Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Fatimah Perjuangan TKW Indonesia

Fatimah Perjuangan TKW Indonesia

Demi meraih impian kuliah tanpa membebani orang tuanya, Fatimah mengambil langkah berani setelah lulus SMA. Meski merupakan anak tunggal, keterbatasan ekonomi keluarga mendorongnya untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW. Tekadnya yang sangat kuat menjadi bahan bakar utama dalam berjuang mandiri secara finansial. Kisah ini mengikuti pengorbanan Fatimah yang rela merantau jauh demi mengangkat derajat hidup dan masa depan pendidikannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Panggil saya Miss Ros! Nanti para pengajar dan pengurus kalian juga manggilnya Miss untuk yang perempuan, kalau untuk yang laki-laki, panggil Sir.” Jelas Bu Ros yang meminta di panggil Miss.

Fatimah dan Dewi dijelaskan alur proses seleksi untuk menjadi TKW. Mereka akan melakukan Medical Cek Up ulang, walaupun sebelumnya mereka sudah melakukan medical cek up di salah satu laboratorium kesehatan di daerah Indramayu. Sesuai instruksi dari Sponsor Mustofa.

Jika hasil medical cek up dinyatakan Fit, maka mereka akan melanjutkan ke proses berikutnya, tetapi jika hasilnya Unfit, secara otomatis mereka langsung gugur dan tak bisa menjadi calon TKW. Mereka akan dipulangkan langsung ke kampung.

“Nanti kalian, akan difokuskan untuk belajar bahasa Inggris! Karena Singapura mayoritasnya berbahasa Inggris. Itu Miss Ria anggap saja kepala asrama kalian nanti. Nanti Miss Ria yang akan bertanggung jawab saat kalian di penampungan ini," Miss Ros menunjuk seorang wanita yang berambut bondol usianya sekitar 40 tahunan. "Silahkan, Miss Ria!”

“Ayok ikut saya ke atas.” Ajak Miss Ria.

Fatimah dan Dewi mengambil tas dan ranselnya mengikuti langkah Miss Ria. Saat di lantai 2 terlihat banyak sekali para wanita yang merupakan calon TKW juga. Usia mereka beragam, terlihat dari wajah mereka. Fatimah dan Dewi langsung terkejut karena ada seorang calon TKW sedang dimarahi oleh seseorang yang sepertinya pengajar juga.

“Ada apa, Miss Yanti?” tanya Miss Ria pada wanita yang sedang memarahi seorang wanita di hadapannya.

“Ini, Miss Ria, si Leli. Masa makan siangnya dibuang, alesan rasanya gak enak. Mau jadi apa nantinya si Leli, kalau pilih-pilih makanan. Tidak menghargai makanan lagi. Mubazir kah.” Jawab Miss Yanti

Wanita yang di hadapan Miss Yanti menunduk, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Oh, ada anak baru yah? Sini masuk Mbak! Maaf yah, kalian harus menyaksikan kejadian itu. Ini juga pelajaran buat kalian anak baru, yah!" Terang Miss Yanti.

"Jangan sesekali pilih-pilih makanan, apalagi sampai membuang makanan. Nanti kalian di sana gak bisa milih makanan. Kalian akan makan apa saja yang diberikan majikan kalian, bahkan ada juga yang diberi makanan sisa, jadi kalian harus terbiasa.” Jelas Miss Yanti dengan nada tegas.

“Kamu sana, Leli! Awas saja kalau kejadian ini terulang lagi! Saya akan adukan sama Miss Ros, biar kamu dipulangkasn saja!" ancam Miss Yanti pada wanita yang bernama Leli itu.

Kejadian tadi cukup membuat nyali Fatimah dan Dewi menciut. Bagaimana mereka nanti jika mendapatkan majikan yang galak seperti Miss yanti?

“Mbak, siapa namanya.” Tanya Miss Ria menyadarkan mereka.

