Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu

Gadis Barbar dan Cowok Cupu

Seorang putri bos mafia yang menawan terbiasa menjalani hidup bebas tanpa kekangan aturan siapa pun. Di sekolah, ia justru menaruh hati pada teman sebangkunya sendiri. Pemuda tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat culun dan sering kali menjadi sasaran perundungan siswa lain. Meski kepribadian mereka sangat kontras, sang gadis barbar tetap terpikat pada cowok cupu tersebut di tengah kerasnya lingkungan kehidupan dunia bawah dan sekolahnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nizar mencoba mengintip lagi di balik jendela,

"Pagi-pagi udah bikin gerah," gerutunya,

Lalu matanya terbelalak saat tahu siapa dua manusia yang sedang di mabuk gairah. Tangan Nizar gemetar tidak menyangka apa yang ia lihat dengan mata kepala sendiri.

Ia langsung menarik ponselnya, dan menyimpannya di saku celana, Galang yang melihatnya tak mengerti. Melihat Nizar yang tiba-tiba jadi pendiam.

Ia langsung melangkah pergi meninggalkan Galang sendiri,

"Tungguin gue, Nyet. Loe main tinggalin gue aja," gerutunya, mengikuti langkah Nizar yang semakin menjauh.

Keduanya masuk ke toilet pria,

"Ish.. Loe juga sange 'kan ya, makanya buru-buru ke toilet," ledek Galang. Namun Nizar hanya diam. Tak menanggapi. Nizar menatap bayangannya dalam cermin, lalu membasuh mukanya,

"Siapa, yang lagi enak-enak?" Tanya Galang. Nizar masih diam. Menormalkan pikirannya, Ia hanya tak nyangka, jika ternyata yang sedang bercinta di dalam sana adalah pak gurunya dengan siswi kelas 12.

"Mana gue liat. Loe berhasil merekam adegan mereka'kan?" tanya Galang. Nizar hanya menggeleng, lalu melipir keluar dari toilet. Dan berjalan menuju kantin sekolah.

Sampai di kantin

"Buk, rokoknya satu. Sama kopi hitam tanpa gula ya," Ucap Nizar saat dirinya sampai di kantin. Lalu ia memilih duduk di pojok, yang di sana ternyata sudah ada beberapa murid yang juga sembunyi, tidak ikut upacara.

"Aku es teh saja buk, Otakku lagi panas gegara denger orang mendesah." ucap Galang, absurd. Nizar dengan sengaja menampol kepalanya, bukannya marah dia malah nyengir saja.

Yang Nizar lihat, pak guru fisikanya sedang bercinta dengan salah satu murid kelas 12. Dan murid itu adalah yang menjadi inceran banyak siswa di sekolah ini, sebab gadis tersebut nampak kelihatan pendiam, cantik dan manis, namun siapa sangka Nizar malah melihatnya sedang bercinta dengan gurunya sendiri.

Nizar menyelipkan sebatang rokok di bibirnya, lalu membakar ujung rokok tersebut, menyesap dalam, lalu kepulan asappun keluar dari hidung dan mulutnya, pandangannya menerawang ke depan.

Seandainya kejadian ini di ketahui Daddy nya, sudah pasti mereka berdua bakal di keluarkan dari sekolah ini. Ada rasa kesal namun juga ada rasa kasihan,

Tiba-tiba ponsel yang ada di saku celananya bergetar, panggilan dari kakaknya.

"Duh mampus gue!" Gumamnya, sudah pasti dapat omel kakaknya.

"Minggat kemana loe?"  Tanya sang kakak dengan kesal, di ujung telepon.

"Males kak, panas." jawab Nizar memberi alasan.

"Ikut upacara atau kakak aduin Daddy,"

"No kakak, Please. I was not feeling well." jawabnya, tentu saja berdusta.

"Lima menit tidak datang, Loe bakal tau apa akibatnya," ancam kakaknya,

"Ok. Gue kesana! Dasar kakak brengsek!" Makinya.

Nizar tanpa kata. Langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu ia membuang sembarangan rokok yang sisa setengah batang dan menginjaknya kasar.

"Gue balik ke lapangan. Kakak gue ngomel." Pamitnya, beberapa anak yang juga ada di sana menatap Nizar penasaran, mereka adalah kakak kelasnya, dan cuma Nizar dan Galang yang masih tergolong siswa baru yang sudah berani bolos.

