Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Do You Love Me

Do You Love Me

Allia terkejut saat Azzel memintanya menjadi ibu bagi Lia. Sadar akan posisi Azzel yang sudah berkeluarga, Allia memilih mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan bersama. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan Azzel yang arogan dan temperamental. Kini, gadis lembut ini terjebak dalam dilema antara rasa cinta dan sikap kasar sang kekasih. Mampukah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang tidak mau melepaskannya meski situasi kian rumit?
Bab
Bagikan

Bab 1

Flashback on delapan bulan yang lalu....

Seorang gadis cantik, berjalan di gelapnya malam. Berjalan dengan rasa takut karena larut malam telah tiba dan gadis itu tidak kunjung sampai di rumahnya.

Gadis itu adalah Allia Aurora Margaretha, ia menelusuri lorong gelap dengan keringat bercucuran.

"Ya Tuhan tolong Allia, Allia takut," gumam gadis itu sambil berjalan dengan tangan yang sudah basah akibat rasa gugupnya.

Tiba-tiba ia mendengar sesuatu dari depan sana di mana tempat yang akan ia lewati sepertinya banyak gerombolan motor di sana.

Dengan keberanian Allia melewati jalan itu, karena tidak ada lagi jalan selain itu untuk ke rumahnya.

"Eh bro itu ada cewe cantik. Godain yuk," ajak seorang pemuda pada teman-temannya yang sedang duduk di atas motornya.

Orang yang dimaksud pria itu hanya menatap sekilas gadis itu, orang itu adalah Azzel Adisson.

Ia adalah pemuda paling tampan di sekolahnya, banyak yang mengidam-idamkan dirinya. Tapi ia sama sekali tidak tertarik.

Saat sudah melawati kerumunan orang-orang itu, Allia merasa lega. Dengan cepat ia berlari lebih menjauh agar cepat sampai ke tujuannya

Belum sempat berlari tangannya sudah dicekal oleh seseorang.

"Gue anter," ucap pemuda itu.

Allia langsung menganga saat melihat siapa yang mencekal tangannya itu, Azzel adalah orang terkenal jadi Allia tau karena mereka satu sekolah.

"Em, gakpapa aku bisa-" Belum sempat mengakhiri ucapannya Azzel sudah mendahuluinya.

"Nurut bisa?" tanya Azzel dengan suara dinginnya membuat nyali Allia menciut.

Gadis itu hanya mengangguk, dan mengikuti langkah besar milik pemuda itu sampai ke motornya.

"Gue anterin bocah ini dulu, gue duluan," pamit Azzel pada teman-temannya lalu memberikan sebuah helm pada Allia.

"A-aku gak biasa pake helm" Ucap Allia sambil menunduk, rasanya sangat malu mengucapkan fakta itu.

Azzel menyerit-kan kening-nya.

"Maksud?" tanya Azzel.

Belum sempat Allia menjawab salah satu teman Azzel sudah duluan membuka suara.

"Maklumi aja bos kayaknya anak holkay, biasa naik mobil," ucap pemuda yang menggunakan jeket yang sama dengan Azzel.

Azzel terlihat tampak berpikir.

"Pake aja, dibiasakan mulai sekarang!" ucap Azzel terlihat seperti tidak ingin dibantah.

Akhirnya Allia menurut, sungguh sial dirinya bertemu dengan seorang most wanted sekolah yang memiliki sifat seperti ini.

Selama perjalanan Allia berusaha menahan beratnya helm, sebenarnya tidak terlalu berat namun gadis itu belum terbiasa jadi ia merasa sangat berat.

Ia mulai pusing kepalanya mulai terasa sakit.

"Azzel," panggil Allia dengan suara pelan, ia rasa pemuda itu tidak mendengarkan panggilannya.

Azzel memberhentikan motornya di depan rumah yang sangat mewah, lalu segera menyuruh Allia turun dan membukakan helm gadis itu.

"Ko kamu tau rumah aku padahal aku nggak ngasih tau," heran Allia.

"Hm." Hanya deheman yang dibalas pemuda itu membuat Allia kesal sendiri.

"Makasih, aku masuk ke dalam dulu," pamit Allia belum juga satu langkah berjalan Azzel kembali menahan tangannya.

"Tunggu, mulai sekarang dan seterusnya kita pacaran," Pernyataan Azzel membuat Allia terkejut.

"Em mak-"

"Nggak ada penolakan! Udah sanah masuk. Besok gue jemput."

Dan dari sinilah kisah percintaan Allia di mulai, awalnya memang sangat senang karena siapa yang tidak senang diajak berpacaran most wanted sekolah?

Tapi bagaimana kelanjutan hubungan mereka, apakah akan seperti orang pacaran pada umumnya?

Flashback of

✏️✏️✏️

Pagi ini Azzel terlihat sangat marah karena Allia membuatnya menunggu terlalu lama, Azzel sudah berada di rumah gadis itu sejak 40 menit yang lalu.

Azzel merasa rugi karena membuang waktunya sia-sia hanya karena menunggu gadis itu.

"Lo bisa cepetan nggak sih!" teriak Azzel dari depan pintu kamar Allia.

"Iy-yaaaa" teriak Allia membalas buru-buru.

Semalam ia tidak cepat tidur karena harus mengerjakan PR milik Azzel, bukan hanya satu tetapi ada lima mata pelajaran.

Oleh karena itu ia pagi ini bangun terlambat.

"Udah Zel ayok," ujar Allia yang baru keluar dari dalam kamar.

Azzel berdecak menatap sinis gadis di depannya itu.

