
Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
Bab 2
***
“Makanan di sini pasti nggak enak ya, Pa?” tanya Kirei. Dia mencoba tersenyum sekuat hati melihat Ryo yang sangat kurus. “Aku pasti buatin sushi buat Papa, jadi Papa harus tetap makan ya! Aku janji kalau sushi buatanku nanti pasti bisa mengalahkan sushi buatan mama,” tambahnya.
Ryo akhirnya menangis, selama ini dia memang tidak pernah terlihat menyedihkan di depan istri dan kedua anaknya, Ryo Nakomoto adalah sosok pria sejati, ayah sempurna, dan suami yang setia. Namun, kali ini dia tidak bisa berpura-pura untuk tegar di depan anak bungsunya karena hatinya diliputi rasa berdosa karena sudah merusak impian Kirei. “Sayangku, maafkan Papa. Kamu menderita karena kebodohan Papa,” ucapnya lirih.
“Papa menangis pertama kali untuk apa?” tanya Kirei.
Ryo menatap anak bungsuinya dengan sendu. “Papa memang ayah yang buruk dan suami yang tidak berguna. Papa dengan mudahnya menghancurkan masa depan kalian. Maafkan Papa… “
Kirei menggelengkan kepalanya. “Jangan bicara seperti itu, Pa. bagi kami, papa adalah pria yang terbaik. Pria satu-satunya yang tulus sayang sama kami. Papa jangan merasa seperti itu karena kami bangga mempunyai Papa,” balasnya mencoba untuk tersenyum.
“Sayangku… masalah pernikahanmu dengan Sky, nanti papa bicarakan lagi sama kedua orang tua dia ya! Kamu jangan khawatir karena kamu dan Sky pasti akan menikah,” ucap Ryo.
“Tidak, Pa. Aku tidak terlalu mengharapkan lagi. Mereka ingin mengakhirinya, maka aku pun harus menyudahinya. Mungkin memang kami berdua tidak ditakdirkan untuk bersama,” balas Kirei.
“Tidak, Nak. Papa pasti akan bicara sama Sky. Papa tahu kalau Sky adalah mimpimu yang paling ingin kamu wujudkan, dia adalah kebahagiaanmu. Papa ingat kalau kamu selalu mengatakan kalau Sky adalah puncak bahagia kamu. Papa akan mengembalikan mimpi dan bahagiamu itu, Papa yakin kalau Sky masih mencintaimu,” ujar Ryo berusaha meyakinkan Kirei.
Kirei menggelengkan kepalanya. “Tidak, Papa. Mimpiku sudah hancur karena dia sendiri yang menghancurkannya. Sky memang pernah jadi mimpi indah, tapi saat ini dia menjelma jadi mimpi buruk. Aku ingin menghapus tentangnya agar mimpi buruk itu tidak datang mencekik hidupku saat ini. Mimpiku saat ini sudah berubah, yaitu Papa kembali pada pelukan kami. Aku hanya ingin kita berempat kumpul bersama, dan kita menetap saja di Kyoto, Papa ingin pulang dan mengajak kami ke sana, kan?”
Air mata Ryo mengalir dengan deras. Pria paruh baya itu memang selalu merindukan kampung halamannya di Kyoto, Jepang. Tiga tahun terakhir ini, Ryo selalu merayu kedua anaknya untuk menetap di sana. Ryo ingin menghabiskan masa tua di negara asalnya dan menghabiskan sisa waktu dengan tenang bersama keluarga tercintanya. Ryo merasa situasi di Indonesia sudah tidak kondusif, perusahaan yang tidak sehat, rekan kerja yang licik, bahkan orang-orang yang dia percaya pun tega mengkhianatinya hanya karena masalah harta. Namun, semuanya terlambat karena dia telat menyadarinya. Saat ini dia terjebak dalam permauinan manusia yang tamak dan juga serakah.
“Papa tidak perlu cemas ya! Aku yakin kalau Papa pasti bisa bebas karena aku tahu siapa Papa,” ucap Kirei.
Senyum mengembang di kedua sudut bibir Ryo. Luka di hatinya terasa teduh melihat putri kesayangannya, Kirei memang gadis yang ceria dan juga selalu mencairkan suasana di mana pun gadis itu berada. Kirei selalu saja membuat siapapun jartuh hati pada sosoknya.
“Kakakmu ke mana? Papa meirnduan dia, kakakmu janji akan jenguk Papa sama kamu,” ucap Ryo.
Hening.
