
Fallin Love With Jerk Billionaire
Bab 2
15 Years Later
Menteng, Jakarta
Hari ini kediaman keluarga Moran tampak sibuk karena ulah Thania Callasandra Moran, putri bungsu dari pasangan Thomas Andara Moran dan Clara Madelyn Moran. Siapa yang tidak mengenal keluarga konglongmerat asal Indonesia ini, Moran Group sangat terkenal di Indonesia. Perusahaan ini merajai berbagai sektor usaha di Indonesia. Mulai dari properti, perhotelan, telekomunikasi, retail, bank, sampai otomotif. Keluarga Moran bahkan masuk dalam jajaran tiga besar keluarga terkaya di Indonesia.
Tidak hanya di Indonesia saja, Moran Group juga mengembangkan sayapnya hingga mancanegara. Moran Group membangun perusahaan raksasa diberbagai belahan dunia antara lain di Amerika, Australia, Prancis, Spanyol, Jepang, Korea, Hongkong dan juga Singapura. Moran Group awalnya didirikan oleh ayah dari Thomas Moran, yaitu Daniel Moran namun berkembang pesat dibawah kepemimpinan Putra pertamanya yaitu Thomas Andara Moran.
Thomas Andara Moran sendiri merupakan keturunan Indonesia Amerika sedangkan sang istri Clara Madelyn Moran berasal dari Manhattan. Mereka dikaruniai dua orang putra putri yang tampan dan juga cantik. Putra pertama mereka bernama Moreno Christian Moran berusia 25 tahun dan sekarang tengah dipercaya memegang bisnis Perhotelan, Casino dan Otomotif di Amerika tepatnya di New York, Los Angeles, dan Las Vegas. Putri kedua mereka Thania Callasandra Moran yang berusia 20 tahun. Thania begitu cantik dengan sepasang mata hazel, hidung mancung yang dibingkai paras menawan bagai bidadari, postur tubuh ideal serta kulit putih halus bagai pualam. Siapa pun yang melihat Thania pasti akan berdecak kagum, tidak hanya oleh kecantikannya namun juga kepintarannya.
Diusia yang terbilang masih sangat muda ia merupakan jebolan Universitas terbaik di dunia yaitu Oxford University dan berhasil meraih gelar Philosophy Politics and Economics (PPE) dalam waktu tiga tahun pendidikan dengan predikat Cumlaude. Tidak hanya sampai disitu, berkat kecintaannya terhadap kuliner terutama jenis makanan-makanan manis ia pun memutuskan untuk membuka bisnis restoran dan pastry dari uang tabungannya sendiri.
Sedari kecil Thania memang sudah diajarkan untuk menjadi anak yang mandiri dan rendah hati oleh kedua orangtuanya. Walau terlahir dari keluarga kaya raya namun ia tidak pernah menghamburkan uang keluarganya secara berlebihan. Selain itu ia juga selalu bersikap ramah kepada setiap orang, tidak pernah sombong ataupun angkuh. Tapi jangan dipikir ia tidak manja, ia akan bersikap sangat manja kepada keluarganya terutama pada sang ayah dan juga kakak laki-lakinya.
Lusa bertepatan dengan hari keberangkatan Thania ke Amerika, gadis cantik itu berencana membuka cabang baru untuk restorannya di New York. Selama ini Thania memang telah merintis usaha restorannya sedikit demi sedikit semenjak ia lulus senior high school (SHS). Walaupun ada sedikit campur tangan ayahnya namun tetap modal usaha itu memakai uang tabungannya sendiri. Bukannya sombong, Thania hanya ingin membuktikan pada orang-orang jika ia bisa sukses dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Ia ingin membuat keluarganya bangga dengan prestasi dan hasil jerih payahnya selama ini.
Tidak hanya mempunyai cabang restoran di dalam negeri, Thania pun sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar di benua Asia seperti di Singapura, Korea, Jepang dan Hongkong. Ini pun kali pertama ia mencoba peruntungan untuk membangun usahanya itu di negara besar seperti Amerika. Namun jangan dipikir ia mudah mendapatkan ijin untuk pergi dan tinggal di Negara Adidaya itu. Kedua orangtuanya sudah pasti melarang keras niatnya tersebut, terlebih sang ayah Thomas Andara Moran.
Bagi Thomas, Thania akan selalu menjadi putri kecilnya yang manja dan tidak boleh berjauhan darinya. Tapi lagi-lagi karena sifat keras kepala dan juga rayuan mautnya, Thania berhasil meyakinkan kedua orangtuanya. Apalagi Amerika merupakan negara asal sang ibu yang tentu disana Thania tidak akan sendirian. Ada keluarga ibunya dan juga ada sang kakak yang akan selalu menjaganya. Jadilah Thania berhasil mengantongi ijin dari sang Ayah untuk pergi dan menetap untuk sementara waktu di Amerika. Tetapi dengan syarat Thania harus selalu mengabari mereka baik itu menelpon ataupun melakukan panggilan video (videocall). Ia juga diharuskan pulang ke Indonesia setidaknya sebulan sekali atau jika tidak kedua orangtuanya lah yang akan menjenguk Thania ke Amerika.
