Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Drive Back To December

Drive Back To December

Gayatri Rumi Rahardjo tak menyangka akan dipersunting kembali oleh mantan suaminya, William Alansyah, setelah tiga tahun berpisah. Demi rasa sayangnya pada mantan ibu mertua, ia sepakat membina rumah tangga untuk kedua kalinya. Namun, pernikahan ini dihantam tekanan perihal keturunan. Di tengah kemelut tersebut, Gayatri mencurigai rahasia besar yang disembunyikan William. Akankah kenyataan pahit ini memicu perceraian kedua yang ingin ia hindari?
Bab
Bagikan

Bab 2

(PoV Rumi)

Hubunganku dengan Henry berlanjut dengan LDR. Yah, jarak Surabaya dan Jogja memisahkan cinta kita. Tapi aku merasa Henry memang serius denganku. Terbukti, dua minggu sekali Henry selalu datang ke Jogja untuk menemui aku. Dan rencananya akhir tahun ini dia akan melamarku. Oh Tuhan, akhirnya segala penantian panjang ini akan segera berakhir.

Hari demi hari ku lalui dengan perasaan bahagia. Rasanya tidak sabar menunggu hari itu tiba. Terlihat berlebihan, tapi itulah kenyataannya.

Baiklah, karena Henry sudah sering bahkan selalu menjadi orang yang berkorban untuk saling bertemu. Kali ini aku akan memberikan kejutan kecil untuk Henry. Aku akan datang ke Surabaya. Meskipun berat, aku akan melakukannya demi Henry, lelaki baik itu.

***

Surabaya, akhirnya aku menginjakkan kaki di kota ini lagi setelah tiga tahun aku bercerai dengan Mas William Alansyah atau aku biasa menyebutnya Mas Wilan. Ya, dia adalah lelaki keturunan Tionghoa yang tinggal di Surabaya. Aku menjalani setahun pernikahanku di kota ini. Dulu aku bekerja sebagai marketing salah satu bank. Suatu ketika ada masalah di kantor, selama empat hari berturut-turut aku berangkat kantor jam 6 pagi dan pulang esoknya jam 4 pagi. Hasilnya aku diceraikan Mas Wilan karena aku menolak untuk resign. Hahaha, lucu memang kalau dikenang. Tapi ya sudahlah, semuanya sudah berlalu. Kini aku akan segera memulai hidupku yang baru dengan Henry dan mungkin saja aku akan tinggal lagi di kota ini, we'll see.

Aku memutuskan untuk menggunakan kereta api ke Surabaya. Selain karena bandaranya terlalu jauh, transportasi ini cukup nyaman saat ini. Sesampainya aku di Surabaya, aku segera menuju hotel yang sudah ku booking sebelumnya.

Dering telepon mengagetkanku, astaga sudah 4 jam aku tertidur. Saat tiba di kamar hotel aku langsung tidur karena kelelahan. Oh My God, ada 30 misscall dari Henry. Maafkan aku Henry.

"Kamu dari mana aja, Sayang?" tanya Henry padaku melalui sambungan telepon.

"Maaf tadi aku ketiduran, Hen."

"Habis ngapain memangnya?"

"Habis perjalanan jauh."

"Kamu keluar kota?"

"Iya."

"Tumben."

"Apanya?"

"Tumben keluar kota dan tumben nggak cerita."

"Iya,'kan mau bikin kejutan."

"Kejutan apa?"

"Datar banget sih, marah gitu kek. Hahaha."

"Kita bukan remaja bucin lagi, Sayang. Apa-apa harus pakai marah segala. Kamu dimana memangnya?"

"Tebak dong."

"Hmm, Semarang. Atau mana aku nggak tahu."

"Hahaha, aku di Prince Hotel jalan Basuki Rahmat."

"Ha? Kamu di Surabaya?."

"Yes. Kaget nggak?."

"Kaget 'lah."

"Tapi seneng 'kan?"

"Iya seneng. Hahaha. Aku kesana ya."

"Oke, aku lapar."

"Ya sudah, aku berangkat sekarang. Kamu siap-siap."

"Oke." Sambungan terputus.

Aku dan Henry memutuskan untuk makan di salah satu restoran steak enak di Surabaya. Lokasinya tak begitu jauh dari hotelku. Setelah selesai memesan makanan, aku pamit ke toilet. Tiba-tiba aku bertemu Mas Wilan di depan toilet saat aku akan kembali ke meja makanku. Wow, kejutan sekali, hal yang sangat ku hindari terjadi juga. Tak banyak yang berubah dari fisiknya, hanya saja mungkin penampilannya lebih stylish seperti seorang CEO muda.

