Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel FAULT

FAULT

Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aristaaaa .... " Teriak Kania pagi ini mengagetkan Arista yang sedang asyik tidur-tiduran dikursi taman kampus.

"Ta, bangun." Perintah Kania saat kini, Ia sudah berada di hadapan Arista.

Dengan sangat terpaksa gadis ini bangun. Melihat kini ada space kosong, Kania langsung memilih duduk di sampingnya.

"Ngapain sih lo teriak pagi – pagi ??" Arista melayangkan protes. Pasalnya, dia sungguh sedang sangat mengantuk karena semalam dia baru bisa tidur tepat di jam 3 pagi..

"Ini ada berita tentang Zero lagi. Dia beraksi lagi semalam. Korbannya kali ini, Anak pengusaha yang tempo hari kena skandal main serong sama istri orang, Ta."

Arista hanya diam, memilih fokus mendegarkan daripada menyela ucapan Kania yang selalu antusias dan berapi-api jika muncul berita tentang Zero. 

"Gila ... jumlah korbannya udah fantastis banget menurut gue, Ta. Padahal dia baru muncul sekitar 3 tahun lalu. Woah ... nih orang benaran udah psiko sih."

"Psiko? Tapi bukannya, dia juga ngebunuh orang yang punya track record jelek ya? Bukannya itu malah bagus, itung-itung ngeringanin kerjaan polisi." 

Kania yang mendengar jawaban yang cukup di luar nalar itu, reflek memandangi wajah Arista. "Ckckck ... lo sekalinya mau komentar bikin gue merinding tahu nggak."

"Kenapa? Gue cuman menyampaikan perspektif gue tentang kasus yang selalu bikin lo heboh sendiri itu."

"Iya juga sih. Tapi kayak nggak mungkin aja, motifnya ngebunuh cuman karena orang itu punya track record jelek."

" ... "

"Feeling gue sih, dia punya dendam sama orang-orang itu. Lihat aja, dia selalu ninggalin mawar hitam di TKP. Tujuannya, pasti buat nakut-nakutin target dia selanjutnya."

Arista menghembuskan nafas kasar,"Orang-orang itu cuman jadi batu loncatan dia buat nemuin targetnya. Makanya, dia ninggalin mawar hitam di TKP."

"Ha?" Kania terlihat cengo kali ini. Entah karena dia tak mengerti atau karena dia kaget mendengar pernyataan Arista barusan.

Pasalnya, Arista terkesan sangat mengenal siapa sosok perempuan di balik topeng hitam itu,

"Udahlah Nia, masalah ini tu udah ada yang mikirin. Jadi ... Lo nggak usah repot-repot dan banyak menduga-duga kayak gitu," ucap Arista lagi yang sebenarnya sudah malas mendengar semua ocehan Kania perihal Zero.

"Tapikan ... Ta, gue tu jadi dongkol sendiri sama si Zero Zero ini. Susah amat gitu ditangkapnya, udah kayak belut aja licin banget."

"Udah ah, gue cabut dulu." Arista berniat beranjak pergi karena Kania tampaknya masih ogah mengganti topik. Membosankan sekali.

"Mau kemana?? Bukannya kita masih ada 1 kelas lagi??"

"Ada urusan sedikit, lagian gue lagi males masuk kelas."

"Arista ... !" Sepasang mata Kania langsung melotot, setelah mendengar sahabatnya itu ingin bolos kelas. Masalahnya, Arista sudah terlalu sering melakukan itu.

"Apa? Mau ngomel-ngomel lagi? Ntar cepat tua lo. Mau lo keriput duluan sebelum married sama Prince Rama lo itu?"

"Ihhh ... nggak mau lah." Kania mencebik sambil memegangi wajahnya. Khawatir kalau apa yang di katakan Arista sungguh kejadian.

Arista hanya terkekeh melihatnya. " Udah Ah, mau lo larang kayak gimanapun gue tetap mau cabut. Bye...."

Arista kini berlalu pergi, meninggalkan Kania yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang paling susah diatur itu.

* * *

Hari mulai menjelang sore, Arista terlihat tak karuan menggeledah seluruh isi lemari yang ada dikontrakannya. 

Dengan muka pucat dan keringat dingin serta mata yang agak merah, tak ubahnya seperti orang yang sedang sakau. Arista mencari sesuatu yang ia butuhkan kesana kemari. 

Keadaan kamar yang pada awalnya rapi. Hanya dalam waktu 10 menit berubah berantakan tak ubahnya seperti kapal pecah.

"Arghhh ...!" Pekik Ale kesal. "Di mana barangnya?!"

Saat ia mulai kesal dan kebingungan, Kania tiba-tiba muncul dan menghampirinya. Entah sejak kapan, Kania sudah berada di rumahnya.

"Ta, lo nyari'in ini???" Tanya Kania dan menunjukkan 1 botol pil yang ia temukan dikamar Arista. "Tadinya, gue ke sini cuman mau mastiin lo buat berhenti ngerokok. Tapi, ternyata gue malah nemuin sesuatu yang jauh lebih parah." 

"Kania, balikin itu ke gue," ucap Ale dengan tubuh gemetar seperti orang menggigil kedinginan.

"Nggak." Jawab Kania tegas.

"Le ... lo bilang, lo nggak bakal ngedrugs lagi. Tapi nyatanya apa?? Lo bohong sama gue," tutur Kania kesal dengan mata berkaca-kaca. 

Ketimbang perasaan marah, rasa prihatin dengan kehidupan sahabatnya yang perlahan hancur berantakan itu, justru lebih mendominasi.

"Please ... Nia, balikin. Gue bener-bener lagi butuh itu sekarang," mohon Arista dengan amat sangat.

