Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam

Dipaksa Menikahi CEO Kejam

Sejak kecelakaan maut merenggut nyawa ibunya di usia delapan tahun, Fallen hidup dalam kebencian sang ayah yang menyalahkannya. Demi menghukum Fallen, ia dipaksa menikahi seorang CEO yang dikenal dingin dan kejam. Ayahnya bahkan mengutuknya agar menderita selamanya sebagai seorang pembunuh. Di tengah luka batin dan pernikahan tanpa cinta, sebuah rahasia besar di balik tragedi masa lalu perlahan terkuak, membawa kenyataan pahit bagi Fallen.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mobil sampai di sebuah rumah yang sangat mewah dan besar. Tampak jelas desain bangunan yang dibuat oleh arsitek handal.

Arjun turun setelah pintu dibuka oleh Jim. Sedangkan Fallen turun setelahnya.

Mata Fallen tampak begitu takjub melihat pemandangan yang ada di sekitarnya. Ia pernah melihat rumah semegah ini, tetapi hanya di dalam film-film saja. Jelas sekali, karena ia tidak pernah menginjakkan tanah atau menghirup udara kebun belakang rumahnya sekalipun.

"Sterilkan sampah ini sebelum memasuki rumahku!" titah Arjun tanpa menoleh. Ia lantas melangkah menuju ke rumahnya dengan disambut beberapa pengawal di depan rumah megahnya itu.

"Nona, ayo, kita sterilkan dulu di sana," ujar Jim dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Fallen mengikuti langkah Jim menuju sebuah bilik sterilisasi untuk membersihkan dirinya dari kuman. Memang, semua orang yang hendak masuk ke dalam rumah Arjun, harus membersihkan diri mereka di sana.

Setelah itu, Fallen pun diantar masuk ke dalam rumah itu.

"Ah, aku lupa, bagaimana dengan tas ku?" Fallen hendak pergi ke mobil.

"Maaf, Nona. Hanya Nona yang boleh masuk. Tas dan lainnya akan dibuang."

"Apa? Dibuang? Tetapi semua barang-barang ku ada di sana, termasuk,,,,,"

"Maaf, Nona, peraturan adalah peraturan."

"Tidak, biarkan aku mengambil satu barang berharga ku di sana, aku mohon," ucap Fallen dengan memelas.

"Maaf, Nona, sebaiknya Anda jangan membantah perkataan Tuan."

"Tidak, aku tidak bisa melihat foto ibuku dibuang begitu saja!" Fallen mendorong tubuh Jim yang tak bergeser, lalu mencari celah untuk mengambil kopernya.

Pengawal yang melihat langsung mengejar Fallen dan menangkapnya sebelum ia berhasil sampai ke mobil. Matanya terbelalak saat melihat sopir menurunkan koper miliknya, untuk dibuang.

"Jangan! Jangan buang! Aku mohon!" Fallen menjerit menyaksikan sopir telah membawa koper miliknya.

"Tidak! Ibu! Jangan! Ibu!" pekik Fallen diiring dengan air matanya yang jatuh berlinang. Kehilangan sosok ibu dan juga ingatan serta kenangan masa lalu saja sudah buruk, apalagi sekarang, ia harus kehilangan satu-satunya foto ibunya yang ia punya.

Jim menghampiri Arjun yang sedang duduk di sebuah sofa. Tampak jelas raut wajah yang sedang kesal.

"Kau tahu, Jim. Aku tidak suka keributan. Kenapa mengurus hal seperti ini saja kau tidak bisa!" Arjun melayangkan satu tinju ke wajah Jim. Membuat Jim terhuyung hampir jatuh dengan pipi yang memar.

"Maafkan saya, Tuan. Nona Muda menginginkan foto almarhum ibunya."

"Aku tidak peduli dengan apa yang diinginkannya. Diamkan dia atau kau akan tahu akibatnya!"

"Baik, Tuan." Jim membungkukkan badannya, lalu pergi ke tempat Fallen yang masih berteriak meminta foto ibunya.

"Nona, tenanglah! Tidak ada yang bisa Nona lalukan. Membuat keributan sama saja dengan membuat Tuan Muda marah." Jim mengingatkan.

Fallen berhenti memberontak. Ia pun berlutut sambil terus menangis meratapi foto ibunya yang kini sudah dibuang. "Ibu, aku tidak ingat seperti apa kasih sayangmu dulu. Tapi kenapa, hanya untuk menyimpan fotomu saja aku tidak bisa."

"Nona, berdirilah. Tangisan dan kepiluan Nona tidak akan mengubah aturan rumah ini. Sekarang, Nona harus kembali membersihkan diri, lalu masuk ke dalam rumah. Tuan Muda tidak suka menunggu."

Fallen langsung menghapus air matanya. Betapa ia lupa siapa sosok yang tengah menunggunya di dalam. Ia berdiri dengan tatapan penuh kekecewaan pada Jim. "Semoga dompetmu hilang." Ia melangkah menuju bilik sterilisasi, lalu pergi ke dalam rumah.

Di dalam, ia berjalan perlahan menghampiri Arjun yang masih duduk sembari melihat arlojinya.

"Kau hebat! Kau orang pertama yang membuat aku menunggu. Orang seperti mu memang pantas diberi penghargaan. Apa yang kau inginkan?" tanya Arjun dengan tatapan setajam belati. Berhasil menggetarkan tubuh Fallen, membuat gadis itu ketakutan.

"Maafkan saya, Tuan." Fallen menunduk.