Aku tak pernah lagi mendengar kabarnya semenjak perceraian itu. Hanya untuk sekedar menengok sosial medianya saja aku tak pernah. Aku sebenarnya tidak membencinya, hanya saja ada perasaan aneh yang menelusup setiap aku mengingat pernah hidup dengan lelaki berwajah oriental ini.

Blank, bertahun-tahun aku berpikir apa yang akan aku katakan jika aku bertemu Mas Wilan dan hari ini kejadian.

"Rumi. Gayatri Rumi 'kan?" panggil Mas Wilan yang sesungguhnya sama sekali tak kuinginkan. Tapi sudah begini, aku tak bisa menghindar.

"Iya, Mas Wil. Apa kabar?" jawabku dengan senyum yang ku paksakan.

"Wah! Lagi di Surabaya atau tinggal di Surabaya nih? Aku baik, kamu sendiri?"

"Lagi berkunjung aja. Tinggal masih di Jogja kok. Kabarku baik. Mas Wilan sendirian?"

"Aku sama orang kantor. Kamu disini sendiri?"

"Sama temen, Mas."

"Pacar ya?"

"Emm .."

"Kenalin dong."

Nah ini salah satu hal yang bikin aku malas ketemu Mas Wilan. Dia masih sama, tukang kepo. Tapi cepat atau lambat dia juga akan tahu calon suamiku. Dengan berat hati ku ajak Mas Wilan ke mejaku dan akan ku kenalkan dengan Henry. Berdebar sekali rasanya karena aku tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah ini. Semoga saja Mas Wilan tidak ada maksud jahat terhadap hubunganku dan Henry.

"Lho Henry!" sapa Mas Wilan sebelum aku memperkenalkan Henry.

"Pak William!" Seketika wajah Henry berubah pucat.

"Kamu kenal sama Henry, Mas?"

"Kamu temannya Henry atau ... "

"Henry ini calon suamiku," ucapku bangga.

"Ha? Henry saya memang tidak berhak ikut campur urusan pribadi kamu. Tapi kali ini saya tidak bisa membiarkan mantan istri sekaligus sahabat terbaik saya kamu permainkan."

"Maksud kamu gimana, Mas Wil?"

"Sayang, sebaiknya kamu jauh-jauh dari Pak William. Dia pasti cemburu melihat kebahagiaan kita. Dia ingin merusak hubungan kita."

"Rumi, kita ini memang mantan suami istri. Tapi kita bukan musuh. Kamu sahabat terbaikku. Aku ingin melihat kamu bahagia tetapi bukan dengan bajingan ini."

"Ini ada apa sebenarnya?" Aku semakin bingung mendengar kalimat Mas Wilan. Terlebih melihat ekspresi wajah Henry yang ketakutan.

"Sayang, kamu harus percaya sama aku. Pak William hanya iri. Inget dia sudah nyakitin kamu. Dia sudah nggak percaya sama kamu. Dia sudah menceraikan kamu."

"Henry, stop ya. Mas Wilan tolong jelaskan!"

"Henry ini manager di perusahaanku. Bulan depan dia akan menikah dengan Renata. Sekretarisku yang sedang hamil anak Henry."

Mas Wilan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan undangan digital pernikahan antara Henry Prasetya dengan Renata Erliana. Lengkap dengan foto prewedding mesranya.

"Sayang, semua itu bohong. Pak William bohong sama kamu. Kamu harus percaya sama aku ya. Please."

Henry mengambil tanganku lalu menggenggamnya erat. Perasaanku sangat hancur saat ini. Tangisku sudah tak bisa lagi bersembunyi. Mungkin aku terlalu naif. Tak pernah sedikitpun curiga dengan Henry, sungguh semua terlihat sangat sempurna. Apalagi semua rencana-rencana indah yang telah Henry susun bersamaku. Betapa bodohnya aku. Untung saja lebih cepat ku tahu semua ini.

"Henry, aku nggak tahu harus berkomentar apa tentang ini. Aku tulus cinta sama kamu, bahkan aku tulus membuka hatiku untuk berumah tangga lagi bersamamu. Kamu ku kenal sebagai orang yang baik. Maka bertanggung jawablah atas apa yang kamu perbuat. Aku sangat berharap ini hanya mimpi buruk. Aku ingin mempercayai semua ucapan kamu, tapi semua bukti sudah sangat jelas. Jangan lari lagi Henry. Biar aku yang pergi."

