Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosen ku

Dosen ku

Zahra, gadis 22 tahun yang sederhana, memilih bekerja di perusahaan milik Alvino Daffa Haidar demi mandiri tanpa menyusahkan ayahnya yang juga kaya. Sosoknya yang anggun dengan pakaian syar'i dan riasan tipis bedak bayi memikat perhatian. Di sisi lain, Alvino adalah pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Ternyata, sang ayah telah menyiapkan rencana perjodohan bagi Alvino dengan putri sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan menjadi takdirnya itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Nah bapak aja marah kan apa lagi orang tua mereka jika tahu anaknya dipermainkan oleh bapak sendiri mereka pasti marah" Vino menatap Zahra dengan kagum ternyata dia berbeda dengan perempuan di luar sana yang hanya memanfaatkan kekayaannya saja

"terima kasih nasihatnya" baru kali ini Zahra melihat bosnya tersenyum

"Senyum terus ya pak bapak tampan kalo senyum seperti ini" Zahra keceplosan menyebut Vino tampan emang iya sih dia tampan tapi Datar

"Saya emang ganteng dari dulu kok" dengan bangganya Vino mengucapkan begitu dengan Zahra tiba-tiba Raka datang dia ditinggal oleh Vino diruangannya

"Gw nungguin lu lama di ruangan lu eh malah berdua-duaan disini sama kekasih gw" pura-pura marah Raka yang baru saja datang dan duduk di samping Vino sementara Zahra duduk di depan mereka berdua

"Maaf gw lupa, lu mau pesan apa sana gih pesan" perintah vino

"Lu yang bayar ye"

"Ya sana pesan aja" kemudian Raka pun memesan makanannya lalu kami makan bersama-sama

"Eh kok lu samaan sih sama kekasih gw makanannya" Raka cemburu melihat makanan mereka berdua sama

"Kenapa? Lu cemburu" dingin vino sambil makan nasi gorengnya itu

"Iyalah gw cemburu masa makanan lu sama dengan kekasih gw" Raka gak terima jika kekasihnya sama dengan sahabatnya

"Kekasih kapan lu pacarannya coba" vino pun tidak mau kalah dengan sahabatnya itu

"Lagi otw kenapa emangnyau cemburu ya" mengalihkan pembicaraan vino itu

"Ya gak lah karena dia sekretaris gw jadi gw harus tau ada apa hubungannya dengan sahabat gw sendiri" lawan vino yang tidak mau kalah dengan Raka

"Awas ye kalo lu rebut dia dari gw" Zahra hanya tertawa melihat mereka meributkan dirinya itu

"Gak bakal gw gak demen teman makan teman"

"Gw pegang janji lu ya gak beb" Raka berbicara dengan Zahra yang sedang makan

"Lebay lu" sahut Vino

"Sirik aja tetangga" balas Raka

"Gak baik makan sambil berbicara lanjutin dulu makanan kalian berdua" nasihat Zahra

"Tuh dengerin apa kata calon istri gw" ujar Raka dengan tersenyum miris vino pun tidak menanggapinya dia hanya datar kenapa tiba-tiba dia cemburu dengan Zahra padahal dia bukan siapa-siapa Vino apa mungkin jika dia menyukainya masa iya menyukai kekasih sahabat sendiri yang ada mereka ribut lagi

"Lu gak boleh cemburu ingat jangan lukai hati sahabat lu itu" gumam vino yang sedang makan dia melihat Zahra dengan Raka yang begitu akrab sekali sedangkan Vino dia hanya diam tidak mengobrol dengan mereka lagi

Sore hari jam 04.00 Zahra sudah mau pulang kerja sekarang dia sedang membereskan semua pekerjaannya dulu sedangkan Vino yang baru keluar dari ruangannya segera ingin pulang karena malam ini dia ada janji sama sahabatnya itu Zahra pun sama ada janji dengan Raka bosnya pun tidak tau jika Zahra akan datang juga