Brakkk! Arjun menggebrak meja kaca hingga suaranya membuat Fallen semakin ketakutan. Meja itu sangat mahal, tentu gebrakan Arjun tidak akan membuatnya pecah. Memangnya, sehebat apa tangan orang kejam ini?

"Hahaha, maaf? Aku menyuruh mu meminta hadiah, tetapi kau malah minta maaf. Ayolah, sampah kecil. Apa keinginan mu?" Setelah tertawa, Arjun kembali memasang wajah datar yang bagi Fallen sangatlah menakutkan. Suaranya yang berat dan menggelegar, mampu membuat jantung Fallen berdebar kencang.

Fallen hanya diam menunduk.

"Tatap wajahku saat aku berbicara denganmu!" Arjun kembali berteriak sambil menggebrak meja. Kali ini ia berdiri, mendekati Fallen yang berdiri satu langkah di depannya.

"Sa-saya mmmin-nta ma-af, Tuan," ucap Fallen dengan suara bergetar.

"Hahaha, aku suka suara orang yang ketakutan." Arjun kembali tertawa.

Fallen hanya diam saja. Ia tetap menunduk dan memasrahkan dirinya jika Arjun melayangkan tangannya.

Tangan Arjun mulai menyentuh kepala Fallen. Dengan satu usapan, ia mencapai belakang kepala gadis itu. Membuat Fallen semakin bergetar ketakutan.

"Kenapa? Apa kau takut aku akan mencekik mu?" Arjun menunduk untuk melihat wajah Fallen. Tampak mulut Fallen yang sedang komat-kamit seperti membaca mantra.

"Kau sedang apa? Membaca mantra?"

"Ti-tidak, Tuan. Saya sedang berdoa."

"Berdoa untuk apa? Kau ingin mendoakan ku supaya cepat mati?"

"Jika bisa akan saya lakukan, ma-maksud saya, saya ingin agar Tuan ma, anu bertobat. Tidak, maksud saya, agar Tuan tidak marah. Saya mengusir setan dari, tidak, anu, itu." Brukkk! Fallen bersimpuh di kaki Arjun.

"Ampuni saya, Tuan. Ampuni saya!" Fallen menangis sembari memegangi kaki Arjun.

'Gadis ini cukup menarik. Dia sangat takut padaku meski ini pertemuan pertama kami. Bagus, aku tidak perlu melakukan kekerasan padanya. Suara dan kemarahan ku sudah cukup membuatnya ketakutan. Dengar wanita, tidak ada yang boleh melawan denganku, apalagi sampai meninggalkan ku.' batin Arjun.

"Berdiri!" teriak Arjun.

Dalam sepersekian detik, Fallen langsung berdiri. Air mata tampak masih membasahi pipinya.

"Di sini, kau harus menuruti segala perintahku. Apapun yang aku ingin kau lakukan, maka kau harus melakukannya. Jika kau melakukan kesalahan sedikit saja, maka kau akan masuk ke dalam ruangan hukuman. Di sana, kau tidak akan pernah berpikir untuk berbuat kesalahan lagi, apa kau mengerti?"

"Sa-saya mengerti, Tuan." Fallen mengangguk dengan cepat.

"Tuan, ada telepon penting dari Nyonya besar," ucap Jim dengan wajah gelisah.

"Ada apa? Kenapa nenek menelepon ku?"

Jim tampak ragu.

"Katakan saja, Jim!"

"Kata Nyonya besar, kondisi ibu Anda, Nyonya Airin semakin kritis. Beliau membutuhkan Tuan."

"Hahaha, akhirnya wanita itu hampir menemui ajalnya. Abaikan saja, aku tidak peduli jika dia mati, wanita licik seperti itu memang pantas mati!"

"Baik, Tuan." Jim membungkukkan badan, lalu pergi.

Fallen sangat terkejut karena Arjun bahkan tidak punya belas kasih pada ibunya sendiri. Namun ia tidak pernah tahu, luka apa yang dialami Arjun semasa kecil.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PNL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PNL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Rencana perjalanan bisnis Anya berubah kacau saat kendala teknis memperpanjang durasi kunjungannya menjadi tiga minggu. Situasi kian rumit ketika keponakan rekan bisnisnya melamar secara impulsif dan mengancam nyawanya setelah ditolak. Di tengah kekalutan, Anya bertemu Dastan, mantan teman sekelasnya yang datang membantu. Namun, ia mulai meragukan ketulusan Dastan. Apakah ini murni bantuan teman lama atau ada perasaan tersembunyi? Anya hanya punya waktu singkat untuk menuntaskan segalanya.
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Duri Pernikahan
9.4
Nada mendirikan studio yoga dan menaruh perhatian pada seorang murid baru yang sangat lentur. Namun, murid tersebut justru menggoda Nathan, suami Nada, serta menyebarkan fitnah keji hingga memicu keretakan rumah tangga mereka. Saat Nada mencoba mengeluarkannya, Nathan justru membela sang murid dan mengusir Nada. Konflik memuncak ketika murid itu datang dalam kondisi hamil dan meminta Nada mundur demi ahli waris. Nada pun memilih menyerah, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Nathan sebenarnya mandul dan terlilit utang puluhan juta.
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Masa depan Mayang hancur saat hamil di usia remaja dan ditinggalkan Mahesa. Ia terpaksa menolak lamaran Sena dengan kasar sebelum akhirnya terjebak dalam lembah hitam di ibu kota. Sembilan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sena telah bertransformasi menjadi pengusaha kaya yang menyimpan dendam, sementara Mayang sedang berjuang keras memperbaiki hidupnya. Di tengah penghinaan Sena yang ingin membeli harga dirinya, Mayang tetap teguh mempertahankan haknya untuk bertaubat.