Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pria dengan wajah tampan, bak dewa. Terlihat menyodorkan sebuah gelas berisi wine, pada gadis di depannya.

"Apa kamu mau, sayang?" Sang empu justru menatap bengis, ke arah pria itu. Grazella sangat ingin membunuh, dan mencincang habis pria di depannya ini.

Pria itu menatap lekat, manik amber Grazella. "Matamu terlihat lebih cantik, tanpa kacamata bundar, sialan itu." Gadis itu mendengkus kesal.

"Jangan terlalu bersemangat, baby. Tubuhmu bisa sakit semua." Grazella tidak menggubris, dan terus menggeliatkan badannya agar sealtbealt itu terlepas.

Selama dibawa masuk ke pesawat, Grazella sangat memberontak, dan sedikit susah. Akhirnya dengan terpaksa dia di bius. Dan saat terbangun, tubuhnya sudah di ikat menggunakan sealtbealt pesawat itu.

"Apakah nyaman, dengan itu semua, baby?" Gabriel menunjukan dagunya ke arah badan Grazella, sang empu menatap horor sang pria.

Gadis itu langsung mengeluarkan, suara merdunya. "Anjing kamu! Sialan brengsek!" Dengan sekali tarikan nafas, gadis itu berucap bahasa asli atau Indonesia.

Di sebelah Gabriel, seorang pria tampak pucat, dan berkeringat dingin. Dia sudah sangat tau, bahasa apa yang diucapkan gadis itu. Wiliam adalah orang campuran Itali - Indo, ibunya berasal dari Indonesia, sehingga dia tau betul kata-kata mutiara tersebut.

Sementara, Gabriel yang dihina, terlihat kebingungan. Dia mengeluarkan suaranya. "Jangan menggunakan, bahasa yang tidak kumengerti, baby." Pria itu meminggirkan rambut, yang menganggu di wajah gadisnya.

Gabriel bertanya kepada sang sekretaris. "Apa yang gadisku ucapkan, Wil?" Wiliam terlihat gugup, pria itu berusaha untuk tenang.

"Em ... kata Nona. Apa yang, Tuan makan karena, Tuan sangat tampan." Seketika wajah datar itu, berubah bak tomat busuk.

"Apakah aku setampan itu, baby? Sampai matamu melotot begitu, kamu tidak perlu memandangku seperti itu, sayang. Wajahku ini milikmu, kau bisa memandangnya dengan puas, kalo kita sudah sampai, di mansion." Grazella terlihat semakin jengah.

"Dasar, Om Om narsis! Amit-amit aku suka sama kamu, bangsat! Muka kamu itu udah kusut, tua, meskipun aku jelek, aku juga milih milih kali! Lepasin aku, lepas, brengsek!"

Setelah beberapa jam mereog, Grazella sedang asyik memakan makanannya. Dengan telaten Gabriel menyuapi gadis itu, matanya berbinar melihat cake yang dibawa, seorang pramugari. Dengan cepat, Grazella menunjuk dengan dagunya.

Saat melihat sudut bibir, Grazella belepotan tanpa ragu, Gabriel menyapa bibir gadis itu yang membuat Grazella terdiam mematung. Setelah sadar, gadis itu berusaha menolak ciuman tersebut, tetapi nihil. Badannya masih saja terikat di sealtbealt, sialan itu.

• • •

Saat malam tiba, Grazella merasa tubuhnya sudah segar, dengan perlahan dia membuka matanya.

DEG

Pakaiannya sudah diganti sepenuhnya. rambutnya juga, masih terlihat basah. Bukankah dia tertidur? Lalu siapa, yang ...

"Akkhhh!" Gadis itu berteriak, dengan menutup bagian dadanya. Padahal tubuhnya sudah di lapisi dengan dress cantik.

Gabriel yang mendengar suara Grazella, langsung melangkah dengan cepat ke kamar gadisnya. Saat ini, Grazella sedang tertidur di salah satu kamar, yang terdapat di dalam pesawat.

