Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Istriku di Aplikasi Michat

Foto Istriku di Aplikasi Michat

Pasca terkena PHK, Panji yang frustrasi tergiur ajakan Bowo untuk mencari hiburan di aplikasi kencan daring. Ia merasa bosan dengan istrinya, Shira, yang selalu tampil kusam dan tak lagi menarik di matanya. Berniat mencari kepuasan instan, Panji mulai mencari wanita untuk disewa. Namun, pencariannya terhenti pada sosok bernama Dira yang sangat seksi. Saat mengamati foto Dira lebih dekat, Panji terkejut menyadari kemiripan luar biasa wanita itu dengan Shira.
Bab
Bagikan

Bab 3

3

"Kamu ... Kamu bukan Dira kan?" tanyaku tercengang saat melihat wanita di dalam kamar hotel itu.

Wanita cantik nan seksi itu tertawa kecil. Dia melangkah dengan anggun mendekatiku. Kami semakin dekat, tangannya terulur, dan jemari lentiknya itu bermain meraba-raba dadaku dari luar kemejaku.

"Aku bukan Dira. Namaku Ani, Sayang. Tadi Dira sedang keluar karena ada urusan, jadi dia minta aku untuk menggantikannya. Lagipula kamu nggak usah khawatir, Sayang. Pelayananku dan dia sama saja kok. Aku bisa memuaskan kamu sama seperti Dira. Kami memang saling kerjasama dan menguntungkan kok. Cewek-cewek michat memang saling membantu," ucap Ani sambil mengedipkan sebelah matanya dengan manja ke arahnya. Sedangkan jarinya masih asyik bermain-main di dadaku.

Rahangku mengeras. Aku menggigit gigiku sendiri hingga bergemeretak. Aliran darahku berdesir hebat, ketika merasakan belaian jemari Ani di dadaku.

"Ayo. Aku melayani kamu, Sayang," goda Ani.

Kini tangannya bergerak lincah menurunkan tali gaun tipisnya, hingga ke sebatas lengan dan menampakkan kulit dada indahnya yang putih mulus. Aku menelan ludah susah payah, apalagi saat Ani hendak menurunkan kedua tali dress nya untuk menunjukkan kedua bukit indahnya di hadapanku.

"Ayo sentuh aku!" pintanya sambil meraih telapak tanganku dan hendak diletakkan di dadanya.

Ani berniat untuk melayaniku, tapi entah kenapa aku sama sekali tak berminat padanya karena aku hanya berminat pada Dira. Meskipun aku merasa sangat tergoda, tapi sebisa mungkin aku menahan gairah itu.

"Ma ... Maaf, Ani. Tapi aku nggak bisa." Aku menepis tangannya.

"Sayang, kamu sudah masuk ke sini. Apa nggak sia-sia kalau kamu melewatkan kesempatan ini? Lihat, aku sangat cantik dan seksi. Apa kamu nggak tergoda sama aku?" Ani membusungkan dadanya dan nyaris dia tabrakkan ke dadaku.

"Ani, aku harus pergi sekarang. Tolong menjauh dari aku," tolakku.

"Ayo, Sayang. Jangan berpikir terlalu lama. Ini kesempatan bagus buat kamu," ujarnya sambil duduk di sampingku. Dia terus berusaha untuk menggodaku, meskipun aku sudah menolak.

"Ani, aku benar-benar tidak mau."

Ani tidak menyerah. Dia terus saja menggodaku dengan alasan-alasan yang semakin memikat.

"Tapi kamu nggak akan nyesel, kok. Coba aja dulu, siapa tahu kamu berubah pikiran setelah mencoba rasanya. Aku jamin kalau kamu bakalan ketagihan."

Aku merasa lelah dengan situasi ini. Dengan cepat, aku segera meraih ponselku dan menghubungi Bowo. Dia satu-satunya yang bisa membantuku keluar dari situasi yang kian tak nyaman ini.

"Bowo, tolong datang kemari. Ada wanita yang terus saja ganggu gue," kataku, berharap dia bisa segera datang.

"Oke, Bro. Gue kesana sekarang."

