Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter, Aku Cinta Kamu

Dokter, Aku Cinta Kamu

Kehidupan tenang Raka, seorang dokter spesialis penyakit dalam, mendadak terusik sejak menangani operasi usus buntu Dea. Gadis itu terobsesi mengejarnya, bahkan berani mengaku sebagai kekasihnya di depan orang tua. Meski awalnya Raka merasa terganggu oleh perhatian Dea, segalanya berubah saat Dea bertunangan dengan pria lain bernama Rafa. Merasa kehilangan, Raka baru menyadari perasaannya. Begitu tahu pertunangan itu batal, ia kini berbalik mengejar cinta Dea.
Bab
Bagikan

Bab 2

BAB 2

Dea berjalan pelan, membuka knop pintu, menghela nafas panjang, menatap miris ruangan berwarna putih dengan gorden berwarna biru suasana ruangan begitu kontras. Dea meletak tas di tempat tidur. Kepala mulai pusing, efek menangis terlalu lama. Menatap pria berjas putih di hadapannya, dan wajahnya masih terlihat segar.

"Makasih ya mas, sudah ngantarin".

"Iya sama-sama, Itu sudah tugas saya sebagai seorang dokter".

"Kesannya saya ngerepotin mas". Dea merebahkan badannya di kasur.

"Besok operasinya jam 10.00 pagi, jadi mulai sekarang kamu di anjurkan berpuasa, sampai operasi berlangsung".

"Iya mas" ucapnya pelan, hampir tidak terdengar.

Raka cukup lama terdiam, menatap pilu wanita berparas cantik di hadapannya, alis terukir sempurna alami, mata hitam yang indah, hidung kecil mancung, bibir tipisnya, menggoda untuk di cicipi. Entah kenapa wanita di hadapannya sedikit berlebihan. Menangis semenjak ia bertemu di klinik prakteknya dan sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Dua kotak tisu sudah habis dalam beberapa jam.

"Mas saya takut" ucap Dea kesekian kalinya. Raka sudah puluhan kali mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Dea. Raka hanya mendiaminya, memilih duduk di tepi ranjang.

"Mas, boleh tanya?".

"Mau tanya apa?".

"Mas umurnya berapa?".

"Enam tahun lebih tua dari kamu".

Dea, mengerutkan dahi, berpikir keras, enam tua dari dirinya? Berarti Raka sudah mengetahui umurnya. Dea melirik sela-sela jari Raka, tidak ada cincin bertahtah disana. Dea merasa lega, masih ada kesempatan untuk dirinya. Dea merutuki pikirannya, dirinya kenapa ia mempermasalahkan cincin?.

Wanita mana yang tidak menginginkan menjadi calon pendamping hidup Raka? Raka calon suami masa depan yang benefit dan potensial. Pinter, jelas ia seorang dokter, ganteng, keren , cukup bangga jika di bawa ke acara pernikahan, dan tak kalah penting tanggung jawab. Mungkin ia sekarang tidak percaya, ia sudah jatuh cinta kepada laki-laki di hadapanya ini.

"Mas tau dari mana umur saya?".

"Dari data pasien tadi, umur kamu 25 tahun bukan?".

Dea mengangguk, berpikir jika umurnya di tambah enam, berarti umur dokter Raka 31 tahun. Di umur yang ke 31 tahun sudah cukup matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Demi apapun sikap tenang dokter Raka, membuatnya tenang.

"Mas , boleh minta satu permohonan sebelum saya di operasi besok?" Ucap Dea pelan.

Raka menatap serius, memasukan tanganya di saku jas putihnya "Apa permohonan kamu?".

"Sebenarnya saya malu mengatakannya mas".

"Malu? Kenapa harus malu?".

Dea merubah posisi tidurnya menyamping, agar lebih dekat, mencium aroma tubuh Raka yang menenangkan.

"Saya ingin mas mencium saya sebelum operasi besok".

