Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Demi janji nikah Aidan Jace, sang protagonis berjuang lulus cepat dan belajar memuaskan kekasihnya. Namun, semua hancur saat ia mendengar Aidan meremehkannya di depan teman-temannya dan memuji kepolosan gadis lain bernama Lira. Merasa dikhianati, ia memutuskan hubungan dan memilih bergabung dalam proyek akademis rahasia negara yang ditawarkan profesornya. Sejak hari itu, ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada bangsa, meninggalkan masa lalu pahitnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sampai suasana di ruang VIP benar-benar sunyi, barulah dengan enggan dia mengulurkan tangannya padaku, mencoba menenangkanku.

"Mereka cuma bercanda, jangan dimasukkan ke hati."

Ketika aku masih terdiam, ia akhirnya serius. Memaki yang lain sebentar dan menarikku untuk duduk.

"Sudahlah, jangan marah. Lain kali aku akan peringatkan mereka."

Suasana pun kembali ramai.

Aku bersandar di pelukan Aidan, memikirkan cara untuk mengakhiri hubungan dengannya.

Tiba-tiba, pintu bar terbuka.

Lira yang mengenakan gaun putih, masuk.

"Kak Aidan?"

Hampir seketika, semua orang menyingkirkan perempuan di pangkuan mereka dan buru-buru merapikan pakaian masing-masing.

Termasuk Aidan.

Dia mendorongku ke samping, berdiri dan berjalan ke arah Lira. Lalu menutup mata gadis itu dengan lembut, suaranya penuh kasih. "Lira, jangan lihat dulu, tunggu kami beres-beres sebentar."

Kemudian ia menoleh ke teman-temannya dengan tatapan penuh peringatan,

"Cepat bawa orang-orang ini keluar! Jangan biarkan mereka mengotori mata Lira."

Semua orang bergegas berdiri, ada yang membuka jendela, ada yang mengusir para perempuan.

Seseorang bahkan dengan penuh perhatian menyalakan lampu putih, menerangi seluruh ruangan pribadi, tetapi tidak mampu menerangi kabut di hatiku.

Jadi begini rupanya Aidan ketika dia benar-benar peduli pada seseorang.

Tiba-tiba aku kehilangan keinginan untuk tinggal lebih lama dan berdiri untuk pergi.

Gerakanku membuat yang lain terkejut. Segera seseorang berseru untuk memperingatkan Aidan, "Kak Aidan, Kakak Ipar masih di sini."

Aidan mengerutkan kening, refleks menjawab, "Ya biarin aja, toh…"

Dia terhenti, mungkin sadar akan ucapannya, lalu perlahan menurunkan tangannya yang tadi menutupi mata Lira.

Dengan canggung dia menjelaskan, "Lira masih muda, belum pernah lihat hal seperti ini. Dia beda denganmu."

Aku tersenyum, tetapi sedikit kesedihan terpancar di mataku.

Dia lupa, Lira lebih tua setahun dariku.

Namun karena aku bukan siapa-siapa di hatinya, perasaanku tentu tak berarti apa-apa.

Aku melangkah melewati mereka, bersiap pergi.

Tetapi Lira tiba-tiba menghentikanku dan berkata dengan takut-takut, "Kakak Ipar, jangan marah. Aku datang ke sini untuk mengembalikan sesuatu."

Sambil bicara, dia membuka kotak cincin di tangannya.

Menampakkan sebuah cincin berlian besar yang berkilau.

"Kemarin waktu lihat cincin di jarimu, aku sempat iri dan bilang ingin juga."

"Tak disangka…"

Lira menatap Aidan dengan wajah malu-malu, suaranya manis, seperti mengandung pancingan.

"Tak disangka Kak Aidan benar-benar mengingatnya, bahkan membelikanku cincin berlian semahal ini untuk menyenangkanku."

"Kudengar cincin itu hanya bisa dimiliki sekali seumur hidup. Aku merasa nggak enak, jadi sengaja datang untuk mengembalikannya."

Mengembalikan, katanya?

Tapi tangannya yang menggenggam kotak itu tak pernah terlepas sedikit pun.

Aku menunduk, menatap cincin perak sederhana di jariku, tiba-tiba merasa diriku sangat konyol.

Dua tahun hubungan, tujuh ratus tiga puluh hari bersama.

Aidan hanya memberiku cincin perak murah yang tak sampai 400 ribu.

Baik di ranjang maupun di luar, aku ternyata begitu murah nilainya.

Aku mundur dua langkah, untuk pertama kalinya aku tak menghormati Aidan, lalu mendorong pintu dan pergi.

Ruang itu pun riuh.

Seseorang terkekeh, bersuara keras, "Emang siapa dia? Berani-beraninya bersikap seperti itu sama Kak Aidan."

"Diam!"

Aidan memelototinya, wajahnya muram.

Keluar dari bar, waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.

Jalanan nyaris sepi, hanya angin malam yang gelisah meniup wajahku, meniup kenangan yang berputar kembali.

Dua tahun lalu, saat bekerja paruh waktu, aku bertemu Aidan.

Dia bilang dia belum pernah bertemu orang sepolos aku, dan ingin aku menjalin hubungan yang langgeng dengannya.

Aku menganggapnya konyol, menolaknya berkali-kali.

Sampai malam Tahun Baru itu, ayah tiriku diam-diam membuka pintu kamarku...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam buku kedua trilogi Women Power Series, Jihan Khairiyah menghadapi kehancuran rumah tangga di tengah kehamilan tua. Reuni membawa petaka saat suaminya, Tommy Wiranata, terjerat CLBK dengan Diana, tetangga yang dianggap saudara sendiri. Meski Tommy berdalih hanya khilaf, Jihan menyadari pengkhianatan emosional tetaplah perselingkuhan. Kini Jihan harus memilih antara bertahan demi nafkah atau pergi demi harga diri dari lingkaran dusta yang menyakitkan.
Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku
8.7
Mengelola toko perlengkapan dewasa milik keluarga membuat protagonis kelelahan hingga memutuskan beristirahat di sana. Namun, keputusan itu berujung petaka saat dirinya justru tersangkut di atas ranjang seks pajangan. Situasi semakin kacau ketika Charles, pemilik toko sebelah, masuk ke dalam ruangan. Mengira gadis yang tak berdaya itu sebagai produk mainan dewasa model terbaru yang sangat realistis, Charles tanpa ragu mendekat dan langsung melucuti celananya.
Sampul Novel Kakak Beradik 
8.6
Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembar perempuannya. Namun, alih-alih duka yang tulus, ia justru menyaksikan pacarnya memeluk erat kembarannya yang menangis. Di saat yang sama, kemarahan keluarganya memuncak; ibunya terus menelepon tanpa henti, ayahnya mencaci dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih, dan saudarinya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Saat semua hujatan itu datang, ia menyadari satu hal: dadanya kini tidak lagi terasa sakit.