"Apa loe liat-liat?" Sentak Nizar dengan melotot, wajah imutnya nampak galak, ia menatap beberapa anak yang juga bolos.

"Bangsad, anak baru udah belagu," balas Alfin ketua geng dari kelompok anak tukang bolos, Nizar tak peduli, ia mengacungkan jari tengahnya ke arah mereka, 'Fuck'.

"Bajingan, siapa sih dia. Gayanya songong." Gerutunya. Ia tak terima.

"Anak kelas 10, Pangeran di kelasnya," Balas salah satu siswa tukang bolos.

"Dia kembar 'kan?" Tanya Tyo.

"Iya. Kembarannya lebih pendiem," jawab Azka.

"Pulang sekolah kita hadang mereka. Gue mau bikin perhitungan," ucap Alfin.

"Siap, Boss!" Jawab anak buahnya serentak.

Nizar langsung masuk ke barisan peserta upacara, ia tak mempedulikan Galang yang mengumpat di belakangnya. Sebab acara bolosnya gagal,

***

Semua siswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing, Beda lagi dengan Ameera, ia menunggu guru kelasnya yang akan memperkenalkan dirinya sebagai murid baru.

Bu Amel masuk ke dalam kelas 11 IPA2, di ikuti Ameera yang mengekor dari belakang.

"Selamat pagi anak-anak, Hari ini kita kedatangan teman baru, pindahan dari SMA di Los Angeles." Ucap Bu Amel di depan para siswanya. Bu Amel adalah wali kelasnya. "Ameera, silakan perkenalan,"

"Baik Bu," Jawab Ameera, sopan. Ia berlaku sopan sebab tahu. Bu Amel guru yang ramah dan baik, meskipun baru pertama kali bertemu. "Halo, Namaku Ameera Khanza Narendra, kalian bisa panggil saya Ameera. Aku asli dari Indonesia, tapi empat tahun tinggal di Amerika, dan aku harap kalian mau berteman denganku," Ucap Ameera dengan lembut. Banyak yang mengagumi kecantikannya, rambut panjang bergelombang ia warnai dengan warna biru sebagian, matanya tajam, tatapannya mematikan. Senyumnya mahal jadi dia pas kenalan ya datar-datar aja, tanpa ekspresi.

"OK. Ameera. Kamu boleh duduk di samping,." suara bu Amel menggantung, ia bingung mau mempersilakan Ameera duduk di mana, sebab sudah tak ada bangku kosong kecuali di sebelah bocah yang kelihatan culun dengan kacamata tebal, juga tatanan rambut yang di belah tengah,

"Sebelah saya aja, Bu. Heh, lu minggir. Gue mau duduk sama Ameera," Usir Nio, Raka yang merasa di usirpun memicingkan mata, tak suka.

"Saya duduk di sana aja, Bu," Ucap Ameera, menunjuk bangku kosong sebelah si cupu.

"Oh iya, boleh, dia juga selalu duduk sendirian," Jawab Bu Amel, yang tentunya paham, jika si Culun itu selalu saja di bully.

Dengan langkah pasti Ameera berjalan menuju bangku sebelah si Angga, Yah namanya adalah Angga.

Sebelum duduk ia mengamati wajah Angga, menelisik. Lalu ia tersenyum miring. Ia tahu sebenarnya Angga itu cukup tampan, tapi sepertinya ia tak mau menunjukan ketampanannya, sehingga menutupi dengan kacamata tebalnya.

"Hai, nama loe siapa?" Ameera, mengulurkan tangan. Ia memperkenalkan diri kepada Angga, mendongak menatap Ameera, ia ragu namun pada akhirnya ia mau menyambut uluran tangan Ameera.

"A...aku Angga, Erlangga Nasution," Jawab Angga.

Di tangan kirinya, ia melihat Angga yang sepertinya sedang meremas kertas, ia menaruh kertas di laci, tanpa sepengetahuan dirinya, Ameera membuka kertas yang sudah lecek. Ameera terbelalak membacanya, ada coretan pesan dari kertas tersebut,

'Kerjain PR gue, ato loe pulang nanti, hanya pakai celana dalam saja'

begitulah isi pesannya.

"Loe sering banget di kerjain orang?" tanya Ameera, Angga menoleh sedikit tekejut, saat menyadari kertas itu sudah berada di tangan Ameera,

"Tidak apa-apa," Jawabnya singkat.