Cium? Permohonan macam apa itu? Raka terperangah, tidak habis pikir apa yang ada di dalam otak wanita di hadapannya ini. Sungguh jika ingin menciumnya, sudah ia lakukan dari tadi, bahkan ingin melepas seluruh pakaian yang ia kenakan. Wanita di hadapanya ini otaknya telah diracuni pikiran mesum dan kotor, sangat menggoda imannya.

Menyandang Image pria tenang dan cool bertahun-tahun runtuh seketika. Oh Tuhan, tolong rubah pola pikir wanita di hadapannya ini, meminta cium kepada laki-laki yang baru di kenalnya.

"Yakin? Itu permintaan kamu?" Raka memastikan sekali lagi.

Dea mengangguk, "iya".

"Alasanya?".

"Karna saya ingin tenang untuk terakhir kalinya, saya takut tidak bisa bangun lagi pasca operasi nanti, saya ingin dokter melakukannya, hidup dan matiku sekarang ada di tangan dokter".

Raka mengusap kepala Dea dengan lembut, mencoba menenangkannya. Sudah berkali-kali ia mengatakan usus buntu hanya operasi kecil, setelah operasi ia pasti akan sembuh dari penyakitnya. Wanita di hadapanya ini seakan ia terserang penyakit cencer stadium akhir.

"Sudah jangan menangis lagi, saya akan mengabulkan permintaanmu".

Raka menangkup wajah Dea, merapikan anak-anak rambut yang menutupi mata. Saling menatap, tidak ada saling menghindar. Raka menundukkan wajah, mencium kening Dea cukup lama. Raka melepaskan kening masih bertemu, deru nafas terasa di permukaan wajah, menatap wajah pucat yang masih terlihat cantik.

"Makasih mas".

Raka mengelus dagu Dea, membelai bibir ranum dengan jari jempolnya. Dan kali ini ia lepas kendali, entah siapa yang memulai, bibirnya sudah memanggut bibir tipis ini. Rasanya sangat manis, lebih manis apa yang ada dalam pikirannya, hanya kecupan kecil, yang menenangkan. Kecupan kecil itu tidak ingin berhenti. Dengan susah payah, Raka menghentikan aksinya, ia takut lepas kendali.

"Tidurlah".

Raka dengan cepat meninggalkan ruangan, tanpa memandang wanita yang baru saja di ciumnya, sementara Dea memandang heran terhadapnya.

***

"Dok, siapa tadi? Pacar baru ya?" Tanya suster Mila, posisinya tepat di meja counter. Sepertinya gosip tentang dirinya sudah menyebar di rumah sakit ini.

"Bukan, itu pasien saya".

"Kok mesra amat dok? Ngaku deh, pasti gebetan baru ya".

"Saya sudah bilang dia, pasien saya yang akan operasi besok".

"Iya deh maaf jangan marah, kapan menikah dok sama dokter Ana?".

Raka melipat tanganya di dada, "secepatnya".

"Amin, semoga cepet menikah ya dok, tapi pasien dokter tadi cantik juga, masih seger di banding dokter Ana".

"Dari pada gosip yang tidak jelas, sebaiknya kerjakan pekerjaan suster".

Raka dengan cepat meninggalkan suster Mila, emang dasar suster-suster disini senang bergosip.

Mengingat dokter Ana, Anatasia adalah pacar yang satu tahun ini di dipacarinya, kini sedang mengenyam pendidikan spesialis Anak di Melbourne. Raka akan menjaga hati untuknya. Ia berjanji akan menikahi Ana jika telah menyelesaikan kuliahnya. Ana wanita dewasa, cantik, dan pintar. Hanya Ana yang mampu mencuri hatinya. Kesekian kalinya Raka mengubah posisi tidur, matanya sulit terpejam, lagi-lagi memikirkan ciuman, yang berefek maha dahsyat.

***

Raka menatap Dea, ia baru saja keluar dari wc. Wajah tanpa polesan make up ia masih terlihat manis. Ia tersenyum dengan kedatangan dirinya.