"Kamu mau pulang Ra" tanya Vino yang baru saja keluar dari ruangannya

"Iya ini saya lagi beres-beres dulu" jawab Zahra yang sedang sibuk merapikan Berkas-berkasnya

"Saya bantu yah biar cepat selesai" kemudian membantu menumpukan berkas-berkasnya yah dia sedang sibuk hari ini

"Kamu pulang sama siapa Ra" vino yang sudah selesai membantu Zahra

"Sendiri pak mungkin naik angkot pak" Zahra pun sudah selesai merapikan Berkas-berkasnya

"Bareng saya saja saya juga mau pulang" dengan tersenyum manis yang memperlihatkan kedua pipi lesungnya

"Apa gak ngerepotin pak" tanya Zahra

"Gak kok ayo" ajak Vino kemudian Zahra pun mengikuti dibelakangnya berjalan menuju mobilnya saat zahra ingin masuk pintu mobil belakang vino berbicara

"Duduk depan Ra saya bukan supir kamu" mau tidak mau Zahra menurutinya Karena tidak ingin berbuat masalah lagi

"Rumah kamu dimana" suasana hening tidak pembicaraan diantara mereka tapi vino mencoba berbicara agar tidak hening lagi suasananya

"Di jalan suka jaya nanti ada pagar warna hitam disitu rumah saya" sampai digerbang Zahra pun pamit untuk turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya

"Makasih pak hati-hati dijalan assalamu'alaikum" ucap salam Zahra

"Wa'alaikumussalam" jawab salam vino dan Zahra pun memasuki rumahnya didalam sudah ada keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam" Zahra menghampiri keluarganya dan bersalaman

"Kamu udah pulang cepat sekali biasanya kerja kantor itu pulang malam sayang" bundanya yang sedang menonton TV bersama keluarganya

"Hehe iya Bun tadi sudah selesai pekerjaannya jadi dibolehin pulang deh oh iya nanti malam aku diajak temanku jalan-jalan katanya"

"Perempuan atau laki-laki" tanya ayahnya yang sedang minum kopi sambil menonton TV nya

"Laki-laki yah" Zahra menundukkan kepalanya dia takut gak dibolehin oleh ayahnya padahal dia sudah ada janji dengan Raka

"Ayah gak izinin kamu pergi bersama lelaki" ayahnya tidak mengijinkan jika anaknya bersama lelaki lain yang bukan mahramnya

"Tapi yah aku sudah ada janji bos aku juga bawa anaknya kok" bujuk Zahra

"Anaknya? Bunda gak mau yah kalo kamu dekat dengan bos kamu apa lagi dia sudah punya anak pasti dia sudah punya istri jangan jadi perusak rumah tangga orang Ra bunda gak pernah ngajarin kamu seperti itu" nasihat bundanya kepada anaknya

"Gak kok aku sama sahabat bos aku juga kok" rayu Zahra agar diizinkan oleh kedua orang tuanya

"Ok ayah izinin tapi dia harus jemput kamu disini Kalo gak yaudah gak usah pergi sama dia" jawab ayah pasrah menuruti keinginan anaknya

"Makasih ayah" Zahra pun memeluk ayahnya dan pergi ke kamarnya untuk siap-siap nanti malam tiba-tiba saja hp nya berbunyi ada sebuah pesan dari orang yang tidak ia kenal

Aku tidak ingin memilih diantara mereka berdua karena kalo aku memilih salah satu pasti diantara mereka bakal ada yang sakit hati dan persahabatan mereka juga akan hancur aku gak mau semua itu terjadi

-Zahra

0831xxxxxxxx

Assalamu'alaikum cantik

Zahra

Wa'alaikumussalam

Siapa yah?

