Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel FAULT

FAULT

Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan harinya dikampus, Arista berusaha mencari Kania untuk minta maaf. Setelah dicari kesana kemari ternyata Kania sedang berada di kantin. 

Namun Arista mendapati pemandangan tak mengenakkan. Kania kini sedang di ganggu oleh 3 orang pemuda bertato. Dari tampang sangar dan kelakuannya yang sangat tidak sopan terlihat jelas kalau ketiganya bukan mahasiswa di sini.

"Eh ... lo temennya Arista Kan?" tanya salah seorang dari lelaki itu dengan raut wajah serius.

"Kalian siapa?" Tanya Kania terlihat ketakutan.

"Kita mau nagih utang sama dia. Sekarang dimana dia?"

"Gue nggak tahu," sahut Kania jujur.

"Bos, nih cewek cakep juga. Gimana kalau dia kita bawa ke markas sebagai jaminan cewek nggak tahu diri itu," usul salah satu pria bertato ini namun terlihat agak cungkring itu dengan senyum licik.

"Benar juga, lo ikut kita." Paksa mereka lalu menggenggam erat pergelangan tangan Kania.

"Kania!" Arista yang sedari tadi memperhatikan dari koridor mulai terlihat panik.

Saat ketiga pemuda sangar itu mulai keterlaluan dan bertindak tidak sopan, Arista ingin menghampiri. Tapi ... baru saja kakinya melangkah, tiba-tiba Rama, kekasih Kania datang menyelamatkan Kania. 

Arista mengurungkan niatnya. Walau sejujurnya, dia sangat ingin menghajar orang-orang itu. Arista mencoba menahan diri dan memilih jadi penonton. Ia sadar, jika ia kesana sekarang Rama hanya akan melampiaskan semuanya pada Arista. 

Arista paham betul, kalau Rama tak pernah menyukai Kania berteman dengan dirinya. Salah satu alasannya, ya karena apa yang terjadi sekarang. 

Kehidupan Arista terlalu berantakan, hingga dia harus terus terlibat dengan para preman-preman itu.

Dengan mata kepalanya sendiri, Arista melihat perkelahian antara Rama dan tiga orang tadi. Keadaan kantin seketika riuh dengan suara histeris orang-orang yang kaget melihat adegan baku hantam bak film action itu.

Bahkan, tak ada satupun yang berniat membantu Rama lantaran diliputi perasaan takut. Melihat Rama mulai kewalahan menghadapi ketiganya, Arista memutuskan untuk turun tangan Ia tak ingin Rama dan Kania lebih celaka lagi jika Ia hanya terus diam jadi penonton. 

Walau hanya berdua akhirnya mereka berhasil membuat para pria bertato itu menyerah dan meninggalkan kantin. Namun dengan hasil wajah babak belur.

"Nia, kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Rama sambil mengusap darah dari sudut bibirnya dengan ibu jarinya.

"Nggak, aku nggak apa-apa . Kalau kamu gimana?" Raut wajah Kania masih terlihat panik. Terlebih lagi mendapati wajah kekasihnya yang agak lebam di area matanya.

"Aku baik-baik aja kok. Kamu tenang aja," sahut Rama mencoba menenangkan.

Ia kemudian datang menghampiri Arista yang tengah bersiap meninggalkan kantin dengan hidung berdarah dan wajah penuh memar.

"Lo liatkan? Gara-gara lo, Kania hampir aja celaka." Tuding Rama dengan tatapan tak bersahabat. 

Arista memilih diam, dan sama sekali tak berusaha untuk menyanggah itu. Menurutnya, itu adalah sebuah kebenaran. 

"Rama udahlah ini semua nggak ada hubungannya sama Arista."

"Tolong jaga Kania baik-baik," ucap Arista dan kemudian berlalu pergi.

Melihat apa yang terjadi hari ini, sepertinya memang lebih baik mereka tidak berhubungan lagi. Arista tak ingin keberadaannya turut menghancurkan kehidupan sahabatnya yang tidak bersalah sama sekali.

***

Kania hanya bisa meringis memandangi luka di sudut bibir Rama yang sedang dia obati. Kania yakin, walau itu cuman luka kecil, namun rasanya pasti sangat perih.

Kania mencoba membubuhkan antiseptik dengan bantuan kapas ke arah luka Rama. Walau Kania sudah melakukannya dengan sangat hati-hati, Ia bisa mendengar ringisan Rama sesekali.

"Pasti sakit ya?" tanya Rama terdengar agak aneh menurut Kania. Harusnya Kania kan yang bertanya seperti itu?

"Ha? Bukannya aku ya yang harus ngomong kayak gitu? Kan kamu yang luka."

"Maksud aku, soal Arista."

"Arista?"

Rama mengangguk,"He-em. Pasti rasanya sakit banget, ngeliat sahabat kamu yang udah mati-matian coba kamu nasehatin ini dan itu, tapi dia tetap keras kepala."

"Dia jauh lebih terluka di banding Aku, Ram." Raut wajah Kania seketika berubah sendu.

" .... "

"Hidup yang dia jalanin, jauh lebih berat. Aku bersyukur, dia masih mau bertahan sampe sekarang."

" .... "

"Ya ... walaupun dia terus nyoba buat mengacaukan hidupnya sendiri. Seenggaknya, dia nggak berpikiran buat mengakhiri hidupnya seperti beberapa tahun lalu."

"Nggak peduli hidupnya sekacau apa. Dan seberapa parah luka yang dia dapat dari masa lalu. Dia tetap nggak punya hak buat mengacaukan hidup kamu juga," ucap Rama dengan nada tegas.