"Aku cinta sama kamu, Rumi. Aku nggak cinta sama Renata. Dia menjebakku. Tolong, tolong jangan tinggalkan aku. Aku janji akan selesaikan masalahku dengan Renata. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, Rumi."

"Sudahlah Henry. Berbahagialah kamu. Tolong lepaskan aku." Aku berusaha melepaskan tangaku dari genggaman tangan Henry. Namun pegangannya sangat kuat. Melihat itu, Mas Wilan membantu menarik tanganku.

Tiba-tiba, Henry dengan kuat mendaratkan pukulan pada sudut bibir Mas Wilan. Mas Wilan jatuh tersungkur. Tak lama Mas Wilan bangun dan membalas pukulan Henry. Aksi saling pukul itu terhenti setelah aku berada di tengah mereka.

"Stop, cukup. Udah cukup. Tolong jangan berantem lagi. Urusan ini sudah selesai."

"Nggak, Sayang. Aku nggak peduli sekalipun dia atasanku. Dia sudah berani merusak hubungan kita."

"Heh! Harusnya kamu sadar atas perbuatan kamu. Jangan macam-macam dengan Rumi."

"Stop, berhenti semuanya. Aku nggak mau ketemu lagi sama kalian berdua."

Aku berlari keluar restoran. Segera kembali ke hotel menggunakan taxi. Malam yang sangat berat. Sakit, sedih dan malu. Semua bercampur jadi satu. Setelah ini aku harus tidur dan melupakan semuanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
8.2
Kebahagiaan rumah tangga Kenanga hancur seketika saat Dion, suaminya, mengkhianati janji suci mereka. Luka itu kian mendalam karena wanita yang menjadi selingkuhan Dion adalah kakak tiri Kenanga sendiri. Di tengah kemelut poligami yang menyakitkan, Devano hadir kembali. Sahabat masa kecilnya itu datang membawa perasaan lama dan mencoba mengejar cinta Kenanga. Kini, Kenanga terjebak dalam dilema antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Devano.
Sampul Novel Black White Life
9.5
Zee Rain adalah gadis konglomerat yang terjebak dalam kesepian di balik kekayaan melimpah. Hidupnya penuh cobaan akibat perebutan kekuasaan licik yang berdampak buruk pada banyak pihak. Di tengah konflik harta tersebut, hadir bumbu asmara yang mewarnai perjalanan hidupnya. Akankah misi balas dendam dan pengungkapan fakta rahasia mampu mengakhiri penderitaannya? Ikuti perjuangan Rain dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah misteri yang menyelimuti keluarganya.
Sampul Novel Bukan inginku Selingkuh
9.1
Ruela sangat menjunjung tinggi kesetiaan, namun dikhianati oleh Frans, suaminya, yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Alih-alih terpuruk, Ruela bangkit untuk membalas dendam. Tak disangka, takdir membawanya pada Felix, pemuda yang menghabiskan malam penuh gairah bersamanya. Di tengah kemelut hati dan ambisi untuk menghancurkan para pengkhianat, mampukah Ruela menuntaskan dendamnya? Sebuah kisah tentang luka, pembalasan, dan pertemuan yang tak terduga.
Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, terjebak dalam hubungan rahasia dengan CEO Elang Solehudin. Ternyata, ia hanyalah alat bagi Elang untuk melindungi Clara. Pengkhianatan Elang mencapai puncaknya saat ia membiarkan Kania dipenjara hingga membiarkannya terluka dalam kecelakaan demi menyelamatkan Clara. Sadar hanya menjadi beban yang dikorbankan, Kania bangkit dari kehancuran. Ia menghancurkan dunia Elang dan memulai hidup baru melalui pernikahan dengan miliarder lain.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Apa yang akan Anda lakukan saat mahligai rumah tangga yang selama ini menjadi impian indah justru berubah menjadi kenyataan yang sangat rumit? Kisah ini mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang harus menghadapi lika-liku kehidupan pernikahan yang tak terduga. Alih-alih menemukan kebahagiaan sejati, ia justru terjebak dalam situasi pelik yang menguji kesabaran serta kesetiaannya sebagai seorang istri dalam menghadapi badai konflik.