"Mas, sudah lama disini?".

"Baru kok".

Dea membaringkan tubuhnya kembali.

"Sudah siap?".

"Siap apa mas?".

"Siap di operasi".

"Owh itu, saya pasrah aja mas, mas kok belum siap-siap?".

"Saya hanya ingin memastikan kamu terlebih dahulu".

"Iya mas, saya sudah siap kok".

Selang berapa lama dua orang perawat datang.

"Selamat pagi ibu Dea, selamat pagi juga dokter Raka" ucap suster Mila.

"Selamat pagi juga suster".

"Gimana, masih sakit perutnya?" Tanya suster Mila.

"Sudah tidak sakit lagi suster".

"Pasti berkat dokter Raka".

Dea mengangguk, "ah,suster bisa aja".

Raka berdehem mencoba menegur suster Mila yang mulai, menciptakan susana panas.

"Sudah siap ibu Dea".

"Sudah sus".

Dea berbaring di ranjang yang telah di siapkan. Menatap Raka, Raka membalas tatapannya. Dea menyentuh jarinya seperti ada aliran listrik masuk didirinya.

"Mas, selama saya tidak sadarkan diri, jangan pernah meninggalkan saya".

Raka menatap cukup lama, membalas menggenggam jarinya.

"Iya, saya tidak akan meninggalkanmu"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Kehadiran Jay yang tak terduga membawa perubahan besar dalam kehidupan Avril, membangkitkan kembali perasaan yang telah lama terkubur. Melalui perhatian tulus dan kasih sayang yang nyata, Jay perlahan berhasil meruntuhkan dinding es yang menyelimuti hati Avril. Kini, Avril menyadari bahwa cinta sejati memang membutuhkan keberanian besar untuk melangkah maju. Ini adalah kisah tentang bagaimana kehangatan mampu meluluhkan hati yang selama ini membeku rapat.
Sampul Novel Dikejar Jodoh
8.0
Elena terdesak tuntutan menikah hingga dikhianati kekasihnya sendiri. Saat trauma menghantui, Rasky yang ia benci justru hadir mengejarnya tanpa henti. Meski pertahanan Elena goyah oleh perhatian Rasky, masa lalu yang belum usai menjadi ganjalan besar. Elena mendadak meminta pisah di tengah kemesraan mereka, menyimpan rahasia kelam yang mengejutkan. Akankah Rasky tetap bertahan mengejar cintanya, atau rahasia Elena akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Introvert Japanesegirl
9.8
Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia yang pendiam, menarik perhatian di sekolah elit Jakarta karena poni panjangnya yang menutupi mata. Penampilannya yang misterius membuat Andre, sang ketua kelas populer, merasa penasaran. Namun, ketertarikan Andre memicu kecemburuan Rara, sahabatnya yang judes. Konflik semakin rumit saat Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, datang ke Indonesia demi mengejar cintanya. Persaingan pun pecah di antara mereka.
Sampul Novel Jatuh Cinta Dengan CEO Duda
7.8
Pasca perceraian yang menyakitkan, Dimas tumbuh menjadi pengusaha dingin hingga ia bertemu Sinta. Sekretaris barunya yang penuh keceriaan itu perlahan mencairkan hatinya yang beku. Sinta bahkan menjalin ikatan emosional dengan Arya, putra Dimas yang selama ini merasa kesepian. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, mantan istri Dimas datang kembali untuk mengusik ketenangan mereka. Akankah cinta mereka cukup kuat untuk menghadapi gangguan masa lalu tersebut?
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Cantika Putri menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis bersama Ardi Permana. Hubungan mereka dibangun di atas fondasi cinta yang tulus, di mana Ardi sangat mengagumi pesona fisik dan kesempurnaan sang istri. Sementara itu, narasi lain mengikuti sosok miliarder ternama, Reza Dirgantara. Sang konglomerat tengah menjalin hubungan asmara dengan Luna Amara, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik namun tetap mempertahankan kesederhanaan dalam dirinya.