Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Demi janji nikah Aidan Jace, sang protagonis berjuang lulus cepat dan belajar memuaskan kekasihnya. Namun, semua hancur saat ia mendengar Aidan meremehkannya di depan teman-temannya dan memuji kepolosan gadis lain bernama Lira. Merasa dikhianati, ia memutuskan hubungan dan memilih bergabung dalam proyek akademis rahasia negara yang ditawarkan profesornya. Sejak hari itu, ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada bangsa, meninggalkan masa lalu pahitnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Karena kemampuan tertentu yang sangat kuat dari pacarku, kami selalu berusaha mencari hal-hal baru untuk dilakukan selama bercinta.

Untuk itu, dia tidak hanya sekali membujukku dengan kata-kata manis, "Kita akan menikah setelah kamu lulus."

Bodohnya, aku percaya padanya.

Jadi, aku berjuang mati-matian menyelesaikan SKS agar bisa lulus lebih cepat.

Aku juga diam-diam membaca berbagai materi dan mempelajari teknik, hanya untuk memuaskan tubuhnya.

Sampai suatu hari, karena belajar sampai larut dan melewatkan jam malam asrama, aku pergi ke bar untuk mencarinya.

Tanpa sengaja, aku mendengar dia berbicara dengan teman-temannya.

"Kak Aidan, apa pacarmu benar-benar segatal itu?"

"Ya jelas, masa nggak? Dia dilatih oleh Kak Aidan sendiri."

"Kalau Lira gimana?"

Aidan Jace mengembuskan asap rokok, tatapannya lembut.

"Dia beda, dia sangat polos."

Saat itu juga, aku mulai membencinya.

Sesampainya di kampus, aku langsung menelepon profesor.

"Proyek rahasia yang Bapak sebut waktu itu... saya ingin daftar."

Mulai dari hari itu, seluruh hidupku hanya untuk bangsa dan negara.

"Profesor, saya ingin bergabung dengan Proyek Spark yang Anda sebutkan sebelumnya."

Profesor tertegun sesaat, agak terkejut.

"Kamu yakin? Setelah bergabung dengan Proyek Spark, kamu tidak akan bisa berhubungan dengan orang luar setidaknya selama lima tahun."

"Bukankah terakhir kali kamu menolak karena bilang setelah lulus ingin menikah dengan pacarmu?"

Aku berdiri di depan cermin, jemariku perlahan menyusuri bekas-bekas merah samar yang menutupi kulitku. Senyumku pahit.

"Tidak jadi, Profesor. Ke depannya, saya hanya ingin mengabdi untuk negara."

Melihat tekadku begitu kuat, profesor tidak lagi membujuk. Ia hanya berpesan, "Mobil yang menuju markas akan berangkat tiga hari lagi. Gunakan waktu ini untuk berpamitan dengan pacarmu."

"Bagaimanapun juga, kalian sudah bertunangan."

Aku mengangguk pelan, menunduk menatap cincin di jariku, mata terasa panas.

Benar... kami memang sudah bertunangan.

Saat sedang melamun, ponselku bergetar. Ternyata pesan dari Aidan.

[Kenapa nggak balas pesanku? Keluar, temani aku.]

Alamat yang dikirimnya adalah alamat bar tempat tadi.

Aku tidak buru-buru membalas. Menyalakan laptop, memeriksa kembali formulir pendaftaranku untuk terakhir kalinya.

Setelah yakin tak ada yang salah, barulah aku keluar menemuinya.

"Kenapa lama banget datangnya?"

Aidan bersandar malas di sofa, wajahnya jelas menunjukkan ketidaksenangan karena aku terlambat.

"Nggak dapat taksi, jadi nunggu agak lama."

Aku asal mencari alasan, lalu hendak duduk di sebelahnya, tapi pinggangku tiba-tiba ditarik oleh tangan kekarnya. Suaranya terdengar ringan namun penuh nada menggoda.

"Bangun, ini bukan tempatmu."

Kata-kata Aidan seperti tombol pemicu, membuat semua orang tertawa.

"Ya, Kakak Ipar, ini bukan tempatmu."

Teman masa kecil Aidan yang pertama kali membuka mulut, menatapku dengan ekspresi mengejek.

"Mana bisa kamu duduk di sofa? Tentu saja kamu harus duduk di pangkuan Kak Aidan dong."

Yang lain pun ikut menimpali dengan nada menggoda dan tatapan cabul, "Benar tuh. Kakak Ipar, lihat, semua pasangan kita semua duduk di pelukan mereka masing-masing."

Aku mengangkat kepala, memandang sekeliling.

Benar saja, di antara para pria yang hadir, beberapa memang sedang memeluk wanita berpakaian minim di pangkuannya.

Menyadari arah pandangku, para pria itu malah makin menjadi-jadi, gerak mereka semakin berani, suara napas mereka yang berat naik turun memenuhi ruangan.

Teman masa kecil Aidan, sambil meremas tubuh hangat di pelukannya, menatapku dengan pandangan penuh isyarat.

"Kakak Ipar, jangan cuma lihat-lihat dong, perhatikan Kak Aidan juga."

Aku tak berkata apa-apa, tapi hatiku mencelos.

Aku mengenali wanita-wanita itu.

Mereka adalah wanita penggoda terkenal di bar itu, tapi aku tunangan Aidan.

Setidaknya... secara nominal begitu.

Aku menyentuh cincin pertunangan di jariku dan mengalihkan pandanganku ke Aidan yang sejak tadi diam.

Aku menunggunya bicara.

Namun Aidan tidak menatapku sedikit pun, hanya fokus pada gelas di tangannya, seolah-olah sama sekali tak mendengar ejekan yang dilontarkan teman-temannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam buku kedua trilogi Women Power Series, Jihan Khairiyah menghadapi kehancuran rumah tangga di tengah kehamilan tua. Reuni membawa petaka saat suaminya, Tommy Wiranata, terjerat CLBK dengan Diana, tetangga yang dianggap saudara sendiri. Meski Tommy berdalih hanya khilaf, Jihan menyadari pengkhianatan emosional tetaplah perselingkuhan. Kini Jihan harus memilih antara bertahan demi nafkah atau pergi demi harga diri dari lingkaran dusta yang menyakitkan.
Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku
8.7
Mengelola toko perlengkapan dewasa milik keluarga membuat protagonis kelelahan hingga memutuskan beristirahat di sana. Namun, keputusan itu berujung petaka saat dirinya justru tersangkut di atas ranjang seks pajangan. Situasi semakin kacau ketika Charles, pemilik toko sebelah, masuk ke dalam ruangan. Mengira gadis yang tak berdaya itu sebagai produk mainan dewasa model terbaru yang sangat realistis, Charles tanpa ragu mendekat dan langsung melucuti celananya.
Sampul Novel Kakak Beradik 
8.6
Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembar perempuannya. Namun, alih-alih duka yang tulus, ia justru menyaksikan pacarnya memeluk erat kembarannya yang menangis. Di saat yang sama, kemarahan keluarganya memuncak; ibunya terus menelepon tanpa henti, ayahnya mencaci dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih, dan saudarinya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Saat semua hujatan itu datang, ia menyadari satu hal: dadanya kini tidak lagi terasa sakit.