"Ada apa, baby?" Gabriel duduk dan mengusap lembut, wajah gadisnya yang terlihat pucat.

"Kamu? Siapa yang mengganti bajuku, sialan! Dasar brengsek, kamu!" Grazella melemparkan bantal ke arah Gabriel. Wajah tampan itu, berubah bak iblis kehausan.

"Lepas, breng-sek!" Dengan susah payah, Grazella berucap.

"Jangan membuat iblisku keluar, El!" bentak Gabriel, pada sang gadis.

Grazella menatap tajam, ke arah Gabriel. Pria itu kembali mengeluarkan suaranya. "Bisakah kau menurut! Aku Sudah berusaha lembut, padamu!" Gabriel melepaskan cengkraman tangannya, pada leher Grazella.

"Kamu gi-la? Mau bunuh a-ku kamu! Lepaskan aku! Kembalikan aku ke negaraku, sialan!" Grazella memukul dada Gabriel, dengan tangan mungilnya. Namun pria itu segera mencengkram tangan Grazella, dan menatap penuh intimidasi ke arahnya.

"Sampai mati pun, aku tidak akan melepasmu, baby, kau milikku!"

Grazella tersenyum remeh, dan menjawab dengan di tatapan jijik, yang membuat Gabriel semakin naik pitam.

"Jangan mimpi, brengsek! Kau__"

"Tutup mulutmu, El. Aku bukan orang yang penyabar! Selamanya, kau akan berada di sisiku, kau mengerti?" Gabriel memegang dagu Grazella dengan kasar. Bukannya takut, gadis itu semakin menjadi.

"Tidak sudi aku berada di sisimu, bastrad!"

Satu tamparan keras, mendarat di wajah Grazella.

Wajah Grazella menoleh ke samping, tangan gadis itu memegang pipinya, yang sudah mati rasa. Terlihat cairan merah sudah keluar dari sana.

Sementara tersangka tersenyum remeh. "Menurutlah, El. Aku tidak suka dibantah!" Dengan lihai, Gabriel menyingkirkan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.

"Aarrgh! Apa yang kau lakukan!" Grazella menutup wajahnya dengan kedua tangan, yang membuat Gabriel semakin emosi.

"Buka matamu! Beraninya kau membuang pandangan, di depanku! Lihat ke sini, brengsek!" bentak pria itu, umpatan Gabriel tetap tidak membuat sang gadis melihat ke arahnya.

"Fucking, shit!" Gabriel yang merasa di abaikan, langsung mengambil pistol yang ada di bawah bantal ranjang.

Beberapa saat kemudian, Grazella merasakan pelipisnya di sentuh benda keras, dia pun menoleh.

DEG!

"Ap-a yang, kau lakukan?" Suaranya sudah bergetar hebat.

"Saat bicara denganku. Tatap mataku, baby! aku tidak suka diabaikan!"

Gabriel menodongkan sebuah pistol di pelipis Grazella. "Apa jika aku tidak mengabaikanmu, aku bisa pulang kembali ke negaraku?" jawab Grazella tegas.

"Sampai kapanpun, kau milikku! Kau harus berada di sisiku!"

"Tidak! Aku tidak akan mau hidup dengan iblis, sepertimu."

"Huh. Kau pandai melawan ternyata, aku suka yang seperti ini, suka sekali! Tapi sebelum itu, akan kutunjukan sesuatu padamu, sayang."

Gabriel duduk di sofa kamar itu, dia melebarkan kedua tangannya di sandaran sofa, dan membiarkan kakinya ikut terbuka. Seketika junior gabriel terlihat jelas di depan mata Grazella.

Gadis itu meneguk ludahnya kasar. Dia segera memusatkan perhatian ke segala arah, karena tidak ingin melihat benda tersebut.

"Sekali lagi, kau membuang pandanganmu, kupastikan peluru ini akan bersarang di kepalamu, Elnara!"

