Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Dipaksa Menikahi Mafia Kejam

Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Bab
Bagikan

Bab 1

JAKARTA | INDONESIA| JAM 11 MALAM.

Gadis bermanik amber mendengkus kesal. Pasalnya dia sedang terburu-buru pulang, tetapi taksi yang ditumpanginya justru mogok. Gadis itu takut dimarahi oleh sang paman, karna pulang terlalu malam.

Grazella Elnara Wesley itu namanya, gadis dengan wajah penuh jerawat, dan berkacamata bundar itu, baru saja pulang dari rumah sakit. Dia harus menjaga adik tunggalnya, Giorgino Austin Wesley. Sang adik masih berusia 7 tahun.

Gio mengalami kelainan jantung, dan harus senantiasa, dirawat di rumah sakit. Kedua orang tua mereka, sudah meninggal 5 tahun yang lalu, karena kecelakaan.

Grazella nekat mengambil jalur cepat, dan melewati gang sempit yang gelap. Gadis itu sudah tidak tahan, menahan nyeri di bagian payudaranya. Karena seharian ini dia lupa memompa asi. Alhasil dadanya sangat besar dan kram.

Yah ... gadis berusia 20 tahun tersebut mengidap 'Galaktorea' kondisi di mana, tubuhnya kelebihan hormon, yang membuatnya bisa menghasilkan ASI. Masa bodoh, dengan desas-desus ada penunggu di sana. Gadis itu terus melangkah masuk.

Baru juga beberapa langkah, sayup-sayup Grazella mendengar ada suara erangan, kakinya sudah bergetar tak menentu. Gadis itu ingin berbalik dan berlari, tetapi kakinya justru lancang melangkah maju mengikuti suara tersebut.

Grazella berusaha mengambil ponselnya, karena gang itu sangat gelap, ditambah suara rintik hujan, menambah kesan horor.

"Aakkhhh!" Gadis itu tersandung sesuatu, dan terjatuh cantik di aspal.

"Sial. Apa'an sih, tadi?" Grazella mencari ponselnya yang terjatuh.

DEG!

"Aarrgggh!" Mata Grazella membola sempurna, saat menyinari benda yang membuatnya terjatuh. Di sana seorang pria tergeletak dengan badan penuh darah, dan wajah yang sudah babak belur, tangan gadis itu terlihat bergetar.

Grazella mendekati pria itu, dan menjadikan pahanya sebagai bantalan. Dia berucap dengan nada bergetar. "Ak-u harus bagaimana?"

Beberapa detik kemudian, mata pria itu perlahan terbuka. Grazella langsung menyambutnya dengan berbagai pertanyaan. "Kamu kenapa? Siapa yang melakukan ini?" Gadis itu memegang wajah sang pria, dan meneliti setiap lukanya.

Pria itu hanya diam, memperhatikan manik gadis di depannya ini.

"Bellissimo," ucapnya lemah.

'cantik,'

Setelah mengatakan itu, sang pria menutup matanya kembali.

"Aku tidak bisa mendengarmu, bisa lebih keras lagi." Grazella menggoyangkan badan sang pria.

Gadis itu terlihat khawatir. "Aduh ... berpikirlah, El. Kenapa otakmu jadi bodoh begini, sih!"

"Aduh, Om, Paman, atau siapa pun dirimu, ayo bangun donk! Jangan mati dulu! Nanti aku yang kena imbasnya! Lagian, kenapa kamu malah meninggalkan jejak di tubuhnya, El?"

Grazella menoleh ke kanan dan kiri. "Tidak ada orang lagi. Aduh, bagaimana ini? Ah, ya, nomor darurat!" Gadis itu segera mendial nomor 112 di ponselnya.

• • •

Mobil ambulans melaju dengan cepat, pria itu terlihat membuka matanya kembali. Dia melihat lekat wajah Grazella yang sedang fokus menghadap ke depan. Ponsel gadis itu terlihat bergetar. Dengan cepat, Grazella segera menggeser tanda hijau.

"Iya, kak Dicky kenapa, ya? Apa? Bagaimana bisa kak? Bukankah tadi Gio, baik baik saja? I- iya, aku segera ke sana sekarang." Grazella segera mematikan ponsel itu.

