Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu

Dunia Lain Di Balik Pintu

Astrid Ratchett, siswi antisosial yang sering dirundung, terobsesi dengan novel fantasi Richard Mcgrory. Suatu hari, ia menemukan pintu rahasia di balik lemari menuju dunia yang persis seperti buku favoritnya. Di sana, Astrid menjadi sosok cantik dan terhormat. Namun, ia terkejut saat bertemu mendiang sahabatnya yang kini jadi pangeran. Saat ancaman keluarga jahat muncul, Astrid harus berjuang menyelamatkan negeri itu sambil mengungkap kebenaran di balik dunia misterius ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Astrid adalah gadis berumur 16 tahun. Tubuhnya tinggi, kulitnya putih, rambutnya cokelat panjang bergelombang. Dia lebih sering menguncir rambutnya. Itu karena dia tidak merasa percaya diri dengan rambutnya sendiri, padahal, rambutnya itu tergolong rambut yang indah. Wajahnya cantik namun tidak terlihat, karena setiap dia berjalan, dia selalu menundukan wajahnya. Gadis pemalu itu merupakan seorang introvert yang tidak jauh dari kata ‘kutu buku’.

Di sekolah, dia tidak punya teman. Entah dia yang tidak mau diajak berteman, atau memang teman-temannya yang tidak peduli. Bagi dia, sekolah adalah mimpi buruk. Dia lebih suka tinggal di rumah bersama novel-novelnya. Namun meskipun begitu, dia tetap mengutamakan sekolah dan meraih nilai-nilai yang bagus, demi beasiswa untuk kuliah. Dia melakukan itu semua karena sadar bahwa membeli buku memerlukan uang, dan uang hanya bisa didapat dari bekerja, membuatnya terobsesi kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Intinya, semua yang dia lakukan sekarang hanyalah untuk satu tujuan, yaitu membaca buku.

Kehidupannya yang anti sosial tentu saja membawa banyak dampak buruk padanya. Dibuli, kesepian, tidak punya teman, dan hampa. Semua rasa sakit itu hanya dia pendam sendiri. Tidak ada satupun anggota keluarganya yang tahu akan hal tersebut. Buku adalah satu-satunya pelariannya. Dengan membaca cerita yang tertulis di lembaran-lembaran kertas, membuatnya senang. Dia bisa berimajinasi sesukanya dalam membaca cerita. Teknik penulisan sang penulis cerita mampu membawanya merasakan emosi yang dirasakan oleh sang tokoh utama. Segala rasa sedih, rasa bahagia, marah, terharu, bangga, dan sebagainya dapat ia rasakan.

Dia merasa seolah-olah terbawa ke dunia yang baru, yang berbeda. Dia merasa seperti kabur dari realitas yang sekarang sedang dia jalani. Memang dari dahulu dia sudah begitu, lari dari masalah, lari dari kenyataan.

Hidup di Kota Jersey dengan ayah, ibu, serta 2 adiknya. Dia adalah anak paling tua di keluarga. Ayahnya, James Ratchett, merupakan seorang agen perumahan, sedangkan ibunya, Melinda Ratchett merupakan seorang editor majalah fashion terkenal. Mereka bisa disebut sebagai keluarga yang lebih dari sekedar berkecukupan. Adiknya, Jannet Racthett, adalah seorang siswi SMP. Tommy Ratchett, adiknya yang bungsu, sepantaran dengan Jannet.

“Astrid! Turun! Sarapan sudah siap!” teriak Melinda dari dapur.

Segera Astrid mengemas buku-bukunya, berpakaian, dan turun ke dapur.

“Ini, makanlah sarapanmu.” Ucap Melinda sambil menyodorkan semangkuk sereal.

“Jannet, Tommy! Ini sarapanmu! Pancake blueberry untuk Jannet, dan waffle cokelat untuk Tommy!” ucap Melinda.