Di sebuah kamar mewah bernuansa putih dan emas, Thania tengah berkutat dengan koper-koper besarnya. Ia membereskan barang-barang pribadinya yang akan diboyong serta ke Amerika, dibantu oleh sang ibu dan juga beberapa maid.
"Ma, aku senang sekali akhirnya kalian memberiku ijin. Terimakasih Mamaku tersayang karena sudah berhasil membujuk papa yang keras kepala itu untuk tidak memingit anak gadisnya yang cantik ini lagi" Thania terkekeh pelan
"Sangat sulit untuk meyakinkan papamu itu. Mama bahkan harus ekstra merayunya agar memperbolehkan anak gadisnya yang manja ini untuk tinggal di Amerika. Walaupun dengan sangat terpaksa dan berat hati akhirnya dia luluh juga" timpal Clara sambil menggerutu
"Memang cuma Mama yang bisa menjinakkan Papa" gelak tawa Thania memenuhi kamar itu
"Tapi Mama tenang saja, aku akan selalu mengingat nasehat kalian. Aku akan menjaga diriku dengan baik disana, lagipula ada kak Reno juga yang menjagaku disana. Yah walaupun aku tidak akan tinggal di Mansion bersamanya, tapi aku yakin dia akan mengerahkan semua mata-matanya untuk mengawasi setiap gerak-gerikku" lanjutnya lagi
Thania memandang wajah ibunya yang masih tetap cantik menawan dan terlihat awet muda diusia yang sudah menginjak kepala empat. Tidak heran jika ayahnya sangat tergila-gila dan menjadi bucin dengan selalu menuruti semua keinginan sang Ratu di rumah ini.
"Apa tidak sebaiknya kau tinggal bersama dengan kakakmu? Kenapa kau memilih tinggal di penthouse seorang diri? Itu sangat berbahaya Tha, mama sangat cemas apalagi dengan sifat cerobohmu itu" keluh Clara
Walaupun anak gadisnya juga pernah tinggal berjauhan dengan mereka saat menempuh pendidikan di Inggris namun saat itu mereka tidaklah terlalu cemas karena Thania tinggal di asrama dengan pengawasan yang ketat.
Thania tertawa kecil sebelum menjawab ucapan sang ibu "Ma, tujuanku kesana bukan untuk berlibur. Selain berbisnis aku juga ingin belajar hidup mandiri. Apa bedanya jika aku tetap tinggal bersama kak Reno dengan aku disini bersama kalian? Lagi pula aku tinggal di penthouse tidak sendirian ada Valerie yang akan menemaniku"
Di Amerika Thania memang akan tinggal di penthouse yang sudah ia persiapkan. Segala keperluannya seperti mobil, tempat usaha serta ijin untuk membuka restoran pun sudah diurusnya. Beberapa kali sang ayah dan juga Reno memaksa untuk membantunya namun Thania selalu menolak karena tidak ingin merepotkan keluarganya. Ia merasa masih bisa dan sanggup mengurus semuanya sendiri, walaupun Thania harus rela bolak-balik Jakarta-Amerika tapi sejauh ini ia begitu menikmatinya.
Impian terbesar Thania adalah dapat membangun sebuah restoran bintang tiga (michelin star) di Negara Adidaya seperti Amerika Serikat. Namun kali ini terasa berbeda karena disana Thania tidak tinggal sendirian, ada sahabatnya Valerie Catherine Brynn yang akan menemaninya. Valerie sendiri adalah seorang model di negara asalnya Australia, dia berasal dari keluarga berada. Dulu mereka berdua sama-sama menuntut ilmu dan berkuliah di Oxford University. Walaupun setelah lulus kuliah mereka terpisah jarak, Thania pulang ke Indonesia dan Valerie kembali ke Australia namun mereka tetap berhubungan baik hingga sekarang.
"Apapun yang membuatmu bahagia sayang, tetapi ingat Thatha tidak boleh mengecewakan mama dan papa oke?" timpal Clara sambil tersenyum lalu mengecup kedua pipi putrinya lembut
Thania mengangguk bersemangat "Mama dan Papa tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengkhianati kepercayaan kalian" jawabnya sembari memeluk Clara
"Baiklah kalau begitu mama akan menyiapkan makan malam dulu. Kau lanjutkan sendiri dan jangan sampai ada yang tertinggal" ucap Clara sambil mengelus kepala putrinya dengan penuh sayang dan dijawab dengan anggukan patuh dari Thania
Pada saat acara makan malam pun skenario yang sama terulang kembali dan kali ini ayahnya yang memberikan nasehat kepada Thania. Thania pun kembali memberi pengertian dan penjelasan pada sang ayah. Seperti biasa ia pun selalu menang jika beradu argumen dengan ayahnya. Bagaimana tidak menang jika Thania terus saja mengeluarkan jurus rengekan manja kepada sang ayah tercinta dan Thomas pun luluh akan bujuk rayu sang tuan putri.
Anda Mungkin Juga Suka





