Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Forensikku, Kakakku

Dokter Forensikku, Kakakku

Sejak tragedi lima tahun lalu yang menewaskan Yani, sang tunangan, kakak Suzanne menaruh dendam mendalam dan berharap adiknya mati. Yani tewas demi melindungi Suzanne dari serangan pisau, meninggalkan luka batin yang tak termaafkan. Kini, takdir membawa jasad Suzanne yang hangus terbakar ke atas meja autopsi kakaknya sendiri yang bekerja sebagai dokter forensik. Keinginan sang kakak untuk melihat Suzanne tiada akhirnya terwujud, namun kenyataan pahit ini justru menghancurkan kewarasannya hingga ia menjadi gila.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Korban punya resesi gusi yang dalam, mungkin ada masalah dengan giginya," ujar kakakku sambil menatap Kapten Timmy. Wajahnya kembali tenang. "Kalau nggak ada laporan orang hilang, kita bisa coba cari identitas korban melalui catatan perawatan di klinik gigi. Mungkin itu bisa memberi petunjuk."

Aku hanya bisa tersenyum pahit.

Timmy mengangguk tanpa berkata apa pun, lalu berbalik dan menendang pintu hingga setengahnya terlepas. "Semuanya kumpul! Kalau pelakunya nggak ditemukan, nggak seorang pun boleh pulang!"

Dengan kebiasaan menghormati jenazah, kakakku meletakkan kepala itu kembali ke tempatnya dengan lembut. Kemudian, dia membungkuk. "Tenang saja, aku akan memastikan kamu bisa beristirahat dengan tenang."

Rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk hatiku. Kalau Kakak tahu bahwa tubuh ini adalah aku, apa dia masih akan mengatakan itu?

Ponsel Kakak bergetar, menunjukkan panggilan dari seseorang yang diberi nama kontak "Arya Tukang Ikan" Kakakku mengerutkan alisnya, tetapi tetap menjawabnya.

"Halo, maaf mengganggu, Pak Darren. Belakangan ini, kamu lihat Suzanne nggak? Sudah lebih dari seminggu dia nggak buka lapak di pasar. Ditelepon nggak angkat, rumahnya juga diketuk nggak ada yang jawab. Apa dia ada di tempatmu?"

Arya adalah tetangga lapakku di pasar. Meski namanya terdengar tua, dia sebenarnya hanya dua tahun lebih tua dariku. Keluarganya menjalankan bisnis ikan besar, tetapi dia sendiri orang yang rendah hati dan selalu mau membantu orang yang kesulitan.

Sebelum Yani meninggal, aku sering membawa Kakak ke tokonya untuk membeli ikan.

Aku menatap ke atas dengan mata yang terasa perih. Yani dan Kakak sangat menyukai ikan kecap buatanku. Namun sejak hari itu, Kakak tidak pernah lagi makan ikan.

"Bajingan seperti itu nggak pantas tinggal sama aku." Itulah yang selalu dikatakan kakakku setiap kali mendengar namaku.

Kalau bisa, dia bahkan ingin membuang ponsel yang menyebut namaku ke tempat sampah, lalu mencuci tangannya berkali-kali seolah namaku itu racun. Di ujung telepon, Arya terdiam sesaat.

Seolah-olah sedang menimbang sesuatu, Arya menghela napas, "Pak Daren, sebenarnya sebagai orang luar, aku nggak seharusnya ikut campur. Suzanne bukan gadis yang kejam."

"Lagian, tim polisi sudah mengidentifikasi bahwa situasi saat itu nggak menunjukkan adanya niat jahat. Aku bisa memahami rasa sakitmu kehilangan tunangan, tapi hubunganmu sama Suzanne ...."

"Cukup." Kakakku memotong dengan ketus."Kalau tahu kamu orang luar, sebaiknya jaga ucapanmu dan aku juga nggak punya adik bajingan itu!" Setelah itu, dia langsung menutup telepon dan memblokir nomor Arya.

Ketika mengangkat kepala, dia mendapati Timmy sedang berdiri di ambang pintu dengan ekspresi rumit.

"Eh, tadi rokokku jatuh." Timmy menunjuk ke bawah meja otopsi, di mana sebungkus rokok tergeletak.

Kakakku mengambil rokok itu, lalu berjalan menghampiri Timmy dan menyerahkannya. Kemudian, dia mengunci pintu.

"Pak Darren, aku tahu ini berat untukmu," kata Timmy sambil meremas bungkus rokok di tangannya, "Tapi jejak di tempat kejadian waktu itu diidentifikasi oleh gurumu sendiri, seseorang yang sangat kamu hormati. Selama kariernya, dia nggak pernah membuat kesalahan. Kau pasti tahu apa artinya itu."

"Berhentilah menyiksa Suzanne. Dia juga hidup menderita selama beberapa tahun ini."

Kakakku tertawa dingin, "Memangnya siapa yang nggak menderita? Yani? Aku? Atau Fifi yang malang? Hanya karena dia takut mati, Yani ditikam 56 kali di luar pintu, sementara si pembunuh sampai sekarang masih bebas berkeliaran!"

"Kalian semua yang nggak tahu apa-apa, malah memintaku untuk memaafkannya? Asal tahu saja, bahkan kalau dia dibakar jadi abu di hadapanku sekalipun, aku masih belum puas!"

Suara kakakku yang penuh amarah menggema di lorong, membuat hatiku terasa hancur berkeping-keping.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya terobsesi mencari reinkarnasi Fino dari buku kuno kakeknya, namun pencarian itu justru mengancam hubungan dengan sahabat dan cinta sejatinya. Di tengah kemelut, muncul sosok hantu laki-laki yang ternyata memegang kunci atas segala teka-teki hidupnya. Mengandalkan kemampuan telepati unik yang ia miliki, Hyura harus berjuang menuntaskan misteri besar ini. Mampukah ia menyelesaikan masalahnya saat telepati itu terasa tak berguna untuk urusan cinta?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, seorang pemuda asal Jawa yang merantau, menemukan tambatan hati pada seorang gadis cantik di Kalimantan. Namun, romansa indah itu seketika berubah menjadi teror mengerikan saat ia mengungkap identitas asli sang kekasih. Ternyata, wanita yang ia puja adalah sosok kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang menggantung. Kini, Yusuf terjebak dalam dilema antara cinta dan kengerian. Bagaimana nasib hubungan mereka selanjutnya?
Sampul Novel Manusia Kelabang
8.3
Legenda mengerikan tentang makhluk mistis diungkap dalam novel horor Manusia Kelabang. Prosedur penciptaan entitas ini sangat kejam: sepuluh ribu kelabang dewasa yang aktif dan tiga belas gadis suci harus dikurung bersama di dalam ruangan batu yang kedap selama bulan Agustus. Tanpa asupan makanan maupun air, mereka dibiarkan bertahan hidup selama tiga puluh hari penuh. Ketika waktu habis, seluruh serangga dan manusia di dalamnya akan melebur dan bermutasi menjadi sesosok monster yang mengerikan.
Sampul Novel PELET DARAH HAID
9.3
Impian pernikahan Clara hancur seketika saat calon suaminya, David, berpaling kepada sahabatnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan ini bukanlah kebetulan belaka, melainkan hasil rencana licik yang penuh misteri. Diam-diam, Rosa mendatangi dukun demi menggunakan ilmu hitam untuk mengguna-guna David agar jatuh ke pelukannya. Di balik aroma romansa yang pudar, tersimpan praktik pelet darah yang mengerikan demi merebut paksa kebahagiaan milik orang lain.