Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!

Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!

Silvia mengorbankan segalanya demi Sienzo, bahkan ayahnya menggelontorkan investasi 20 triliun demi pernikahan mereka. Namun, malam pernikahan menjadi awal petaka mengerikan saat Sienzo menyerahkannya pada belasan temannya sebagai balas dendam atas kepergian kekasihnya, Tina. Setelah dikurung hingga tewas mengenaskan bersama bayinya, Silvia tiba-tiba terbangun di masa lalu, tepat saat Keluarga Gunawan memohon investasi. Kini, takdir berputar dan Sienzo yang akan menangis memohon ampun.
Bab
Bagikan

Bab 2

Meskipun Husin adalah paman Sienzo, dia cuman empat tahun lebih tua darinya. Kami juga bisa disebut sebagai teman dari masa kecil.

Hanya saja, setelah sebuah kecelakaan yang membuatnya nggak bisa berdiri lagi, dia pun pelan-pelan menghilang dari pandanganku.

Saat aku dikurung Sienzo di ruang bawah tanah di kehidupan sebelumnya, dia juga orang yang duluan menemukanku.

Dia terus-menerus menobrak pintu sambil berteriak, “Jangan takut!”

Aku jelas-jelas melihat kakinya sama sekali nggak lumpuh.

Kemudian, setelah Sienzo tiba, sekelompok orang memukulnya mati-matian.

Aku ingat Sienzo berkata dengan kejam, “Paman, sebelumnya aku bayar orang menabrakmu, tapi kau kok nggak mati?”

“Waktu itu kau mau rebutan bisnis dengan ayahku, sekarang kau malah rebutan wanita denganku. Kau kok semunafik itu?”

Husin bukan hanya nggak marah, dia juga berlutut padanya dan berkata, “Terserah kau mau aku lakukan apa saja, asalkan kau lepaskan Silvia.”

Sienzo tersenyum dingin, lalu membanting kepalanya ke dinding dan menghasilkan suara benturan yang keras.

Aku selamanya nggak akan melupakan perkataan Husin, “Silvia, aku sudah lama mencarimu.”

Jadi, memilih Husin mana bisa disebut sembarangan?

Sebaliknya, aku akan balas semua perbuatan Sienzo!

Setelah pikiranku tenang kembali, aku menatap pasangan suami istri Keluarga Gunawan dan berkata, “Aku sudah memutuskan, aku akan menikah dengan Husin Gunawan.”

Melihat sikapku yang tegas, semua orang berhenti berbicara dan mengangguk setuju.

Setelah membuat keputusan ini, aku merasa lega dan berencana pergi ke bar milik Husin untuk mencarinya.

Tapi aku malah melihat Sienzo dan Tina di depan bar.

Begitu melihatku, Sienzo yang awalnya senang langsung menjadi kesal, “Silvia? Kau menyebalkan sekali. Kau harus ikut ke mana pun aku pergi?”

Teman-teman di belakangnya semua tertawa dan berkata, “Aku sudah bilang kalau dia bakal datang malam ini!”

“Aku berani taruhan. Kalau suruh dia jilat sepatu Tuan Sienzo, dia pasti langsung mau.”

Mendengar ini, Sienzo tersenyum nakal, lalu menatapku dengan penuh arti sambil melihat-lihat kakinya.

Aku tiba-tiba merasa jijik, lalu berjalan memutarinya dan berkata dengan dingin, “Minggir.”

Sienzo tercengang. Setelah sadar, dia menarikku dan berkata, “Silvia, aku sudah tahu kau mengancam dengan investasi untuk menikah sama aku. Ngapain sekarang kau berakting?”

“Kau kira aku bakal lebih memperhatikanmu kalau kau bersikap keren ya?”

Aku menatapnya dengan tenang dan berkata jujur, “Aku nggak mau menikah denganmu.”

Setelah diam sejenak, Sienzo tiba-tiba tertawa dengan dingin dan sinis, “Nggak mau? Grup Gunawan baru saja menerima investasi dana puluhan triliun dari ayahmu. Kau bilang nggak mau?”

“Kau tahu nggak, caramu memintaku menikahimu beneran kelihatan murahan!”