Kirei diam seribu bahasa.
***
“Kamu harus menikah dengan Luna. Mami ingin sekali mendapatkan menantu seperti dia,” ucap Andien.
“Luna Claudya?” tanya Sky.
“Iya. Dia adalah satu-satunya pewaris dari kekayaan MTI Crops, kekayaan kita akan menambah kalau kamu menikah dengannya,” balas Andien dengan semangat.
Sky menghela napas berat dan menggelengkan kepalanya. “Tidak, Mami. Aku tidak mungkin menikah dengan Luna.”
“Kenapa tidak mungkin? Luna sudah mempunyai calon?”
“Aku tidak tahu, tapi tidak etis jika aku menikahi mantan pacarnya River.”
“Mereka kan sudah putus lama, lagian Luna mana mau sama pria cacat dan buta seperti River. River bukan pria yang sebanding, hanya kamu lah satu-satunya pria yang pantas jadi suami Luna,” jawab Andien
“River itu masih saudaraku, Mami. Dia kakakku, aku tidak mau mengambil wanita yang dia cintai,” ucap Sky dengan tegas.
“Sky! Kalian hanya saudara tiri! Kamu juga tidak ada pertalian darah dengan River, dan juga apa yang bisa River lakukan dengan kondisinya yang cacat? Bahkan dia didepak dari perusahaan karena dia sudah tidak berguna lagi! Saat ini harapan keluarga kita hanya ada di pundakmu, dan kamu satu-satunya pewaris yang akan mendapatkan semua kekayaan Mountbatten, kamu lah yang lebih pantas.”
“Aku bukan anak kandungnya daddy, Mi. River adalah anak kandung daddy, jadi dia yang berhak menjadi pewarisnya.”
“Dia itu lumpuh dan buta, jadi dia gagal menjadi ahli waris dari dady-mu! Mami pasti memperjuangkanmu karena kamu yang pantas, kita tidak perlu lagi mengasihi si lumpuh itu karena selama ini kita selalu mengalah dan seperti pengemis di matanya. Saat ini, semesta mendukung kita karena dulu kita menderita karena keangkuhan anak itu yang tidak mau menerima kita dan tidak pernah menganggap kita ada,” ucap Andien.
Sky tahu bagaimana sakitnya perasaan maminya dulu. Saat pertama kali, dia dan maminya menginjakan kaki di rumah keluarga Mountbatten, dia dan Andien selalu dianggap hina. Bahkan Sky ingat dulu kalau River tidak pernah mau bicara padanya dan mamanya, pria itu tidak pernah mengakui keberadaan dirinya dan juga Andien. Tangisan pilu Andien dulu melahirkan dendam di hati Sky. Saat ini adalah pembalasan yang tepat untuk mengambil semua dari tangan River.
‘Harta dan wanita yang kamu cintai pasti bisa menjadi milikku,’ batin Sky dalam hati. Sky mengedarkan pandangan ke luar jendela kamarnya, mendadak dia ingat senyuman Kirei, cinta pertamanya yang selalu ada untuknya dulu. Sky merindukan gadis itu, mungkinkah saat ini dia bisa melihat Kirei?
“Lusa kita akan berkunjung ke kediaman keluarga Luna,” ucap Andien.
Kening Sky mengernyit. “Ada perlu apa kita datang berkunjung ke rumah dia?”
“Mami juga tidak tahu alasan pastinya kenapa orang tua Luna mengndang kita untuk makan malam, tapi Mami menduga kalau orang tua Luna tertarik padamu karena meminta Mami untuk mengajakmu. Itu artinya sinyal kalau mereka ingin mengenalkan kamu pada Luna! Bukankah ini sangat bagus untuk rencana kita?”
“Secepat itu kah?”
“Lebih cepat lebih baik, Sky. Kita tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kekuasaan dan harta mendiang daddy-mu. Dukungan keluarga Luna akan membantu kita untuk mewujdudkan rencana kita.”
“Mami ingin aku dan Luna menikah?”
“Kalian memang harus menikah! Mami hanya merestui Luna yang jadi menantu Mami!” balas Andien dengan tegas.
Sky terdiam, dia tidak berencana menikah dengan wanita lain dalam waktu dekat ini karena hatinya belum siap.
“Kamu keberatan menikah dengan Luna?” tanya Andien dengan curiga. “Jangan bilang sama Mami kalau kamu ternyata mencintai Kirei?”
Sky membisu.
***
Anda Mungkin Juga Suka





