Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey

Gadis Pemuas Tuan Grey

Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Grey menghela napas berat, dia sudah terlalu kesal. Mendekati Noah yang hendak kabur, berdiri di atas sofa siap untuk melompat pergi.

Grey secepat kilat menjangkau putranya, melingkarkan tangan kanan pada tubuh bocah itu, dan mengangkatnya di samping pinggang. Tubuh terbalik dari Noah terus meronta, kaki dan tangan berayun-ayun kencang.

“Lepaskan aku, Daddy! Lepaskan! Daddy tidak bisa melakukan hal ini padaku aku hanya anak-anak yang tidak boleh diperlakukan kasar!” Noah meronta hebat, teriakan-teriakan dibuat olehnya semakin kencang.

“Anak-anak kau bilang?! Kau bahkan tidak disebut sebagai anak dibawah umur, bagaimana bisa kau menyebut dirimu anak-anak?!” sahut Grey, kakinya mengayun lebar keluar.

“Siapa pun tolong aku! Aku akan menjadikanmu ibuku jika kau perempuan, dan akan dijadikan kau ahli waris daddy kalau laki-laki! Tolong akuuuuuuu!” seru Noah, berhasil menghentikan langkah Grey.

“Kau mengatakan apa?! Jangan asal bicara!” sarkas Grey, putranya mendongak.

“Aku akan menjadikan semua itu benar, Dad!” ucapnya.

“Aduh, dasar anak menyebalkan! Lihat saja apa yang bisa daddy lakukan padamu malam ini!” geram Grey melanjutkan kembali langkah.

Noah masih saja memberontak dengan teriakan kencang menyakiti telinga. Tak ada yang berani menolong, atau sekedar mencegah perbuatan dari pemimpin berwajah tegas itu.

Namun, sepertinya tidak dengan Laura, perempuan yang bergegas keluar usai mendengar keributan itu, menghalangi langkah Grey. Ya, meski ia juga menahan ketakutan terlalu besar menyerang.

“Anda tidak bisa memperlakukan anak kecil seperti itu!” tegas Laura.

“Menyingkir!” melotot Grey padanya.

“Saya tidak akan menuruti Anda kali ini! Lepaskan dia!” kata Laura, kedua tangan meremas ujung seragam yang dikenakan kembali.

Grey sepertinya melihat hal itu, diartikan sebagai ketakutan. Dia mendekatkan langkah, mengangkat ujung atas bibir kanan. “Apa yang bisa kau lakukan padaku?!” tutur Grey, mundur langkah Laura. Matanya berkeliaran mencari pelabuhan, jantungnya hampir saja meledak akan tatapan menyeramkan didapat.

“Saya adalah pengasuhnya, jadi saya bertanggung jawab atas dirinya! Saya bisa melakukan apa pun demi keselamatannya!” kata Laura, namun tatapan menunduk ke arah kanan.

Grey tersenyum smirk, Noah menelisik wajah tertahan rasa takut dari perempuan di depannya. “Baumu dan daddy sangat aneh!” ucap Noah. “Ini seperti ….”

“Hentikan ucapanmu!” sarkas Grey, menyingkirkan tubuh Laura dan melewati.

“Tunggu!” Laura berudara tegas, menyusul langkah lelaki berkulit putih yang tetap ingin memberikan efek jera pada putranya.

Laura tidak lagi berkata-kata, dia merebut tubuh Noah begitu saja dan menurunkan. Dia sangat berat, tubuhnya memang gemuk, dan Laura tak mampu menggendong di sisa tenaganya.

“Pergilah.” Laura menunduk, mengusap ujung kepala Noah.

“Jangan menyentuhku!” sinis bocah itu, menyingkirkan tangan Laura. “Aku tidak suka disentuh siapa pun! Menjauhkan dariku!” menatap sangat tajam.

Laura menelan saliva, dia masih membungkuk sampai Noah pergi. Grey mengantongi kedua tangan, memperhatikan. “Satu Minggu! Kalau kau bisa mendapatkan hatinya, kau akan menjadi pengasuh untuknya!” ucap Grey tegas.

Laura menoleh padanya. “Bagaimana dengan uang lima puluh juta itu? Bukankah Anda sudah melihat kalau saya masih perawan?! Apa Anda tidak akan membayar untuk hal itu?!”

“Kau menjual tubuhmu sekarang?” tanya Grey.

“Tidak. Tapi, Anda yang memaksa saya menjualnya. Jadi, bayar hal itu sekarang juga! Tidak masalah kalau saya dianggap pelacur sekarang, tapi saya tidak akan pernah membiarkan Anda mengambil kesucian itu gratis!” tutur Laura.

Grey tersenyum tipis, seraya membasahi bibir. “Lima puluh juta untuk tubuh sepertimu? Bermimpi saja! Puaskan aku setiap waktu, maka kau akan menerima uang itu! Kalau kau bisa membuatku puas, kau akan kubiarkan hidup nyaman di rumah ini! Setidaknya, kau harus mahir berciuman dan memanjakan tubuhku!”

“Anda tidak bisa melakukan hal ini, semua tidak ada di perkataan awal Anda sama sekali! Apa Anda hanya seorang penipu yang suka memanfaatkan orang lain?!” ucap Laura, dicengkeram langsung kedua sisi wajahnya oleh Grey.

“Jaga ucapanmu, atau kau tidak akan pernah merasakan makanan lagi esok hari!” mengeratkan gigi, menahan suara geram. “Layani aku malam ini sampai pagi, aku akan memberikan uang itu! Aku seorang pengusaha, aku tidak akan mengeluarkan sepeser pun saat aku tidak terpuaskan!” tegasnya menambahkan, lalu mendorong wajah Laura hingga perempuan itu terhempas ke lantai.

