Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Milik Tuan Muda

Dokter Milik Tuan Muda

Kimmy Jordan, seorang dokter berbakat, terjebak dalam dilema besar setelah menyetujui perjodohan dari orang tuanya. Di tengah komitmen itu, hatinya justru tertambat pada pemilik kafe langganannya. Sementara itu, Dokter Inggit harus menghadapi realita pernikahan paksa dengan pria kaku yang ia juluki beruang kutub. Ikuti perjuangan dua dokter cantik ini dalam menavigasi rumitnya komitmen, perasaan tulus, dan dinginnya sikap pasangan dalam hidup mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara alarm berbunyi. Di kamar yang cukup luas, bernuansa ungu seorang gadis menggeliat di balik selimutnya yang berwarna senada dengan kamar serta furniture lainnya. Semua serba ungu. 

Tangan putih bersihnya berusaha meraih jam weker yang terletak di atas nakas tepat di samping tempat tidurnya,mematikan alarm tersebut. Mengumpulkan separuh nyawanya, mengucek kedua matanya agar penglihatannya bisa kembali normal.

Tak hanya itu, gadis itu kemudian mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi seperti yang biasa ia lakukan sebelum sebelumnya. Itulah kebiasaan wanita itu ketika bangun tidur. 

Tanpa mengeluarkan suara, gadis itu beranjak ke bathroom, membersihkan diri kemudian mengambil air wudhu untuk menjalankan ibadah. 

Selepas kegiatannya, ia melangkahkan kaki keluar kamar, menuruni anak tangga, menuju ke halaman rumahnya yang cukup luas. Berjalan pagi sambil menghirup udara sejuk nan segar. 

"Kimmy!" 

Ya, gadis itu bernama Kimmy Jordan. Seorang gadis cantik berusia 22thn, sedang menempuh pendidikan ilmu kedokteran. Setelah mendapatkan gelar S.Ked, ia masih harus menjalankan program pendidikan profesi atau koas. 

Saat namanya disebut, gadis itu berbalik ke sumber suara. Suara yang sangat merdu di telinga. 

"Iya ma. Ada apa?" Berjalan menuju ke sang mama. 

"Bantuin mama dulu sayang, mindahin pot itu." Kiran adalah salah satu wanita gemar memelihara bunga, terutama bunga mawar dan bunga aglonema. 

"Ma, perasaan baru tiga hari yang lalu para pot itu dipindahkan. Kenapa pindah tempat lagi?" Kimmy tak habis pikir dengan aktivitas yang menurutnya sangat membosankan itu. 

"Disana pencahayaannya nggak bagus Kimkim sayang. Jadi harus pindah tempat lagi, biar bunganya sehat. Udah sini cepat, jangan banyak tanya." Tanpa memberikan waktu Kimmy berbicara, Kiran menarik tangan putrinya. 

"Pencahayaan? Kayak mau ambil gambar aja ma," sahut wanita beriris hitam pekat itu. 

"Jangan banyak komentar deh! Cepat bantu mama angkat." 

Dengan mulut berkomat kamit Kimmy memindahkan satu persatu pot yang cukup besar dengan jumlah yang tak sedikit. 

Saat semuanya telah selesai Kimmy menepuk kedua tangannya yang cukup berdebu. "Udah Ma. Kimmy harus mandi. Mau ke Rs nih!" 

"Oke. Pergi mandi sana nanti kamu telat lagi." Mengibaskan kedua tangannya tanpa melihat putrinya. 

Sebelum melarikan diri, Kimmy mencium pipi Kiran dan mencubit pipi Kiran hingga membuat wanita paruh baya itu berteriak. "Dasar bocah!" Namun ia tetap tersenyum. 

*****

"Kimmy, sarapan dulu sayang!" teriak Kiran memanggil putri kesayanganya. 

Dengan langkah terburu-buru Kimmy menuruni anak tangga, ransel yang ukurannya cukup kecil melekat di punggungnya. 

"Pagi Pa, pagi Ma." Sapanya tersenyum. 