0831xxxxxxxx

Ini aku Raka yang paling ganteng sedunia

Zahra

Oh ya ada apa pak

0831xxxxxxxx

Rumah kamu dimana biar aku jemput nanti malam hehe😁🤩

Zahra

Rumahku di Jl Suka Jaya nanti ada pagar warna hitam nah itu rumah saya

0831xxxxxxxx

Oh yang itu yaudah makasih cantik sampai ketemu nanti malam dandan yang cantik yah oh iya jangan lupa save nomer ku juga😁

Zahra pun tidak membalasnya lagi baru saja ia ingin ke kamar mandi tapi ada sebuah pesan lagi kemudian ia membukanya

0857xxxxxxxx

Assalamu'alaikum

Zahra

Wa'alaikumussalam siapa yah?

0857xxxxxxxx

Ini saya Vino bos kamu

Save nomer saya yah?

Zahra

Iya

Es batu

Ok

"Kenapa sih dia berdua minta save nomer teleponnya aku gak boleh menyukai salah satu diantara mereka nanti yang ada persahabatan mereka hancur cuma karena cinta" Zahra berbicara sendirian langsung saja menatuh handphonenya di atas meja kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya

Malam ini Raka menjemput Zahra dirumahnya sampai didepan ruamhnya dia deg-degan karena menurut dia itu harus ketemu camernya (calon mertuanya) kemudian mengetuk pintu rumah Zahra dengan pelan-pelan dia grogi banget kayanya mah

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam" keluarlah seorang perempuan agak muda dengan pakaian gamis dan jilbabnya yang panjang itu yang ada dihadapan Raka

"Pantesan Mamahnya aja cantik apa lagi anaknya lebih cantik" gumam Raka

"Hey nak mau cari siapa" bundanya Zahra melambaikan tangannya di hadapan Raka

"Hmm... Saya mau cari Zahra Tante pasti Tante mamahnya Zahra yah" tanya Raka dengan mencium tangan bundanya Zahra tapi bundanya malah menangkupkan tangannya didadanya

"Iya saya bundanya ada apa yah" tanya bundanya Zahra

"Saya mau jemput Zahra Tante sebenarnya kita udah janjian tadi di kantor kok" jawab Raka dengan tersenyum

"Iya saya sudah tau katanya dia sama bosnya juga dan anaknya terus mana bosnya dan anaknya itu" kata bundanya yang celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri

"Kalo udah tau kenapa nanya coba" gumam Raka

"nanti bosnya langsung ke sana Tante nunggunya sama anaknya juga" Raka pun melihat Zahra yang menggunakan gamis dan jilbab nya

"Masya Allah Cantik" Raka kagum dengan pesona Zahra

"Anak bunda emang cantik dari dulu siapa dulu bundanya dong" dengan bangganya bundanya itu

"Ayo katanya mau berangkat" ajak Zahra

"Tante aku izin bawa anak Tante dulu yah nanti dikembalikan kok tenang saja saya kembalikannya dengan aman kok gak sampai lecet" kami pun tertawa bersama

"Aku pamit Bun tadi aku udah salim sama ayah didalam" Zahra mencium tangan bundanya dan masuk ke dalam mobil Raka sampai di cafe kita menunggu Vino dulu disini kemudian vino pun datang dia kaget jika rak juga bersama Zahra dan Zahra pun kaget kedatangan vino dia tidak tau jika bosnya juga ikut bersama kita

"Bunda" panggil anak kecil itu yang dibawa oleh vino langsung memeluk Zahra dia kaget anak kecil itu langsung memeluknya

"Bunda" Zahra kaget mendengar anak kecil itu memanggilnya bunda

"Vani dia itu bukan bunda kamu" kata vino yang mendekati anaknya itu yang sedang memeluk Zahra dan mencoba melepaskannya tapi Vani memberontaknya

"Vani" bentak vino kemudian Vani pun terdiam dan mengeratkan pelukannya itu

"Udah gapapa pak kasihan dia mungkin dia kangen bundanya" lirih Zahra dengan mengusap kepala anak kecil itu

"Bunda kemana aja aku kangen sama bunda" ujar anak kecil itu dengan tangisannya

"Gak kok bunda gak kemana-mana bunda ada disamping kamu kok" Zahra menenangkan anak kecil itu

"Bunda ayo kita pulang kita main bareng-bareng lagi sama ayah" bujuk Vani dengan memegang tangan Zahra