Grey pergi dengan langkah angkuh, tanpa lagi menoleh untuk sekedar mengetahui apakah perempuan sudah kesakitan itu, kini merasakan sakit lagi atau tidak. Laura mengiringi kepergian Grey dengan tatapan, di mana genangan air mata sudah terbentuk dan siap tumpah.

Sakit hatinya, haruskah orang miskin terus diperlakukan tanpa harga sama sekali. Jika saja ia bisa mengulang ke beberapa waktu lalu, mungkin tak akan pernah tertarik untuk datang, setelah mendengar pembicaraan orang-orang di mall tentang pengusaha kaya raya yang siap membayar mahal untuk mengasuh anak.

Ya, Laura memang sekedar mendengar dari perkataan ketika dirinya mengepel lantai mall, kemudian tertarik melamar. Berpikir jika bisa menambah uang untuk melanjutkan kehidupan, juga membayar pengobatan dari ayahnya, namun justru semua tak berjalan seperti apa diinginkan, dan malah membuatnya terjebak dalam belenggu lelaki angkuh nan kasar.

Ribuan kata maaf mungkin tak akan pernah berguna untuk memohon pada kedua orang tuanya, tentang apa baru saja dialami dan itu hanya untuk uang. Namun, Laura hanya berharap jika semua yang dilakukan tak pernah menjadi sia-sia, dan Grey menepati ucapannya.

Setidaknya, Tuhan mengetahui bagaimana keadaannya sekarang tanpa perlu menjelaskan apa-apa lagi. Dia hanya terjebak, tanpa memiliki daya untuk meloloskan diri. Apa yang terjadi pun bukan atas keinginan, dan diharapkan pula untuk kedua orang tuanya bisa memahami saat waktu membuka segalanya nanti.

“Maaf, Nona. Tuan Grey meminta Anda untuk membersihkan diri di kamar tamu,” seorang wanita tua menghampiri, seketika Laura menyeka air mata sudah membanjiri wajah. “Pakaian dan semua keperluan Anda telah kami persiapkan di kamar, dan Anda harus mengenakannya sebelum menemui Tuan Grey dua jam lagi.” Sambungnya.

Laura menertawakan dirinya sendiri dalam hati, itu juga terlihat dari pahatan pada bibir bergaris tegas miliknya. “Apa aku bonekanya sekarang?” berbicara lirih.

“Mari saya antarkan Anda ke kamar, Nona. Saya akan menjelaskan apa saja yang harus Anda lakukan di rumah ini selama satu minggu, dan apa yang tidak boleh. Silakan ikut dengan saya,” ucap wanita berusia sekitar enam puluhan tersebut.

“Apa saya tidak bisa pergi dari rumah ini sekarang?” terangkat pandangan Laura, menatap padanya yang masih berdiri dan mengulas senyum pada wajah ditumbuhi beberapa keriput samar.

“Anda yang memasuki rumah ini, Nona. Belum ada sejarahnya, orang bisa keluar dari rumah ini setelah masuk. Begitu pun dengan Anda, karena ini bukanlah rumah yang bisa didatangi oleh siapa pun.” Jelasnya, menyipit kedua mata Laura.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JJQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JJQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CALON MERTUAKU
8.1
Indah terjebak dalam rasa penasaran mendalam terhadap Om Andi, seorang pria kaya raya yang telah lama menduda. Di balik ketampanan dan kemewahan hidupnya, tersimpan sisi misterius yang sulit ditembus. Akankah Indah berhasil mengungkap kebenaran di balik rahasia yang disembunyikan pria tersebut? Ikuti perjuangan Indah dalam mencari jawaban atas segala teka-teki yang menyelimuti sosok calon mertuanya di tengah gelombang romansa dan misteri.
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
8.4
Tiga tahun Wenny Cladia merawat Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun, setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan dan menjadi bahan cemoohan, Wenny memilih mundur dan mengirimkan surat cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang mencari istrinya, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggap buruk rupa kini telah menjelma menjadi dokter ahli medis yang sangat memukau.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra dari mantan kekasih ibunya yang sering menghinanya tidak berotak. Altan, seorang konglomerat angkuh, menganggap Vanilla hanya mengandalkan nama besar keluarganya. Konflik memuncak saat Vanilla harus magang di kantor Altan selama empat bulan. Sejak sesi wawancara yang penuh drama dan jawaban nyeleneh, Vanilla harus berjuang menghadapi tekanan kerja di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun berkorban demi Baskara, Aria justru dibuang saat sang suami sukses. Demi Aurora, investor barunya, Baskara menghapus eksistensi Aria dan mengurungnya di gudang gelap meski tahu fobia yang dideritanya. Puncaknya, Baskara membiarkan Aria disiksa penculik demi menyelamatkan Aurora. Dalam kehancuran, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara tangguh yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas segala pengkhianatan ini.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berusia dua puluh lima tahun, terjebak situasi sulit hingga terpaksa menyewakan rahimnya kepada pengusaha bernama Kairo Juang. Keputusan ini bermula dari Salsa, istri Kairo, yang lelah dihina mandul oleh orang-orang di sekitarnya. Demi mendapatkan keturunan, Salsa merelakan suaminya menikahi wanita lain. Meski awalnya kesepakatan ini berjalan lancar tanpa kendala, sebuah malapetaka besar tiba-tiba datang mengancam kehidupan mereka.