“Saya Fatimah.” Jawab Fatimah dengan nada takut.

“Saya Dewi Saputri.” Jawab Dewi dengan nada yang sama-sama takut.

“Kalian masih muda yah? Belum punya pengalaman?” imbuh Miss Ria lagi.

Fatimah dan Dewi hanya mengangguk.

“Pantesan polos banget dan liat kejadian tadi aja kalian takut. Jangan takut dong! Nanti majikan kalian lebih kejam dari saya.” Jawab Miss Yanti.

Ekspresi Fatimah dan Dewi terlihat jadi tegang karena takut.

“Sekarang keluarkan isi tas dan ransel kalian! Ini pemeriksaan awal. Agar tidak ada benda-benda yang berbahaya.” Perintah Miss Yanti.

Fatimah dan Dewi hanya mengangguk dan menuruti perintah Miss Yanti. Mereka mengeluarkan isi tas dan ransel bawaan mereka. Saat Fatimah mengeluarkan telepon seluler dan pengisi dayanya, langsung diambil oleh Miss Yanti.

“Kalian tidak diizinkan membawa telepon seluler karena bisa mengganggu kegiatan belajar kalian. Nanti saya titipkan ke sponsor kalian agar diberikan kepada keluarga kalian.” Jelas Miss Yanti tegas.

Saat Dewi sedang mengeluarkan isi tasnya, keluar sebuah foto lelaki. Dewi langsung terlihat tegang.

“Wah ini foto pacarmu, yah?” goda Miss Ria tertawa.

“Bukan Miss, itu suadara saya.” Kilah Dewi malu.

“Enggak apa-apa, jangan malu-malu!” jawab Miss Ria santai.

Fatimah dan Dewi serasa di introgasi, tetapi mereka tidak boleh menyerah untuk menggapai cita-cita mereka.

**

Tempat penampunganya berupa rumah 4 lantai, lantai bawah digunakan untuk Kantor utama. Lantai 2 untuk tempat istirahat calon TKW dan tempat latihan mengerjakan tugas rumah tangga, lantai 3 tempat istirahat TKW juga dan ruangan untuk belajar bahasa Inggris, lalu lantai ke 4 dapur dan loteng untuk menjemur pakaian para calon TKW. Agensi tempat menyalurkan TKW hanya untuk majikan muslim, sehingga mereka nanti di sana masih bisa sholat dan ibadah lainnya.

Fatimah dan Dewi dikenalkan dengan para calon TKW yang sudah berada di sana. Mereka semua terlihat ramah, walaupun ada saja yang terlihat sinis menatap mereka. Fatimah dan Dewi saling berpandangan, mereka mengerti harus saling menguatkan.

Setelah itu Dewi menarik tangan Fatimah menuju sudut ruangan di sana.

“Fat, dari rumah kan kita dibawakan bekal nasi bungkus. Tadi aku lihat udah basi, gimana nih? Kalau sampai kita ketahuan membuang nasi tersebut, kan gak mungkin dimakan.” Tanya Dewi takut.

Mereka teringat kejadian tadi, saat Leli dimarahi hanya karena membuang makanannya.

“Nanti kita buangnya malam aja, Dew! Saat semuanya sudah pada tidur. Nanti aku yang buang di tempat sampah paling bawah, biar tidak ketahuan.” Fatimah mencoba menenangkan Dewi. Wajah Dewi pun terlihat lega.

Esok harinya Fatimah dan Dewi diajak untuk melakukan medical cek up ulang. Ternyata sudah ada 4 wanita lain yang akan sama-sama berangkat medical cek up.

“Ini Sir Yusril, panggil saja Sir Yus! Nanti Sir Yus, yang akan membawa kalian ke tempat medical cek up.” Tunjuk Miss Ria pada seorang lelaki yang sudah tua.

