Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Falling for him

Falling for him

Theo percaya bahwa hati manusia selalu berubah layaknya angin, sebuah keyakinan pahit dari masa lalunya yang kelam. Namun, pandangannya terusik saat bertemu Jaane Kim, gadis berpendirian teguh yang menutup rapat pintu hatinya untuk cinta. Bagi Theo, keteguhan Jaane adalah tantangan yang belum pernah ia temui sebelumnya. Mampukah sang 'Pied Piper' menaklukkan hati Jaane dengan pesonanya? Ikuti kisah romansa musim semi yang penuh debar dan keajaiban ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Theo berjalan santai, setelah beberapa menit yang lalu menerima pesan, laki-laki itu melangkah ketempat tujuan.

Banyak orang atau lebih tepatnya siswi di sekolah ini yang menatapnya terang-terangan. Bukan hanya di sini sebenarnya. Di manapun Theo berada, pesona laki-laki itu terlalu sulit untuk diabaikan. Minimal, setiap orang yang melihatnya akan menatap dengan kekaguman memuncak.

Seragam sekolahnya belum berganti, mungkin itu juga yang menjadikan dirinya lebih mencolok dari semua siswa disekolah ini.

Tapi dia Kim Theo, lelaki yang tengah berjalan santai dengan satu tangan berada di saku itu seolah tak perduli. Theo tau benar visual berbahaya yang melekat pada dirinya, dan sudah merupakan hak orang-orang di luar sana untuk menilai, walaupun nyatanya dipandangi seperti itu akan membuat yang dipandang risih.

Theo mengeluarkan ponselnya yang bergetar dari saku celana, lalu ibu jari laki-laki itu menyentuh ikon warna hijau di layar.

"Iya,"

"Dimana kau? cepat kemari."

"Aku sedang ke sana, tunggu saja."

"Hati-hati, nanti nyasar."

"Kau pikir aku anak TK."

"Ya sudah, cepat ya. Nanti kukenalkan pada teman-temanku."

Tanpa menjawab Theo mematikan sambungan telfon dengan Jimmy temannya sejak SMP, dia memang anak baru tapi mustahil lah jika nyasar. Lagi pula di setiap dinding sekolah juga terpasang denah.

Kalian tidak usah tegang, Theo tidak akan bolos. Jimmy memintanya untuk bertemu jadi harus dituruti kan? Lagipula niatan serta godaan setan untuk bolos sudah tidak mempan untuknya. Untung saja, ayah masih mau mengeluarkan uang untuk sekolah. Dan untung saja, sekolah yang katanya favorit ini mau menerima siswa pindahan atau lebih tepatnya siswa buangan sepertinya.

Theo menghentikan langkah, di depannya ada tembok bercat putih tulang menjulang tinggi tanpa rikuh. Setelah menoleh ke kanan kiri, Theo sadar. Dia nyasar. Yah, kalian seharusnya tau, apa yang membuat pria dua puluh tahun itu masih menggunakan seragam SMA.

Theo menoleh saat telinganya menangkap bunyi pintu yang terbuka. Terlihat disana seorang laki-laki berseragam yang tengah memperhatikan ponselnya.

"Permisi, kau..."

Laki-laki itu menoleh, sejenak menengok kearah lain memastikan bahwa memang ia yang dipanggil, kemudian menunjuk dirinya sendiri saat tidak ada orang lain disana. Theo mengangguk mengiyakan.

"Ada apa?" tanyanya.

"Bisa tolong tunjukan di mana ruang olah raga?" tanya Theo lagi.

Laki-laki dengan seragam sekolah berwarna ungu itu meneliti Theo dari rambut hingga sepatu. "Anak baru?" tanyanya.

Theo mengangguk lalu kembali menatap laki-laki itu dengan tatapan menunggu.

Sedangkan yang ditatap cuma mengerjap pelan. Lalu berseru tak lama kemudian, "Oh! Ruang olahraga?" ulangnya "Itu," lanjutnya seraya menunjuk ruangan yang telah Theo lewati sebelumnya.

Theo merutuk dalam hati, kenapa tulisan sebesar itu tak terlihat di matanya.

"Tapi, ada perlu apa ke ruang olahraga?" Laki-laki itu bersuara lagi.

Theo menoleh. "Hanya bertemu teman."

Laki-laki itu tampak mengangguk. "Biasanya yang berkumpul disana itu Park Jimmy CS."

"Kau mengenalnya?" tanya Theo.

"Tidak. Dia senior, cukup terkenal di sekolah ini."

Theo mengangkat alis. Jimmy memang selalu terkenal, mungkin di SMP pun ia dan Jimmy adalah alumnus paling legendaris.

"Terima kasih," sahut Theo, mengangguk ramah. Hendak menuju ke ruangan yang jaraknya hanya sepuluh langkah dari tempatnya berdiri sekarang.

"Eeh, aku juga mau minta tolong. Boleh?" laki-laki berseragam ungu tadi menghentikan langkah Theo.

Theo mengangguk. "Apa?"

"Kau punya kenalan orang bengkel yang dekat? Boleh minta kontaknya?" Theo mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya.

"Ini kontak bengkel tempatku bekerja, tidak terlalu jauh dari sini."

"Kau bekerja?" Laki-laki itu berdecak kagum. "Keren sekali."

"Bukan apa-apa. Telfon saja, nanti akan kubilang temanku yang menelfon."

"Terima kasih, ya." Laki-laki itu berujar lagi.

"Sama-sama," Theo melirik namtag laki-laki itu, "Jung, aku pergi dulu.”

——

Jam pelajaran terakhir terasa sangat lambat, Theo merasa kakinya pegal karna terlalu lama duduk. Jika bukan karna sang kakak, sang ibu dan sang ayah. Theo tidak akan duduk di kursi kecil ini, tidak akan mau mendengarkan ocehan guru di depan yang menurutnya tak penting sama sekali.