"Rak lu bawa Vani dulu gw mau bicara sama Zahra penting menyangkut masalah Vani gw gak akan mengambil Zahra tenang aja" bisik vino dengan Raka kemudian Vani pun diajak main sama Raka tadinya dia menolak

"Vani sama om dulu yuk bunda sama ayah mau bicara dulu" bujuk Raka lalu Vani pun menggeleng terpaksa jika Zahra harus membujuknya lagi

"Sayang kamu sama om Raka dulu yah bunda mau bicara sama ayah dulu" rayu Zahra dengan mencium anak kecil itu

"Tapi bunda gak akan ninggalin vani lagi kan" tanya Vani dengan mengalirkan air matanya itu

"Gak kok jangan nangis yah bunda sedih liat kamu nangis" Zahra menghapuskan air mata Vani dengan kedua tangannya lalu Vani pun mengangguk dan pergi main bersama Raka

Dan disini kami tinggal berdua yaitu Vino dan Zahra yang masih suasan hening

"Maaf yah tadi Vani sebut kamu bunda" maaf vino

"Ya gapapa kalo boleh tau kenapa Vani sebut saya bunda pak" tanya Zahra

"Karena kamu mirip dengan bundanya Vani" jawab vino

"Memangnya bundanya Vani Kemana" kata Zahra

"Bundanya Vani sudah meninggal bersama Ayahnya"

"Ayahnya? bukannya bapak ayahnya Vani yah"

"Bukanlah saya masih jomblo saya belum pernah menikah sama sekali" vino hanya tertawa mendengar ucapan Zahra

"Maaf pak saya tidak tau" lirih Zahra dengan menundukkan kepalanya

"Gapapa ok saya lanjutkan orang tuanya Vani meninggal karena kecelakaan pesawat bundanya Vani itu Tante saya jadi Vani adalah keponakan saya" jelas vino

"Terus kenapa Vani memanggil bapak ayah" tanya Zahra

"Karena saya sudah menganggap dia anak saya walaupun bukan darah daging saya sendiri tapi saya sayang sama dia waktu itu kekasih saya tidak suka dengan Vani karena menurut dia Vani itu menyusahkan saja dan akhirnya saya putuskan kekasih saya karena dia hanya memanfaatkan harta saya saja tapi ketika Vani bertemu kamu dia senang melihat kamu dan kamu pun baik penyayang anak kecil menurut saya" jawab vino yang sedang menceritakan masa lalunya

Maaf gara-gara aku persahabatan kalian putus

-Zahra

"saya boleh minta tolong sama kamu" vino bingung harus minta tolong dengan siapa lagi karena cuma Zahra satu-satunya yang bisa nolongin dia mengenai Vani

"Minta tolong apa pak Insya Allah saya akan bantu"

"Apa kamu mau menikah dengan saya" pinta vino dengan ragu Zahra pun syok mendengar permintaan vino bosnya itu

"Menikah? Maaf pak kita belum saling kenal baru kemarin kita ketemu pak" ujar Zahra

"Tapi cuma kamu yang bisa nolongin saya gak mungkin saya menikah dnegan yang lain takutnya saya salah pilih lagi saya gak mau buat Vani menangis lagi" lirih Vino

"Maaf pak saya gak bisa" rasanya Zahra gak bisa menikah dengan vino Karena dia gak mau nyakitin salah satu diantara mereka berdua Zahra tidak mau merusak hubungan persahabatan mereka berdua

"Kenapa, apa karena kamu kekasih Raka iya atau kamu menyukai Raka" tebak Vino

"Bukan itu pak kalo saya pilih salah satu diantara kalian berdua pasti sama saja saya menyakiti salah satu diantara kalian"

"Kalo masalah Raka biar saya yang urus Ra" bujuk vino

"Maaf sekali lagi saya gak bisa pak permisi" pamit Zahra kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan tapi dia mendengar vino menyatakan perasaannya lalu didengar oleh Raka yang baru saja menghampiri mereka berdua