"Lo buang waktu gue sia-sia gitu aja tau nggak," ketus Azzel lalu segera turun dan keluar dari rumah Allia.

Allia terdiam sebentar, ia begini juga karena pria itu tapi kenapa- ah sudahlah dari pada harus membuatnya marah lagi lebih baik dirinya segera ikut dengan Azzel.

"Cepetan! lelet banget jadi orang," ucap Azzel yang sudah menggunakan helmnya dan duduk di atas motor.

Tanpa banyak bicara Allia segera memakai helm lalu naik di jok belakang.

Lalu Azzel mulai melajukan motornya.

Jangan tanyakan dimana orang tua Allia, karena Allia sendiri saja tidak tau. Tidak memiliki saudara kandung membuatnya kesepian, karena ayah dan ibunya selalu pergi entah kemana dan hanya meninggalkannya di rumah besar itu dengan uang yang tak ada habis-habisnya.

Sesampai di sekolah, Azzel buru-buru turun dan meninggalkan Allia. Gadis itu mengikuti pacarnya dengan susah payah mengimbangi langkah kakinya.

"PR gue mana?" tanya Azzel saat mereka sudah berada di depan kelas Allia.

Allia buru-buru membuka tasnya lalu memberikan beberapa buku milik Azzel.

"Masuk, awas aja salah. Satu salah dapat hukuman!" ancam Azzel sedangkan Allia mengangguk sedikit ragu.

Ia mengerjakan soal-soal itu dengan susah payah, ia tidak terlalu pintar sehingga membuatnya sedikit ragu.

ia berdoa semoga semua jawabannya benar, dan ia tidak terkena amukan pacarnya ini.

"Iyaaa," jawab Allia lalu segera masuk ke dalam kelasnya.

Di dalam kelas, Allia tidak memiliki teman. Tetapi di luar kelas ia memiliki satu teman, yang bernama Diandra.

Diandra sekelas dengan Azzel, dari situ mereka dekat karena Allia sering ke kelas Azzel dan bertemu dengan Diandra di sana.

✏️✏️✏️

Saat bell istirahat berbunyi, Allia segera pergi ke kelas Azzel untuk melihat berapa nilai Azzel untuk soal yang telah ia kerjakan.

Sesampai di sana ia melihat seluruh murid sudah keluar tinggal Azzel di dalam yang sepertinya pria itu sedang di marahi oleh sang guru.

Melihat itu Allia mulai ketakutan, sepertinya Azzel dimarah karena tugasnya tidak benar. Tapi Allia mengerjakan soal itu dengan sangat baik dan hati-hati.

Setelah guru itu keluar dari kelas, Allia segera berjalan menghampiri Azzel.

"Zel, kenap-"

Brakkk

Allia tersentak kaget saat Azzel membanting tas sekolahnya dengan kasar di atas meja.

"Anjing!" umpat Azzel sambil menatap marah.

"A-azzel," panggil Allia dengan suara bergetar.

"Liat! Lo kerjain ini asal-asalan kan?! Biar gue dimarahin guru?" marah Azzel.

Ia melemparkan satu buku di depan Allia, dan gadis itu segera mengambilnya dan terlihat disana angka nol yang dilingkar dengan polpen merah.

"Ta-tapi aku kerjain dengan baik kok, ini bukan aku yang kerjain tulisannya beda sama punyaku," ucap Allia melihat tulisan itu bukan tulisan tangannya.

"Masih ngelak aja yah lo? Kalo emang Lo kerjain dengan baik terus salah, berarti lo yang bodoh? Hah? Dasar bodoh!!" teriak Azzel lalu segera keluar dari kelas.

Allia yang ditinggal hanya menunduk dengan air mata yang mengalir di pipinya, kenapa Azzel begitu kejam padanya. Sebenarnya ada apa dengan pria itu.

Tbc

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana mengabdi sebagai istri penurut bagi Bima, namun hatinya tetap dingin. Pernikahan tanpa sentuhan itu akhirnya kandas setelah kakek Bima wafat, membuat Hana diceraikan demi kekasih pilihan suaminya. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Matheo. Sebuah kesalahpahaman fatal membuat Hana dituduh sebagai mata-mata oleh bos kejam tersebut, sebuah pertemuan yang lantas menjungkirbalikkan seluruh sisa hidupnya.
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Godaan Istri Orang
9.4
Sienna adalah seorang pemain kartu menawan yang terkenal angkuh dan selalu memandang rendah Zayn karena pekerjaannya yang hanya sebagai pelayan tamu. Namun, dinamika itu berubah total ketika Zayn tidak sengaja mengungkap rahasia kecanduan milik Sienna. Demi menutupi hal tersebut, sikap angkuh Sienna lenyap seketika berganti kepasrahan saat ia memohon bantuan Zayn. Meski Zayn menyetujui permintaan tersebut sambil menahan gejolak hasratnya, ia kini merencanakan pembalasan manis untuk memberi pelajaran pada wanita yang dahulu selalu meremehkannya.
Sampul Novel Jalan Hidup Kita
8.4
Setiap individu layak bahagia, namun jalan menuju ke sana tidaklah mudah. Mia Malva Elard adalah wanita yang lelah berjuang demi kedamaian batin. Rentetan kehilangan yang menyakitkan membuatnya sinis terhadap cinta. Di tengah keputusasaan, Grayson Adelard hadir membawa tawaran pernikahan yang tak terduga. Mampukah dua jiwa yang sama-sama terluka ini menemukan kebahagiaan sejati? Mia kini harus menempuh perjalanan untuk menemukan jawaban dalam ikatan tersebut.