"Pagi anaknya Papi. Are you okay?" Bukan tanpa tujuan pertanyaan itu terlontar dari bibir Jordan selaku ayah yang juga berprofesi sama dengan Kimmy, sebab semalam mereka sempat bersitegang.

"Hmm, i'am okay Pi." Meraih roti tawar lalu mengolesnya dengan selai coklat seperti biasanya. 

"Baguslah! Habiskan sarapanmu." 

Kimmy mengangguk tanpa menjawab, lalu meneguk susu coklat hangat yang di depannya. 

Saat semuanya selesai Kimmy berpamitan kepada kedua orang tuanya lalu melangkah ke garasi mengambil mobil putihnya. 

.

"Pagi Kim!" sapa teman sejawatnya saat mereka berpapasan di parkiran Rumah sakit. 

"Hey, pagi Inggit." 

"Laporan sudah selesai?" Kimmy mensejajarkan langkahnya dengan gadis cantik bak model itu, masuk Rs menuju ke ruangan mereka. 

"Sedikit lagi!" 

"Sama, aku juga." 

Pembicaraan itu mengalir seputar tugas tugas mereka di RS tersebut. Sembari membalas sapaan sesama teman sejawat ataupun teman lainnya yang berbeda profesi. 

Kimmy dan Inggit melakukan kegiatan rutin mereka setelah sampai di Rs. Kembali bergelut dengan laporan setelah semua kegiatan rutinitasnya terlaksana. Dengan jemarinya yang masih memegang pena Kimmy mengingat kembali percakapannya dengan kedua orang tuanya semalam.

Flashback On

"Kim, ada yang ingin kami bicarakan sayang!" pinta Kiran. 

Jordan dan Kiran saling pandang, bermaksud saling mendorong dengan tatapan. Papi yang ngomong. Mami yang ngomong. Seperti itulah kira-kira. 

Kimmy mengerutkan keningnya saat kedua orang itu hanya diam dan saling menatap. 

"Katanya papi sama mami mau ngomong. Kenapa jadi pandang pandang gitu?" 

Eh?!

Kiran berdehem, pada akhirnya dia yang harus membuka suara. 

"Sayang, apa kamu keberatan kalau kami menjodohkanmu?" 

Kimmy tersentak, terlihat dari ekspresi wajahnya dan alisnya yang hitam itu berkedut. Namun dengan cepat wanita itu mengubah mimik wajahnya kembali normal. 

"Dijodohkan dengan siapa?" 

"Dengan anak sahabat Papi, Sayang." Kali ini Jordan yang ikut menimpali percakapan itu. "Papi sudah sangat lama kenal dengan beliau. Kebetulan saat itu dia melihat kamu dan sempat bertegur sapa denganmu waktu acara nikahan direktur Rumah Sakit. Dia langsung menyukaimu dan kemarin dia minta Papi untuk menjodohkan kamu dengan putranya." 

Kimmy terdiam, otaknya kembali memutar peristiwa dimasa itu. 

Ah aku ingat! 

"Sebenarnya mami sama papi sangat setuju, Sayang. Karena kami sudah mengenal beliau jadi kami tidak ragu jika nantinya kamu menikah dengan putra mereka. Mereka sangat baik dan juga ramah."

Belum tentu anak mereka sebaik orang tuanya! 

"Tapi kami tidak memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini, Sayang."

Melihat raut wajah orang tuanya sangat berharap, Kimmy merasa tidak enak hati mematahkan keinginan orang tuanya. Terlebih lagi dia tidak punya alasan tetap untuk menolak. Pacar aja tak punya, mau pakai alasan apa coba! Telak. 

Meski kata tak memaksa terlontar dari bibir kedua orang tuanya, namun Kimmy menyadari jika orang tuanya sangat berharap ia menerima perjodohan itu. 

Menarik napas dalam. Ya Allah semoga ini yang terbaik. Aku tak ingin membuat mereka kecewa. 

"Kamu bisa lihat fotonya dulu kok. Laki-laki itu sangat tampan, dia adalah seorang pengusaha dibidang kuliner." Kiran yang sudah memegang foto itu menghentikan gerakan tangannya saat ingin menyodorkan selembar kertas foto itu. 

