
Gadis Dingin Yang Baik Hati
Bab 3
Setelah selesai kuliah,vio terlihat pergi dengan tergesa gesa ternyata ingin menemui seseorang yang menghubungi nya tadi pagi ,
Skip
Vio sudah sampai di hotel bintang lima ia pun segera menuju lobi hotel itu
Vio melihat seorang pria berumur 50 tahun yang memiliki prawakan yang tinggi juga masih terlihat masih sangat tampan. Ya pria itu ayah nya vio yang bernama Adrian louise
" lihat ini putri kecil ku sudah datang" ucap adrian menatap putrinya yang berjalan cepat kearah nya"
"Ayah " vio berlari dan langsung memeluk adrian
"kamu ini sudah besar tapi masih seperti ajak kecil yang berlarian kesana kemari." jawab adrian menatap putrinya yang sudah beberapa tahun ini tidak tinggal bersama nya
"ayah yang menyebutku anak kecil.Bagaimana bisa aku tidak memganggap ku anak kecil." vio menunjukkan muka imut nya
"hehe baiklah kamu anak kecil,apakah sudah makan siang? Kalo belum mari kita makan siang bersama" ucap adrian
"Baik lah"
Mereka pun menunu restoran yang berada di hotel itu,sesampai nya di restoran adrian dan vio pun memesan makanan
" mbak tolong pesanan saya samakan sajah,dengan pesanan ayah saya yak" ucap vio pada pelayan restoran itu
"Baik ka mohon tunggu sebentar ya pesanan nya akan segera sampai" jawab pelayan itu
Mereka pun makan bersama setelah beberapa saat menunggu
"bagaimana kuliah mu" tanya adrian di sela sela waktu makan
"Baik" jawab vio yang masih fokus dengan makanan nya.
" Apakah sudah punya teman baru? Tanya adrian lagi
"Belum" jawab vio lagi lagi singkat
"kenapa? Ini sudah 3 tahun ,kenapa kamu masih menediri" ucap adrian yang tidak mengerti dengan putrinya
"Ayah jangan bahas itu,aku suka seperti ini," jawab vio yang malas menjawab pertanyaan ayah nya
"seperti ini? Seperti apa, apakah seperti membiarkan orang orang,menghina mu,mencibir mu, memfitnah mu bahkan membiarkan orang orang mengira kamu di pelihara oleh orang kaya,kenapa kamu seperti itu vio,apakah kamu tidak tersiksa dengan semua ini? Kemana vio ku yang dulu yang manis dan baik hati" adrian yang tidak tega melihat putri nya menjadi gadis yang dingin dan pemurung
" ayah apakah kamu ingin membahas soal ini sepanjang kita makan?" vio mencoba mengalihkah topik pembicaraan
"vio ayah hanya ingin melihatmu bahagia,ayah tidak bisa melihat putri ayah seperti ini terus,ayah ingin melihat vio yang dulu" adrian menatap lekat putrinya
"Ayah aku sudah bahagia seperti ini,menambah teman hanya akan menabah beban perasaan ku sajah, untuk penilaian mereka biarkam sajah,yang penting aku tidak melakukan nya" jawab vio
Adrian tidak pernah memaksa vio dia hanya berharap agar putrinya mendapat kebahagiaan,
Vio tahu apa maksud dari adrian hanya sajah dia belum siap bangkit dari keterpurukan nya sendiri, ini adalah jalan bagi vio agar bisa hidup tenang
"Setelah makan siang dan menghabiskan waktu bersama adrian berpamitan untuk pulang karena harus kembali ke kota asal vio,dan vio sendiri yang mengantar adrian kebandara.
Skip
Vio mengemudikan mobil nya menuju apartemen,setelahh dari bandra mengantar ayah nya ,tiba tiba mobil yang di kendarainya mati,vio pun terpaksa berhenti di tengah jalan
"akhh sial kenapa harus mogok di sini sih"!! Vio yang sudah turun dari mobil tak tau harus bagaimana cara memperbaiki nya karena dia tidak tahu soal mobi.
" vio menengok di arloji waktu sudah menujukan pukul 11 malam, tentu jalanan sudah sepi dan bengkel pun pasti sudah tutup
Apakah mobil mu mogok?
Suara seorang pria terdengar dan vio menoleh dan seseorang berjalan kearah nya ,jalanan yang sedikit gelap membuat vio kesusahan untuk melihat siapa itu.
"Apa mobilmu mogok? Suara pria itu semakin dekat dan kembali bertanya karena vio tidak menjawab.
Iya" jawab vio waspada
Vio melihat seorang pemuda yang kini berdiri di hadapan nya dan sembari mengingat ingat apakah pernah bertemu, sehingga vio baru sadar pemuda itu ternyata dion yang membantunya memungut buku waktu itu
" apakah kamu bisa memperbaiki mobil? Tanya vio karena tidak tahu harus meminta kepada siapa
Tanpa bertanya dan tanpa di suruh,dion membuka kap mobil untuk mengecek mesin.