"Saya mencintai kamu Ra" vino menyatakan perasaannya Zahra pun berhenti berjalan Raka yang baru menghampiri mereka berdua mendengar ucapan vino yang menyatakan perasaannya

"Saya gak percaya baru kemarin bapak bertemu dengan saya dan kenapa malah menyatakan perasaannya" ujar Zahra yang menengok ke arah belakang

"Itu gak mungkin" gumam Raka yang mengeluarkan air matanya

"Ini atas kehendak Allah Ra saya sudah mulai mencintai kamu Ra saya juga ingin berubah Ra demi kamu" balas Vino

"Jangan berubah karena saya pak tapi karena Allah" lirih Zahra kemudian meninggalkan vino yang terdiam disitu vani yang melihat bundanya pergi langsung menghampiri bundanya tapi telat bundanya telah pergi

"BUNDA" teriak Vani dengan tangisan mengejer dan vino langsung memeluknya

"Gw gak percaya kalo lu juga suka sama Zahra katanya gak suka teman makan teman tapi apa lu malah hianatin gw vin gw benci sama lu" Raka pun meninggalkan vino dengan anaknya itu

"Bunda ayah Hiks... Hiks..." Tangisan Vani semakin kencang

"Sabar nanti kita bujuk bunda ya biar bisa bersama-sama lagi sama kita" lirih Vino dengan memeluk Vani erat vino gak percaya jika akhirnya akan begini dia juga sudah hianatin sahabatnya sendiri dia sudah bilang kalo dia gak akan mengambil milik Raka tapi apa vino malah merebut Zahra darinyaZahra langsung pulang ke rumahnya dengan mengeluarkan air mata orang tuanya pun melihat anaknya baru datang dan Zahra langsung berlari ke kamarnya

"Yah Zahra kenapa" tanya bundanya yang panik takut jika anaknya kenapa-kenapa

"Mana ayah tau kan dari tadi ayah disini mulu sama bunda" sambil terkekeh

"Bunda lagi serius juga ayah malah ketawa bunda mau ke kamar Zahra aja deh" bundanya pun cemberut

"Eits... Jangan beri dia waktu uny sendiri Bun nanti yang ada dia makin syok Bun" nasihat ayahnya dengan menggenggam tangannya

"Ayah bercanda mulu deh" omel bundanya yang ada dihadapan ayahnya

"Bercanda apa sih Bun" ayah Zahra heran dengan bundanya maksudnya apa sih

"Ini loh bisa-bisanya kondisi lagi begini masih aja gombal" bunda Zahra melihat tangannya digenggam oleh ayahnya Zahra

"Hehe maaf Bun" ayahnya hanya cengir menderetkan giginya itu

Esok harinya Zahra masih belum keluar di kamarnya bundanya pun sudah membujuknya untuk makan tapi dia tetap gak mau bundanya tetap mengetuk pintu kamarnya terus-menerus tapi tidak ada jawaban satu pun dari Zahra

"Nak kamu ada masalah apa cerita sama bunda" bundanya menggedor-gedor pintu kamarnya

"Aku gapapa bunda aku lagi malas makan" sahut Zahra yang berada di dalam kamar yang menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai dada dan terisak-isak

"Memangnya kamu gak kerja sayang" tanya bundanya

"Gak Bun aku mau resign aja" jawab Zahra

"Kenapa mau resign nak apa bos kamu melakukan yang enggak-enggak sama kamu Iyah" kata bundanya

"Bukan bunda" sahut Zahra

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh
9.3
Kehidupan Gea Athena hancur seketika saat dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa belas kasihan, ia dijual seharga tiga miliar rupiah kepada seorang pria yang menderita kelumpuhan. Tragedi memilukan ini memaksa Gea memasuki babak baru yang gelap dalam hidupnya. Terjebak dalam kesepakatan bisnis yang kejam, ia kini harus menghadapi takdir bersama sosok asing yang menjadi pemilik barunya. Sebuah kisah romansa modern tentang pengkhianatan dan perjuangan.