"Tidak usah Ma. Kalau Mami bilang pria itu tampan berarti memang tampan, tidak perlu diragukan lagi. Biar jadi kejutan saja saat kami bertemu." Tersenyum kecil, keputusan pun telah ditetapkan Kimmy setelah berperang batin dengan dirinya sendiri. 

"Jadi itu artinya, kamu?" Jordan menelisik putrinya. 

"Iya Pi, Kimmy terima. Kimmy yakin, jika itu pilihan Papi dan Mami pasti itu terbaik untuk Kimmy." Beranjak duduk di perantara kedua orang tuanya, lalu memeluk mereka. 

Aku tidak ingin mengecewakan kalian. 

"Terima kasih, Sayang." Kimmy dan Jordan mencium masing masing pipi Kimmy yang terjangkau dari bibir mereka. Tertawa bahagia dengan keputusan sang putri tanpa harus melalui drama yang menegangkan. 

Flashback Off

"Kim … Kim …." Menggoyangkan bahu Kimmy, namun wanita itu belum menyadarinya. 

"Kimmy Jordan." 

"Iya dokter. Tekanan darahnya 120/80." Suaranya semakin melemah saat menyadari siapa di depannya. 

Inggit tertawa mendengar ucapan Kimmy. 

"Inggit ih! Iseng banget sih!" Kimmy mencubit pelan lengan Inggit. 

"Habis kamu melamun sih. Dipanggil dari tadi nggak sadar sadar. Apa yang kamu lamunin? Fokus benar!" 

"Lagi merenungi nasibku." Wajah menyedihkan ditampilkan wanita itu lalu merebahkan kepalanya di meja. 

"Memangnya nasibmu kenapa?" Inggit heran. 

Mengangkat kembali kepalanya. "Nasibku malang, karena harus satu tim dengan kamu, yang super bawel, tukang makan, tukang gosip, suka stalking Ig Dr.Aidil, ehmmptt …." Ucapan Kimmy terjedah saat Inggit membekap mulutnya. 

"Jangan kencang-kencang ngomongnya, nanti ada yang dengar," bisik keras Inggit. Wajahnya bersemu merah. 

"Cie blushing!" Jari telunjuk Kimmy berada tepat di depan wajah Inggit. Senyum jenakanya membuat Inggit tambah merona sekaligus kesal.

"Ih apaan sih!" Inggit menjauh dari Kimmy, kembali ke tempat duduknya.

"Cie, malu-malu."

"Diam nggak?" 

"Cie cie. Jatuh cinta." 

"Kimkim, nyebelin ih!" 

"Biarin ih!" 

Kimmy sejenak terhibur dengan kelakuan Inggit. Namun didalam hatinya juga sedang berkecamuk. Perjalanan hidup seperti apa yang akan dilaluinya nanti? Apakah semuanya berjalan lancar? Apakah kisah cintanya akan berjalan mulus, bebas tanpa hambatan? Semoga saja!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arus yang Membuatku Liar
9.5
Novel modern "Arus yang Membuatku Liar" mengisahkan tindakan kejam seorang suami yang tega mempermalukan istrinya di tengah keramaian. Menggunakan alat pengontrol dalam pengaturan tertinggi, sang suami membuat istrinya lemas tak berdaya hingga terduduk di lantai di hadapan publik. Di tengah keputusasaan itu, bahaya baru mengintai saat sekelompok pria di sekitar yang memiliki niat buruk mulai mendekat dan berpura-pura menawarkan bantuan.
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM
9.2
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini mengikuti perjalanan pilu Kartika yang dijual ibu kandungnya ke dunia malam. Di tengah penderitaan, ia jatuh cinta hingga mengandung Dania. Kehadiran sang putri membawa perubahan besar sekaligus tantangan baru dalam hidupnya. Ikuti perjuangan dua generasi wanita ini dalam menghadapi kerasnya takdir demi menemukan kebahagiaan. Sebuah narasi menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah sukses di Singapura.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.