Tak lama setelah percakapan itu, Bowo akhirnya tiba di kamar hotel dan muncul di hadapanku.

"Ada yang bisa gue bantu?" tanya Bowo padaku.

"Bowo, ini Ani. Oh iya, Ani, sepertinya kamu punya tawaran menarik buat Bowo, kan?" ujarku seraya melirik Ani yang kini tampak cemas.

Ani menatap Bowo dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia mengamati lekat-lekat tubuh sahabatku yang gagah perkasa itu, lalu akhirnya wanita itu mengangguk dengan senyum lebar.

"Bowo, aku janji kamu nggak akan menyesal kalau pakai jasaku. Kamu mau kan?"

"Tentu saja aku mau."

Bowo langsung mengangguk cepat tanpa ragu. Aku lega karena akhirnya Bowo lah yang menggunakan jasa Ani, bukan aku.

Setelah itu, aku melangkah cepat keluar meninggalkan kamar hotel itu, langkahku terasa berat, seakan setiap detiknya membawa kebingungan yang semakin menumpuk.

Apa yang baru saja terjadi? Dira yang seharusnya datang, malah mengirimkan temannya untuk melayaniku. Aku merasa seperti dihianati. Marah, kecewa, dan bingung, aku langsung mengeluarkan ponselku dan mengetik pesan pada Dira.

[Dira, kamu nggak profesional banget! Kenapa kamu nggak bilang kalau nggak bisa datang? Malah ngirim temenmu si Ani! Aku nggak suka banget!]

Pesanku terkirim, tapi detik demi detik berlalu tanpa balasan dari Dira. Aku hanya bisa menatap layar ponsel yang kosong, dengan pesan yang tidak dibaca. Hati ini semakin kesal. Aku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, jadi aku memutuskan pergi ke sebuah kafe yang ada tak jauh dari situ.

Di dalam kafe, aku duduk di pojok sambil menunggu. Kopi di hadapanku sudah dingin, tapi aku tak peduli. Pikiranku terus melayang, teringat kejadian tadi. Aku tidak tahu harus kemana. Jika aku pulang awal, pasti Shira akan banyak pertanyaan. Aku tidak ingin dia tahu bahwa aku baru saja kehilangan pekerjaan, karena itu akan membuat segalanya semakin rumit.

"Hah! Lebih baik aku ke rumah Bowo saja. Siapa tau dia sudah selesai dengan cewek michat itu." Aku lantas mengirimkan pesan pada Bowo, bahwa aku sedang menunggunya di kafe.

Aku menunggu cukup lama hingga akhirnya setelah beberapa waktu, Bowo pun muncul juga. Aku langsung merasa kesal karena dia sangat lama.

"Huh! Lo lama banget sih?" sungutku kesal.

Bowo berjalan mendekat sambil tertawa kecil, seolah tidak ada yang salah.

"Haha, Panji! Lo bener-bener nggak beruntung hari ini! Ani tuh ... Dia pinter banget, bro. Dia lihai dan nikmat banget, sampai gue lupa waktu. Lo rugi deh karena nggak cobain dia," ujarnya masih terkekeh.

Aku hanya mendengus, menatapnya dengan kesal. "Lagian kapan sih lo bisa cepet, Bowo? Gue nggak ada waktu buat dengerin cerita lo soal Ani," jawabku kesal.

Bowo sedikit berhenti tertawa, lalu hanya mengangkat bahu. "Ya udah deh, terserah lo. Gue cuma bilang, lo harus cobain cewek itu kapan-kapan."

"Sorry! Gue nggak minat," ketusku, membuat Bowo semakin terkekeh.

Kami pun segera berjalan keluar dari kafe dan menuju motor masing-masing. Aku ikut ke rumah Bowo, karena aku perlu tidur sebentar untuk meredakan kepala yang pening.

Begitu tiba di rumah Bowo, aku tertidur cukup lama, bahkan sampai sore hari. Ketika akhirnya terbangun, aku langsung meraih ponselku, berharap ada kabar dari Dira, dan bukannya Shira. Namun, yang aku dapatkan adalah sebuah balasan pesan dari Dira.

[Panji, maaf banget ya, tadi aju ada urusan mendadak dan nggak bisa datang sesuai janji. Kita ngobrol nanti ya?]