"Nggak ... kalau gue balikin ini sama lo. Lo nggak bakal bisa berhenti!" Tegas Kania lagi tanpa kompromi.

"Nia, please!"

"Baru aja 1 minggu yang lalu, lo janji sama gue kalau lo nggak bakal ngedrugs lagi. Tapi nyatanya apa? Lo masih make Le, lo masih sama kayak yang dulu," ucap Kania lagi dengan linangan air mata yang mulai membasahi pipinya.

"Nia ... gue mohon balikin itu sama gue. Please," kata Arista lagi dengan nada berat, dan tubuh kian menggigil.

"GUE BILANG NGGAK!!" Satu bentakan keras terlontar begitu saja dari mulut Kania. Dia jelas tak ingin Arista semakin hancur.

"Nia ... please!"

"Ini semua gue lakuin demi kebaikan lo, Ta." Suara Kania terdengar gemetar lantaran dia masih tak kuasa menahan tangisannya.

Arista mendadak terkekeh, "Kebaikan gue? Kebaikan seperti apa? Hidup gue udah hancur. Udah nggak ada yang bisa diperbaikin lagi."

" .... "

"Dan ... buat apa? Buat apa lagi lo peduli sama kehidupan gue? Bukannya, dari awal lo udah tahu, sebesar apapun kepedulian lo, nggak ada yang bisa ngobatin luka masa lalu yang pernah gue alamin."

" ... "

"Lo cuman ngebuang waktu loe jadi sia-sia karena terlalu peduli sama gue."

"Itu karena gue temen lo, Ta. Gue sahabat lo. Apapun yang gue lakuin, gue cuman mau yang terbaik buat lo."

"Lo emang sahabat gue. Tapi lo nggak berhak ngatur kehidupan gue!" Bentak Arista sambil mendorong tubuh Kania, hingga sukses membuat gadis itu mundur beberapa langkah.

"Ta, gue-."

"Gue bukan boneka lo, yang bisa lo atur, dan lo bawa kemana aja sesuka hati lo!" Bentak Ale kian keras.

Kania sempat kaget mendengar Arista membentaknya, bahkan dengan tatapan penuh amarah seperti itu. 

Selama mereka bersahabat, baru kali ini Kania melihat Arista marah sebesar itu padanya. Entah itu karena pengaruh obat – obat terlarang itu atau karena Arista merasa gerah lantaran selalu di hujani nasehat oleh Kania.

"Sekarang balikin pil itu sama gue." Arista merampas botol pil tadi dari tangan Kania 

Sementara Kania? Dia masih terpaku di tempat. Mulutnya masih membisu. Mungkin dia shock melihat sikap kasar Arista barusan.

"Mulai sekarang lo jangan pernah ganggu hidup gue lagi." Ucap Ale setelah Ia berhasil menelan pil yang merusak pikiran dan tingkah lakunya itu.

"Oh ... gitu? Tanya Kania dengan rasa tak percaya. "Ok, Fine. Gue ikutin apa mau lo. Gue nggak bakal peduli lagi sama lo. Gue kecewa sama loe, Ta." Tutur Kania dengan mata berkaca – kaca. 

Kania pergi dengan rasa kecewanya. Sementara itu, Arista hanya diam terpaku disisi tempat tidurnya. 

Perlahan bulir – bulir air mata yang bening itu jatuh membasahi pipinya. Terlihat ia sangat menyesali apa yang sudah Ia lakukan. 

Apa yang udah lo lakuin, Ta?

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Bukan Pernikahan Impian
8.2
Tragedi tak terduga memaksa Zaura Mazna Maziya masuk ke dalam ikatan pernikahan tanpa landasan cinta. Gadis ceria ini harus menghadapi Ezar Shafar Dhiaurrahman, sosok pria workaholic yang dikenal sangat tegas dan keras kepala. Di tengah benturan kepribadian yang kontras, mereka terjebak dalam komitmen formal yang dingin. Akankah benih kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah perpisahan menjadi satu-satunya solusi bagi mereka? Simak terus perjalanan pahit manisnya.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Mas, aku lelah
9.0
Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander demi menggantikan kakaknya, Kalisa, yang kabur sebelum pernikahan. Dua tahun hidup dalam ikatan tanpa cinta, Kayara gagal meluluhkan hati dingin suaminya hingga ia merasa sangat lelah. Namun, Steven menolak bercerai sebelum Kalisa ditemukan kembali. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara lepas dari jeratan Steven, atau justru ia akan selamanya terperangkap dalam hubungan menyakitkan ini?
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Clara harus berjuang membiayai ibu dan kakaknya dengan bekerja sebagai admin sambil kuliah pasca ayahnya tiada. Tekanan pekerjaan dari CEO yang arogan serta patah hati karena dicampakkan kekasih playboy membuat hidupnya kian pelik. Demi mengubah nasib, Clara iseng mengikuti ajang biro jodoh demi mencari pasangan mapan. Tak disangka, ia justru dipertemukan dengan bosnya sendiri. Kini, Clara bertekad menaklukkan hati CEO tampan itu. Berhasilkah ia?
Sampul Novel MENUNGGU MANTAN MENJANDA
8.0
Tujuh tahun menikah dengan Reynaldi Yahya hanya menyisakan luka bagi Diana Angelina, apalagi setelah rahasia poligami suaminya terungkap. Saat terpuruk, Denny Permana kembali hadir membawa cinta lama, namun hubungan mereka terhalang restu keluarga. Demi menjauh, Diana berpura-pura menjalin kasih dengan duda tampan bernama Ivan Sanjaya. Keadaan kian rumit saat William Yahya, mantan adik iparnya, turut mengejar cintanya. Siapakah yang akhirnya dipilih Diana?