Lelaki itu mengajak mereka menuju mobil yang sudah terparkir di luar. Sepanjang perjalanan Fatimah dan Dewi terlihat tegang. Lalu wanita lain yang di sana mengajak ngobrol mereka dan saling berkenalan, sehingga rasa tegang di wajah mereka berkurang.

Sesampainya di rumah sakit, tempat mereka untuk melakukan cek up, ternyata sudah banyak sekali para wanita di sana. Mereka juga sama akan melakukan medical cek up untuk menjadi TKW. Mungkin para petugas di rumah sakit sana sudah kelelahan karena terlihat sangat ramai dan ucapannya kasar. Fatimah dan Dewi mulai terbiasa dengan suara bentakan dan teriakan dari orang.

Setelah selesai mereka langsung dibawa pulang ke tempat penampungan, terlihat wajah Fatimah dan Dewi senang melihat jalanan di ibukota. Mereka menatap bahagia dari jendela mobil. Fatimah dan Dewi belum pernah menginjakkan kaki mereka ke Jakarta. Akhirnya mereka bisa melihat langsung jalanan kota Jakarta.

Sesampainya di sana Fatimah dan Dewi diantar ke lantai 3. Di sana sedang berlangsung seksi belajar bahasa inggris.

Tok, tok, tok, Miss Ria mengetuk pintu di ruangan di lantai 3, dan terlihat seorang wanita yang sepertinya seorang guru karena ruangan itu sudah seperti ruang kelas. Kursi berderet di rapi dan hanya wanita itu yang duduk di hadapan meja.

“Fatimah dan Dewi perkenalkan ini Miss Alexa, yang akan mengajarkan bahasa Inggris.” Ucap Miss Ria pada Miss Alexa.

“Hallo Fatimah, Dewi, My name is Miss Alexa, nice to meet you.” ucap Miss Alexa pada mereka.

“Hallo Miss, nice to meet you too.” Jawab Fatimah yang mengerti dialog tersebut.

Miss Ria lalu meninggalkan mereka dan Miss Alexa mempersilahkan mereka untuk duduk di bangku yang kosong.

“Untuk anak baru, nanti kalian akan diberi buku tentang pertanyaan dan jawaban dengan bahasa Inggris! Tugas kalian menjawab semua pertanyaan itu dan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia! Itu untuk menguji kemampuan bahasa Inggris kalian.” Ucap Miss Alexa seraya menunjukan sebuah buku dan memberikan pada Fatimah dan Dewi.

Mereka lalu berdiri dan menerima buku tersebut. Buku tersebut berisi pertanyaan sebanyak 500 soal, terlihat sangat tebal.

“Ada yang lulusan SMA juga yah? Yang lulusan SMA siapa?” Tantya Miss Alexa.

Fatimah mengangkat tangannyya, “Saya Miss, Fatimah.”

“Okeh Fatimah karena kamu lulusan SMA, saya beri waktu kamu 3 hari untuk menjawab dan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalau yang lulusan SD dan SMP, saya kasih waktu seminggu.” Ucap Miss Alexa.

Fatimah merasa terkejut, apakah dia bisa menjawab dan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam waktu 3 hari?

**

Esok paginya, Fatimah dan Dewi dipanggil ke lantai bawah yang merupakan kantor agensi. Mereka diInformasikan tentang hasil medical cek up kemarin. Fatimah dan Dewi sudah berdiri di hadapan Sir Yus.

“Hasil cek up ini sudah keluar dan kalian tahu kalau hasilnya fit kalian akan melanjutkan tinggal di sini dan diurus adminitrasi untuk menjadi TKW ke Singapura, jika hasilnya unfit harus pulang.” Jelas Sir Yus tegas.

Wajah Fatimah dan Dewi terlihat menjadi tegang.

“Dan hasilnya ada 1 yang fit dan satu lagi unfit.” Tambah Sir Yus.

Wajah Fatimah dan Dewi berubah menjadi ketakuatan dan sedih. Artinya salah satu dari mereka harus pulang.