Aku membaca pesan itu dengan perasaan campur aduk, dan hanya mendengus.

"Itu saja?"

Sepotong pesan yang tidak menjelaskan apa-apa, hanya sebuah alasan yang terdengar biasa.

Aku merasa seperti seseorang yang sedang ngambek. Persis seperti pacar yang sedang marah pada pasangannya, tetapi aku memutuskan untuk tidak membalasnya. Aku hanya membaca pesan itu dan menatap layar, merasakan betapa kecewanya aku. Entah kenapa aku bisa sampai seperti ini.

"Shira pasti sedang mencariku sekarang. Dia pasti berpikir kenapa aku pulang terlambat." Aku tiba-tiba teringat pada istriku.

Aku tidak ingin dia tahu tentang apa yang terjadi, karena itu aku memutuskan untuk segera pulang. Aku pamitan dengan Bowo, yang tampaknya masih santai seperti biasa.

"Bowo, gue pulang dulu. Udah sore," pamitku.

"Oke, Panji."

Aku melangkah pergi. Namun, sebelum aku sempat keluar, tiba-tiba Bowo mendekat dan memasukkan sesuatu ke dalam tasku.

"Bowo, ini apa?" tanyaku sambil menatapnya dengan bingung.

Bowo hanya tersenyum aneh, dan wajahnya tampak serius.

"Lo akan butuh itu, Panji. Percaya deh, lo nggak akan bisa lepas dari itu."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Revan Aditama Perkasa, CEO ADITAMA Group, merasa apatis terhadap pernikahan setelah berulang kali gagal dalam asmara. Mulai dari mencintai gurunya hingga jatuh hati pada kekasih orang lain, ia tak lagi percaya pada cinta. Namun, ayahnya justru memintanya menikahi wanita dari Suku Anak Dalam yang dianggap primitif. Revan pun terkejut dan menolak keras ide menikahi wanita yang sangat kontras dengan dunianya yang modern serta intelektual tersebut.
Sampul Novel Istri Tomboy
8.8
Roy adalah mahasiswa populer yang dikagumi banyak wanita. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia kalah taruhan dari sahabatnya, Bram. Akibat kekalahan konyol tersebut, Roy terpaksa menikahi Gea, seorang gadis tomboy yang sangat disegani di lingkungannya. Kehidupan pernikahan yang tak terduga ini pun dimulai. Apakah perbedaan karakter yang kontras di antara keduanya akan memicu konflik abadi, atau justru menumbuhkan benih cinta yang tulus seiring berjalannya waktu?
Sampul Novel Kau Sakiti Orang Yang Salah
9.0
Dendam atas kematian kakek dan neneknya membuat Reza Adyatama nekat menghancurkan hidup Luna Daniel. Luna yang tak bersalah menjadi sasaran kemarahan Reza hingga mereka berpisah. Empat tahun kemudian, Reza terkejut menemukan bocah tiga tahun yang sangat mirip dengannya. Menyadari itu anak kandungnya, penyesalan mendalam menghantui Reza. Kini ia bertekad mengejar Luna kembali. Akankah Luna memaafkan masa lalu kelam demi masa depan sang buah hati?
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
Jerald Lucas dikenal sebagai CEO dingin yang sangat memuja istrinya, Clara Rernald. Namun, citra itu hancur saat Jerald terjebak skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun di hari ulang tahun pernikahan ketujuh mereka. Meski Jerald bersujud memohon ampun dan berjanji setia, hati Clara telah hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Usaha penebusan dosa Jerald sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu
8.6
Irfan, pria saleh yang cerdas dan tampan, masih terpukul setelah Iffah menolak niat baiknya dengan alasan merasa tak pantas. Padahal, Irfan adalah sosok idaman yang taat beragama. Di tengah ketidakpastian alasan tersebut, muncul Rayhan, lulusan Malaya University yang mulai mendekati Iffah. Kini Iffah terjebak dalam dilema antara kehadiran Rayhan atau perasaan terpendamnya pada Irfan. Akankah ia memilih sosok baru atau kembali pada cinta lamanya?