Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Feng Na Na

Feng Na Na

Ingatan terakhirku adalah kematian tragis di tangan tunanganku sendiri. Namun, aku justru terbangun dalam balutan hanfu putih kuno. Rasa nyeri akibat guncangan hebat di dalam kotak kayu ini membuktikan bahwa aku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin orang mati masih bisa merasakan sakit? Saat mencoba duduk, aku terperanjat menyadari bahwa tempat tidurku adalah sebuah peti mati. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku bisa kembali bernapas setelah dikhianati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku jelas tidak mengerti maksud dari perkataan pria paruh baya yang menjaga pintu gerbang istana megah di hadapanku. Bingung dengan pertanyaannya, aku pun menatap rombongan yang datang bersamaku hingga tepat berada di depan gerbang istana.

"Mengapa ia berkata seperti itu?" tanyaku pada pengawal yang membelikanku makan dan mengambilkanku minum.

"Yang mulia, hamba sangat sulit menjelaskannya pada anda. Situasi yang kami hadapi saat ini sangat membigunngkan" jawabnya.

"Lalu sampai kapan kau akan membiarkan kita akan menunggu di sini?" tanyaku

Pengawal itu awalnya tampak berpikir sebelum menjawab "Hamba akan membicarakan hal ini pada penjaga gerbang, anda harus tetap menunggu di sini saja" putusnya berjalan menghampiri penjaga dan menceritakan semua kejadian yang mereka alami hingga memutuskan untuk kembali di istana.

"Kau pikir aku percaya? Bagaimana jika gadis yang kalian bawah bukanlah yang mulia putri mahkota? Kau tahu kami tidak pernah melihat yang mulia putri mahkota beranjak dewasa, hanya keluarga kerajaan dan kalian yang mengabdi dan bekerja dengannya yang tahu. Lantas bagaimana kami bisa percaya?" cercanya

Pengawal yang sejak awal setia menolong dan membantuku tampak kebingungan, hal itu dikarenakan semua atribut kebesaran dan tanda pengenal junjungannya sudah di tanggalkan sejak ia dinyatakan meninggal dunia pagi tadi karna sebuah rencana pembunuhan dari seseorang. Hanya saja kematiannya itu dirahasiakan dengan mengatakan pada seluruh penduduk kerajaan Feng, jika ia meninggal karna sebuah penyakit. Saat ini yang mulia kaisar masih menyelidiki kasusnya secara diam - diam.

"Jika begitu beri laporan pada yang mulia kaisar mengenai masalah ini" kata pengawal yang bersamaku dengan suara yang tampak putus asa.

"Ada apa ini? bukankah kalian telah pergi pagi tadi untuk mengubur Mei Meiku?" tanya sorang pemuda tampan yang baru saja turun dari kudanya yang perkasa dengan pakaian zirah lengkap. Pemuda tampan itu lantas membelah sekumpulan orang-orang yang dengan cepat membungkuk hormat saat menyadari keberadaannya.

"Yang mulia pangeran Feng Lang.., anda sudah kembali" sambut penjaga gerbang istana.

"Tak usah berbasah basi, katakan padaku apa yang terjadi? Mengapa kalian melewatkan waktu baik untuk menguburkan mei-meiku?" cerca pangeran Feng Lang dengan pertanyaan yang bertubi - tubi.

"Ya-yang mulia begini, pengawal yang mulia putri mahkota mengatakan jika yang mulia putri mahkota terbangun dari kematiannya. Karna hal itulah mereka kembali ke istana dan membawa gadis itu -- tunjuk penjaga gerbang padaku. Melihat arah tunjuk penjaga gerbang tersebut, pangeran Feng Lang tampak sangat terkejut melihat sosokku yang kini menatap mereka dengan malas - malasan.

"Kami tak mengizinkan mereka masuk, sebab kami takut mereka hanya membawa gadis lain untuk mengaku sebagai yang mulia putri mahkota agar mereka semua tidak mati bersama yang mulia putri mahkota" tambah penjaga gerbang istana itu.

