Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Kedai

Gadis Kedai

+++21.. ATTENTION PLEASE .!!. Not for kids.!!!🙏🙏🙏 Tuan dan nyonya Vladislava meninggal saat Tatiana Vladislava putri semata wayang mereka berusia tiga belas tahun . Semenjak itu , Tatiana Vladislava tinggal bersama nenek Vasilisa Vladislava yang mempunyai kedai makanan Russia di Moscow . Tatiana Vladislava mempunyai dua teman laki sepermainan sewaktu masa kecil yang bernama Sevastyan Dvoryanstvo dan Matteo. Sevastyan Dvoryanstvo anak keturunan bangsawan, sedangkan matteo dari latar belakang broken home. Ayahnya matteo seorang tukang kebun yang pemabuk , suka berjudi dan main perempuan. Sedangkan ibunya seorang pembantu. Dulu ibunya Matteo sempat stress karena kelakuan suaminya dan sempat hendak menggugurkan kandungannya dengan minum banyak bir hangat tapi kandungannya tidak gugur malah melahirkan Matteo. Karena sikap kedua orang tuanya yang tidak perduli pada Matteo itu membuat Matteo tumbuh menjadi seorang pria pemabuk yang suka berjudi dan suka bergonta ganti pasangan sex . Ya, matteo mewarisi kelakuan buruk almarhum ayahnya. Tanpa di sangka-sangka mereka di sinyalir terlibat dalam kasus pembunuhan. Mereka menjawab...bukan saya pembunuhnya sadis. Sebetulnya siapa yang di bunuh .?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

"Tatiana Vladislava cucuku. Umurnya sekarang sembilan belas tahun."

Jawab nenek Vasilisa Vladislava sembari mencium pucuk kepala cucu perempuannya.

"Delapan belas tahun , umurku , nek. Minggu depan aku ulang tahun umur sembilan belas tahun.!"

Jawab Tatiana Vladislava dengan suara lemah lembut , selembut tatapannya.

"Ya..ya.. nenek lupa, Tatiana Vladislava sayang . Apa kamu masih ingat pada beliau berdua .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava sembari menunjuk kakek nenek Dvoryanstvo. Kedua mata indah Tatiana Vladislava menatap wajah Kakek nenek Dvoryanstvo secara bergantian kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Maaf, nenek Vasilisa Vladislava. Aku lupa siapa beliau berdua .?"

Ucap lirih Tatiana Vladislava. Neneknya langsung tertawa dan menjawab..

"Kamu lupa, beliau berdua teman nenek. Dulu kamu sering bermain di rumah beliau , cucuku sayang. Itu kakek nenek Dvoryanstvo. "

Tatiana Vladislava langsung bangkit berdiri lalu membungkukkan badannya dan berkata..

"Kakek nenek Dvoryanstvo yang memelukku saat aku menangis di depan jenazah mamaku. Benarkah .?"

Kakek Dvoryanstvo menjawab..

"Benar sekali , kami berdua yang memelukmu agar kamu berhenti menangis , Tatiana Vladislava.!"

Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya , lalu memeluk kakek nenek Dvoryanstvo dan berkata dengan lirih..

"Janganlah kakek nenek Dvoryanstvo menghilang dariku lagi , karena aku selalu menangis di tiap doaku merindukan kalian berdua .!"

"Kami sudah kembali ke Moscow dan tidak meninggalkanmu lagi , Tatiana Vladislava.!"

Bisik nenek Dvoryanstvo dengan mata berkaca-kaca.

"Apa kamu masih ingat kami berdua , Tatiana Vladislava.?"

Tanya tuan Stanislav Dvoryanstvo yang memeluk bahu istrinya. Tatiana Vladislava tersenyum dan menjawab dengan ramah..

"Paman bibi Stanislav Dvoryanstvo , aku selalu ingat pada kalian berdua. Kalian berdua sering mengajakku berjalan-jalan dan membelikan es krim coklat.!"

"Benar sekali , Tatiana Vladislava. Dulu badanmu gemuk sekali , aku tergelincir di salju karena kamu melompat saat hendak kugendong.!"