Tubuh Grazella sedikit bergetar, suara pria di depannya ini sangat mengerikan. Nadanya sangat dingin, mencekam ke seluruh ruangan.

"Come here, baby." Gadis itu hanya diam.

"Apa perlu? Aku menyeretmu, dan memotong kedua kakimu itu, h'm?"

Dengan langkah bergetar, Grazella melangkah mendekat, ke arah sang pria.

"Arghh!" Gabriel menarik rambut sang gadis, dan memaksa gadis itu berlutut di depannya.

"Buka mulutmu!" Grazella menggelengkan kepalanya. Terlihat milik Gabriel, sudah sedikit mengeluarkan cairan.

Meskipun pertama kali dia melihat itu secara langsung, Grazella tau apa yang Gabriel inginkan.

Sahabatnya selalu menonton vidio biru, untuk belajar memuaskan kekasihnya. Sedikit-sedikit Grazella tau tentang itu, dia pun menutup mulutnya rapat rapat.

"Aku tidak suka mengulangi kata kataku, baby girl!" Wajah Gabriel sudah merah padam, menahan emosinya.

"Hiks ... aku tidak mau!" teriak sang gadis, sambil memberontak. Gadis itu sangat jijik melihat benda di depannya ini.

"Kau membantahku, hah?" Grazella menggeleng cepat.

"Aku tidak membantahmu. Tapi ... itu sangat menjijikan."

"Shit! buka mulutmu!"

To be continued...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NYQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NYQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
9.8
Setelah tewas mengenaskan akibat tusukan pisau bedah suaminya sendiri yang mendendam atas kematian Charlene, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia kembali ke hari di mana ia menderita pankreatitis akut akibat alkohol. Kali ini, suaminya yang berprofesi sebagai dokter UGD memilih mengabaikannya demi menyelamatkan cinta sejatinya tanpa ragu. Namun, keputusan sang suami untuk meninggalkannya justru memicu penyesalan mendalam, hingga akhirnya pria itu berlutut memohon pengampunannya.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.4
Setelah dipenjara karena membela diri, Ellea kehilangan tunangan dan kariernya yang direbut sahabatnya sendiri. Di masa sulit, pemimpin mafia Edwin Guntoro menikahinya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat Ellea mengetahui bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi wanita lain. Merasa dikhianati, Ellea segera menghubungi musuh bebuyutan Edwin, Cavin Nugroho, untuk merancang rencana kejatuhan suaminya.
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
9.3
Bertahun-tahun hidup dalam hinaan dan tekanan keluarga istrinya, Owen harus menelan pil pahit perceraian. Namun, perpisahan ini justru menjadi titik balik hidupnya. Setelah resmi bercerai, Owen menerima warisan luar biasa dari leluhur keluarganya yang selama ini tersembunyi. Dalam sekejap mata, mantan menantu yang tertindas ini bangkit menjadi penguasa baru yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga pengaruh besar yang memikat banyak wanita di sekitarnya.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron, mantan pembunuh bayaran, memulai hidup baru bersama istrinya, Alice. Namun, Alice sebenarnya adalah agen rahasia yang menyusup untuk membalas kematian orang tuanya yang diduga dibunuh oleh Aaron. Memanfaatkan cinta tulus suaminya, Alice mengumpulkan bukti keterlibatan organisasi Greenice Group. Kini ia terjebak dilema antara misi dan perasaan cintanya. Di tengah intrik kriminal, Alice harus memilih antara mengungkap kebenaran atau terus hidup dalam kebohongan.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Dalam suasana kamar yang intim, Revi memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski tubuhnya terasa lelah. Sambil berbaring santai di atas ranjang, sang suami membiarkan istrinya mengambil kendali penuh atas situasi tersebut. Revi dengan telaten memberikan rangsangan intens yang membangkitkan sensasi luar biasa. Meski sempat merasa kesulitan karena perbedaan ukuran yang kontras, usaha Revi tetap memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desahan kenikmatan pun tak lagi terbendung.