Vio memperhatikan dion yang terlihat begitu serius memperbaiki mobil nya,ia sendiri pun sedikit heran dion yang seorang mahasiswa jurusan bisnis ,bagaimana dia tahu tentang mesin?apakah semua pria itu mengerti tentang mesin?gumam vio d dalam pikirannya
Sudah selesai,kamu bisa mencoba nya" ucap dion lalu menutup kap mobil,
Mobil vio sudah kembali seperti semula,vio senang karena mobil nya kembali menyala,tapi tatap dia tidak bisa tersenyum kepada pemuda itu yang sudah menolong nya.
"vio pun keluar lagi dari mobil setelah memastikan mesin nya menyala dengan baik, ia mengeluarkan beberapa lembar uang uang dari tas nya dan menyodorkan kepada dion
"Untuk apa ini"? Tanya dion ketika melihat vio menyodorkan uang itu
"Tentu sajah uang jasamu,Kamu pikir untuk apa lagi? Jawab vio datar
"Aku tidak butuh itu,Bukan kah kita teman sekelas? Bagaimana bisa aku membantu seorang teman untuk sebuah imbalan?. Jawab dion dengan wajah tersenyum meski vio memasang wajah yang dingin.
Teman ya,huh aku hampir lupa apa itu kata teman" gumam vio dalam hati.
Aku tidak bisa berhutang budi pada siapapun,jadi terima sajah ini" ucap vio memaksa dion untuk menerima uang itu
" apakah kamu suka melakukan semuanya dengan cara memberi uang? , ucap dion yang merasa tidak suka dengan sikap vio karena memganggap semua hal bisa di bayar dengan uang
"iya lalu apa lagi jika bukan uang,bukan kah orang bekerja keras untuk uang? Jawab vio datar,tapi sedikit salah tingkah dengan tatapan dion
Dion pun terekeh karena mendengar ucapan vio
"Kamu tahu apa yang lebih baik dari uang? Tanya dion pada vio dengan senyuman di bibir
"Terimakasih, itu kata yang lebih Baik dari uang,terkadang orang akan menghargai kata terimakasih dari pada uang" dion menjawab pertanyaan nya sendiri karena vio hanya diam
"heh itu omong kosong,aku tidak percaya" sangkal vio
Dion lagi lagi tersenyum pada vio membuat nya salah tingkah,
Kamu boleh tidak percaya,tapi aku percaya,ini sudah larut malam sebaiknya kamu cepat pulang." ucap dion lalu meninggalkan vio setelah berbicara
"vio bergeming mendengar ucapan dion,baginya kata terimakasih tetap tidak bisa mengalahkan uang,nyata nya dulu dia sering mengatakan itu tapi pada akhirnya uang lah yang mengalahkan segalanya.
Skip
Vio sudah sampai di apartemen ,ia masih memikirkan dan merasa tak percaya dengan apa yang di katakan dion,meski mereka teman sekelas tapi baginya dia sama sekali tak mengenal dion"
"heh bukan kah itu terlalu munafik,jika dia berkata kalau kita teman" ucap lirih vio pada diri sendiri.
Vio pun naik ketempat tidurnya bersiap untuk tidur,sebelum itu dia berdoa agar mimpi di masalalu tidak kembali hadir.
" di sisi lain dion baru sampai di rumah nya
"aku pulang " ucap dion lalu melepas sepatu nya
"tumben kamu pulang larut malam" tanya bu wuri yang ternyata belum tidur
" tadi saat aku mau pulang bertemu seorang teman di tengah jalan yang mobil nya mogok jadi aku membantu nya terlebih dulu. " jawab dion seraya menyenderkan punggung nya kesofa
"apakah dia seorang wanita?tanya ibu wuri
"iya dia seorang wanita"
Apakh dia cantik? Tanya ibu wuri karena jarang sekali putranya mau berbicara soal teman nya apa lagi seorang wanita
" aish ibu pertanyaan mu menuju kemana," ucap dion yang curiga ibu nya memiliki maksud lain
"tidak ibu hanya penasaran sajah, soal nya kan kamu tidak pernah bercerita tentang teman mu apa lagi seorang wanita" jawab sang ibu
" ibu sudahlah yang terpenting itu kuliah dan pekerjaan ku,ini sudah malam ibu sebaik nya cepat istirahat aku pun akan istirahat" jawab dion yang memilih masuk kedalam kamar
"ibu wuri menatap punggung putranya yang berlalu,wajah nya mendadak muram karena merasa kasihan melihat putranya harus belajar dan bekerja dalam waktu yang bersamaan demi memenuhi impian suaminya
Skip
Maaf buku nya agak lambat karena harus di resvisi ulang,
,"agar pembaca nyalebih nyaman
Anda Mungkin Juga Suka





