Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max

Gadis Jaminan Tuan Max

Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Bab
Bagikan

Bab 1

Hera sudah hampir bunuh diri karena lelah dengan semua masalah hidupnya, kalau saja tidak ada dua orang pria menyeretnya pergi dari jembatan, lalu dibawa ke sebuah rumah mewah yang entah milik siapa. Hera didorong ke lantai saat tiba di rumah mewah itu, membuatnya jatuh tersungkur tepat di kaki seseorang yang berbalut sepatu pantofel yang terlihat begitu mengkilap.

Hera mendongakkan kepalanya, lalu ia melihat seorang pria yang duduk di sebuah sofa tunggal berwarna coklat tua. Pria itu memakai setelan jas rapi yang terlihat mahal, tangan kirinya memegang gelas berisi minuman, sementara tangan kanannya tampak menjempit rokok yang kini dia hisap, lalu asapnya disemburkan ke udara. Rumah siapa ini? Dan siapa pria itu? Hera pun bertanya-tanya.

Hera ingin bangkit, tapi kedua pria yang menahannya tidak membiarkan hal itu terjadi. Pada akhirnya, Hera berlutut di lantai dan berhadapan dengan seorang pria yang tatapan matanya terlihat menakutkan.

"Siapa kau? Apa kita saling mengenal? Kenapa aku dibawa ke tempat ini secara paksa?" Hera akhirnya bertanya.

Pria ini meletakan minuman dan juga rokoknya, lalu hanya terfokus pada Hera. Inilah Max, seorang pria berusia 30 tahun yang sejak remaja telah mulai terjun ke dalam lubang bisnis ilegal. Apapun Max lakukan demi mendapatkan uang dan ia memiliki beberapa bisnis utama yang membuatnya bisa hidup di rumah mewah seperti sekarang, seperti prostitusi, tempat perjudian, dan Max juga termasuk ke dalam daftar seorang lintah darat yang kejam. Jika Hera dibawa ke tempat ini, maka tentu ada alasannya, dan itu terkait dengan salah satu bisnis milik Max.

"Hera, berusia 20 tahun, tinggi 165 cm, lulusan SMA Seung Yi, bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan, pernah menjadi korban bully, memiliki hobi melukis, tidak bisa makan makanan pedas, dan membenci serangga. Itu benar kau, kan? Sebenarnya, masih ada yang lain, tapi aku malas menyebutnya." Max menatap lekat Hera yang masih berlutut di depannya dan kedua tangan Hera dipegang oleh anak buahnya.

Hera terkejut mendengar ucapan pria di hadapannya. Pria itu tahu begitu banyak tentang dirinya, tapi ia bahkan tidak mengenal siapa pria itu. Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?

"Kau terkejut? Tidak apa-apa, itu adalah reaksi normal saat dijadikan jaminan," ucap Max lagi.

"Apa? Jaminan?" Hera menjadi lebih terkejut sekarang.

"Ya, kau menjadi jaminan atas utang ibumu yang senilai 100 juta Won (Rp. 1,168 Miliar). Ibumu tidak mampu membayar tepat waktu, jadi kau dijadikan jaminan. Jika ibumu tidak bisa membayar utang sampai batas waktu yang aku tentukan, maka aku terpaksa harus menjualmu sebagai ganti uang itu. Jika kau cukup sehat, maka organmu bisa aku jadikan uang, tapi kau terlihat cukup cantik, jadi bisa aku jadikan pelacur. Aku tidak akan rugi." Max terlihat tersenyum, lalu kembali menghisap rokoknya.

Hera tahu kebiasaan ibunya yang suka berjudi dan minum-minum bahkan sampai menjual rumah peninggalan mendiang ayahnya, lalu tinggal di rumah sewaan yang begitu kecil, tapi tidak menduga kalau ibunya memiliki utang sebesar itu. Lalu, sekarang, ia harus menjadi jaminan?

"Itu tidak mungkin. Kau pasti berbohong!" namun, Hera tidak akan percaya begitu saja.

"Ibumu tahu tentang hal ini. Akan aku tunjukkan padamu." Max mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon seorang wanita bernama Mina yang merupakan ibu dari Hera.

"Putrimu ingin bicara," ucap Max setelah terhubung dengan Mina, lalu ia membawa ponselnya tepat di hadapan Hera dengan suara yang telah diperbesar.

"Hera, maafkan ibu. Ibu berjanji akan mencari untuk membayar utang itu, jadi kau bisa bebas. Kau bisa menunggu, kan?" suara Mina terdengar dan membuat air mata Hera seketika tumpah.

"Kenapa Ibu melakukan ini padaku? Kenapa aku harus menanggung semua ini?!" Hera berteriak.

"Maafkan ibu. Ibu ..." kalimat Mina tidak selesai karena Max yang sudah memutuskan sambungan telepon.

"Jadi, apa sudah jelas sekarang?" ucap Max setelahnya.

"Apa yang jelas? Aku tidak mau menjadi jaminam siapa pun!" Hera kembali memberontak, tapi semuanya sia-sia saja.

Max kini bangkit dan berdiri di depan Hera yang telah berhasil kembali dibuat berlutut di lantai. "Suka atau tidak, tapi inilah takdirmu saat ini. Jangan khawatir, aku akan memberimu makanan sehat 3 kali sehari dan juga tempat tidur yang nyaman. Aku juga harus berjaga-jaga, kan?" ujar Max, kemudian memberi isyarat pada anak buahnya untuk membawa Hera pergi dari hadapannya.

