Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Grazella segera menuju Cafe, untuk mencari pundi-pundi rupiah. Baru juga sampai, gadis itu sudah di sibukkan dengan banyaknya, pesanan pelanggan. Dengan semangat Grazella menyiapkan, dan membawa pesanan itu ke pelanggan.

Sebenarnya gadis itu sangat risih, bekerja menjadi Waiters. Grazella lebih memilih menjadi tukang cuci piring, atau office girl, tapi karena Cafe ini milik keluarga, Veronica sahabatnya, dia ditaruh di bagian Waiters.

Bukan tanpa alasan, Grazella membencinya. Gadis itu sangat risih dengan seragam kerjanya. Karna dia harus memakai baju ketat, dengan rok di atas lutut. Tentu saja akan memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan dia sangat membenci itu.

Grazella juga harus melepas, kacamata bundar atas tuntutan dari manager. Karena Gadis itu sudah di ijinkan, memakai masker untuk menutupi wajah penuh jerawatnya. Kadang ada pelanggan yang bersikap seenaknya. atau sekedar memegang tangannya.

Seperti saat itu, dengan lancangnya seorang pria menarik tangan, Grazella yang mengakibatkan sang gadis, harus duduk dipangkuan pria itu. Di meja lain, seorang pria yang melihat semua itu mengeraskan rahangnya. Dengan tatapan iblis, yang ingin memangsa.

"Fuck! Beraninya tangan kotormu menyentuh milikku! Lihat saja, setelah ini hanya aku yang boleh menyentuhmu, baby girl."

Pria Itu tersenyum senang, saat melihat Grazella menampar dan menendang area junior sang pelanggan dengan kerasnya.

"Good girl," ucapnya, dengan bangga.

Dengan lancang, pelanggan itu justru memeluk erat, Grazella. Sudah pasti sang gadis, memberikan hadiah kepada pelanggan tersebut.

Grazella terlihat mengikuti, langkah sang manajer. "Sudah berapa kali aku bilang, tahan saja! Jangan buat keributan! Apa kamu tidak mengerti ucapanku, Grazella!" bentak sang manager, yang di hadiahi senyum getir sang gadis. Grazella menatap tajam ke arah manajer tersebut.

"Bapak lihat sendiri tadi! Bagaimana bisa saya menahannya!" jawab gadis itu, tak mau kalah.

"Aku tau ... tapi kamu bisa bicara baik-baik, Grazella!" Sang manajer memijit pelipisnya, dia tau sangat susah berdebat dengan karyawan yang satu ini.

Dia berusaha kembali memberi saran. "Kamu bukan preman, dan bagaimana pun mereka pelanggan yang menggajimu," ucap sang manajer.

Grazella hanya mengangguk, tanpa memperdulikan wajah sang atasan yang sudah kusut. Grazella kembali melakukan pekerjaannya. Sedangkan di lain meja, Gabriel enggan berpaling dari Grazella. Pria itu terus menatap lekat, sang gadis. Sampai manager pun, tidak berani mengganggunya, karena sudah pasti uanglah yang membuatnya diam.

Barulah saat Cafe itu tutup, Gabriel langsung pergi, dan masuk ke mobilnya. Beberapa menit kemudian, Grazella ikut keluar dari Cafe, dan segera pulang. Dia sudah rindu dengan ranjang empuknya.

Baru juga melangkah, matanya menyipit heran, melihat jalanan yang biasa dia gunakan ternyata di tutup. Dengan terpaksa dia memilih pulang, menggunakan rute lain.

Gadis itu terpaksa melewati gang sempit, waktu itu. Sementara di lain tempat, pria di dalam mobil tersenyum puas mendapatkan kabar dari orang orangnya. "Tuan, Nona sudah masuk perangkap, Anda!" Dengan kecepatan seribu, pria itu melajukan mobil menuju tempat eksekusi.

• • •

Baru masuk setengah jalan, Grazella merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Dia pun menoleh, dan benar saja, seseorang dengan hoodie hitam, dan celana sobek, sedang terlihat berpura pura olahraga.

Bukankah orang itu sangat bodoh? Bagaimana mungkin, ada orang yang berolahraga jam 11 malam. Grazella berlari bak kesetanan.

"Arrgh! Aku takut." Gadis itu mencoba mencari persembunyian, dia menemukan sebuah tong.

Dengan langkah cepat, Grazella berlari ke sana. Sialnya orang itu menemukannya lebih dulu. "Aargggh! Ka-mu siapa?" Grazella tidak mengenal pria tersebut.

Gabriel mengambil tangan, Grazella dan menariknya.

"Andiamo a casa," ucapnya santai.

'Ayo kita pulang,'

Gadis itu hanya diam, karena bingung.

"Can you speak English, please?"

"You are mine, let's go home." Mata gadis itu membola sempurna.

"What? are, you crazy!" Grazella menghempaskan tangan Gabriel dengan kasar.

Pria itu menatap tajam ke arah Grazella, yang membuat gadis itu sedikit bergidik. Pria itu kembali mengeluarkan suara baratnya. "Aku tidak perlu persetujuanmu, baby girl." Pria itu tersenyum miring.