Dari sini kita sudah bisa melihat bahwa Melinda lebih menyayangi Jannet dan Tommy daripada Astrid. Memasak sebuah pancake dan waffle bisa dibilang merepotkan. Bagi seorang editor majalah terkenal yang sangat sibuk, menyempatkan waktu untuk membuat pancake dan waffle pasti sulit untuk dilakukan, butuh usaha yang lebih besar. Berbeda dengan semangkuk sereal yang hanya diberi susu.

“Astrid, sore ini setelah pulang sekolah kamu mau kemana?” tanya Melinda.

“Tidak kemana-mana, aku langsung pulang,” jawab Astrid.

“Benarkah? Ini hari Jumat, bersenang-senanglah dan pergi bersama teman-temanmu!” ucap Melinda.

“Aku hanya ingin menghabiskan malam Jumatku di rumah sambil membaca buku baruku. Jalan-jalan itu melelahkan, dan tempatnya akan penuh dengan orang-orang, aku tidak suka. Buku baruku memiliki cerita yang sangat unik. Penulis kesukaanku baru saja mengeluarkan buku terbarunya, makanya aku sangat tidak sabar untuk membacanya!” jawab Astrid.

“Oh ayolah! Berhenti menghabiskan waktu dengan buku-bukumu dan carilah teman! Jadilah remaja yang normal. Cari teman, perluas kenalan, itu penting. Ibu tidak akan menjadi sesukses ini jika ibu menghabiskan masa remaja ibu berdua dengan buku,” ucap Melinda.

“Sukses ibu dan suksesku berbeda, Bu. Lagipula, aku tidak mau bekerja untuk menulis omong kosong tentang fashion, busana, skandal, drama, dan meliput pendapat orang-orang bodoh seperti yang ibu lakukan,” jawab Astrid.

“Hey! Pekerjaan ibu itu jauh lebih penting dari sekedar menulis omong kosong. Lihatlah Jannet, dia sudah mengerti busana seperti ibu, padahal dia baru saja SMP. Sementara kamu, pakaianmu saja tidak masuk akal!” Melinda kesal.

“Hanya karena kesukaanku berbeda dengan ibu, bukan berarti aku tidak akan sukses. Tidak bisakah ibu mencintaiku dan menerimaku apa adanya?!”

Astrid mengambil tasnya dan pergi dari rumah untuk berangkat ke sekolah. Dia pergi dengan bus. Karena masih pagi, kursinya masih banyak yang kosong. Dia duduk dan memilih untuk mendengarkan musik. Dia menyenderkan kepalanya di jendela bus dan memikirkan semua permasalahan di keluarganya. Ibu yang tidak bisa menerimanya dan selalu menghinanya. Ayah yang selalu sibuk bekerja dan hanya peduli pada pekerjaannya saja. Adik perempuan yang norak. Adik laki-laki yang hanya berbicara soal bola. Dan kehidupan sekolah yang tidak lebih mending dari pada rumahnya. Baginya, satu-satunya surga di bumi ini hanyalah kamarnya yang penuh buku.

Terkadang, saat orang tuanya bertengkar, saat Jannet bergosip dengan temannya melalui telepon, dan saat Tommy ribut menonton pertandingan, Astrid memilih untuk bersembunyi di lemarinya, membaca buku, dan mendengarkan musik dengan volume yang sangat keras.

Tak terasa dia sudah sampai di tempat tujuan, yaitu sekolahnya. Dia turun dari bus dan langsung memasuki sekolahnya.

Di lorong yang ramai itu, dia berjalan dengan kepala yang terus menerus melihat ke bawah. Dia menghampiri lokernya, namun ada dua siswi yang sedang asik berbincang tepat di depan lokernya.

“Mmm, permisi, itu lokerku,” ucap Astrid lirih.

Kedua siswi itu masih saja asik berbincang.

“Permisi! Itu lokerku!” ucap Astrid lebih keras.

“Oh, maaf, kami tidak mendengarmu,” ucap salah satu gadis tersebut.

“Kamu Astrid Ratchett ‘kan?” tanya gadis yang satunya lagi.

Astrid hanya menganggukan kepalanya.