Jawab paman Stanislav Dvoryanstvo sembari tertawa dan mencium pucuk kepala Tatiana Vladislava.

"Dulu kamu sering tertidur di pelukanku , Tatiana Vladislava. "

Ujar nyonya Stanislav Dvoryanstvo sembari mencium pipi Tatiana Vladislava yang tertawa renyah.

"Cantiknya makin cantik kalau tertawa. Wajahnya mirip almarhum mamanya. "

Ucap nenek Dvoryanstvo yang memandang takjub pada kecantikan Tatiana Vladislava. Nenek Vasilisa Vladislava

tersenyum sambil mengangguk.

"Semua orang mengatakan demikian. Tuhan tahu kalau aku selalu merindukan putriku yang meninggal. Cucuku tumbuh besar benar-benar mirip seperti mamanya. Ayo ke rumahku .!"

Ajak nenek Vasilisa Vladislava dengan ramah.

"Kami duduk di kedai saja. Aku masih kangen suasana kedai . Besok aku ke rumahmu.!"

Sahut nenek Dvoryanstvo yang menggenggam erat tangan Tatiana Vladislava.

"Itu ada bangku kosong. Silahkan duduk di situ . Kusiapkan makanan untuk kalian semua.!"

Ucap Tatiana Vladislava sembari mengajak keluarga Dvoryanstvo duduk di bangku kayu kosong.

"Sekarang aku tidak masak , Tatiana Vladislava cucuku yang masak. Kalian harus makan masakannya .!"

Tukas nenek Vasilisa Vladislava yang duduk di dekat nenek Dvoryanstvo.

"Wah enak ya, pantaslah nenek Vasilisa Vladislava sahabatku ini makin cantik dan awet muda karena sekarang pensiun masak. Itu baru namanya nenek Russia yang hebat .!"

"Nenek Dvoryanstvo janganlah yang memujiku .! Kita berdua ini nenek-nenek Russia yang sama-sama awet muda karena kekenyangan pahit manisnya hidup.!"

Dua nenek cantik itu tertawa terbahak-bahak.

"Nenek Vasilisa Vladislava , lihatlah ini Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku.!"

Ucap nenek Dvoryanstvo , sembari merangkul bahu Sevastyan Dvoryanstvo cucu laki kesayangannya . Nenek Vasilisa Vladislava langsung terdiam menatap wajah Sevastyan Dvoryanstvo pemuda tampan Russia. Air matanya menetes dan dengan lirih berkata..

"nenek Dvoryanstvo , sejak kau bawa Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakimu ke Amerika,

tiap hari aku menangis merindukannya dan tiap hari aku mohon pada Tuhan di doaku agar aku di ijinkan melihat Sevastyan Dvoryanstvo. Hari ini Tuhan mengabulkan doaku."

"Aku tahu kamu terlalu memanjakan Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku. Tiap hari dia menangis dan merengek minta pulang ke Moscow hanya untuk bertemu denganmu. Jika kamu tahu , Sevastyan Dvoryanstvo cucuku selalu memeluk fotomu dan dia marah jika kuambil fotomu dalam pelukannya , nenek Vasilisa Vladislava sahabatku.!"

Tukas nenek Dvoryanstvo sambil menghapus air mata di pipi nenek Vasilisa Vladislava sahabatnya.

"Hei pemuda kecil yang sering menghabiskan masakanku di dapur. Sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gagah. Sini peluklah aku,

Sevastyan Dvoryanstvo anak pintar kesayanganku.!."

Ucap nenek Vasilisa Vladislava yang masih menangis terharu sambil merentangkan kedua tangannya.

"Nenek Vasilisa Vladislava sayangku, apakah masih ada masakanmu yang harus kuhabiskan .?. Aku selalu merindukanmu .!"

Sevastyan Dvoryanstvo memeluk erat nenek Vasilisa Vladislava yang tertawa sambil mengelus-elus kepala pemuda tampan Russia.

"Sevastyan Dvoryanstvo , dulu kamu sering rebutan makanan dengan Tatiana Vladislava cucu perempuanku. Apa kamu masih ingat dengannya .?. Ia teman mainmu ."

