
Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
Bab 3
Sementara itu, di warung pojok yang tidak jauh dari sekolahan, para siswa Cakrawala tengah menikmati sarapan pagi mereka.
"Hari ini Pak aga pensiun, Cok," ucap Aldo.
"Baguslah," seloroh Doni.
"Hooh, bagus pensiun biar gak ada yang bawel," jawab Beni.
"Si Jean masuk?" tanya Aldo.
"Dia chat sih, katanya lagi otw," jawab Doni.
Tiba-tiba, satu notifikasi masuk ke ponsel Aldo, membuat sang pemilik langsung membukanya. Ternyata chat dari Jean.
Big Boss
[Gue langsung ke kelas.]
"Siapa?" tanya Doni.
"Jean, dia bilang langsung ke kelas," jawab Aldo.
"Kuy lah, kita ke kelas," ajak Beni.
Mereka pun bergegas membayar gorengan yang mereka makan, lalu pergi ke kelas. Suasana pagi yang cerah dan semangat anak-anak sekolah yang penuh energi mengawali hari mereka dengan semangat.
***
Di ruang kepala sekolah, Caca menemani Keyla bertemu dengan Bu Tita selalu ibu kepala sekolah SMA Cakrawala.
Setelah melihat berkas Keyla, Bu Tita tersenyum. "Baiklah, Bu Keyla saya terima bekerja disini menggantikan pak Aga. Bu Keyla akan menjadi wali kelas di XII IPS.
"Ya Allah, terima kasih banyak bu." Ucap Keyla.
"Mari Bu saya antar ke kelas," ucap Tita.
"Baik Bu," jawab Keyla.
Ketiganya berjalan keluar dari ruang kepala sekolah, Caca berpamitan kepada Keyla karena dia pun akan mengajar di kelas X MIPA.
Bel sekolah berbunyi, siswa-siswi sudah berada di dalam kelas, termasuk Jean dan gengnya.
Tap tap tap
Suara ketukan hak sepatu tinggi terdengar, membuat seluruh perhatian siswa-siswi tertuju ke arah pintu masuk.
"Assalamualaikum, pagi, anak-anak," sapa Bu Tita.
"Walaikumsalam, pagi, Bu Tita," jawab mereka bersamaan.
Tita berjalan masuk dan berdiri tepat di hadapan siswa-siswi kelas XII IPS.
"Baik anak-anak, sehubungan Pak Aga pensiun, maka hari ini kalian kedatangan Guru baru sekaligus yang akan menjadi wali kelas kalian yang baru," tutur Bu Tita.
"Bu Keyla, silahkan masuk," ucap Tita dengan menoleh ke arah pintu,
Deg
Jean yang awalnya tiduran di kursi belakang seketika terbangun, dan mata tajamnya menatap ke arah pintu. Entah mengapa, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," sapa Keyla saat masuk ke dalam kelas.
Netra Jean menatap Keyla tak berkedip. Namun tidak lama Jean tersenyum tipis kepada Keyla, ah mimpi apa semalam Jean sampai takdir mempertemukan mereka kembali.
'Gotcha!' ucap Jean dalam hati.
Sedangkan ketika netra Keyla memindai semua siswa-siswi sampai netranya bertemu dengan manik mata yang tajam babak seekor elang yang tengah mengintai mangsa.
'Mampus kamu Key,' umpat Keyla dalam Hati. Niat menghindari pemuda gila semalam malam menjadi wali kelasnya, sungguh malang sekali hidup Keyla.
"Silahkan Bu, perkenalkan diri.' ucap Bu Tita.
"Ha? Oh ya bu." Ucap Keyla
"Pagi anak-anak, perkenalkan nama saya Keyla Valerie. Kalian bisa panggil saya Bu Keyla," ucap Keyla dengan tersenyum manis.
"Bu!" Panggil Doni membuat Keyla menoleh.
"Ya, ada yang mau ditanyakan?" Tanya Keyla.
"Kalau saya mau manggil ibu, sayang boleh?" Tanya Doni membuat Keyla geleng-geleng kepala.
"Anjayyy sayang gak tuh!" Ledek Aldo membuat seisi kelas menertawakan Doni.
"Bu, saya mau tanya. Ibu masih single?" Tanya Aldo gini yang bertanya.
"Ekhem, ya saya sudah menikah." Jawab Keyla.
"Umur ibu berapa Bu?" Tanya Beni.
"Saya usia 25 tahun" Jawab Keyla.
Tita menggelengkan kepalanya melihat siswa-siswi yang antusias bertanya kepada guru muda ini.
"Sudah-sudah, Bu Keyla. Kalau begitu saya keluar dulu ya bu. Selamat mengajar di hari pertama." Ucap Tita kepada Keyla.
"Terima kasih banyak Bu kepsek," jawab Keyla.
"Jangan kaget ya Bu mengajar di kelas spesial ini, banyakin sabarnya." canda bBu Tita membuat Keyla terkekeh.
Sedangkan Jean yang melihat kekehan Keyla itu tertegun, wanita ini semakin cantik dan menjerat dirinya.
"Mari Bu," Tita pun melangkah keluar kelas.
"Anjay si gendut, bilang kelas spesial dia pikir kita apaan anjay." ujar Doni tak terima.
"Baiklah anak-anak, sekarang saya mau absen kalian dulu. Siapa yang tidak masuk hari ini," ucap Keyla yang kemudian berjalan menuju meja. Keyla mengambil buku absensi lalu membukanya.
"Adam,....,.....,.....,.....James?"
"Hadir Bu,"
"Jean Adly willard," ucap Keyla. Jean mengangkat tangannya lalu tersenyum membuat siswi-siswi yang berada di dalam kelas berteriak histeris. Pasalnya ini perdana mereka melihat senyum sang bad boy sekolah.
"Astagfirullah, demi apa senyumnya semanis itu."
"Huaaaa, Dede pengen dihalalin nya!"
"Ayang Jeje, mau gak jadi pacar Cece,"
Kelas seketika heboh karena ulah Jean yang tersenyum, sedangkan Jean sama sekali tidak terganggu. Netra tajamnya masih menatap lurus ke arah Kayla, Kayla sendiri bingung kenapa heboh pikirnya.
"Apa sayang," sapa Jean dengan suara beratnya, sungguh suara itu sangat menggoda iman kaum hawa. Para siswi pun berteriak mendengar Jean yang menggoda wali kelasnya.
"Anjimm Cok, sayang gak tuh?" Ledek Doni membuat yang lain tertawa.
"CK, bisa ae kalau mata liat yang bening." Timpal Aldo.
"Eling Je, eling. Pamajikan Batur astagfirullah," ucap Beni membuat seisi kelas tergelak dibuatnya.
"Heh onta, ada kata-kata begini, Istri orang lebih menggoda." ucap Aldo dengan menaik turunkan alisnya.
"Slebewwwwww!" timpal Doni. Membuat seisi kelas semakin tertawa terbahak-bahak.
"Sudah-sudah jangan ribut ya, kita lanjut absen selanjutnya." Ucap Kayla dengan gugup, sialnya pemuda ini sempet-sempetnya menggoda dasar buaya cap botol kecap.
Anda Mungkin Juga Suka