"Lepaskan aku!" Hera berontak, tapi segala usahanya sia-sia saja. Hera dibawa masuk ke sebuah kamar yang memang telah dipersiapkan khusus untuknya, lalu pintu kamar itu kunci.

Hera berulang kali menggedor pintu, tapi pada akhirnya hanya rasa lelah yang ia dapatkan. Hera mencoba kabur lewat jendela, tapi ada teralis besi pada semua jendela yang ada di kamar ini. Jika sudah seperti ini, maka Hera tidak tahu lagi harus melakukan apa.

***

Seperti yang Max katakan sebelumnya, Hera diberikan makanan sehat yang dibawakan langsung ke kamarnya, tapi ia tidak pernah menyentuh makanan itu. Hera ingin menelepon polisi, tapi ponselnya dan semua barang-barangnya diambil oleh pria yang membawanya. Hera tidak memiliki apa-apa sekarang.

Hera sangat marah karena diperlakukan seperti tahanan bahkan menjadi jaminan saat ia tidak tahu apa-apa soal utang itu dan tidak pernah menikmati uangnya.

Hera pun mengamuk dan melempar apapun yang ada di kamar itu, lalu ia tidak sengaja melihat dari jendela ada beberapa wanita dengan pakaian seksi yang dibawa masuk ke dalam sebuah mobil. Hera penasaran, apakah semua wanita itu adalah jaminan seperti dirinya? Jika ya, mereka akan dibawa kemana sekarang?

Hera kembali mengingat kata-kata Max tentang apa yang akan terjadi padanya jika ibunya tidak mampu membayar utang. Hera lebih baik mati dari pada harus menjadi seorang pelacur. Di saat bersamaan, Hera melihat ada pecahan vas bunga yang tergeletak di lantai. Hera rasa, pecahan itu cukup tajam untuknya.

Di tempat lain, Max terlihat sedang bicara dengan seseorang, yaitu seorang pelanggan VVIP di rumah hiburannya. Pria itu adalah seorang pengusaha kaya yang menginginkan hiburan baru karena dia telah mencoba semuanya dan mulai bosan dengan itu.

"Beberapa hiburan baru akan segera tiba. Semoga Anda bersedia menunggu," ucap Max.

"Aku akan menunggu karena aku tahu kau tidak pernah mengecewakan," balas pria itu.

Max hanya tersenyum saja mendengar ucapan pria itu. Percayalah kalau pria yang ada di hadapannya adalah pria yang terkenal sebagai pria baik, dia adalah seorang suami dan ayah yang baik. Dia cukup sering muncul di berita karena menikah dengan seorang aktris terkenal, tapi inilah dia yang sebenarnya. Karena itulah, Max tidak pernah mempercayai siapa pun, selain dirinya sendiri.

Max mengambil jaminan bukan karena percaya kalau orang yang berutang padanya akan mampu membayar utang itu, tapi karena ia melihat si jaminan itu bisa menjadi uang untuknya melebihi uang yang telah diberikan sebagai pinjaman. Max suka menyebutnya sebagai harta karun.

Ponsel Max kini berdering dan itu adalah telepon dari salah satu anak buahnya. Max sedikit menjauh saat menjawab telepon dan rautnya pun terlihat berubah sekarang. "Apa? Hera mencoba bunuh diri?" ucap Max dengan penuh keterkejutan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Cinta masa kecil
9.0
Dina dan Arga berbagi masa kecil yang indah sebelum akhirnya terpisah oleh jarak dan ambisi. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di kota besar. Dina kini menjadi desainer gigih, sementara Arga telah bertransformasi menjadi pengusaha sukses. Meski kehidupan mereka telah berubah, perasaan lama yang terpendam perlahan muncul kembali. Di tengah keraguan masa lalu, mereka harus mencari tahu apakah ikatan masa kecil ini adalah jodoh sejati.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Aldy Fathee, CEO arogan dari Fathee Grup, menjadi makin kejam sejak ditinggal Ara Valeria. Ara pergi tanpa kabar demi mengobati HIV akibat trauma masa lalu. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy ingin mendekat, Ara kini bersikap dingin dan tak tersentuh. Setelah sebuah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad mengungkap rahasia di balik sikapnya. Akankah cinta mereka bersatu atau Ara kembali menghilang?
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
9.2
Pertemuan kembali dengan Kayden Narasoma, sang miliarder sekaligus ayah dari putranya, menjadi awal dari konflik batin Lunara Angkasa dalam novel romantis ini. Takut kehilangan sang anak, Lunara berusaha menjaga hubungan profesional di kantor. Kayden yang awalnya menyimpan dendam dan ingin menyakiti Lunara, perlahan justru ingin menyatukan kembali keluarga mereka saat melihat kerapuhan wanita itu. Ketika kebenaran masa lalu terungkap, Kayden menyadari bahwa dendamnya hanya melukai diri sendiri.
Sampul Novel Kutukan Cinta Sang CEO
9.7
Khaidar Wijaya memikul kutukan maut: siapa pun yang tulus mencintainya akan ditimpa petaka hingga tewas. Setelah kehilangan orang tua, ia hidup terasing demi melindungi sesama. Saat neneknya sekarat dan ingin kutukan itu sirna, Khaidar terpaksa menikahi Viona, mantan teman sekolah yang membencinya. Kesepakatan ini diambil demi ketenangan sang nenek. Akankah Viona mampu menjaga hatinya tetap dingin, atau ia justru akan menjadi korban cinta berikutnya?