Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Tampan dan Pasien

Dokter Tampan dan Pasien

Han Jang Woo dikenal sebagai dokter berbakat yang memikat di rumah sakitnya. Di sisi lain, Kim Ae Jin adalah pasien yang selalu kabur saat pemeriksaan payudara karena merasa sangat malu di hadapan Jang Woo. Namun, di balik interaksi canggung tersebut, tersimpan sejarah kelam yang tidak diketahui orang lain. Rahasia masa lalu mereka mulai terkuak, mengungkap bahwa hubungan keduanya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekadar pertemuan antara dokter dan pasien.
Bab
Bagikan

Bab 3

Besok aku yang akan membawamu sampai ke hadapan dokter itu, Aku akan menunggu kamu diperiksa. Bila perlu aku juga akan menunggu di ruangan operasi. Pihak rumah sakit menelpon memintamu bekerja sama. Besok harus ke sana lagi," kata ibunya dengan nada tegas.

"Ma, Apa bisa cari rumah sakit lain atau...cari dokter lain saja!" Pinta Ae Jin.

"Setelah operasi, Kamu tidak perlu lagi berjumpa dengan dokter itu. Untuk apa kamu harus malu seperti ini. Pergi tidur sana dan jangan berulah lagi," kata ibunya dengan nada tinggi.

"Galak sekali! Kenapa ibu-ibu kalau mengamuk menjelma menjadi harimau," gerutu Ae Jin yang bangkit dan menuju ke kamar.

"Hei, siapa harimau, Ha?" teriak ibunya kesal.

"Ibu tetangga," jawab Ae Jin yang langsung masuk ke kamarnya.

"Huff...menakutkan sekali," gumam Ae Jin yang menutup pintunya kembali.

Keesokan harinya.

Ae Jin dibawa ibunya kembali ke rumah sakit itu. Ia harus inap di sana tanpa bisa menolak permintaan ibunya yang begitu tegas terhadap dirinya.

"Obati dirimu di sini dan jangan coba-coba melarikan diri lagi!" kata ibunya dengan sedikit mengancam.

"Iya, Iya," jawab Ae Jin dengan terpaksa. Ia duduk di sofa kamarnya yang dia gunakan sebelumnya.

"Suster, Tolong awasi anak ini, Kalau dia kabur lagi ikat saja kaki dan tangannya. dan pastikan dia patuh dan diperiksa dokter!" pesan ibunya pada Suster.

Suster dengan tersenyum dan menjawab," Baik, Nyonya."

"Mana ada orang tua yang menyuruh orang lain mengikat anaknya sendiri," ujar Ae Jin dengan kesal.

"Kalau kamu masih tidak patuh, Jangankan ikat. Aku juga akan meminta mereka mengurungmu di kamar," jawab ibunya dengan tegas.

"Mama selalu saja begini," gerutu Ae Jin.

Tidak lama kemudian Dokter Han melangkah masuk ke kamar itu dengan jubah dokternya.

Mendengar suara langkah kaki ibu Ae Jin menoleh ke arah dokter itu. dalam seketika mata wanita itu membulat besar menatap Dokter Han yang menyapanya.

"Saya adalah Dokter Han," sapanya dengan senyum ramah.

Bukannya ditanggapi, ibu Ae Jin malah gemetar sehingga kedua kakinya berlutut di hadapan pria itu.

"Ma, Walau dokter ini tampan, Kamu tidak perlu sampai berlutut di hadapannya," bisik Ae Jin di telinganya.

Ibunya hanya diam dan gemetar seakan sedang ketakutan yang meliputi dirinya. kedua tangannya gemetar dan terdiam tanpa kata-kata.

"Dokter Han yang ingin memapah ibunya Ae Jin yang masih berlutut di sana, Akan tetap wanita itu menolak dengan cara sopan.

"Aku...aku bisa berdiri, tidak apa-apa..." ucap ibunya yang gugup.

"Nyonya Kim, Apakah Anda baik-baik saja? Wajah Anda pucat?" tanya Dokter Han dengan penuh perhatian.

Ae Jin memperhatikan ibunya yang tiba-tiba tampak pucat dan lemas. "Mama, kenapa wajahmu tiba-tiba pucat? Apakah sakit? Bagaimana kalau minta Dokter Han memeriksamu dulu?" tanya Ae Jin khawatir, sambil memapah tubuh ibunya yang lemah.

Ibu Ae Jin mencoba menahan rasa pusing yang melanda, sambil merenung dalam-dalam. "Kenapa dia sangat mirip dengan orang itu, Apakah aku salah mengenal orang atau bagaimana? Tapi, dia terlihat tidak jahat dan baik. Sementara orang itu terlihat sangat kejam dan tanpa cinta," gumam ibu Ae Jin dalam hati, merasa bingung dan takut.

Dengan susah payah, ibu Ae Jin berusaha berdiri meskipun kakinya masih lemas dan gemetar. Ketakutan yang mendalam melanda dirinya saat menatap wajah Dokter Han yang berdiri di hadapannya. Wajah itu begitu mirip dengan sosok yang pernah dia temui. namun aura yang terpancar darinya berbeda.

"Aku tidak sakit, Mungkin hanya kurang tidur," jawab ibunya dengan alasan.

"Ma, Aku akan inap di sini, Sampai hasil laporan keluar. Bagaimana kalau Mama pulang istirahat dulu. Jangan bekerja hari ini!"

"Iya, Mama akan pulang, kamu jangan berulah lagi dan bekerja sama dengan dokter," kata ibunya.