“Ibumu itu sangat terkenal! Aku pernah membaca majalahnya, dan isinya sangat menarik! Aku suka! Pernah di salah satu artikel dia menceritakan tentang anak-anaknya, Jannet dan Tommy. Mereka adikmu bukan? Jannet sangat luar biasa! Adikku yang satu SMP bersamanya sampai naksir! Dia tidak bisa berhenti membicarakan tentang Jannet saat makan malam!” lanjut gadis itu.

“Jangan lupa Tommy! Dia sangat luar biasa! Dia adalah pemain sepak bola terbaik di sekolahnya. Adikku yang merupakan seorang pemandu sorak, sampai terpana. Aku pernah ikut menonton salah satu pertandingannya, dan perlu aku akui, adikmu memang bagus! Tapi kenapa Melinda Ratchett tidak pernah membicarakan tentangmu ya?” ucap gadis yang satunya lagi.

“Entahlah,” jawabnya singkat.

Salah satu gadis mengeluarkan majalah Melinda dari tasnya.

“Boleh aku minta tolong? Tolong mintakan tanda tangan ibumu dan Jannet untukku ya? Adikku pasti akan sangat senang mendapatkan tanda tangan Jannet! Terima kasih!” ucapnya lalu pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Kim Nara tewas tragis di tangan kekasihnya sendiri, Axel, setelah memergoki perselingkuhannya. Namun, takdir memberinya kesempatan hidup kembali demi membalas dendam melalui sebuah tugas misterius. Ia terbangun dalam raga permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang kejam. Nara segera menyadari kenyataan mengerikan bahwa setiap istri sang kaisar selalu mati pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali menjemputnya.
Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan betaku, Kyan, mendadak amnesia setelah diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru memilih Gamma Evelyn sebagai pendamping barunya. Kyan menghinaku sebagai kasta rendah yang tak layak bersamanya, hingga aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku hendak bersatu dengan Raja Alpha, Kyan muncul penuh penyesalan dan menanyakan janinnya. Dengan dingin, aku menegaskan bahwa anak itu sudah tiada sebelum memulai hidup baru.
Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Kehidupan Ayu sempat terbelenggu oleh nafsu bejat mertuanya sendiri. Kini, ia berjuang meniti masa depan bersama Alfons, cinta sejatinya, di tengah ancaman dendam Maharani yang gelap mata. Meski dikelilingi kekejaman dunia mafia berseragam yang penuh intrik, kesucian cinta mereka tetap tak ternoda. Hubungan ini membawa keduanya melintasi berbagai belahan dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh demi menjaga ketulusan perasaan yang mereka miliki.
Sampul Novel Istri Tetanggaku Kuntilanak
8.1
Alif kembali ke Kampung Menyan dan langsung terjebak di antara Lisa dan Ning. Namun, desa itu dicekam teror hilangnya bayi serta janin secara misterius. Perhatian Alif teralihkan oleh Kumara, istri tetangga yang cantik namun dituduh sebagai kuntilanak karena tabiat anehnya. Kumara mengaku memiliki masa lalu dengan Alif yang telah ia lupakan. Di tengah misteri dan pesona mistis tersebut, Alif harus mengungkap kebenaran di balik sosok Kumara dan anomali di desanya.
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar melarikan diri dari kekejaman suaminya, Rivan, hingga tersesat di hutan dan diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan menjadi tangguh. Arvella mengungkap fakta bahwa kematian orang tuanya adalah konspirasi jahat, bukan kecelakaan. Bersama Kael, ia kini bersiap keluar dari hutan untuk membalas dendam dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa menjadi taruhan utama.
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO
8.2
Nicholas Liu adalah CEO furnitur sukses di Hong Kong yang masih melajang hingga muncul rumor miring tentang orientasinya. Hidupnya yang tenang terusik saat ia terpaksa merawat kucing putih milik sahabatnya, Hanna. Karena enggan, Nic membiarkan hewan itu di teras. Namun, di bawah cahaya bulan purnama yang menyilaukan, kucing itu lenyap secara misterius. Sebagai gantinya, muncul seorang gadis cantik tanpa busana yang mengubah takdir Nic selamanya.