'Mereka menggunakan bahasa inggris'

"Ti-dak! Enak saja. Aku tidak mengenalmu Paman! Lagi pula, apa salahku?" ucapan gadis itu, membuat sang pria kesal.

Bagaimana mungkin, dia di panggil dengan sebutan Paman?

"Kesalahanmu cuma satu, karna kamu membuatku jatuh cinta, sayang," ucap pria tersebut.

"Bwuuhaha." Grazella tertawa dengan sangat kencangnya. pria itu terlihat kebingungan, apa ada yang salah?

Grazella menatap lekat sang pria, dengan masih sedikit tersenyum geli, "Matamu buta ya? Liat wajahku! Apa yang kamu sukai dari wajah buruk ini Pama ... aarrghh!" Dengan sigap, pria itu menggendong sang gadis bak karung beras.

Grazella langsung mengeluarkan suara emasnya. "Lepasin aku, brengsek! Tolong! Tolong!" Gadis itu memukul punggung kekar sang pria, kacamata bundar yang ia pakai pun, terlepas jatuh di bawah dengan cantiknya.

"Aku banyak uang, sayang. Aku akan membuat wajahmu, cantik."

"Dasar psikopat! Lepas!" teriak Grazella.

"Apa, kamu tidak mau bertemu dengan Adikmu, baby?" Gadis itu langsung menghentikan pukulannya.

Dengan cekatan Grazella mengambil benda pipih, dan menelfon seseorang. "Halo, Kak Dicky. Gio ada di rumah sakitkan? Dia la-gi di sana kan kak?" Suara Grazella sudah sedikit bergetar.

"Tadi, ada beberapa orang pake setelan jas hitam, terus membawa Gio pergi, bukannya kamu yang menyuruh mereka, Grace?"

Ponsel gadis itu terjatuh, dengan cantiknya di aspal.

"Dimana, Adikku bangsat!" Gadis itu menegakan tubuhnya, dan menatap tajam ke arah sang pria.

Sementara sang empu, hanya tersenyum manis, dan mengusap lembut wajah sang gadis. "Jangan mengumpat, sayang. Adik ipar berada di mansionku, kita akan menyusulnya sekarang."

Tanpa menunggu jawaban, pria itu segera menghubungi anak buahnya. "Segera bawa

helikopter ke tempatku berada! Dan persiapkan penerbangan ke Italia, sekarang juga!" Gadis itu hanya terdiam, dengan banyak pikiran di kepalanya.

To be continued..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
9.8
Setelah tewas mengenaskan akibat tusukan pisau bedah suaminya sendiri yang mendendam atas kematian Charlene, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia kembali ke hari di mana ia menderita pankreatitis akut akibat alkohol. Kali ini, suaminya yang berprofesi sebagai dokter UGD memilih mengabaikannya demi menyelamatkan cinta sejatinya tanpa ragu. Namun, keputusan sang suami untuk meninggalkannya justru memicu penyesalan mendalam, hingga akhirnya pria itu berlutut memohon pengampunannya.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.4
Setelah dipenjara karena membela diri, Ellea kehilangan tunangan dan kariernya yang direbut sahabatnya sendiri. Di masa sulit, pemimpin mafia Edwin Guntoro menikahinya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat Ellea mengetahui bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi wanita lain. Merasa dikhianati, Ellea segera menghubungi musuh bebuyutan Edwin, Cavin Nugroho, untuk merancang rencana kejatuhan suaminya.
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
9.3
Bertahun-tahun hidup dalam hinaan dan tekanan keluarga istrinya, Owen harus menelan pil pahit perceraian. Namun, perpisahan ini justru menjadi titik balik hidupnya. Setelah resmi bercerai, Owen menerima warisan luar biasa dari leluhur keluarganya yang selama ini tersembunyi. Dalam sekejap mata, mantan menantu yang tertindas ini bangkit menjadi penguasa baru yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga pengaruh besar yang memikat banyak wanita di sekitarnya.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron, mantan pembunuh bayaran, memulai hidup baru bersama istrinya, Alice. Namun, Alice sebenarnya adalah agen rahasia yang menyusup untuk membalas kematian orang tuanya yang diduga dibunuh oleh Aaron. Memanfaatkan cinta tulus suaminya, Alice mengumpulkan bukti keterlibatan organisasi Greenice Group. Kini ia terjebak dilema antara misi dan perasaan cintanya. Di tengah intrik kriminal, Alice harus memilih antara mengungkap kebenaran atau terus hidup dalam kebohongan.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Dalam suasana kamar yang intim, Revi memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski tubuhnya terasa lelah. Sambil berbaring santai di atas ranjang, sang suami membiarkan istrinya mengambil kendali penuh atas situasi tersebut. Revi dengan telaten memberikan rangsangan intens yang membangkitkan sensasi luar biasa. Meski sempat merasa kesulitan karena perbedaan ukuran yang kontras, usaha Revi tetap memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desahan kenikmatan pun tak lagi terbendung.