dia menolak padahal ini merupakan suatu kehormatan'
Ingin rasanya Arsen menangis dalam hati atas penolakan yang dia terima padahal biasanya dia yang menolak tapi sekarang dia yang ditolak.
" Baiklah, tapi apakah jika kita bertemu lagi Cinta mau makan bersama saya?" Arsen akan terus memanfaatkan kesempatan mereka bertemu walaupun itu hanya sebentar dan tidak akan pernah sia-siakan.
"Cinta nggak janji," karena Cinta sadar bahwa dia bukanlah gadis bebas yang bisa menikmati masa mudanya sesuka hati tanpa harus memikirkan biaya hidup.
Setiap hari kegiatannya cuma kuliah, bekerja lalu membuat neneknya bangga lalu untuk urusan lain belum pernah kepikiran oleh gadis mungil itu.
"Tidak apa-apa, di pertemuan kita yang selanjutnya saya harap kamu tidak menolak ajakan saya," setelah itu Arsen berpamitan pergi dari hadapan Cinta karena jika terlalu lama mengobrol dengan gadis itu bisa saja Arsen memboyong Cinta untuk tinggal bersamanya sebab dia tidak ingin miliknya berkeliaran di luar sana dan dilihat oleh laki-laki lain.
*Untuk seorang Arsen Joshua, tidak ada hal yang tidak bisa dia dapatkan apalagi gadis manis yang sudah dengan lancang memasuki hati gue*
Jika saat ini gagal mengajak Cinta untuk makan bersama tapi tidak ada kegagalan untuk hari esok dan selanjutnya sebab dia benci penolakan tapi khususnya untuk Cinta dia tidak ingin memaksa karena akan menyebabkan gadis mungil itu ketakutan kepadanya.
Jika Cinta sudah takut kepada Arsen maka sudah bisa dipastikan bahwa gadis mungil itu akan menjauhinya.
Jadi dia akan mendekati pelan-pelan, namun jika tidak berhasil cara kekerasan baru boleh digunakan.
Anda Mungkin Juga Suka