Beberapa orang yang mendengar penjelasan penjaga gerbang istana tampak sangat kesal. Bagaimana penjaga gerbang itu menuduh mereka dengan terang - terangan demi mendapat pujian dan sanjungan atas kinerjanya saat ini menahan mereka. Ingin rasanya mereka membeberkan keburukan - keburukan dan kelalaian yang biasa dilakukan penjaga gerbang istana seperti kadang tidur di waktu mereka jaga atau menerima suap demi meloloskan orang - orang atau pedagang ilegal masuk ke dalam istana. Namun semua niat mereka urungkan, sebab mereka sadar situasi mereka sudah cukup rumit, mereka tak ingin memperkeruh masalah yang tengah mereka hadapi.

Disaat semua orang menatap penjaga gerbang dengan usia paruh baya itu dengan tatapan kesal. Pangeran Feng Lang malah melangkah mendekati jendela kereta di mana Aku masih menatapnya dengan tatapan malas.

"Aku menyelesaikan peperangan yang terjadi di perbatasan antara 3 kerajaan dalam memperebutkan satu wilayah dengan cepat saat mendengar kabar kematianmu. Aku memaju kudaku bagaikan orang kesetanan demi bisa mengantarmu ke tempat terakhirmu, sayangnya aku terlambat meski aku sudah berusaha sekuat tenaga tanpa beristirahat di perjalanan dengan kondisiku yang kini teramat lelah-- jeda pangeran Feng Lang mengambil nafas lalu menghembuskannya perlahan saat kesedihan hampir menguasainya --tapi apa ini Feng Na Na? Apakah kau mempermainkanku?" tanyanya yang tentu saja membuat keningku mengerut karna tidak paham dengan arah pembicaraan pemuda tampan di hadapanku.

Tahu jika aku dalam kebingungan, pengawal yang sejak awal setia bersamaku lantas menghampiri pangeran Feng Lang dan berbisik "Yang mulia pangeran, semenjak yang mulia putri mahkota terbangun dari kematiannya, ia sama sekali tidak mengenal siapapun" bisik pengawal itu.

"A-Apa?"

"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya pangeran Feng Lang.

"Hamba pun tidak tahu yang mulia. Sejak awal hingga kami sampai pada pemakaman, kami menjaga mayat yang mulia putri mahkota dengan sangat ketat, bahkan kami semua telah pasrah mati bersama yang mulia putri dan di kuburkan bersamanya. Namun saat kami akan melakukan ritual penguburan dan hendak mengambil mayat yang mulia putri mahkota, tiba - tiba saja yang mulia putri mahkota keluar dengan cara melompat sehingga mengagetkan kami semua. Awalnya kami ketakutan, lambat laun kami pun tak punya pilihan selain kembali pulang ke istana. Namun penjaga gerbang melarang kami masuk" jelas pengawal itu panjang lebar

"Apakah perkataanmu dapat di percaya?" tanya pangeran Feng Lang.

"Hamba tidak memiliki keberanian untuk berbohong, dan jikalau hamba terbukti berbohong, hamba akan siap di hukum mati detik ini juga" jawabnya "Selain itu bukankah anda sendiri tahu jika gadis yang bersama kami adalah yang mulia putri mahkota yang asli? Kami yang sudah mengabdi dengannya bahkan sangat tahu jika gadis yang bersama kami memang yang mulia putri mahkota yang asli meskipun semenjak ia bangun dari kematian, ia melakukan banyak hal - hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya" tambahnya.

"Jika diperhatikan lebih jelas, ia memang sangat mirip dengan mei - meiku. Tapi untuk memastikan jika ia adalah mei - meiku, tampaknya kita perlu bantuan yang mulia kaisar untuk membuktikan jika ia memang putri mahkota Feng Na Na yang asli" putus pangeran Feng Lang

"Buka gerbangnya, aku ingin melakukan pembuktian jika ia memang mei - meiku!" perintah pangeran Feng Lang.

*****

Aku berpikir jika yang mulia kaisar yang pemuda tampan itu maksudkan adalah seorang pria berusia pertengahan 20an. Dalam bayanganku aku berpikir yang mulia kaisar akan selalu identik dengan pria tua usia lanjutan dengan rambut telah memutih, dan dagunya yang di tumbuhi janggut panjang yang juga turut ikut memutih sama seperti dengan rambutnya.

Sayangnya semua bayanganku mengenai yang mulia kaisar yang berusia setengah abad lebih harus sirna dengan sosok pemuda tampan yang mengenakan pakaian kebesaran seorang kaisar sama seperti yang kerap kali ia lihat di dalam film ataupun drama kerajaan.