Nenek Vasilisa Vladislava menyuapi coklat yang di ambil dari sakunya . Keluarga Dvoryanstvo terenyuh melihat sikap nenek Vasilisa Vladislava .

"Aku hanya ingat wajahnya yang penuh bintik-bintik merah dan badannya yang gemuk bulat , nenek Vasilisa Vladislava.!"

Jawab Sevastyan Dvoryanstvo sambil mengunyah coklat.

"Itu Tatiana Vladislava. !"

Nenek Vasilisa Vladislava menunjuk Tatiana Vladislava cucu perempuannya yang fokus melayani para pembeli .

"Apa benar itu Tatiana Vladislava teman mainku waktu kecil , nenek Vasilisa Vladislava.?. "

Sevastyan Dvoryanstvo menyipitkan matanya melihat gadis cantik berambut panjang bergelombang.

"Ya benar. Sapalah dia , semoga dia tidak lupa padamu , Sevastyan Dvoryanstvo.!"

Pemuda tampan Russia itu mengangguk, ia memperhatikan teman sepermainannya semasa kecil kini sudah menjadi seorang gadis cantik, rambutnya burgundy bergelombang panjang sepinggang. Pelan-pelan dihampirinya Tatiana Vladislava yang menunduk membungkus makanan .

"Hallo Tatiana Vladislava , apa kamu masih ingat padaku .?"

Gadis itu masih fokus membungkus makanan. Sevastyan Dvoryanstvo memperhatikan Tatiana Vladislava yang masih saja diam menunduk , tapi tangannya membungkus semua makanan pesanan para pembeli. Wajahnya sangat cantik meskipun tanpa polesan make-up sedikit pun.

"Kamu mau aku membunuhmu .?"

Desis Sevastyan Dvoryanstvo, gadis itu langsung terdiam.

"Berikan semua uangmu atau kubunuh kamu .!"

Pelan-pelan Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya yang cantik. Sevastyan Dvoryanstvo terkesima melihat kecantikan wajah teman sepermainannya di masa kecil , langsung gadis cantik itu berlari memeluk neneknya , semua terkejut..

"Nenek..nenek...ada orang jahat mengancam membunuhku jika aku tidak memberinya uang .!"

Ujar Tatiana Vladislava dengen ekspresi wajah ketakutan.

"Siapa orang jahat .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava yang kebingungan melihat cucu perempuannya ketakutan.

"Itu orangnya , nenek.!"

Tatiana Vladislava menyembunyikan wajahnya di pelukan nenek Vasilisa Vladislava, tangannya terulur menunjuk ke arah Sevastyan Dvoryanstvo yang tertawa terbahak-bahak.

"Aku menyapanya tapi dia mengabaikanku lalu aku mengganggunya .. mau kubunuh jika tidak memberikan uang padaku. Dia lari ketakutan. Lucu sekali.!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel JANJI YANG DIKHIANATI
9.5
Kehidupan rumah tangga seorang istri hancur seketika saat ia menemukan fakta pahit bahwa suaminya telah mengkhianati komitmen mereka selama bertahun-tahun. Luka mendalam akibat perselingkuhan yang lama tersimpan ini memicu tekadnya untuk menuntut keadilan. Ia pun mulai menyusun rencana pembalasan yang sangat terukur, sebuah langkah yang tidak hanya menguras emosi namun juga menguji kesetiaan serta batas kesabaran orang-orang di lingkaran terdekatnya.
Sampul Novel Melodi Abadi
7.9
Dalam sebuah fase kehidupan yang begitu menyesakkan, sang protagonis merasa seolah setiap tarikan napas adalah beban yang sangat berat. Hari-harinya dipenuhi rasa tercekik dan keputusasaan yang mendalam tanpa henti. Namun, segalanya mulai berubah saat sosokmu hadir membawa harapan baru. Pertemuan tak terduga itu menjadi titik balik krusial yang akhirnya memutar roda gigi takdir, mengubah alur hidup yang suram menjadi melodi abadi yang penuh makna.