"Pak, kit-a mau ke rumah sakit mana, ya?" tanyanya dengan suara bergetar.

"Mutiara Kasih, dek," jawab supir ambulans dengan cepat.

"Pak, lebih cepat lagi, ya pak." Gadis itu sangat khawatir dengan sang adik.

Beberapa saat kemudian, ambulans telah sampai, di depan loby rumah sakit. Grazella segera turun, saat akan pergi tangannya dicekal, oleh pria yang ia tolong. Grazella langsung menghempaskan tangan itu, dan segera pergi ke ruang inap adiknya. Pria itu menggeram kesal.

"Kamu tidak bisa lari dariku, baby girl! Mulai sekarang, kamu milikku!" batinnya dengan senyum menyeringai.

• • •

Grazella memegang tangan Gio dengan erat, dia merasa bersalah telah meninggalkan adiknya sendirian.

Satu panggilan masuk terdengar di ponsel sang gadis.

Grazella menghela napas kasar, pasti sang Aunty akan marah besar, karena dia tidak pulang. Grazella memilih mengabaikan panggilan itu.

Sudah 3 hari Grazella tidak berangkat kuliah, dia fokus untuk mengurus Gio, dia juga bolak-balik ke rumah, dan rumah sakit. Seperti saat itu, Grazella sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga pamannya.

"Aunty, setelah ini aku akan ke rumah sakit, besok pagi aku datang lagi," ucap Grazella dengan lembah lembut.

"H'm!" jawab sang paruh baya dengan ketus. Grazella melangkah pergi, dan akan memakan makanannya di dapur.

Nyatanya selama hampir 5 tahun lalu, pasca kematian kedua orang tuanya, hidup Grazella bagaikan pembantu, di rumahnya sendiri. Beruntung pamannya sedikit mempunyai belas kasih. Saat Grazella menerima hukuman, karena tidak becus bekerja, pamannya diam-diam memberi Grazella makanan.

Perusahaan keluarganya, juga diambil alih oleh pamannya. Gadis itu tidak keberatan, karena dia juga tidak tau menahu masalah perusahaan. Grazella hanya fokus untuk menyembuhkan sang adik.

Saat akan makan, suara bagai mutiara kembali menyambut telinganya. "Grazella! Sini kamu! Dasar anak sialan!" teriak paruh baya tersebut.

Gadis itu dengan langkah cepat, segera melangkah menuju sang Aunty. "Iya, Aunty, kenapa?" tanya Grazella.

Bukannya dijawab, satu tamparan keras, mengenai wajahnya.

"Kamu mau meracuni kami, hah?" teriaknya dengan nada menggelegar.

"Maksud Aunty?" tanya Grazella kebingungan.

"Cicipi udang itu, cepat!" bentak paruh baya tersebut.

"Ma-af aunty, tapi aku aler–gi udang, makanya aku tidak mencicipinya tadi."

Satu tamparan, kembali mendarat di wajah penuh jerawatnya.

"Saya tidak peduli! Kamu mau alergi, atau tidak! Bella mau makan udang, dan kamu masaknya asin begini! Kamu mau meracuni anakku, hah! Dasar pembawa sial!"

Gadis itu menunduk, dan meremas bajunya, dia sangat lelah. Kenapa hidupnya sangat melelahkan, disaat semua gadis menikmati hidup, dan berkutik dengan make up, kenapa dirinya justru hidup melelahkan seperti ini.

Itulah satu alasan wajahnya jelek, Grazella tidak punya waktu untuk mengurus diri.

Jangankan untuk membeli skincare, untuk membeli baju saja dia harus berhemat, mungkin jika Bella sedang baik, dia bisa minta baju lengseran.

Dulu hidupnya bak putri ratu, tapi setelah orang tuanya meninggal, Grazella langsung berubah menjadi babu di rumahnya sendiri sungguh tragis.