" Nyonya Kim, Jangan khawatir! Tumor jinak tidak akan membahayakan pasien kalau cepat ditangani," kata Dokter Han yang menyakinkan ibu pasiennya.

"Aku percaya pada dokter," jawab ibu Ae Jin yang terpaksa senyum.

Tidak lama kemudian Oh Ju, ibunya Ae Jin beranjak dari kamar putrinya. ia berjalan sambil mengingat kembali Dokter Han yang dia temui tadi. Raut wajah wanita itu masih terlihat cemas dan takut. Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikiran wanita berusia lima puluhan itu.

"Kalau Dokter itu adalah orang yang sama, Bagaimana dengan nasib Ae Jin nanti? Tapi, dia sangat berbeda sekali. Apakah di dunia ada orang yang sangat mirip wajahnya," gumam Oh Ju yang cemas.

Seorang suster datang menghampiri Oh Ju dan menyapanya," Nyonya Kim."

"Suster, ada apa?" tanya Oh Ju.

"Hari ini obat Anda sudah bisa diambil, Jangan lupa rutin minum obatnya!" pesan suster itu.

"Iya, Sebentar lagi aku akan mengambilnya," jawab Oh Ju.

"Nyonya, Apakah suami Anda mengidap penyakit yang sama?"

"Suami?"

Suster berbicara dengan nada lembut dan bersahabat kepada Oh Ju, menjelaskan tentang penyakit yang menurun kepada anak-anak dari orang tua yang mengidap penyakit yang sama.

Wajah Oh Ju tampak serius memperhatikan penjelasan Suster tersebut. "Iya, ketika kedua orang tua mengidap penyakit yang sama, Maka, anak-anak berkemungkinan besar juga akan mengidap penyakit yang sama dengan orang tuanya. Penyakit  Huntingon tersebut akan menurun ke anak-anak pasien," jawab Suster. Oh Ju mengangguk pelan, meresapi setiap kata yang diucapkan Suster.

"Ternyata begitu," jawab Oh Ju dengan suara lirih.

Merasa prihatin, Suster menawarkan saran kepada Oh Ju. "Bukankah putri Anda rawat di sini? Bagaimana kalau kesehatannya diperiksa juga?"

Namun, Oh Ju langsung menolak dengan tegas. "Tidak perlu! Dia baik-baik saja selama ini. Hanya tumor yang menyulitkan hidupnya. Sisanya baik-baik saja," jawab Oh Ju.

"Kenapa harus diperiksa, Aku saja tidak menikah apa lagi punya anak," gumam Oh Ju dalam hati.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KJM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KJM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Apa Salahku Padamu, Bu?
7.9
Mutia menjalani hidup penuh kepedihan karena kebencian sang ibu yang tak beralasan. Seandainya bisa, ia lebih baik tidak pernah lahir daripada terus menjadi sasaran amarah. Kesulitan ekonomi yang menghimpit membuat ibunya selalu melampiaskan rasa frustrasi kepada Mutia tanpa henti. Setiap tindakan gadis malang ini selalu dianggap salah di mata sang ibu. Bagaimana nasib Mutia dalam menghadapi tekanan batin ini? Ikuti perjuangannya menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
8.2
Setelah dikhianati dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri demi membalas dendam atas kematian sang mantan kekasih, Wina, seorang pilot wanita mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun kembali di hari saat putrinya mengalami serangan jantung. Di kehidupan sebelumnya, suaminya menuduhnya berbohong demi mendarat darurat lebih dulu. Kini, sang suami sengaja memutus komunikasi demi menyelamatkan Wina, tanpa menyadari keputusan egois itu justru merenggut nyawa putri kandungnya sendiri.
Sampul Novel Ibu Pengganti untuk Bayi Bapak Kos
9.2
Eva terjerat dalam pernikahan kontrak sebagai ibu pengganti bagi bayi milik bapak kosnya. Awalnya, ia mengira tugasnya hanya sebatas mengasuh sang buah hati, namun kenyataan berkata lain. Di tengah statusnya sebagai istri, Eva masih menjalin kasih dengan pacarnya. Kini ia terjebak dilema besar saat sang suami terus menuntut balasan cinta. Akankah Eva memilih kesetiaan pada kekasihnya, atau justru luluh oleh perhatian intens dari bapak kosnya?
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Demi membalas dendam atas pengkhianatan Sonny Wilson terhadap ayahnya, Evan Halbert, seorang miliarder arogan, memilih menikahi Caitlyn Wilson. Evan menjadikan putri musuhnya itu sebagai tawanan dan terus menyiksanya dengan perlakuan buruk. Namun, di balik kebencian yang membara, Evan justru mulai jatuh cinta pada Caitlyn. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Akankah perasaan cintanya mampu menghapus dendam masa lalu yang selama ini ia genggam?
Sampul Novel KARMA_Memeluk Cinta Yang Terluka/ Penyesalan Mantan Suami
9.1
Danu mengkhianati kesetiaan Kirani melalui sebuah permainan api yang ia mulai sendiri. Tanpa disadari, pengkhianatan tersebut justru menghancurkan hidupnya dan menyisakan penyesalan mendalam selama bertahun-tahun. Meski waktu telah lama berlalu, hukum karma tetap mengintai dan menuntut balasan yang setimpal atas luka masa lalu. Bagaimanakah nasib kehidupan mereka selanjutnya saat konsekuensi dari perbuatan buruk itu mulai menghampiri kehidupan Danu sekarang?