"Ram, Arista tu nggak kayak gitu."

"Nggak kayak gitu?" tanya Rama menatap Kania dengan tatapan tak percaya. "Kamu mau kejadian di kantin tadi keulang lagi? Kalau aja aku telat datang, aku nggak tahu mereka bakal ngelakuin hal jahat apa sama kamu," sambung Rama lagi sambil geleng-geleng kepala. Tak sanggup membayangkan hal buruk yang mungkin akan menimpa kekasihnya itu.

" .... "

"Kamu pasti jauh lebih tahu, seberapa buruk pergaulan Arista di luar sana Kania. Jadi please, buka mata kamu. Berhenti memaklumi semua kesalahan yang dia lakuin cuman karena dia punya luka di masa lalu."

"Rama, aku tahu kamu khawatir. Tapi-."

"Pokoknya, aku nggak mau kamu terlibat sama dia lagi. Apa yang kamu lakuin selama ini, itu udah lebih dari cukup. Salah dianya sendiri yang batu, dan nggak mau dengarin orang lain," sela Rama kian mempertegas keinginannya, agar Kania menjauhi Arista.

Kania tak lagi membantah kali ini. Dia hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tahu persis seberapa besar kekhawatiran Rama pada dirinya, tapi di satu sisi dia juga tak bisa mengabaikan sahabatnya.

Arista tidak punya siapa-siapa lagi. Hanya Kania yang selama ini bersamanya. Lantas, jika Kania juga meninggalkannya, apa yang akan terjadi dengan kehidupan gadis itu?

Ahhh ... Kania tak sanggup membayangkannya.

***

Hari mulai sore, Ale melangkah gontai memasuki gang kecil tempat kontrakannya berada. Tatapannya lurus kedepan, langkah kakinya pelan seperti tak kuasa melangkah. 

Satu puntung rokok nyaris habis ia hisap sepanjang perjalanannya tadi. Namun, setibanya ia didepan kontrakan, Ia disambut oleh kehadiran tiga preman yang datang kekampusnya tadi.

Ck ... tindakan mereka sangat mudah sekali di tebak. 

"Ngapain lo semua ada disini? Tanya Arista sembari membuang puntung rokoknya. 

"Mau nagih utang lagi?? Gue udah bayar semua utang gue sama bos lo pulang dari kampus. Jadi lo bertiga jangan pernah ganggu gue dan teman-teman gue lagi. Enek gue ngeliat tampang lo semua," ujarnya dengan sinis.

Ketiganya masih diam dengan tatapan datar. Entah apa lagi tujuan mereka menemui Arista. Sepertinya, mereka telat mendapat update informasi dari Bos besarnya.

"Gue mau istirahat mending lo bertiga pulang, sebelum emosi gue naik," titah Arista lagi sembari mengarahkan anak kunci ke arah pintu. Berniat masuk ke rumah.

Namun, belum juga pintu dibuka. Arista tiba-tiba di bekap dengan sapu tangan dari belakang oleh salah satu dari mereka.

Arista mencoba memberontak, tapi obat bius yang terhirup olehnya kini membuatnya lemah tak berdaya. Hingga akhirnya tak sadarkan diri.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FQY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FQY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Bukan Pernikahan Impian
8.2
Tragedi tak terduga memaksa Zaura Mazna Maziya masuk ke dalam ikatan pernikahan tanpa landasan cinta. Gadis ceria ini harus menghadapi Ezar Shafar Dhiaurrahman, sosok pria workaholic yang dikenal sangat tegas dan keras kepala. Di tengah benturan kepribadian yang kontras, mereka terjebak dalam komitmen formal yang dingin. Akankah benih kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah perpisahan menjadi satu-satunya solusi bagi mereka? Simak terus perjalanan pahit manisnya.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Mas, aku lelah
9.0
Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander demi menggantikan kakaknya, Kalisa, yang kabur sebelum pernikahan. Dua tahun hidup dalam ikatan tanpa cinta, Kayara gagal meluluhkan hati dingin suaminya hingga ia merasa sangat lelah. Namun, Steven menolak bercerai sebelum Kalisa ditemukan kembali. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara lepas dari jeratan Steven, atau justru ia akan selamanya terperangkap dalam hubungan menyakitkan ini?
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Clara harus berjuang membiayai ibu dan kakaknya dengan bekerja sebagai admin sambil kuliah pasca ayahnya tiada. Tekanan pekerjaan dari CEO yang arogan serta patah hati karena dicampakkan kekasih playboy membuat hidupnya kian pelik. Demi mengubah nasib, Clara iseng mengikuti ajang biro jodoh demi mencari pasangan mapan. Tak disangka, ia justru dipertemukan dengan bosnya sendiri. Kini, Clara bertekad menaklukkan hati CEO tampan itu. Berhasilkah ia?
Sampul Novel MENUNGGU MANTAN MENJANDA
8.0
Tujuh tahun menikah dengan Reynaldi Yahya hanya menyisakan luka bagi Diana Angelina, apalagi setelah rahasia poligami suaminya terungkap. Saat terpuruk, Denny Permana kembali hadir membawa cinta lama, namun hubungan mereka terhalang restu keluarga. Demi menjauh, Diana berpura-pura menjalin kasih dengan duda tampan bernama Ivan Sanjaya. Keadaan kian rumit saat William Yahya, mantan adik iparnya, turut mengejar cintanya. Siapakah yang akhirnya dipilih Diana?