RUMAH SAKIT MUTIARA KASIH

Pria dengan setelan serba hitam, terlihat menghampiri seseorang. Dia membungkukkan badannya, memberi hormat. "Tuan, Anda sudah diperbolehkan pulang. Apa kita terbang hari ini, saja?"

Pria yang sedang berbaring, di brangkar tersebut mendelik tajam. "Dimana gadisku! Jangan pernah berpikir kembali, sebelum menemukannya!" Anak buahnya, langsung memberikan sebuah map coklat.

Pria itu segera membukanya, dan terlihat sebuah lengkungan dibibir manisnya. "Grazella Elnara Wesley ... nama yang cantik. Apa ada lagi, yang mau kau sampaikan, Wil?" ucapnya dengan membuka berkas itu.

"Nona, mempunyai seorang adik, Tuan. Dia juga dirawat di rumah sakit ini, Tuan," jawab sang anak buah, yang membuat pria itu semakin bersemangat.

Bibirnya langsung tersenyum menyeringai. "Kerja bagus, Wiliam!"

Anak buahnya langsung menanggapi pujian sang, Tuan. "Nona juga bekerja di salah satu cafe dekat sini, Tuan. Apa anda ingin menemuinya?" Pria dengan pakaian pasien itu, langsung tersenyum lebar.

"Tentu! Dan lakukan sesuai arahanku!" Dia tersenyum miring, membayangkan rencananya.

"Baik, Tuan, Gabriel. Saya akan persiapkan semuanya," jawab sekertaris sekaligus sahabat, pria bernama Gabriel Leonard Mattew tersebut.

"Kamu akan segera menjadi milikku, sayang." Dengan bibir terangkat Gabriel berucap.

To be continued...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
9.8
Setelah tewas mengenaskan akibat tusukan pisau bedah suaminya sendiri yang mendendam atas kematian Charlene, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia kembali ke hari di mana ia menderita pankreatitis akut akibat alkohol. Kali ini, suaminya yang berprofesi sebagai dokter UGD memilih mengabaikannya demi menyelamatkan cinta sejatinya tanpa ragu. Namun, keputusan sang suami untuk meninggalkannya justru memicu penyesalan mendalam, hingga akhirnya pria itu berlutut memohon pengampunannya.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.4
Setelah dipenjara karena membela diri, Ellea kehilangan tunangan dan kariernya yang direbut sahabatnya sendiri. Di masa sulit, pemimpin mafia Edwin Guntoro menikahinya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat Ellea mengetahui bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi wanita lain. Merasa dikhianati, Ellea segera menghubungi musuh bebuyutan Edwin, Cavin Nugroho, untuk merancang rencana kejatuhan suaminya.
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
9.3
Bertahun-tahun hidup dalam hinaan dan tekanan keluarga istrinya, Owen harus menelan pil pahit perceraian. Namun, perpisahan ini justru menjadi titik balik hidupnya. Setelah resmi bercerai, Owen menerima warisan luar biasa dari leluhur keluarganya yang selama ini tersembunyi. Dalam sekejap mata, mantan menantu yang tertindas ini bangkit menjadi penguasa baru yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga pengaruh besar yang memikat banyak wanita di sekitarnya.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron, mantan pembunuh bayaran, memulai hidup baru bersama istrinya, Alice. Namun, Alice sebenarnya adalah agen rahasia yang menyusup untuk membalas kematian orang tuanya yang diduga dibunuh oleh Aaron. Memanfaatkan cinta tulus suaminya, Alice mengumpulkan bukti keterlibatan organisasi Greenice Group. Kini ia terjebak dilema antara misi dan perasaan cintanya. Di tengah intrik kriminal, Alice harus memilih antara mengungkap kebenaran atau terus hidup dalam kebohongan.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Dalam suasana kamar yang intim, Revi memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski tubuhnya terasa lelah. Sambil berbaring santai di atas ranjang, sang suami membiarkan istrinya mengambil kendali penuh atas situasi tersebut. Revi dengan telaten memberikan rangsangan intens yang membangkitkan sensasi luar biasa. Meski sempat merasa kesulitan karena perbedaan ukuran yang kontras, usaha Revi tetap memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desahan kenikmatan pun tak lagi terbendung.