"Dan loe diam saja, tidak melawan?" Tanya Ameera, geram. Malah ia yang merasa kesal sendiri. Angga hanya mengangguk. "Jangan mau loe di jadikan kacung, selama ada gue di sini. Loe bakal aman," lanjut Ameera. Tapi sepertinya Angga tak peduli, menganggap omongan Ameera hanya angin lalu, ia sudah terbiasa mengerjakan PR anak lain, dengan imbalan uang jajan dan tidak di gangguin. Yang penting ia tidak di gangguin saja sudah merasa tenang.

Selepas pelajaran, di istirahat jam ke dua, Ameera ke kantin, ia yang memang belum tahu letak kantinnya, ia menarik lengan baju Angga,

"Kantin. Gue traktir," pinta Ameera. Angga menggeleng, bukannya tak mau menolak, tapi ia harus mengerjakan tugas murid lain. Melihat Angga yang menolaknya dan ia malah membuka sebuah buku, Ameera menarik buku tersebut, ia tahu ini tugas milik anak kelas sebelah, ada nama Prasetyo di sana. "Mau gue robek ini buku, ato loe ke kantin ama gue?" Tanya Ameera membuat pilihan. Angga menarik nafas panjang, lalu membuang dengan kasar.

"Ba.. baiklah, Gue ikut," jawabnya, biasa aja.

Sebenarnya di balik kacamata Angga, dia adalah anak yang manis, imut dan cukup tampan, tapi entah kenapa ia malah memilih berpura-pura menjadi orang lemah.

Di kantin,

"Bakso dua buk." pinta Ameera. "Loe minumnya apa?" Tanya Ameera,

"Terserah," Jawab Angga tak peduli. "Orange jus dua," katanya. Tidak lama menunggu dua mangkok bakso dan dua gelas jus jeruk, sudah siap di atas nampan. Ameera jalan lebih dulu, ia tahu menjadi sorotan, tapi ia cuek tak peduli. Dari sejak masuk ke kelas, Ameera lebih suka ngobrol sama Angga, di banding dengan yang lain.

"Ja.. jangan duduk di situ," Ucap Angga tiba-tiba saat Ameera akan menjatuhkan pantatnya di kursi kantin.

"Itu tempat duduk kakak kelas, yang tidak boleh di duduki orang lain," terang Angga.

"Lah emang siapa dia," kesal Ameera, namun Ameera tetap cuek. Ia tetap duduk di bangku tersebut, ia mengambil saos , sambal dan kecap, menuangnya ke mangkok bergantian. Lalu mengaduknya, ia risih dengan tatapan pengunjung kantin lainya, seakan menatap penasaran tapi juga seperti tatapan jijik saat melihat Ameera dengan Angga.

"Siapa yang suruh kalian nempati tempat duduk gue,?" sentak suara perempuan dengan galak. Ada tiga gadis juga di belakangnya.

Angga langsung berdiri, ia menarik lengan Ameera yang sepertinya tak terganggu dengan omelan kakak kelas tersebut.

"Ra, yok pindah duduk," Ajak Angga, takut-takut.

"Ogah," jawab Ameera santai,

"Bagsad kau!" maki gadis cantik namun nampak kecantikannya karena polesan make up. Ia menyiram jus jeruk ke mangkok bakso Ameera. Ameera melotot, ia paling tak suka ketika makan ada yang gangguin. Ameera segera berdiri. Menatap nyalang wajah kakak kelas yang mengganggu aktifitas makannya. Namun gadis yang mengganggunya seakan menantangnya, ia kembali mengambil jus jeruk milik Angga, lalu ia dengan sengaja menyiramkan ke baju seragan Ameera Ameera. Bukan Ameera kalau hanya diam saja. Ia memiringkan senyumnya, lalu Ia mengambil bakso yang bercampur dengan jus jeruk dan menuangkan di kepala gadis tersebut,

"Makan Nich bakso dan jus jeruknya," kesal Ameera, bakso pedas itupun tumpah membasahi rambut dan juga mata si gadis, Ameera tersenyum miring, sedangkan gadis itu mengibaskan tangannya sebab rasa pedas yang masuk ke matanya, lalu Ameera mendorong tubuhnya.

"Bangsad, duuh mata gue sakit." keluhnya

"Jangan pernah ganggu makan gue, ingat itu!" Ameera mengingatkan.

"Brengsek, lu tunggu pembalasan gue!" Gadis itu teriak, kesal. Ia mengucek-ucek matanya,

"Loe tak apa, Dir?" tanya salah satu temanya,

"Perih mata gue. Anjing!" umpatnya.