“Yang Unfit adalah Dewi. Dewi, nanti besok kamu pulang dijemput Sponsor kamu! Fatimah kamu lanjutkan usahamu di sini! Fatimah lanjutkan kegiatan belajarnya. Dewi boleh santai di lantai 2.” Jawab Sir Yus berat.

Air mata Fatimah dan Dewi menetes. Mereka melangkah menuju lantai atas. Saat di tengah-tengah tangga, langkah mereka terhenti dan berpelukan. Mereka menangis karena harus berpisah, padahal mereka sudah berjanji akan terus bersama-sama dan berjuang.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Hidup Aurora Valencia hancur setelah dijebak oleh Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak orang asing. Akibat skandal itu, Jenderal Wirya Atmaja mengusir putri kandungnya demi kehormatan. Enam tahun berselang, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk menuntut balas. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sembari mengungkap identitas pria misterius yang menjadi ayah dari anak kembar jenius miliknya.
Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina lahir dari rahim seorang wanita yang penuh noda masa lalu. Sebagai anak yang tercipta dari perbuatan terlarang, ia tumbuh di tengah penderitaan hidup yang tiada henti. Sang Ibu, yang menyimpan luka mendalam akibat siksaan seorang pria, bertekad melakukan segalanya demi membalas dendam. Dalam kisah romansa modern ini, Zina menjadi simbol dari dosa indah sekaligus alat untuk menuntaskan amarah ibunya terhadap sosok yang telah menghancurkan mereka.
Sampul Novel Good morning Pak Dosen (Series 3)
9.4
Cinta sejati tidak pernah memandang perbedaan intelektual. Hal inilah yang dirasakan oleh Axel Leo Dinata dan Elvio Nadira, pasangan dengan latar belakang kecerdasan yang sangat kontras. Meski perasaan mereka tulus, perjalanan asmara ini tidak berjalan mulus karena berbagai rintangan yang terus menguji kesetiaan keduanya. Mampukah Axel dan Elvio bertahan menghadapi tembok penghalang besar yang mengancam keutuhan hubungan mereka di masa depan?
Sampul Novel Love and Hurt
8.0
Tiffany Ananda Putri menganggap pertemuan kembalinya dengan Jimmy Stevano Cavarro sebagai kesalahan takdir yang fatal. Baginya, kehadiran pria itu hanyalah awal dari kehancuran hidup yang beruntun bak barisan domino yang tumbang. Namun, di sisi lain, Jimmy tetap teguh pada perasaannya yang mendalam. Ia bersumpah untuk terus mencintai Tiffany, baik di masa lalu, saat ini, hingga masa depan, meskipun hubungan mereka kini penuh dengan luka dan kebencian yang mendalam.
Sampul Novel Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
8.7
Zahara tewas mengenaskan di gudang dingin saat hendak bersalin, dikhianati Ardy yang lebih memercayai Kamila dan Astrid. Setelah kehilangan nyawa dan bayinya akibat kekejaman mereka, ia terbangun di masa lalu sebagai putri tunggal keluarga konglomerat. Kini, Zahara tak lagi buta karena cinta. Dengan identitas aslinya yang penuh kuasa, ia bertekad menghancurkan Ardy serta keluarganya. Pembalasan dendam dimulai demi menebus setiap tetes darah dan rasa sakitnya.
Sampul Novel Maria
9.3
Kebodohan masa lalu menghancurkan seluruh harapan Maria. Setelah dikhianati kekasihnya, ia harus menghadapi penderitaan berat karena hamil di luar nikah tanpa tanggung jawab pria tersebut. Tragedi ini kian memilukan saat kedua orang tuanya wafat, tak kuasa menahan beban malu akibat cemoohan orang sekitar. Kini Maria terjebak dalam nestapa, berjuang sendirian di tengah hancurnya martabat keluarga yang telah hilang akibat kesalahan fatalnya.