Pemuda yang tidak kalah tampan dan dipanggil pangeran oleh semua orang lantas menceritakan kronologi kejadian sesuai dengan apa pengawal jelaskan padanya di depan pintu gerbang utama. Aku dan semua orang yang kini berada di aula utama istana kerajaan Feng hanya mampu dia dan menyimak setiap penjelasan pemuda di hadapanku. Jujur saja hanya ada beberapa poin yang ku mengerti, dan poin itu adalah bagaimana aku melakukan aksi keluar dari kereta dengan melompat dan menakuti semua orang hingga pada akhirnya aku di sini.

"-- Jadi begitu kejadiannya yang mulia." jelas pangeran Feng Lang panjang lebar.

Pemuda tampan yang mengenakan pakaian kebesaran itu hanya mengangguk dan berkata "Zhen* tebak, kau membawanya kemari untuk meminta pembuktian jika dia memang putri Feng Na Na dari kerajaan Feng, bukan?" katanya yang jelas tepat sasaran.

"Hanya anda yang tahu, jika ia adalah mei-mei kita" balas pangeran Lang.

"Kalau begitu, pinta ia membuka bajunya" katanya dengan nada datar dan dingin.

Aku yang baru saja mencerna perkataannya lantas membelalak terkejut hingga tak sadar saat ini aku tengah berteriak.

"A-apa?!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PRB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PRB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Raya, wanita kaya yang merasa hampa, tiba-tiba masuk ke dunia novel sebagai Selina, sosok antagonis yang kejam. Ternyata, Selina adalah anak yang tertukar saat lahir akibat kelalaian suster. Kini, Raya berada di posisi sulit dalam hidup Selina yang penuh manipulasi. Ia harus memilih: menebus kesalahan masa lalu dengan mengubah sikapnya, atau tetap menjadi jahat dan menghadapi masa depan kelam. Setiap pilihannya akan menentukan apakah ia selamat atau hancur.
Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Keinginan Putri Daniella untuk menikah dengan Pangeran Philip mulai goyah sejak kehadiran Erik Sebastian. Meski hanya seorang sopir dari desa, Erik menyimpan rasa cinta mendalam pada sang putri sejak mereka masih kecil. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terkuak dan mengubah segalanya. Ternyata, identitas Erik yang sebenarnya bukanlah pemuda biasa, melainkan sang putra mahkota yang asli. Kini, takdir dan cinta mereka terjebak dalam misteri identitas.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Harlein, sang pewaris takhta Kerajaan Fortania, terjebak dalam dilema asmara dengan Anggara Mahesa. Meski Harlein percaya cinta melampaui kasta, Anggara justru merasa tidak layak bersanding dengannya karena perbedaan status sosial mereka. Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, namun Harlein menuntut perjuangan yang setara. Di tengah penolakan dan rasa lelah karena terus mengemis perhatian, mampukah sang putri mempertahankan perasaannya saat pasangannya sendiri menyerah?
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Sejak kecil, tubuh Fatih menjadi wadah bagi entitas misterius yang disebut sebagai teman. Seiring bertambahnya usia, beban mistis ini kian tak terkendali hingga membuat hidupnya kewalahan. Kehadiran sosok-sosok tak kasat mata tersebut mulai meneror ketenangan Fatih dan mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Kini, ia harus menghadapi gangguan supranatural yang kian agresif dan merusak tatanan realitas di lingkungan terdekatnya secara perlahan.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Di pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa Lucy Burton, mantan pasangan sejatinya yang dulu ia siksa. Namun, saat hari jadi kami, saya justru memergoki Marc sedang memeluk dan menandai Lucy di kamar. Marc berdalih itu adalah hukuman, namun Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang identik dengan milik saya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang luar biasa saat melihat mereka berselingkuh.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, putra Arjuna dan Ken Rukmini, terjebak dalam intrik Kerajaan Pedang Wangi saat menghadapi ancaman Joyorono serta pasukan Mong. Didampingi Niken Wulandari, ia nekat bersekutu dengan Mong demi menumbangkan musuh, namun justru dikhianati. Untuk menyelamatkan negeri, Mahesa harus mengungkap rahasia masa lalu dan membangkitkan kekuatan pusaka Wesi Wangi. Di tengah pengkhianatan istana, ia belajar bahwa kepemimpinan sejati menuntut pengorbanan ego demi rakyat.