Theo menguap, entah sudah yang keberapa kalinya. Lalu menopang dagu saat melihat punggung kecil gadis yang tengah tertidur di mejanya. Gadis tadi pagi, yang memakai ransel hitam, yang rambutnya berwarna coklat.

Gadis itu terlihat tentram hanyut dalam mimpi, jauh lebih baik dari pada saat dia terjaga. Pandangan Theo naik ke sebelah meja Jaane, tepatnya pada gadis berjepit rambut pink yang menatapnya berbinar. Lalu, melambaikan tangan? Iya, sepertinya begitu. Theo hanya membalas dengan anggukan kikuk.

Lalu di belakang meja Jaane, seorang gadis berkaca mata meliriknya intens sebelum kembali mendengarkan guru. Aneh, tak ingin berfikir lebih lanjut, Theo kembali menatap papan tulis.

Tidak lama kemudian, bel sekolah berbunyi. Theo langsung menggantung tasnya di bahu sambil berjalan keluar kelas. Tak perlu berbenah karna memang tidak ada yang perlu dibenahi.

Setelah mengetik sesuatu di ponselnya berupa pesan, memberitahu kakaknya jika ia akan pulang bersama Jimmy, Theo melangkahkan kaki menuju tempat parkir.

Tentu saja ramai, semua siswa berhambur keluar membebaskan diri dari belenggu rumus-rumus tiada akhir.

"Te," Theo menoleh. "Di sini," lanjut Jimmy seraya melambaikan tangan kearahnya.

"Lama sekali," protes Jimmy.

Theo mengangkat bahu. "Bukan aku yang membunyikan bel."

Jimmy terkekeh ringan. "Tentu saja, kalau sampai kau yang membunyikan sekolah akan berakhir pukul sembilan pagi."

Theo hanya melengos dan mengangkat bahu tak peduli.

"Kau menyetir ya." Laki-laki putih itu sudah membuka pintu penumpang dan dengan cepat masuk. Lalu melemparkan kunci mobilnya pada Theo yang masih menatap laki-laki pendek itu dari luar.

"Ayo pak supir, hurry up!" seru Jimmy.

"Dasar, bocah," decak Theo sebal. Laki-laki itu berjalan memutar, menuju kemudi. Baru saja pintu itu ditarik, sesuatu yang dilihatnya membuat Theo terdiam.

Sesuatu atau lebih tepatnya seseorang yang berdiri disana membuatnya membeku. Orang itu juga terlihat sama terkejutnya, dan dia masih sama. Cantik.

Sejenak Theo tidak tau harus berbuat apa, terlalu menyentak. Memikirkan yang mana dahulu, rasa rindu yang beberapa tahun lalu dipeliharanya atau rasa sakit yang ditorehkan gadis itu. Sayangnya yang kedua lebih dominan, hingga Theo dengan sadar mengabaikan pandangan sendu orang itu padanya. Memasang raut wajah datar dan dengan santai memasuki mobil.

Seperti tidak ada yang pernah terjadi.

Masa lalu memang harus dilupakan, bukan?

"Dia memang disini," Theo menoleh, mendapati Jimmy yang ternyata juga memandang ke objek yang sama dengannya. "Kim Suya memang siswi disini, maaf tidak memberitahumu."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95EZQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95EZQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Ditinggalkan di altar dan dikhianati oleh tunangan serta saudari tirinya membuat Charlee hancur. Di tengah kepedihan, ia menghabiskan malam panas dengan pria asing yang misterius. Tak disangka, pria seksi itu terus hadir melindunginya dan membantu membalas dendam. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan kembali memohon kesempatan kedua. Kini, sang taipan yang selalu ada di sisinya menuntut jawaban tegas mengenai siapa pria yang akan ia pilih.
Sampul Novel Cinta Tiga Bidadari
9.7
Muhammad Abidzar Al Hafiz pernah mengikrarkan janji suci kepada istri pertamanya. Ia bersumpah tidak akan pernah menikah lagi setelah resmi berpisah dari istri keduanya. Namun, komitmen tersebut kini dipertanyakan. Apakah Abidzar mampu mempertahankan kesetiaannya dan menepati ucapan itu selamanya? Ataukah janji tersebut hanya menjadi rangkaian kata manis yang pada akhirnya akan dikhianati kembali demi kehadiran wanita yang baru dalam hidupnya?
Sampul Novel Cinta yang Menghanyutkan
9.4
Dalam novel modern bergenre misteri horor ini, sebuah hukuman kejam berujung maut. Sang suami yang murka karena kekasih lamanya terjebak di lift, tega mengunci istrinya sendiri di dalam koper sempit dan menyimpannya di lemari. Meski sang istri menangis dan memohon ampun hingga kehabisan napas, jeritannya diabaikan. Setelah lima hari berlalu, sang suami akhirnya memutuskan untuk membuka kunci koper tersebut demi memberi pengampunan. Namun, ia tidak menyadari bahwa di dalam sana, tubuh istrinya telah membusuk dan hancur tak bersisa.
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Rindu Kinasih mengira perjodohannya dengan Derren Aji Putra adalah anugerah. Namun, pria mapan itu justru menjadi sumber siksaan fisik dan batin yang kejam. Di tengah penderitaan, Danielo Chris selaku atasan Rindu yang trauma akan kekerasan muncul menawarkan bantuan. Ia menyodorkan kontrak pernikahan sebagai jalan keluar dari neraka Derren. Kini, Rindu terjebak dilema besar: tetap bertahan dalam maut atau menerima tawaran gila demi kebebasannya.