Ameera tak peduli ia segera beranjak dari kantin, ia melihat kedua adiknya yang baru akan masuk kantin. Melihat kegaduhan yang barusan ia buat dengan kakak kelasnya, Ameera tak ingin Nizar tahu, ia langsung merangkul pundak adiknya.

"Ke mushola. Shalat dzuhur dulu," ajaknya.

"Kita barusan sudah, kak." jawab Nizam,

"Ya udah anterin gue, gue nggak tahu mushola di mana," Ameera memberi alasan.

Di rangkul dan di tarik paksa oleh kakaknya membuat dua cowok imut itu hanya pasrah, mengikuti apa yang di mau kakaknya.

Ameera menoleh sebentar ke belakang, menatap empat gadis yang salah satunya mukanya nampak jelek sebab di penuhi kuah bakso, dan ia pun mengacungkan jari tengahnya, dengan senyum miring, seakan menantang.

"Brengsek tuh cewek, loe belum tahu saja siapa Dira," gumam Luna,

Dira itu gadis sombong, anak orang kaya. Merasa cantik dan kaya, lalu ia semena-mena jika dengan orang yang tidak di sukai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
9.8
Dulu Eleanor adalah pewaris sombong yang memandang rendah Andreas, pemuda sederhana yang menumpang di rumahnya. Delapan tahun berlalu, roda nasib berputar drastis. Andreas kini bangkit menjadi bos besar yang sangat disegani, sementara Eleanor kehilangan segalanya dan hidup dalam penderitaan. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Andreas menyimpan dendam mendalam. Ia menegaskan bahwa kebenciannya pada perlakuan Eleanor di masa lalu adalah satu-satunya alasan ia meraih kesuksesan sekarang.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pebisnis ternama menyembunyikan identitas aslinya sebagai pemimpin dunia bawah yang ditakuti. Takdir mempertemukannya dengan wanita penuh teka-teki yang juga memendam rahasia kelam. Di tengah kemewahan dan bahaya, benih cinta mulai tumbuh, memaksa mereka menghadapi konflik batin yang hebat. Hubungan ini penuh godaan mematikan saat topeng masing-masing perlahan retak, mengancam keselamatan serta posisi kekuasaan yang selama ini mereka bangun.
Sampul Novel Dijual Ibu Tiri Dijadikan Tuan Putri
9.7
Zhea Logari, seorang siswi SMA, harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu tirinya tega menjualnya kepada seorang germo sekaligus bos Mafia penguasa Malta. Namun, takdir berkata lain ketika sang Mafia justru memperlakukannya layaknya seorang putri terhormat. Perubahan nasib Zhea yang drastis ini memicu kecemburuan mendalam pada kakak tirinya. Kini, sang kakak mulai menyusun rencana licik dan melakukan segala cara demi merebut posisi istimewa tersebut dari tangan Zhea.
Sampul Novel Ibu Sambung Anak Mafia
9.2
Natalia Smith tak pernah menyangka tabrakan tidak sengaja di mall akan mengubah hidupnya. Jenifer Audey, gadis remaja berusia 17 tahun, tiba-tiba memintanya menjadi ibu sambung sebagai bentuk permohonan maaf. Natalia yang baru 23 tahun kini terjebak dalam misi Jenifer untuk menjodohkannya dengan sang ayah, Aaron Audey. Aaron adalah bos mafia asal Inggris berusia 30 tahun yang sangat ditakuti. Akankah rencana Jenifer menyatukan mereka berhasil?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin
8.7
Dominic Toretto tega menjual anaknya demi harta dengan menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Alessia Toretto akhirnya memilih maju demi menggantikan posisi adiknya untuk menikahi seorang bos mafia pembunuh berdarah dingin. Tanpa diduga, keputusan nekat ini justru menjerumuskannya ke dalam pusaran konflik hidup dan mati. Kini Alessia harus berjuang menemukan keberanian demi melawan nasib kelam yang telah dipaksakan padanya.
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Sean Anderson tumbuh dalam keluarga retak sebelum diasuh pamannya yang merupakan bos mafia kejam. Lingkungan keras membentuknya menjadi pria dingin tanpa ampun. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang mampu menggoyahkan kewarasannya. Meski terus ditolak, Sean tak menyerah. Ia menggunakan segala cara demi mengurung gadis itu dalam kendalinya. Ikuti kisah penuh ketegangan dan intrik tentang obsesi gelap di dunia mafia yang berbahaya.