Aku menganggukkan kepalaku dan berkata, “Aku tahu, makanya aku nggak akan menikah denganmu.”

Setelah mendegnar jelas perkataanku lagi, Sienzo tercengang hingga Tina yang berada di samping pelan-pelan berbicara, “Bang Sienzo, mungkin Silvia nggak mau melihatku. Kalau kau nggak menikah dengannya, Grup Gunawan bakal …”

“Sudahlah, aku pergi saja.”

Sienzo langsung melepaskan tanganku dan memeluknya, “Apaan dia? Meskipun dia beneran menikah denganku, aku juga nggak mencintainya.”

“Tina, besok kita pergi foto nikah saja. Dalam hatiku, kaulah istriku.”

Mendengar ini, orang-orang di samping langsung bersiul dan memanggil Tina “Kakak Ipar”.

Sienzo melirikku dengan puas, seolah-olah sedang menunggu reaksiku.

Dulu dia suka melihatku malu, tapi kini aku malah nggak terpengaruh, “Terserah kau mau menikah dengan siapa. Aku nggak peduli.”

Saat aku hendak pergi, Tina menghalangi jalanku, “Silvia, kau nggak usah pura-pura. Sore ini sudah ada berita tentang pernikahan bisnis antara Keluarga Sujito dan Keluarga Gunawan.”

“Aku boleh memaafkanmu soal kau menyuruh preman mencelakaiku waktu itu. Tapi aku mohon, kelak jagalah Bang Sienzo baik-baik …”

Sebenarnya, insiden preman itu cuman rekayasa Tina untuk menjebakku dan mendapatkan simpati.

Aku sudah pernah mencoba membuktikan kebenaranku, tapi Sienzo nggak percaya.

Kini, aku pun malas untuk menjelaskannya lagi.

Mendengar ini, wajah Sienzo berubah menjadi muram, “Ngapain mohon dia? Wanita yang mau melakukan apa saja untuk tujuannya nggak akan pernah bisa menandingimu.”

Sienzo memperingatiku, “Aku menikahimu hanya karena kepentingan bisnis. Kalau aku tahu kau ganggu Tina lagi, aku nggak akan melepaskan …”

Sebelum Sienzo selesai berbicara, aku memotong pembicaraannya, “Baik, aku tahu. Kalau nggak ada apa-apa, aku pergi dulu.”

Setelah selesai berbicara, aku langsung masuk ke bar tanpa memandangnya lagi.

'Apaan kakak ipar? Beberapa hari lagi, Sienzo juga harus memanggilku “Bibi” dengan hormat!'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.9
Tujuh kali menikah dan tujuh kali diceraikan oleh pria yang sama membuat perasaan wanita ini mati rasa. Sang suami memanfaatkan pernikahan berulang ini hanya demi melindungi kekasih lamanya dari gosip. Setelah melewati fase histeris hingga kepasrahan mendalam di setiap perceraian, kini sang istri tidak ingin lagi menjadi mainan. Begitu mendengar kabar kepulangan wanita tersebut, ia menyerahkan surat cerai dengan tangannya sendiri dan bersiap pergi selamanya, mengakhiri siklus manipulatif ini.
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Sinta menghadapi cobaan berat setelah menerima lamaran Ashraf, sang pewaris kaya. Selain teror misterius yang menuduhnya memakai guna-guna, ia harus menelan hinaan kejam dari saudara sepupunya karena status sosialnya yang rendah. Meski ibunya menangis menyesali kemiskinan mereka, Sinta tetap tegar dan beriman. Ia percaya bahwa kehormatan sejati datang dari Tuhan, bukan sekadar harta atau pendidikan, sembari berharap restu tulus sang ibu menyertai langkahnya.
Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.7
Pernikahan lima tahun hancur saat Vincent Amjaya pulang membawa cinta pertamanya, Cindy Harris, yang telah hamil tiga bulan. Vincent memaksa agar Cindy menetap di rumah mereka dan meremehkan penolakan istrinya. Ia lupa bahwa rumah tersebut adalah hadiah dari keluarga sang istri, dan seluruh keluarganya hidup menumpang. Bertekad menghentikan semua bantuan finansial, sang istri langsung menghubungi asistennya untuk mengurus surat cerai bagi suaminya yang tidak tahu diri.